
"Kak Hikaru, jadi ke makam orangtua kakak?" Ayyara bertanya sembari memasukkan beberapa camilan dan minuman kedalam totebag yang akan dia bawa ke rumah sakit nanti.
Hikaru yang ditanya menggeleng pelan. Dia masih mencari bahan masakan untuk membuat menu makan Andromous di rumah sakit, "Makam mereka di Sumatera. Jauh. Jadwal aku juga padat banget akhir-akhir ini." sahut Hikaru dengan senyum tipis yang menghiasi bibirnya.
Ayyara mengangguk paham, sebagai seorang mahasiswa semester akhir dengan jurusan keperawatan Hikaru pasti sangatlah sibuk. Sama seperti Keenan yang tengah bimbingan saat ini hingga Keenan jarang memiliki waktu bersamanya. Tapi setau Ayyara, sudah hampir 1 tahun Hikaru tidak berziarah ke makam kedua orangtuanya. Maka dari itu dia bertanya, jika Hikaru ingin berziarah Ayyara yang akan menemani sekalian berziarah ke makam sang Momma.
Ayyara paham bagaimana rasanya menjadi Hikaru yang kehilangan figur orangtua, Ayyara juga paham bagaimana rasanya menjadi Keenan yang memiliki Ayah problematic dan Ayyara paham sangat perasaan Terra yang Papanya berselingkuh dengan perempuan lain. Dia merasakan hal itu. Sebelum sang Momma meninggal, Ayyara menemukan fakta bahwa Dadda-nya berselingkuh dengan seorang jurnalis. Mereka sudah menjalin hubungan selama 6 tahun dan memiliki 2 orang anak. Oleh sebab itu, Ayyara berhenti bercita-cita menjadi jurnalis. Dia trauma, karena setelah sang Momma mengetahui rahasia suaminya, beliau meninggal terkena serangan jantung. Terlalu mengejutkan bagi Ayyara karena ditinggal perempuan hero nya.
"Kayaknya bulan depan aku bisa ziarah, kamu mau nemenin aku, Ra?" soul Ayyara bagai langsung ditarik setelah Hikaru kembali membuka suara. Ayyara mengangguk, tentu dia akan selalu menemani Hikaru berziarah.
"Sekalian ke makam tante ya? Kamu juga pasti kangen sama Momma mu." senyum Ayyara mengembang mendengar ucapan Hikaru. Anak dari kakak sang Momma yang selama ini menemaninya.
Hikaru bahkan menyempatkan diri untuk berbalik menghadap Ayyara dan merentangkan tangan yang langsung disambut oleh pelukan erat Ayyara.
Takdir mereka yang hampir sama membuat mereka harus saling menguatkan satu sama lain. Hikaru sampai membuka cafe untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan Ayyara yang melanjutkan pekerjaan mendiang Momma nya sebagai designer. Tatkala lelah, Ayyara akan kembali ke Hikaru begitupun sebaliknya. Namun jika dua-duanya sudah tidak bisa menguatkan satu sama lain, Andromous yang akan menjadi tempat pulang mereka.
...----------------...
Saguna menyalakan mesin motornya dan melaju pelan menuju rumah Winola. Menjemput Winola untuk ke rumah sakit. Selain untuk menjenguk bungsu Andromous, Winola memiliki jadwal untuk memeriksa kesehatannya yang juga sempat menurun beberapa hari lalu.
Sesampainya di rumah Winola, Saguna sudah disambut oleh Ibunda Winola yang sedang menyirami tanaman. Dia turun lalu berjalan mendekat, "Sore Ibun, Winolanya dimana ya?" sapa Saguna sambil menanyakan keberadaan Winola setelah mencium tangan Ibunda Winola.
Ibunda Winola tersenyum, mengusap kepala Saguna lalu berkata, "Nola didalam kak, tadi masih siap-siap." dengan lembut pula dia menyuruh Saguna untuk menemui anaknya didalam tapi di tolak oleh Saguna.
Tak lama Winola keluar dengan sweater putih bergaris dan celana putihnya, tersenyum riang ke arah Ibunda dan teman dekatnya itu.
"I'm here! Yuhu~ Ibun aku berangkat ya sama kak Sagu." Winola berpamitan kemudian memeluk lengan Saguna erat, menempel di lengan milik lelaki itu dengan manjanya.
Keduanya membelah jalanan yang cukup ramai dengan candaan. Sampai di halaman parkir rumah sakit, Winola turun dan menunggu Saguna memarkirkan motornya di bawah pohon rindang sambil memakai kembali sunscreen yang selalu dia bawa. Setelah Saguna selesai, mereka berjalan beriringan kearah ruangan dokter yang selalu menangani Winola.
Didalam ruangan tersebut, Saguna hanya diam menemani Winola dan sesekali menjawab pertanyaan dari dokter saat Winola kebingungan. Sesi ini diakhiri dengan pemberian saran dan resep obat setelah hampir 25 menit mereka berbincang. Seusai pamit, Winola dan Saguna berjalan keluar, mengambil obat sesuai dengan resep yang diberikan.
"Mumet sumpah kak, apa-apa obat. Overdose aku lama-lama." keluh Winola sambil menggelayut manja dilengan Saguna lagi.
Saguna berdecak, tangan lainnya terulur untuk menjitak dahi yang lebih muda, "Sembarangan banget kamu. Kamu ngga akan overdose kecuali kamu minumnya kayak orang kesurupan." kesal Saguna sebelum menarik Winola untuk memasuki lift yang baru saja terbuka sesudah orang didalamnya keluar.
Didalam lift hanya ada mereka berdua. Entah apa tapi tiba-tiba saja Saguna dan Winola kompak tertawa setelah saling bertatapan. Sudah seperti kebiasaan saat mereka bertatapan tanpa sengaja pasti terlihat lucu. Ekspresi Winola yang tampak linglung dan ekspresi Saguna yang terlalu serius.
"Yaffa katanya sempet sadar Win. Tapi ya kamu tau apa yang terjadi sehabis itu." Saguna memulai pembicaraan diantara mereka dengan topik baru yang sudah dia ketahui dari siang hari tadi.
Winola yang sibuk dengan pantulan wajahnya di kaca langsung menoleh cepat kearah Saguna, "Yaffa sempet sadar??!" ulang Winola dengan keterkejutan yang tidak bisa dia sembunyikan. Yaffa sempat sadar dan dia tidak tahu berita ini? Apa yang Winola lakukan tadi hingga dia ketinggalan berita tentang bungsu Andromous kesayangan seluruh anggota itu.
Tidak lagi peduli dengan tampilan wajahnya, Winola memilih untuk segera keluar dari lift saat pintu lift terbuka. Meninggalkan Saguna yang masih sibuk dengan obat Winola ditangannya. Lelaki itu langsung menyusul Winola dan berlari kecil untuk mencari temannya. Kala Saguna tiba didepan ruang rawat Yaffa dengan nafas yang terengah, Winola justru sudah berada di dalam ruangan sambil memeriksa Yaffa yang sudah membuka matanya.
Saguna tentu terkejut, matanya bahkan membola karena melihat Yaffa tersenyum padanya.
"LU PADA NGGA NGABARIN GUE??" saking terkejutnya Saguna sampai kelepasan teriak hingga membuat anggota Andromous meringis. Suara teriakan Saguna itu bisa dibilang cukup nyaring, maka dari itu Brian berinisiatif membekap mulut Saguna dengan roti yang di beli Jeremy.
Saat Saguna mendumel karena kelakuan Brian, anggota Andromous lain malah tertawa termasuk Galen yang matanya masih terlihat bengkak dan sembab. Mereka yang berada di ruang rawat Yaffa memang menangis kala mendengar ucapan dokter bahwa Yaffa sudah jauh lebih baik bahkan sudah benar-benar sadar sedari siang, berita yang diberitahu Saguna pada Winola benar dan alasan Andromous baru mengetahui Yaffa sudah sadar sedari siang adalah gadis itu hanya terlalu malas membuka matanya.
Andromous berformasi lengkap hari ini. Mereka akan menghabiskan malam disini untuk merayakan kesadaran Yaffa.
Untuk hari ini Andromous akan berbahagia terlebih dahulu. Andromous akan melupakan beberapa masalah yang terjadi di keluarganya. Hari ini juga Andromous akan berfokus pada kebahagiaan yang berada didepan mata. Dalam hati masing-masing anggota selalu menyematkan doa agar Andromous tetap seperti ini dan tidak berubah.