
Empat hari setelah Andromous berkumpul dan menginap di villa, akhirnya mereka kembali menghabiskan waktu bersama di apartment Saguna.
Saling bercanda, melemparkan pertanyaan konyol, bernyanyi heboh dan lain-lainnya. Apartment Saguna yang tadinya rapih seketika berubah seperti habis diterjang badai. Kata lainnya, apartment Saguna lumayan berantakan saat ini.
Tapi Saguna tidak mempermasalahkan hal itu. Dia membiarkan apartment nya yang biasanya rapih dan nyaris tidak tersentuh menjadi berantakan hari ini. Karena Andromous juga jarang bermain ke sini. Mereka merasa tidak enak, takut merepotkan Saguna yang sudah lelah bekerja tapi harus membereskan bekas kekacauan yang mereka buat, namun karena permintaan Saguna, Andromous hari ini mau berkumpul di apartment anggota tertua mereka tersebut.
Bahasan mereka yang awalnya konyol berubah total menjadi serius karena topik yang tiba-tiba membelok tentang bagaimana, misalkan dan apa yang akan dilakukan di masa depan. Seketika seluruh anggota berpikir panjang tentang masa depan mereka.
"Aku mau Mami sama Papi berhenti maksa aku sama kakak buat ngikutin ke mauan mereka." Yaffa yang pertama kali menjawab pertanyaan itu seraya mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya. Lagi-lagi dia hanya memakai pajama karena memang saat ini mereka berkumpul setelah dikabari secara tiba-tiba oleh beberapa anggota yang sedang bersama Saguna tadi.
Penuturan Yaffa membuat mereka menyetujui hal tersebut, terutama Shanaya. Karena keduanya sama-sama dipaksa untuk memenuhi ekspektasi dan keinginan orangtua mereka.
Galen nampak menghela nafas sebelum berbicara, "Gue ga minta aneh-aneh. Cuma gue mau Ibun sama Ayah selalu bareng sampai gue ngga ada." permintaan yang sederhana ditunjukkan pada Ayah kandung dan Ibun—ibu tiri Galen.
Kenyataannya, Ibun lah yang selalu ada bersamanya selain sang Ayah. Entah kemana Bunda Galen selama ini, intinya Galen benar-benar sudah tidak lagi memikirkan Ibu kandung dan Ayah tirinya. Galen hanya ingin Ibun dan Ayah selalu bersama.
"Lo udah damai?" Keenan bersuara sambil memajukan tubuhnya yang sebelumnya bersandar di sofa. Menunggu jawaban Galen yang tertawa dengan gelengan. Baru saja Keenan hendak membombardir Galen dengan omelannya yang sangat pedas, tapi laki-laki itu malah semakin tertawa dan berkata.
"Gue ngga ada masalah sama Ibun kali bang. Emang belum bisa nerima doang." jelas Galen masih dengan gelak tawa yang tak henti terdengar hingga Brian nyaris melempar bantalan sofa kearah Galen karena merasa sedikit terganggu.
Andromous diam beberapa saat demi menyaksikan Galen yang tertawa tidak jelas bahkan hampir tersungkur kearah depan jika baju nya tidak ditarik oleh Carel dan Jeremy. Sampai 2 menit, Galen masih tertawa hingga akhirnya tawa itu mereda.
Jeremy menepuk punggung Galen kesal. Dia panik saat Galen berkali-kali nyaris tersungkur, sampai-sampai dirinya harus terus memegangi kaus laki-laki itu dan memperhatikan Galen agar tidak jadi tersungkur. Padahal tadi dia sudah hampir serius karena topik pembicaraan yang berbeda dari sebelumnya.
"Jangan ngomongin kematian ah. Macem-macem banget kamu." Hikaru menegur Galen sambil memberinya segelas air yang berada di nafas dekat posisi duduk perempuan itu. Hikaru tidak suka pembahasan seperti ini karena dia akan teringat oleh banyaknya luka akibat ditinggal pergi untuk beristirahat panjang orang-orang terdekatnya. Dari orangtuanya hingga Jesselyn. Hikaru tidak ingin ini terulang, "Aku mau kita sama-sama terus sampai kapan pun." lanjut Hikaru memberi tahu keinginannya pada anggota Andromous yang menyimak sedari Galen tertawa tidak berhenti.
Hikaru menyadari hal ini, hal sama yang terjadi sebelum orangtua Hikaru meninggal karena kecelakaan. Suasana berbeda dan dingin yang merayap, mendekap mereka. Para anggota tak lagi berisik, mereka termenung menatap lilin aromatherapy yang dibawa dan dinyalakan oleh Richard.
Masih dengan guitar dipelukannya, Terra menjawab dengan pelan, "Kita harus bisa ngelewatin apapun bersama ya?" lirih, nyaris tak terdengar jika keramaian yang berada disekitar mereka. Tapi kali ini, karena ramai sudah pergi berganti hening yang baru datang membuat suara Terra terdengar dengan jelas.
Tidak ada jawaban lagi. Sampai Orabelle membiarkan satu titik air mata jatuh ke pipinya namun tidak ada yang menyadari hal tersebut karena dengan cepat Orabelle menghapusnya. Orabelle tak tau apa penyebab dirinya menangis seperti ini, tapi yang dia tau suasana malam ini jauh lebih menyakitkan daripada saat dia mengetahui bahwa kedua orangtuanya akan lembur terus menerus. Suasana kali ini persis seperti suasana ketika Andromous ditinggal pergi oleh kakak tertua mereka.
"Ayya mau, Ayya mau kita terus saling menguatkan dan mendukung. Kita bisa kan sukses bareng-bareng?" kali ini Ayyara juga melemparkan pertanyaan yang membuat anggota Andromous diam seribu bahasa.
Saguna juga diam sedari awal. Karena dia sendiri tidak yakin jika dia dan Andromous akan tetap bersama sampai mereka bisa sukses dengan jalan hidup pilihan mereka masing-masing. Saguna tak kuasa menahan linangan air matanya. Dia menangis tanpa suara.
Winola yang berada disamping Saguna lantas menarik kepala laki-laki yang selalu bersamanya itu agar bersandar di bahunya. Winola kira hanya Saguna yang akan menangis malam ini, ternyata semua itu salah. Sebab, tak hanya Saguna yang menangis, tapi juga Keenan, Zayden, Richard dan nyaris seluruh anggota menyalurkan emosi dengan air mata yang berlomba keluar.
Malam ini, tepat di hari mereka bertemu dahulu, menjadi saksi bahwa Andromous tak lagi dapat menampung semua yang mereka rasakan.
Tidak ada lagi yang tetap berusaha untuk terlihat tegar. Andromous hancur malam ini. Pertahanan mereka, rasa sedih mereka dan apa yang mereka rasakan serta pendam seorang diri, tersalurkan malam ini. Tidak lagi tawa yang terdengar. Tidak lagi ocehan dan omelan yang menemani, hanya ada tangisan dan sakit yang menyerbu juga berlomba menyakiti telinga mereka hingga pengak.
Seharusnya mereka dapat meyakinkan diri sendiri bahwa Andromous akan bertahan hingga akhir hayat mereka. Seharusnya mereka dapat memastikan bahwa tidak ada lagi tangis yang keluar selain karena keluarga dan masalah anggota yang cukup berat. Seharusnya mereka saling membagi kesedihan satu sama lain hingga tak lagi ada yang merasa terbebani dengan sedih yang ditanggung mereka. Seharusnya rasa sakit yang mereka rasakan tak perlu menjadi beban untuk satu sama lain.
Namun kali ini mereka tak lagi bisa. Bahkan para anggota tertua Andromous memilih bungkam, karena mereka juga tidak lagi dapat meyakinkan diri mereka sendiri.
Untuk pertama kalinya pondasi-pondasi serta pilar-pilar Andromous hancur.