ANDROMOUS

ANDROMOUS
EIGHT



Pasca kejadian satu minggu yang lalu, banyak anggota Andromous mulai mencari makna dari ucapan dokter yang menangani Yaffa.


Salah satu diantaranya adalah Orabelle. Dia yang paling penasaran dengan arti dari ucapan sang dokter. Ini menyangkut sahabatnya. Ini menyangkut Yaffa yang sudah menemaninya di waktu terpuruk Orabelle. Keduanya dekat bagai sendok dan wadah makanan. Sulit untuk dipisahkan karena memiliki fungsi yang sangat melekat dan cocok.


Orabelle sampai bertanya pada satu dari sekian banyak pekerja dirumahnya tentang arti dari ucapan tersebut. Namun jawaban yang didapat olehnya malah membuat Orabelle berpikiran buruk tentang kondisi Yaffa.


Perempuan dengan nama belakang Katarina itu merasa takut jika di waktu yang akan datang, baik cepat maupun lambat, Yaffa akan meninggalkan dirinya. Orabelle takut Yaffa memilih untuk menyerah menjadi yang terbaik menurut orangtuanya dan menyerah untuk mengambil hak nya sendiri. Orabelle takut kisah Yaffa berakhir tragis walau anak itu akan menjadi bahagia dengan caranya sendiri.


Orabelle bahkan masih mengingat dengan jelas janji mereka di masa lalu. Janji yang harusnya akan tetap mereka lakukan sampai dewasa, hingga menjadi lansia nanti.


Orabelle tidak sanggup jika harus kehilangan Yaffa dengan cara yang menyakitkan dengan membiarkan sahabatnya menanggung sakit yang sangat parah. Orabelle tidak ingin jika asumsi yang dikatakan oleh Hikaru benar adanya. Orabelle tidak mau jika dirinya harus melihat sang sahabat menahan sakit yang dirasa seorang diri.


Sampai saat ini masih belum ada kejelasan tentang keberadaan orangtua Yaffa. Orabelle cukup frustasi mengingat bagaimana keadaan Yaffa saat terakhir kali dia menjenguk perempuan yang lebih muda itu, kemarin.


Wajah yang kian memucat, binar di manik jernih mulai meredup, senyum yang tak lagi sama bagi Orabelle dan berat badan yang menurun dengan cepat.


Orabelle kembali mengambil tissue di samping kasurnya, matanya kembali mengeluarkan linangan yang tertampung apik di kelopak mata. Orabelle mulai bersandar, memandangi gambar dirinya, Yaffa, Galen, Richard dan beberapa anak dance dari club lama mereka yang diambil oleh sang mama. Kenangan yang sangat berarti. Kenangan yang jauh lebih mahal dari apapun.


Tangan Orabelle meraih pena dan buku khusus dengan sampul transparan. Perlahan Orabelle mulai menggores tinta hitam diatas kertas kosong miliknya. Satu kata, satu kalimat, satu paragraph hingga satu lembar dia tuliskan tanpa jeda.


Yaffa dan kenangan.


Itulah judul dari tulisan yang Orabelle buat. Yaffa dan segala kelakuan lucu sampai absurd nya yang akan menjadi kenangan terbaik dalam hidup mereka.


Orabelle memandang sekilas hasil tulisan tangannya, kemudian terdiam setelah mengingat kembali apa yang diucapkan oleh pekerja dirumahnya. Manik Orabelle berkali-kali berganti objek. Lukisan besar di dekat pintu balkon, guitar acoustic dengan tanda tangan idola kesayangan Brian di samping sofa dan terakhir medali, piala juga piagam yang sudah diraih olehnya dari kejuaraan modelling yang Orabelle ikuti.


Semakin berembun pula pengelihatan Orabelle saat nampak gambar Andromous dengan formasi lengkap sedang tersenyum lebar menatap kamera. Disamping gambar itu terdapat gambar lain, tempat yang sama, orang yang sama dan waktu yang hampir sama. Bedanya di gambar itu nyaris tidak ada yang melihat kamera. Terlihat sangat natural dan lucu disaat bersamaan.


"Maaf sebelumnya non, tapi sepertinya yang dimaksud oleh dokter teman nona itu, usianya sudah tidak lama lagi. 3 minggu adalah waktu yang diperkirakan dokter. Saya mohon nona jangan nangis, nona harus membuat banyak kenangan bersama teman nona."


Ucapan pekerja orangtua Orabelle membuat air matanya tak henti berjatuhan.


...----------------...


Meski Richard dan Yaffa jarang terlihat bercanda, kenyataannya mereka sangatlah dekat. Richard sedih kala mengetahui Yaffa menutup rapat kondisi kesehatannya. Richard kecewa karena tidak bisa menjadi teman yang baik untuk Yaffa. Richard sampai membayangkan seberapa sakit Yaffa beberapa waktu lalu.


Handphone Richard berbunyi, menunjukkan log panggilan dengan nama Brian di layarnya. Richard segera menerima panggilan tersebut, dia menunggu apa yang akan dikatakan Brian dengan sabar karena setelah beberapa saat panggilan tersambung hanya terdengar suara ricuh dan serine ambulance dari tempat Brian berada.


"Ko Bri? You kenapa?" karena tidak adanya suara Brian, Richard terlebih dahulu bersuara.


Terdengar suara speaker handphone yang seperti tergesek oleh sesuatu sebelum akhirnya suara Brian terdengar di saluran pendengaran Richard, "Richard, ya Tuhan. Chard tolongin jiě Jess." nada bicara Brian terdengar sangat panik dan tergesa.


Tentu karena ucapan Brian yang terpotong sangat membingungkan bagi Richard. Hari ini dia dibuat khawatir oleh anggota Andromous yang bahkan tidak mengirimkan pesan barang satu kata pun di group chat mereka. Jeremy yang sulit dihubungi, Galen yang masih sering menangis tanpa henti, Kirei bersama Zayden yang mengatakan pada mereka akan kembali ke rumah Kirei di Malang untuk suatu keperluan dan sebagian besar dari mereka yang menyibukkan diri tanpa henti. Lalu pagi ini Brian menelepon dirinya dan berucap tapi tidak langsung berbicara secara lengkap.


"Jiě Jesse kecelakaan, dia sedari malam dipaksa orangtuanya untuk mengikuti keinginan nenek nya buat jalan bareng sama lelaki pilihan nenek-nenek itu. Terus sekarang—"


"Rumah sakit mana?" Richard memotong penjelasan Brian. Dia bahkan langsung mencabut kabel televisi dan mencari kunci motornya. Meninggalkan kamar dengan cepat kemudian berlari menuju pintu utama rumah keluarganya.


Richard bahkan tak perlu repot-repot menutup pintu rumah dan membuka gerbang rumahnya setelah berhasil mengeluarkan motor kebanggaannya dari garasi sambil menunggu jawaban Brian, "Rumah sakit umum daerah koas nya, Hikaru." jawab Brian cepat, "Richard, Koko minta tolong sama kamu buat jangan ngebut. Bahaya." ucap Brian kemudian sebab sedari tadi Brian mendengar suara grasak grusuk dari speaker handphone-nya.


"I ngga janji."


Setelah berucap seperti itu, Richard memutuskan sambungan panggilannya. Memakai helm dan mengendarai motornya dengan cepat tanpa peduli keadaan jalan disekitarnya yang sangat sepi karena kebanyakan tetangga Richard berangkat pagi-pagi buta untuk bekerja.


Sekitar 30 menit, Richard sampai di halaman parkir rumah sakit yang dimaksud oleh Brian. Sesudah memarkir motornya dengan rapih, Richard berlari masuk, menanyakan ruangan Jesselyn pada resepsionis dan kembali melangkah dengan arah ruang UGD sebagai tujuannya.


Didepan ruang UGD, terlihat Jeremy, Brian, Hikaru, dan seorang lelaki yang tidak dikenali oleh Richard. Mereka terlihat cemas terutama Jeremy yang terlihat menahan tangis dan emosinya.


"Bang Jere, you—"


"Gara-gara cowok ga jelas ini jiě cassi kecelakaan." Jeremy sampai menatap sinis lelaki yang sedari tadi duduk di dekat Brian yang tidak terlihat memiliki luka sedikit pun. Berbeda dengan Jesselyn yang kondisinya cukup parah saat di evakuasi tadi.


Richard paham jikalau Jeremy kelewat cemas dengan Jesselyn. Richard juga mengerti kenapa Jeremy sempat menghilang dan susah dihubungi dari 3 hari yang lalu. Richard tahu sumber masalahnya berasal dari siapa, tapi dia tidak mau ikut campur dalam urusan orang lain.


Andromous kali ini harus berduka kembali mengingat kondisi Jesselyn dan Yaffa disaat yang bersamaan. Hari ini tak sedikit dari mereka yang terlihat sedih. Meski Yaffa sudah dibolehkan pulang, tapi Jesselyn disini sedang mengobati luka-lukanya.