ANDROMOUS

ANDROMOUS
TEN



Perbincangan mereka hari itu membawa manfaat bagi setiap orang. Saran yang diberikan anggota Andromous menjadi pertolongan mereka.


Carel sudah bisa berdamai dengan kedua orangtuanya yang sudah terbiasa membawa selingkuhan masing-masing ke rumah mereka. Saguna yang tidak lagi merasakan sakit karena tidak diharapkan oleh keluarga meski masih tersisa sedikit rasa kecewa. Galen yang tidak pernah pusing untuk memilih antara keluarga Ayah atau Bundanya selama dia bisa melakukan segalanya sendiri. Terra yang tidak lagi menghubungi sang Papa mengingat ucapan Keenan.


Segala saran mereka terima. Semua masukan serta kritik dari anggota juga tidak mereka biarkan begitu saja.


Hari ini, Carel memutuskan untuk singgah sebentar ke rumahnya. Mengambil beberapa barang serta buku-bukunya yang tertinggal. Dia tak perlu repot mengucapkan selamat pagi atau menyapa kedua orangtuanya. Carel bahkan menerobos masuk tanpa mempedulikan keberadaan sang Daddy di ruang tengah bersama selingkuhan daddy-nya.


Tujuan Carel benar-benar hanya satu. Tidak lebih. Mengabaikan panggilan daddy dan mommy nya, tangan Carel terus mengemas seluruh barangnya untuk dibawa ke tempat tinggalnya. Semua barang bahkan sudah tersusun rapih di dalam koper miliknya dalam kurun waktu yang kurang dari 10 menit.


Carel segera berjalan keluar setelah memastikan tidak ada yang tertinggal. Dia melewati sang mommy dan daddy yang masih berdiri didepan pintu kamarnya. Carel masih saja menghiraukan keduanya sampai manik gelap Carel menemukan eksistensi selingkuhan kedua orangtuanya.


"Carel sayang, kamu mau kemana? Kamu udah ngga sayang sama mommy lagi?" ucapan sang Mommy membuat Carel tertawa geli. Dia berhenti sejenak, menatap orangtuanya dan mengangguk.


"Emang mommy sayang Carel? Wong mommy cuma sayang sama selingkuhan mommy doang kok." sahut Carel malas. Malas karena kedua orangtuanya akan membuat drama baru setiap dia pulang ke rumah ini, "Udah ya, Carel capek. Carel udah ga mau berurusan sama orang ga jelas. Carel pergi dulu." Carel kembali melangkah. Meninggalkan empat orang dewasa yang bungkam karena ucapan Carel sebelum pamit.


Kondisi Carel tidak buruk jika dilihat sekilas, padahal tatapan marah yang terkesan kosong itu sudah menjelaskan segalanya.


Sebagai seseorang yang dikenal selalu tersenyum bagai tidak memiliki beban, ekspresi Carel saat ini tidak pernah ditunjukkan. Biasanya Carel akan diam ketika kesal dan tetap berusaha tersenyum. Berbeda dengan sekarang, Carel tidak lagi mengontrol ekspresi nya. Dia membiarkan tatapan marah yang jarang terlihat terpasang indah. Membiarkan mulutnya mengutuk seluruh benda yang tidak bersalah sebagai pengalihan.


Carel salut dengan Galen yang terlihat santai meski memiliki keluarga terlalu harmonis dengan anggota yang lebih dari dua orangtua. Carel salut dengan semangat Ayyara yang menjalani hidup tanpa figur Ibu dan melupakan sang Dadda, dengan mandirinya perempuan itu menghidupi diri sendiri tanpa mengeluh. Carel sangat termotivasi oleh Hikaru yang ditinggal kedua orangtuanya untuk selamanya tapi tetap bersemangat menjalani kehidupannya. Carel juga sangat terinspirasi oleh Jesselyn, Keenan dan anggota lain yang selalu siap mengosongkan jadwal demi mendengar keluh kesahnya. Mereka juga sangat dewasa untuk satu sama lain.


Carel berjanji akan menjaga pertemanan Andromous sampai maut menjemputnya. Carel berjanji akan selalu ada bagi Andromous setiap dirinya dibutuhkan. Carel berjanji, Andromous adalah tempat terakhir dirinya untuk pulang. Carel juga berjanji akan menjadikan Andromous sebagai obat bagi anggotanya.


Carel tidak akan membiarkan orang lain merusak Andromous.


...----------------...


Lagi dan lagi Yaffa memaksakan diri agar dapat sesuai dengan standard kedua orangtua. Dia sudah tertinggal materi selama kurang lebih satu minggu. Orabelle sudah memaksa Yaffa untuk pulang bersama akan tetapi anak itu kukuh meminta jam tambahan pada guru les mereka.


Orabelle melapor pada kakak-kakak Andromous tentang Yaffa yang masih saja memforsir diri, Abian lantas menjawab bubble chat Orabelle dan mengatakan bahwa dia yang akan menjemput Orabelle bersama Keenan dan Terra selepas kelas mereka selesai. Setelah Orabelle mengirim jadwal les terbaru di group chat Andromous, berbagai respon dia dapatkan. Seperti terkejut, kesal dan lainnya. Bahkan Saguna mengirim pesan bahwa dia yang akan menjemput Yaffa sekaligus mengajak bungsu Andromous berbincang.


Tahu jika akan terjadi sesuatu, anggota lain merasa panik dan menahan Saguna. Mengatakan bahwa semua akan lebih baik kalau dibicarakan baik-baik, meminta agar Terra dan Abian untuk menasihati Yaffa.


Pada saat jam les Yaffa berakhir, Yaffa sedikit kesusahan untuk mencari kendaraan seperti taxi, ojek, dan bus karena hujan yang turun cukup deras. Namun mata Yaffa menangkap siluet yang tidak asing baginya. Siluet Terra.


Terra datang dengan payung yang berwarna transparan, berjalan cepat kearah Yaffa kemudian mengulas senyum manisnya, "Ayo pulang." ajak Terra sambil merangkul bahu Yaffa agar berada di bawah naungan payung dan tidak terkena air hujan. Keduanya berjalan beriringan menuju mobil Abian yang terparkir di dekat halte bus.


Yaffa masuk terlebih dahulu dan duduk di kursi bagian tengah sedangkan Terra duduk di samping kursi kemudi. Abian menyalakan mesin mobilnya dengan tenang, dia melirik kearah kaca mobil dan merasa bahwa Yaffa belum menyadari kehadiran Keenan.


"Lo maksain diri lagi?" tepat setelah Abian berpikir demikian, Keenan langsung berbicara dengan nada yang terdengar datar. Persis ketika sedang menginterogasi Terra kemarin. Keenan bersandar di jok mobil dengan tangan yang terlipat didepan dada. Terra dan Abian sampai keringat dingin dibuatnya.


Dari posisi Keenan, dia dapat merasakan keterkejutan Yaffa. Kehadirannya baru disadari oleh yang termuda. Anak itu bahkan terlonjak saking terkejutnya.


Hal kedua yang dilakukan Keenan setelah membuka suara adalah memasangkan jaket pada Yaffa sebelum menatap tajam si anggota termuda Andromous tersebut, "Gua udah bilang berapa kali El dari semenjak lo sadar?" Keenan kembali bersuara, "Lo lupa? Lo sakit, El, Lo sempet koma beberapa hari gara-gara penyakit lo. Seharusnya dengan kejadian yang sebelumnya lo jadi paham sama kondisi tubuh lo. Bukan malah makin menjadi. Stop gila belajar. Lo ga perlu ngikutin kata-kata yang buat lo nge-down." tatapan Keenan perlahan meluruh. Tangannya yang lebih besar dari Yaffa menggenggam erat telapak tangan yang mulai memucat kembali.


"Iya El, yang dibilang mas Keenan bener. Kita bisa kok bantu kamu buat ngajarin pelajaran yang menurut kamu susah, ga mesti maksain diri." Terra ikut menyahuti dengan pandangan yang bertabrakan dengan tatapan Yaffa dari kaca mobil. Senyumnya tak lekas memudar, membuat Yaffa ikut menyunggingkan sebuah senyuman.


Yaffa sangat berterima kasih pada Andromous yang sudah mendidiknya dan merawatnya bagai saudara kandung. Mereka sering memanjakan Yaffa dan menerima Yaffa apa adanya tanpa memandang kepintaran maupun fisik. Yaffa belajar banyak dari anggota lain, meng-ikhlaskan, perhatian, komunikasi dan diskusi sangat di perlukan dalam kehidupan sehari-hari.


Setiap harinya Yaffa selalu memanjatkan doa agar Andromous tetap bersama. Yaffa tidak akan membiarkan Andromous bubar karena hal yang tidak jelas karena menurut Yaffa, Andromous lah definisi nyata tentang kasih sayang.