ANDROMOUS

ANDROMOUS
THIRTEEN



Disaat baskara belum tenggelam dan terganti oleh bulan dan bintang, Andromous harus meninggalkan tempat peristirahatan Jesselyn yang telah mereka ramaikan walau suasana sebenarnya cukup sunyi selama hampir 7 jam. Alasannya adalah menemani Yaffa yang ternyata sudah meminta untuk dijadwalkan operasi dan jatuh pada sore hari ini.


Rasa sakit yang pasti akan di rasakan oleh semua orang, sakitnya ditinggalkan oleh orang tersayang. Setelah mengalami sebuah kehilangan pasti tidak akan ada yang ingin mengalami kejadian itu kembali, kan? Itu juga yang dirasakan Andromous. Sudah cukup satu anggota.


Andromous juga sudah berjanji pada saat mereka berangkat ke rumah duka tadi bahwa kesedihan mereka hanya akan bertahan sampai baskara yang warnanya telah berubah oranye di hari yang sama.


Saat Yaffa sudah tertidur lemas akibat efek obat tidur, disaat ini Brian berdiri sambil merapihkan celananya, "Aku ke basecamp dulu, mau buatin kalian makanan." Brian menoleh kearah Orabelle yang bersandar lemah di pundak Galen, "Titip Kanura dulu ya." ujarnya sambil mengusap kepala Orabelle lembut.


Hikaru yang melihat Brian akan melangkah pergi segera menahan laki-laki tersebut, "Aku ikut deh. Biar kamu ngga kesusahan, Bri." tas selempang yang tergeletak di kursi langsung dia pakai setelah Brian mengangguk setuju.


Selepas kepergian Brian dan Hikaru, ruang tunggu yang hanya ditempati oleh Andromous terasa sepi. Sampai sekitar 2 jam, Hikaru dan Brian kembali dengan membawa totebag besar berisi makanan yang mereka buat. Bukannya sorakan heboh yang menyambut keduanya tapi malah seluruh anggota Andromous tertidur dengan berbagai posisi. Jangan lupakan ekspresi lelah yang terpasang di wajah mereka tanpa terkecuali. Mata mereka rata-rata bengkak, suara mereka juga sumbang karena efek terlalu lama menangis.


Hikaru yang memang dasarnya lemah lembut tidak tega untuk membangunkan mereka, berbeda dengan Brian yang terkadang hanya malas berbicara membuat Brian langsung bertindak untuk membangunkan Zayden yang merupakan light sleeper. Menepuk kaki Zayden dan beralih pada anggota lain setelah merasa yakin jika anggota sebelumnya sudah benar-benar terbangun. Kala Brian kembali ke posisi awal, dia malah menghela nafas melihat anggota lain saling bersandar dengan mata terpejam kecuali Zayden yang sudah kembali dari kamar mandi dengan wajah segarnya.


Hampir 30 menit Hikaru, Zayden dan Brian menghabiskan waktu untuk membangunkan anggota Andromous yang masih saja betah bersandar satu sama lain.


Pada akhirnya mereka duduk berjejer, setiap orang memegang piring yang sudah berisi masakan Hikaru juga Brian. Memakan dengan wajah mengantuk tapi sesekali mulut mereka tetap menjawab pertanyaan dari kedua orang yang baru bergabung kembali setelah memasak di basecamp. Andromous menjalin pembicaraan hangat untuk menemani sarapan yang sudah sangat kelewat dari waktunya, sangat terlewat bahkan. Bisa dibilang ini adalah sarapan, makan siang dan makan sore Andromous hari ini.


Saguna memakan makanannya dengan lahap, padahal yang dia rasakan adalah mual dan perutnya yang seperti di kocok brutal menyebabkan Saguna hampir saja muntah. Maag Saguna kambuh ternyata. Saguna tadi pagi hanya meminum setengah gelas air, lalu saat siang dia memakan satu bagian dari buah jeruk sampai sekarang baru ini makanan yang benar-benar dia makan.


"Sawan lo?" suara menyebalkan Keenan membuat Saguna menoleh cepat, "Ah ngga lah, setannya kan takut sama lo." lanjut Keenan santai sambil menyuap nasi kembali ke mulutnya.


Dahi Saguna mengerut kesal. Saguna memakan makanannya dengan terburu-buru. Malas meladeni Keenan yang ternyata semakin menjadi kejahilannya. Tatapan Keenan juga terlihat berkali-kali lipat lebih menyebalkan daripada biasanya. Karena tak tahan, tangan Saguna bergerak ke pinggang Keenan dan mencubit dengan cukup keras hingga Keenan memekik kesakitan, "Lo ngomong macem-macem gue kasih tidur di kamar mayat ya." ancam Saguna sembari memutar cubitannya. Keenan berteriak dibuatnya, beruntung ruangan ini jauh dari ruang pasien.


Melihat Saguna yang menyengir lebar, anggota lain bergidik. Hanya Galen yang menatap Saguna dengan tatapan anehnya, "Bang, lu kayak orang kesurupan. Aneh sumpah."


Mendengar celetukan Galen, Carel disebelahnya langsung bergerak membekap mulut anak itu. Menepuk bibirnya berkali-kali kemudian tersenyum pada Saguna yang melempar tatapan sinis kearah laki-laki dengan label bokem, alias bocah kematian tersebut.


Kala Saguna hendak membuka mulutnya, Ayyara terlebih dahulu menyela, "Udah ributnya! Sekarang habisin dulu, nanti lanjut lagi." karena sebenarnya Ayyara jengah mendengar mereka ribut meski dia juga ikut bahagia mengingat Andromous berhasil mengalihkan pemikiran mereka agar tidak terperangkap dalam kesedihan mendalam.


Benar saja, setelah Ayyara berucap demikian mereka melanjutkan makan walau sesekali salah satu dari mereka menjahili yang lainnya.


Mereka sudah bisa tertawa. Mereka sudah tidak lagi mengeluarkan tangisannya. Suara yang tadi pagi menjadi raungan sedih berubah menjadi teriakan bahagia. Andromous masih belum rela tentunya, tapi semua mereka lakukan agar tak terus-terusan terpuruk dalam lubang yang sama. Mereka menginginkan Kakak kesayangan mereka pergi dengan tenang, tanpa ada perasaan berat yang mengikat. Menjadi dewasa, itu yang sekarang dilakukan Andromous dengan tidak lagi menunjukkan kesedihannya. Mungkin nanti malam atau besok mereka akan kembali menangis bersama saat merasakan sunyi tanpa ocehan penuh nasihat dari Jesselyn. Peran Jesselyn bukan hanya sebagai Kakak dan pengayom, tapi juga sebagai Ibu bagi anggota Andromous jadi wajar saja mereka bersedih seperti sebelumnya.


Jeremy memang belum ikhlas, dia juga pasti akan diam tanpa bersuara jika saja Richard, Galen dan Abian tidak mengganggunya. Orabelle juga sama, karena dia selalu menganggap Jesselyn sebagai Kakak, apalagi dia merupakan anak pertama di keluarganya, Orabelle merasa memiliki sandaran jika bersama dengan Jesselyn tapi bukan berarti jika bersama yang lain Orabelle merasa tidak memiliki sandaran.


Peran Jesselyn tidak akan pernah terganti dan diganti.


"Gua ngga bisa nginep disini, takut ninggalin kembaran sama nyokap sendiri dirumah." sontak seluruh perhatian mengarah kepada Keenan yang baru kembali setelah mengambil minuman yang di order olehnya tadi. Tangannya meletakan plastik besar berisi minuman di tengah-tengah mereka yang tadi sempat merubah posisi duduk menjadi melingkar di lantai dan kembali duduk di tempatnya, samping Ayyara.


Andromous paham apa maksud Keenan. Jadi mereka mengangguk mengiyakan ucapan Keenan. Saat hari semakin gelap, Keenan sudah pergi bersama Zayden karena Ayah dan Bunda tiri Zayden akan pulang malam ini.


Saat malam pun, Andromous tidak lagi mengeluarkan tangisan. Walau atmosphere yang sebelumnya hangat berubah dingin karena kebanyakan dari mereka melamun dan tidak mengeluarkan suara.


Mereka memenuhi janji pada Jesselyn, untuk tidak terus menangis saat kehilangan meski rasa sakit masih jelas membekas.