
Hari Jumat, artinya besok adalah hari dimana libur tiba kecuali untuk yang mengikuti ekskul di sekolah tempat Yaffa belajar.
Sedari istirahat hingga bel yang menandakan jam pembelajaran berakhir telah berbunyi, Yaffa hanya sendirian. Bukan tidak memiliki teman, Yaffa memang memfokus kan diri untuk belajar dan terus memperbaiki nilainya. Oh, tadi sempat ada yang mengganggunya. Entah apa tujuan orang tersebut, Yaffa juga tidak mengenali siapa dia. Bahkan orang itu tidak sendiri, melainkan bersama 2 orang temannya.
Saat ini pun mereka tetap mengganggu Yaffa, berusaha mendekati remaja tinggi yang merupakan bungsu Andromous kesayangan 17 kakaknya. Kesal tentu dirasakan oleh Yaffa. Beberapa kali Yaffa melemparkan sumpah serapah pada orang-orang yang mengganggunya meski dengan frekuensi suara yang rendah.
Bahkan Yaffa yang sudah berdiri didepan gerbang sedari ramai orang sampai tinggal segelintir siswa yang belum dijemput masih saja diikuti dan diganggu dengan cara pura-pura dekat dengannya.
"Kamu pulang bareng aku aja ya? Kebetulan hari ini—"
"Gua dijemput." tukas Yaffa sebelum orang itu selesai berbicara saking kesalnya dia. Masalah ini sebenarnya tidak terlalu penting, tapi memang mereka memaksa dan sering mengganggu Yaffa padahal Yaffa sendiri tidak kenal siapa mereka dan ada urusan apa dengan dirinya.
Baru saja orang-orang itu hendak memaksa Yaffa agar tetap mengikuti kemauan mereka tapi mata Yaffa lebih cepat menemukan presensi Galen yang baru saja keluar dari mobil lelaki itu. Sontak saja Yaffa tersenyum senang, dia berlari meninggalkan orang-orang aneh tadi dan memeluk Galen erat.
Galen tersentak kemudian tetap membalas pelukan yang lebih muda walau keheranan, "Udah ah pelukannya. Kita ditunggu sama yang lain tau." kata Galen sambil mendorong pelan tubuh Yaffa.
Galen memutar untuk membuka kan pintu mobil bagian sebelah kemudi agar Yaffa dapat masuk dengan cepat. Dia menaruh tangannya diatas kepala Yaffa agar tidak terkena langit-langit mobil sebelum ikut masuk dan mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.
Rencana dari beberapa bulan lalu soal menginap di villa dekat pantai akhirnya terlaksana dengan rapih. Di sponsori oleh Keenan, Saguna, Richard dan Hikaru serta rentetan acara yang di susun Galen, dan Brian yang sudah biasa meng-handle acara-acara sebagai anggota kepanitiaan. Seharusnya mereka semua berangkat bersama, tapi pada jam 12 siang tadi Yaffa mengabari Kirei bahwa dia tidak bisa ikut berangkat bersama karena adanya jam tambahan yang dikabarkan secara mendadak oleh wali kelasnya. Beruntung Galen yang ternyata memiliki kelas pengganti juga dikabarkan secara mendadak membuatnya bisa menjemput Yaffa.
Sepanjang perjalanan mereka bernyanyi mengikuti playlist lagu yang terputar di radio mobil Galen.
Tak terasa setelah perjalanan yang cukup panjang, Galen dan Yaffa sampai dengan selamat di depan villa milik Andromous. Disambut oleh suara teriakan melengking Ayyara dan Carel yang tertawa terbahak-bahak setelah berhasil kabur dari Ayyara.
Mereka berdua kejar-kejaran sedangkan yang lain hanya menonton. Bahkan Yaffa dan Galen ikut bergabung dan meneguk soda yang dituangkan oleh Shanaya.
Sayangnya Carel tertangkap oleh Ayyara, tangan Ayyara mencakar lengan Carel dengan ganas. Tak segan dia mencubiti bagian tubuh Carel hingga si pemilik smile eye itu menjerit kesakitan diselingi oleh tawa yang meledak. Terus saja begitu hingga akhirnya Carel dapat lepas dari Ayyara setelah menggelitiki perempuan yang lebih muda darinya tersebut sampai tertawa karena geli.
Heboh, ribut dan ramai padahal hanya 2 orang yang berulah sore itu tapi rasanya seperti satu kampung yang sedang berkumpul sambil bercanda tawa. Jarang sekali Ayyara emosi karena diganggu, karena biasanya anak itu hanya akan menghela nafas dengan wajah dan senyum yang nampak dipaksa kan. Biar mereka menikmati hiburan yang jarang terjadi seperti ini.
Setelah 30 menit akhirnya Carel tumbang di samping Shanaya dengan nafas terengah. Tidak jauh berbeda, keadaan Ayyara juga sama seperti Carel. Wajah Ayyara sampai memerah dengan keringat yang membasahi dahi dan tubuhnya.
Melihat Carel dan Ayyara yang sudah tidak lagi berulah, Galen langsung berdiri kemudian berseru, "Time to game's!" tangan Galen mengeluarkan jenga, kartu uno, permainan monopoli, dan satu yang paling mencolok di mata anggota lain. Yakni satu set kartu truth or dare yang di masukan kedalam pouch bersama bedak bayi.
Ketujuh belas anggota Andromous lantas mengambil posisi duduk diatas karpet berbulu di tengah ruang kumpul, mengelilingi seluruh permainan yang akan di mainkan nantinya.
Permainan dimulai dari jenga dengan hukuman memakan potongan cabai atau lemon yang di siapkan oleh Brian, Terra menjadi orang yang pertama kali terkena hukuman dan memilih untuk memakan cabai, dan Winola lah yang terkena hukuman dipermainan berikutnya memilih memakan sepotong lemon. Kemudian permainan uno, hukuman yang dipasang kali ini adalah meminum jus pare yang sengaja dibeli oleh Abian dan Jeremy yang kalah dipermainan ini.
Andromous terus bersenang-senang dengan permainan yang dilakukan hingga menjelang malam dan memutuskan untuk memasak makan malam.
Untuk malam ini anggota Andromous hanya akan memasak mie instan, melakukan barbecue, memesan beberapa menu junk food seperti pizza, chicken kentaki, burger dan kentang goreng.
Semenjak Jesselyn tiada, Kirei, Terra, Hikaru, Shanaya dan Winola yang bertanggung jawab atas gizi makanan seluruh anggota Andromous. Karena dahulu, Jesselyn selalu memperhatikan kandungan apa saja yang masuk ke dalam saluran pencernaan anggota Andromous tanpa terkecuali, sehingga sudah menjadi kebiasaan bagi Andromous untuk membiarkan para anggota perempuan yang jauh lebih tua untuk menatap lamat bagian ingredient setiap kali hendak memasak ataupun memesan makanan.
Disaat mereka sibuk dengan bahan apa saja yang akan dipakai, maka bagian dari anggota yang lebih muda adalah membantu mengeluarkan sayuran dan buah-buahan dari kulkas kemudian meletakan di meja panjang dekat alat panggang.
Terra segera berdiri dan mengolah sayuran dan buah yang diambil adik-adik lucunya dengan telaten. Dia melirik Yaffa jahil kemudian berkata, "Sayurnya harus di masukin ke olahan saus ga sih dek?" dia mengode Richard dan langsung diangguki bahkan oleh semua anggota kecuali mereka yang tidak menyukai sayuran, seperti Yaffa, Carel, Zayden, dan Keenan.
Berbeda dengan keempat orang tadi, Orabelle yang tidak menyukai buah-buahan sejenis apel, dan pear. Dia sangat amat menghindari buah tersebut karena teksturnya yang aneh menurut Orabelle.
"Jejelin aja udah. Temen hijaunya kok di singkirin terus." sahut Jeremy seraya mengambil sepotong ayam dan memberikannya pada Ayyara yang sedang menyalakan mode hemat daya setelah menghabiskan battery nya untuk meladeni Carel yang sedang usil.
Saling mengerti satu sama lain, hal seperti ini yang membuat mereka nyaman. Perhatian yang jarang diberikan oleh keluarga mereka yang sering kali Andromous dapatkan saat bersama. Berbagi afeksi satu sama lain, menyemangati antar anggota dan saling mendukung tanpa adanya perdebatan karena perbedaan pendapat. Rumah mereka, Andromous masih sempurna meski salah satu dari anggotanya memilih pergi beristirahat panjang.
Mereka ibaratkan sebuah bunga Dandelion, terlihat sangat indah namun juga rapuh. Mereka tidak bisa dibilang terlantar tapi luka itu nyata adanya.