
Disana, terlihat seorang pria tampan yang seumuran dengan Lia. Pria itu adalah tuan muda keluarga Zalbert, dia juga pergi kesana untuk menghadiri acara konferensi pers yang diselenggarakan. Dan tanpa disengaja mata mereka berdua bertatapan. Mata elang milik sang pria dan mata indah milik sang gadis saling beradu. Menciptakan suasana intens diantara mereka. Pria itupun berjalan mendekati sang gadis.
"Hi, what's your name?" Tanya sang pria dengan bahasa Internasional.
"My name is Camellia, Camellia Athanasia Queenze Albert. You?" Balas Lia memperkenalkan diri sekaligus berbasa-basi.
"Hmph, Alvian Devano Anderson." Balas sang pria sambil berdehem. Juga, senyum tipis setipis kertas
"Dia tersenyum!?" Batin Lia terkejut sekaligus bertanya.
"Anderson, Marga yang cukup berpengaruh. Apakah kau, putra pertama keluarga Anderson!? CEO muda yang jenius itu!?"
"Yah, begitulah. Tapi, aku tau bahwa tidak ada yang bisa menandingi kejeniusan mu. Bukankah begitu, nona muda Lia. Tidak ku sangka kita dapat bertemu disini." Ucap Alvian sambil tersenyum manis. Lia pun tertawa kecil dibuatnya. Namun,
"Lia, ayo kita pergi." Seru ayah nya yang merusak suasana.
"Ah, iya pa."
"Dah, Alvian. Selamat tinggal"
"Selamat tinggal?! Tidak, sayang. Kita akan bertemu lagi."
Yah, singkat cerita. Mereka pun segera kembali ke Indonesia setelah selesai makan siang disalah satu restoran bintang lima yang ada disana bersama dengan salah seorang pemilik perusahaan tambang emas yang cukup terkenal akan kualitas terbaiknya. Dan, itupun setelah acara converensi pers yang diadakan selesai. Sepanjang perjalanan hanya ada suara berisik baling-baling helikopter yang berputar dengan sangat kencang, Lia dan sang papa, semua sibuk dengan urusannya masing-masing. Apalagi kalau bukan, membuka email perusahaan. Yang ada dipikiran mereka saat sedang berdua hanyalah kerja, kerja, dan kerja. Tidak ada yang lain, dan tak lama setelah itu... Tring..dering pesan masuk.
Via chat on✅
Papa
{ Lia, kamu sudah menyiapkan tema dress untuk dikenakan pada acara modeling hari ini di Brazil? Ingatlah, kamu adalah wajah perusahaan dan karir ibumu. Kau tidak boleh sampai mempermalukan kami berdua sebagai orang tua mu. Kau mengerti? }
Lia
{ Aku mengerti, pa. Jangan khawatir. }
Papa
{ Bagus.}
Dan, begitulah isi percakapan singkat ayah dan anak itu. Lalu mereka kembali sibuk mengurusi email perusahaan yang masuk, sampai mereka tiba di pekarangan mansion sekalipun. Baru saja Lia akan melangkahkan kaki nya masuk, sang ibunda turun dan menghentikan langkah kaki nya.
"Sayang, kamu jangan masuk. Kita berangkat sekarang aja, takut nya telat nanti. Kamu juga ganti baju nya nanti aja, pas udah sampai di Brazil." Ucap sang ibunda tanpa mempedulikan putri nya yang sudah lelah akibat kesibukan sehari-hari nya itu.
"Oh iya, sayang mama! Ella, Amel, kalian jangan lupa makan siang ya, sayang. Abis itu, istirahat. Jangan terlalu sering main hp, nanti mata dan kepala kalian bisa sakit, ya honey!?" Pesan sang mama kepada kedua putri nya itu.
"Hm" balas Ella berdehem.
"Iya, ma. Mama sama kk Lia, jangan lupa istirahat juga, ya. Walaupun sibuk, harus tetap ingat untuk istirahat." Ucap si bungsu-Amel.
"Iya. By, honey!!" Lambai sang bunda sebelum berangkat.
~Skip, sesampainya di Brazil~
Cekrekk..cekrek..cekrek...suara serta kilatan kamera dari para paparazzi yang heboh akan kedatangan sang mantan ratu kecantikan, Ms. Famellia Aratasia Queenzy Arabella bersama dengan putri nya sang peri Barcelona, Ms. Camellia Athanasia Queenze Albert. Satu demi satu, pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan oleh para paparazzi kepada mereka berdua. Singkat cerita, kini mereka telah selesai Red carpet. Dan seperti biasa, ibu dan anak itu tetap saja bersinar, menjadi bintang di Red Carpet itu. Dan, tanpa disadari, ada seseorang yang terus saja melirik Camellia.
~Skip dimansion keluarga Albert~
"Kami pulang~"
"Ma, selamat datang kembali." Seru Amel, senang.
"Kk Lia~" ucap Amel sambil memeluk Lia, senang.
"Lia" begitupun dengan Ella yang juga ikut memeluk sang kakak.
"Mama nggak dipeluk, nih?" Tanya sang mama yang sudah membentangkan tangan nya.
"Mama" Ella dan Amel pun memeluk mama nya itu dengan senyuman.
~malam nya~ dikamar Lia.
Drrt..bunyi dering ponsel nya.