
Pagi yang cerah benar-benar intens, suara kicauan burung yang merdu mengawali pagi yang indah ini. Membangunkan seorang gadis yang tengah tertidur pulas. Sungguh menakjubkan, bangun dengan dilayani oleh maid setiap paginya. Nggak nanggung-nanggung, maid yang melayani gadis ini dikamar nya ada sekitar 25-30 orang.
P.S. Pekerja yang melayani mansion nya ada sekitar 2.050 orang yang terdiri dari 1480 orang bodyguard, dan 20 orang satpam), 500 pelayan (termasuk 5 kepala pelayan dan 495 pelayan), dan 50 orang tukang kebun.
Bagaimana tidak, mansion berlantai 5 lengkap dengan taman bunga yang mengelilingi nya bak istana, garasi khusus mobil, motor, dan bahkan helikopter. Serta, mansion berlantai 3 disamping mansion sang gadis, yang merupakan mansion khusus untuk para pekerja. Serta, pagar bergaya kerajaan yang mewah nan elegan buatan arsitek dari Eropa yang mengelilingi mansion pekerja dan juga mansion nya.
Hah..., benar2 kehidupan sultan!😧 Back to topik😒.
Gadis itupun beranjak dari kasur Queen size nya, menuju walk in closet. Namun, sebelum ia masuk ke ruang rias nya, salah satu maid nya datang dan bertanya padanya.
"Nyonya muda, untuk air rendaman, anda ingin menggunakan air perasan bunga apa?" Kata pelayannya yang umur nya sekitar 20 th itu.
"Air perasan bunga mawar, kelopak bunga mawar, dan susu murni yang ku bawa dari Belgia kemarin." Balas nya yang tau akan kebingungan sang pelayan.
Setelah selesai mandi, para maidnya dengan cekatan mulai membantu nya untuk bersiap-siap. Setelah dirasa sudah selesai, ia langsung keluar kamar dan berjalan menuju ruang makan nya yg berada dilantai 1 menggunakan lift. Ia berjalan dengan sangat anggun menuju ruang makan, pintu pun dibuka oleh 2 pelayan pria yg berjaga disana.
"Nyonya muda, para nona muda sudah menunggu anda di ruang makan." Seru salah satu pelayan pria itu pada majikan nya.
"Baiklah, aku mengerti!" Jawab sang majikan sambil tersenyum manis. Ia pun melangkahkan kaki nya masuk.
"Selamat pagi, Lia~. Kita makan! Pramusaji nya udah nyiapin makanan." Seru saudara perempuan yg lebih muda 5 bulan dari nya.
Ya, sang 'nyonya' muda yang dilayani itu adalah Lia, Camellia Athansia Queenze Albert. Sungguh, nama yang panjang!
"Pagi, Ella ku yang cantik. Pagi juga untuk adikku Amel yang manis." Sapa Lia.
"Selamat pagi juga, kak Lia." Sapa adik nya, Amel. Amellia Anastasia Arabella Albert. Sama panjangnya dengan nama si kakak.
Amellia, gadis cantik dengan tubuh tinggi (169 cm), kulit putih, bentuk tubuh ideal, bibir tipis berwarna chery, mata besar yang indah, bola mata berwarna coklat, rambut hitam bergelombang dan panjang hingga pinggang, pipi chubby, bulu mata lentik, dan lesung pipi di sebelah kanan yang kentara tiap kali ia tersenyum.
Rafaella Zionara Albert, gadis cantik dengan tubuh tinggi (170 cm), berkulit putih, bentuk tubuh idaman para wanita, bibir tipis berwarna chery, mata besar yang indah, bola mata berwarna hitam dark, rambut hitam bergelombang dan panjang, pipi chubby, bulu mata lentik, dan gigi ginsul menambah kecantikan nya.
"Kak, tadi papa telpon. Katanya," sang adik pun menjeda ucapan nya.
"Hm?, lanjutkan!" Perintah sang kakak.
"Katanya, pulang sekolah nanti, kita harus pulang ke mansion keluarga, alias mansion Albert. Gimana, kak? Apa kita harus pulang ke rumah? Atau, kita cari alasan lain."
Degh... kalimat yang diucapkan adiknya tersebut seketika membuat tangan nya bergetar, ia tertegun, rasanya sangat sulit untuk nya mengucapkan 1 2 patah kata. Hanya 1 kata yang cocok untuk mendeskripsikan perasaan nya saat ini, yaitu TA.KUT! Bagaimana tidak, mansion keluarga merupakan tempat yang paling ia takuti untuk melangkah kan kaki nya disana, apalagi untuk tinggal. Benar-benar, menakutkan.
"Kak, kakak?" Tanya Amel cemas yg juga sudah menduga akan sikap Lia yang seperti itu setelah mendengar kata pulang.
"Mel, bilang sama papah kita sibuk. Abis pulsek kita masih a---" belum sempat Ella melanjutkan omongannya, saudara nya Lia langsung memotong.
"Gpp, El. Kakak, baik-baik aja. Amel, bilang kepapah kita pasti dateng, kok!" Potong Lia, yang membuat Ella menghembuskan nafas nya kasar.