Allia

Allia
->Prolog



Lia...Siapakah Lia?


Apakah ia merupakan pemeran protagonis yang lemah dan tersakiti!?


Ataukah ia merupakan pemeran protagonis yang kuat, yang akan melawan bila tersakiti!?


Atau sebaliknya, ia merupakan gadis cupu yang terbully. Yang kemudian akan membalas dendam!


Heh... Tidak ferguso! Ia bukanlah karakter yang seperti itu, melainkan ia adalah karakter ganda. Yang mampu jadi pemeran Antagonis, bila di inginkan. Tetapi juga merupakan karakter Protagonis yang sejati. Yah... itulah Lia! Gadis yang mendapatkan keberuntungan, tetapi juga kesialan disaat yang sama. Kecuali, satu hal. Yaitu pertemuannya dengan seseorang, yang kemudian mengubah hidupnya. Mengubah keberuntungan yang ia miliki menjadi benar-benar sebuah keberuntungan buatnya. Dan, kesialan menjadi keberuntungan baginya. Seseorang yang menemani dirinya yang kesepian, yang mengisi kehidupan suram itu dengan warna, dan yang menghiasi pikiran itu dengan kenangan indah. Seseorang, yang kemudian meraih tangan indah sang gadis dan menariknya kedalam dekapan hangat penuh kasih. Yah... ini bukan lah kisah seorang ketua mafia kejam yang jatuh cinta, bukan juga kisah seorang gadis cupu yang membalas dendam dan kemudian jatuh cinta, juga bukan merupakan kisah seorang gadis mafia yang tiada dan kemudian berpindah tubuh ke gadis cupu yang lemah namun cantik. Namun, merupakan kisah memilukan yang menceritakan tentang bagaimana gadis yang hidup bagai boneka teater yang akan selalu bergerak seirama dengan gerakan tangan atau keinginan si pemain. Ini, adalah cerita yang dimana pemeran utama wanita nya selalu menggunakan topeng senyum disaat ia ingin menangis. Cerita yang melukiskan bagaimana tangguh nya seorang wanita atau lebih tepatnya seorang gadis remaja, menjalani hidup penuh lika-liku dan kepalsuan, menyusuri jalan penuh duri hanya demiĀ  orang lain, entah itu pengakuan mereka maupun kasih sayang keluarga. Yang dimana, hanya senyum penuh kebohongan yang didapatkan dan pengakuan palsu penuh ejekan serta tak lupa sorot mata yang merendahkan itu. Kisah, dimana seorang Lia, gadis cantik bertubuh tinggi (172 cm), berkulit putih, langsing dan se**, bibir tipis berwarna pink, mata besar yang indah, bola mata berwarna biru laut, rambut pirang lurus dan panjang, pipi chubby, bulu mata lentik, dan lesung pipi yang kentara tiap kali ia tersenyum yang semakin menambah kecantikan nya. Gadis yg disebut-sebut 'nyaris' sempurna itu, hidup dalam kesendirian, kekecewaan, kesedihan, dan merupakan seorang pengecut. Benar-benar miris, dari luar ia terlihat seperti memiliki segalanya. Padahal, itu hanyalah cover belaka. Sekilas, ia terlihat sangat kuat. Padahal, ia sangat lah rapuh didalam. Benar-benar rapuh, hingga air mata nya bisa menjadi garam. Yah, inilah Lia. Gadis sombong dan memiliki segalanya. Gadis yang menjadi sosok kakak, presdir wanita, dan anak perempuan yang baik namun tidak cukup baik untuk dirinya sendiri. Ia menuruti keinginan kedua orang tuanya itu dengan sangat baik, namun sering mengacuhkan keinginannya sendiri. Namun, setelah pertemuan nya dengan sesosok pria yang terasa familiar itu maka semuanya berubah drastis. Berubah, seperti efek domino. Pria itu menemani nya dan membuatnya merasa tidak lagi kesepian. Apakah pria itu yang nantinya akan mengubah takdir tragis wanita tersebut? Menghentikan roda takdir yang terus berputar. Membuat sang gadis mendapatkan alasan untuk hidup. Alasan, untuk bangkit dan melawan. Ini, adalah dunia yang dimana pemenang nya adalah orang dengan mental yang kuat. Dunia ini adalah sebuah permainan, permainan mental. Permainan, yang dimana mereka yang memiliki mental lemah akan kalah. Dan sebaliknya, mereka dengan mental sekuat baja lah yang akan menang.