
Berikut daftar keluarga terkaya didunia:
1) Keluarga Zalbert, keluarga paling kaya dan
berpengaruh didunia Internasional;
2) Keluarga Albert:
3) Keluarga Handrew;
4) Keluarga Anderson;
5) Keluarga Atmajaya;
6) Keluarga Nicolas;
7) Keluarga Priscillia;
8) Keluarga Smith;
9) Keluarga Henderson;
10) Keluarga Rahendra;
11) Keluarga Alexander;
12) Keluarga Bramasta;
13) Keluarga Ardiano;
14) Keluarga Dirgantara;
15) Keluarga Amanda.
Daftar nama orang terkaya didunia:
1) Camellia Athanasia Queenze Albert;
2) Samuel Xander Zalbert;
3) Rafaella Zionara Albert n Samantha Angelyna
Maurer Zalbert;
4) Ellena Charletta Atmajaya n Abigail Sarang;
5) Ailend Priscillia Charlotte dan Alina Lizzy Priscillia;
6) Ulicia, Vincent, dan William de Jager;
7) Cheryl Lysta Amanda, Michael
n Michelle Dionara Handrew;
8) Alvian Devano Anderson n Evan Rayn Nicolas;
9) Esmeralda Angel Smith dan Diara La Varisco;
10) Anneth Lyora Rahendra dan Andin Fiora Rahendra;
11) Alfaro Bramasta;
12) Alexander Reyhand;
13) Dika Ardiano;
14) Anita Fiora Henderson; dan,
15) Rachel Mia Dirgantara;
Oke, kita lanjut kecerita nya!
"Oh, gitu. Yaudah, yuk kekantin" ucap Lia tersenyum manis namun aneh.
"Yuk!" Ucap Cherlin dkk.
~Skip~ kantin.
"Wih, mubar tuh!"
"Cakep bener, neng!"
"Wih, gila. Bule asli, woi."
"Cantik, minta no. WA nya, dong!"
"Camellia, aku pada mu!!!"
"Aelah, masih cantikan gue kali!"
"Cih, sok cantik."
"Caper"
Yah, kira-kira seperti itulah celotehan para murid saat melihat wajah cantik nan ayu milik Lia. Namun, Brak... tiba-tiba ada seseorang yang menggebrak meja dan membuatnya menjadi pusat perhatian para penghuni kantin.
"Lah, napa emangnya???" Tanya salah seorang murid.
"Ya, kasian! Harus ngeliat muka monyet kalian semua,
hehe" ucap nya mengejek dan diakhiri dengan cengiran kuda.
"KAMPRET" teriak para murid yang mengisi kantin tersebut.
"Wkwk, pada baperan, dong!?! Hahaha..." dan, begitulah, bagaimana ia tertawa terbahak-bahak.
"Cher, duduk sini aja ***. Kasian Lia nya, nggak dapat tempat duduk yang bagus. Haha" ucap pria itu lagi. Dan, anehhya, Cherlin terlihat senyum-senyum sendiri.
"Eh, iya kk Dika." Dika Ardiano, orang tadi ialah Dika. Ia memang sudah kenal lama dengan Cherlin, namun sayang, ia sama sekali tidak tahu akan sifat asli Cherlin. Saat akan duduk, salah seorang teman Dika langsung membisikkan sesuatu pada Cherlin.
"Hm, bagus! Lo udah nepatin janji lo saat itu. Sekarang, lo udah bebas. Lo bisa dekatin dia." Kira-kira seperti itulah perkataan orang misterius itu. Cherlin hanya tersenyum smirk.
"Hmph!" Dehem seseorang yang ternyata sedari tadi terus memperhatikan mereka sambil tersenyum smirk. Lia pun terlihat, 'aneh'.
~Skip~ masuk kelas.
Semua orang berbondong-bondong memasuki kelas masing-masing, begitu juga dengan Cherlin dkk, Dika dkk, serta Lia. Dan, ada seseorang yang memegang tangan Lia.
"Nanti, lo mau nggak pulang bareng gue? Ada yang mau gue omongin berdua sama lo." Ucap pria misterius itu.
"Hm, boleh. Emang nya, kamu mau ngomong apa?" Tanya Lia balik, setelah menjawab pertanyaan pria itu.
"Ada aja, nanti juga lo tau. Yok, kita masuk kelas!" Balas pria misterius itu.
"Hm, yaudah deh. Yuk!" Ajak Lia balik.
Siapakah pria misterius itu? Dan, kenapa ia terlihat seperti sedang berusaha mendekati Camellia? Lalu, orang misterius yang tersenyum kearah mereka saat dikantin? Serta, kenapa Lia terlihat 'aneh'? Dan juga, apa alasan Cherlin mendekati Lia? Lalu, apakah sosok misterius yang berbicara dengan Cherlin saat dikantin sama dengan pria misterius yang berbicara dengan Lia saat ini? Hm, terlalu banyak misteri! Apa yang sedang terjadi?
Kembali ketopik!
"Hm, yaudah deh. Yuk!" Ajak Lia balik.
Saat sudah memasuki kelas, Lia melihat sudah ada Ella disana. Ia pun berjalan kearah Lia dengan senyum.
"El, kamu masih marah?" Tanya nya sambil duduk dikursi samping Ella.
"Tauk" jawab Ella acuh disertai dengan kedua bahu nya yang ia naikkan.
Pada akhirnya, pelajaran pun berjalan dengan kesunyian diantara mereka berdua. Tidak ada yang berbicara dan Ella pun tidak mau berbicara.
~Skip~ pulsek.
"Yaudah, yuk!" Ajak pria misterius tadi sambil memegang tangan Lia. (Wah, main nyosor aje😑)
"Mm" hanya balasan singkat yang didapat nya dari Lia.
~skip ditaman~
"Hm?" Bingung Lia.
"Kenapa?" Tanya pria misterius itu.
"Dev, kenapa kita ketaman?" Bukan nya menjawab, tetapi Lia malah bertanya balik.
Devan Rahendra, keluarga terkaya no. 10 menurut peringkat keluarga terkaya se-Internasional. Serta, 2 sepupu perempuan yang juga merupakan orang terkaya ke10 didunia. Pria tampan namun selalu terobsesi dan tidak pernah membuat wanita yang ia bilang 'cinta' merasa nyaman, melainkan membuat wanita yang dekat dengan nya merasa seperti tahanan yang harus selalu ia awasi setiap saat.
"Karena, aku mau ngomong sama kamu!?!" Ucap Devan santai.
"Hm, ngomong apa?" Tanya Lia lagi dengan wajah bingung.
"Gue cuman mau ngomong," ucap dengan nya menjeda kalimat terakhirnya.
"Lo.cuman.milik.gue.!" Bisik nya tepat ditelinga Lia. Yah, karena Lia tinggi, ia hanya perlu menundukkan kepala nya sedikit.
"Apa mak," belum sempat Lia melanjutkan perkataan nya, Devan langsung memotong nya.
"Ssht, jangan sampai gue c**m lo" ucap nya pelan namun masih bisa terdengar, dengan posisi tangan kanan yang menutup mulut Lia dan tangan kiri yang masih setia memegang tangan lembut nan halus milik Lia. Lalu, ia langsung pergi dengan percaya dirinya. Sedangkan, Lia? Ia hanya tersenyum penuh arti yang hanya diketahui oleh dirinya saja, sambil tertawa kecil.
~Skip dimansion~
"Lia, kemana aja kamu? Kenapa baru pulang jam segini?" Tanya seorang pria paruh baya pada sang anak.
"Sebagai yang tertua, seharusnya kamu menjadi contoh bagi adik-adikmu. Bukannya, malah seperti ini!" Ucapnya tegas serta nada yang sedikit meninggi.
"Maaf, pa. Lain kali nggak akan aku ulangi." Balas Lia dengan raut wajah datar atau dingin.
"Yasudah, cepat siap-siap kita harus pergi ke conferensi pers di Amerika. Seperti biasa, kamu akan ikut dengan papa untuk membantu papa memperluas kekuasaan." Perintah sang ayah, tanpa basa/i sedikitpun.
"Baik." Balas nya dengan sedikit menundukkan kepala nya. Mirip seperti, sekretaris yang menurut pada perintah sang atasan.
"Lia, sayang. Pulang nanti kamu juga harus siap-siap, ya! Kamu harus tampil bareng mama di Barcelona, Brazil. Soalnya, Mama jadi tamu kehormatan disana." Perintah sang mama, tanpa mempedulikan anak nya yang sudah makan ataupun belum. Juga, dengan senyuman tak bersalah, benar-benar tidak peka sama sekali.
"Kenapa nggak Mama sendiri?" Tanya Lia.
"Hah? Apa? Kamu udah berani menolak permintaan mama, honey!? Ia? Kamu melawan saya? Hm?" Tanya sang Mama bertubi-tubi dengan wajah tidak suka, juga alis sebelah kiri yang terangkat keatas dan suara lembut namun menusuk. Muda layaknya gadis berumur 34 tahun, karena memang umurnya segitu! Ia hamil muda, karena kaya, kedua nya tidak mempunyai masalah. Yang perlu mereka lakukan hanyalah menikah.
"Eng nggak, mah. Aku nggak melawan ataupun menolak, aku cuman mau tau. Tapi, aku yakin mama pasti punya alasan." Elak Lia.
"Bagus! Harus gitu, dong. Kamu nggak boleh meragukan alasan dan keputusan mama, mama itu orang tua kamu, sayang. Orang yang udah ngelahirin dan ngerawat kamu, mama tau yang terbaik buat kamu, O.K.!?!" Tegas sang ibunda padanya. Famellia Aratasia Arabella Queenzy, seorang model papan atas dan merupakan Ratu Kecantikan. Papa Lia, Rafael Zion Albert adalah seorang pengusaha ternama dengan koneksi dan kekuasaan yang luas. Tak ada seorang pun yang dapat mendekatinya apalagi menyentuhnya namun, berbeda dengan Famel, ia berhasil memikat Rafael dengan pesona nya. Dan, pada akhirnya ia hamil. Membuat kedua keluarga mengambil keputusan untuk langsung menikahkan mereka berdua, sebelum aib dari kedua keluarga tersebut terdengar sampai ketelinga awak media massa dan mencoreng nama baik mereka. Yah, dengan kata lain, 'pernikahan bisnis'.