Allia

Allia
->Part 6



Yah, dengan kata lain, 'pernikahan bisnis'.


"Iya, ma. Pa, aku siap-siap dulu." Ucap Lia sambil terus berusaha untuk tersenyum.


"Iya, cepat ya, sayang" balas sang papa. Namun, meski ia mengucapkan kata 'sayang', sama sekali tidak terasa seperti sayang, lebih seperti, hanya sekedar kalimat, tanpa ada perasaan sayang yang dapat kita rasakan. Seperti itulah, kosong. Hanya sekedar kata-kata manis.


Lia pun melangkahkan kakinya menuju tangga kelantai 2, hanya mansion berlantai 2. Karena, penghuninya hanya tuan dan nyonya besar. Jika ada yang datang pun, tidak menjadi masalah. Karena yang perlu mereka lakukan, hanyalah menambah jumlah pelayan yang dibutuhkan. Kenapa? Tentu saja karena, meski hanya berlantai 2 tetapi mansion tersebut tidak kalah besar nya dengan mansion berlantai 3 yang dibuat Lia untuk pelayan nya. 15 menit kemudian, Lia turun dengan gaun khusus boss wanita. Dg tema, CEO wanita muda yang elegan dan glamour. Atasan berwarna merah dengan hiasan bros kupu2 berwarna ungu yang indah, serta kalung dan anting-anting yang senada dengan bros nya dan tentu saja merk dari brand terkenal, juga rok yang pas dipinggul nya (berwarna hitam), dan juga sepatu high heels berwarna merah marun. Ah, jangan lupakan jas hitam yang menempel dibahu nya untuk pelengkap. Sungguh mewah namun elegan, benar-benar cocok sekali ditubuh nya yang tinggi nan langsing.


"Ayo, pa. Aku udah siap!" Ucap nya pada sang papa.


"Lia, karena kita sudah terlambat olehmu. Maka, mau tidak mau kita harus pergi menggunakan helikopter. Mengerti?" Tanya sang ayah dengan melirik sekilas kearah putri pertamanya itu.


"Hm" hanya deheman singkat yang didengar sang Ayah.


3 jam perjalanan dari Jakarta pusat ke kota Washington D.C. menggunakan helikopter pribadinya itu. Kini, mereka sudah mendarat di bandara Internasional, yaitu bandara "Internasional Airport Washington Dulles" di Dulles, Virgina. Sesampai nya mereka dibandara, helikopter mereka pun segera mendarat disana. Setelah mendarat, mereka pun turun dan langsung mendapat kilatan cahaya kamera. Mereka langsung mendapat banyak sekali pertanyaan dari awak media massa atau yang disebut juga dengan reporter. Namun, jangan khawatir! Karena mereka, dikawal oleh para bodyguard yang memang bertugas untuk mengawal sang tuan pengusaha terkenal beserta putri kesayangan nya (image yang ia ciptakan dengan memperlakukan Lia dengan sangat baik dihadapan publik) dengan aman dan nyaman hingga sampai tujuan. Dan, itu semua merupakan perintah dari Menteri pertahanan, itupun atas desakan Menteri Keuangan kota Washington, Amerika Serikat. Mereka pun diarahkan menuju mobil Limosin berwarna hitam yang berada di area parkir, mobil yang terlihat mewah, elegan, dan juga glamour, ini merupakan salah satu kategori mobil termahal didunia (Ngasal doang ya😊hehe:E). Mobil dengan ukuran yang cukup panjang, juga tempat duduk penumpang dan pengendara yang terpisah oleh dinding transparan seperti kaca, serta tempat duduk penumpang yang dapat diatur posisi nya senyaman kita (misalnya tempat duduk pemumpang saling berhadapan dengan tempat duduk penumpang dibelakang ataupun didepan nya, dll). Mereka langsung naik setelah diper silahkan, walaupun tanpa dipersilahkan sekalipun mereka juga akan langsung naik. 1 jam sudah mereka diper jalanan, kini mobil yang mereka naiki telah berhenti. Menandakan penantian panjang mereka menuju tempat tujuan telah selesai. Sang bodyguard yang duduk disamping pengemudi, langsung turun dan membukakan pintu untuk sang tuan dan nyonya muda tersebut.