Allia

Allia
-> Part 12



Kau mungkin berpikir bahwa dirimu hanya sekedar tertarik padanya, tetapi rasa ketertarikan itu mengatakan sebuah kata cinta.


《Camellia Athanasia Queenze Albert》


"Ayo, pa. Aku udah siap!" Ucap ku pada papa.


"Yey, jalan-jalan ke Amerika." Pikirku riang.


"Baiklah, kita berangkat." Ucap papa.


"Lia, karena kita sudah terlambat olehmu. Maka, mau tidak mau kita harus pergi menggunakan heli. Mengerti?" Tanya papa padaku dengan melirik sekilas.


"Hm" balas ku dengan deheman singkat, alias tak peduli .


3 jam perjalanan dari Jakarta pusat ke kota Washington D.C menggunakan helikopter pribadi papa. Sekarang, kami sudah mendarat di bandara Internasional, yaitu bandara "Internasional Airport Washington Dulles" di Dulles, Virgina.


~Skip di acara Converensi pers~


Disana, aku merasa sangat bosan. Lalu, tanpa sengaja aku melihat ada seorang pria tampan yang sedang berbincang disana. Tanpa disengaja mata kami berdua bertatapan. Mata kami saling beradu. Menciptakan suasana intens diantara kami. Dia pun berjalan mendekatiku.


"Hi, what's your name?" Tanya nya dengan bahasa Inggris.


"My name is Camellia, Camellia Athanasia Queenze Albert. You?" Balas ku memperkenalkan diri sekaligus berbasa-basi. Entahlah, dia... benar-benar membuatku sangat tertarik. Seolah-olah, ada sebuah magnet diantara kami yang menarikku padanya.


"Hmph, Alvian Devano Anderson." Balas nya tersenyum manis.


"Anderson, Marga yang cukup berpengaruh. Apakah kau, putra pertama keluarga Anderson!? CEO muda yang jenius itu!?"


"Yah, begitulah. Tapi, aku tau bahwa tidak ada yang bisa menandingi kejeniusan mu. Bukankah begitu, nona muda Lia. Tidak ku sangka kita dapat bertemu disini." Ucap nya sambil tersenyum manis. Aku pun tertawa kecil dibuatnya. Namun,


"Lia, ayo kita pergi." Seru papa yang membuatku sedih.


"Ah, iya pa." Ucap ku lemas.


"Dah, Alvian. Selamat tinggal"


"Selamat tinggal?! Tidak, sayang. Kita akan bertemu lagi." Ucap nya tersenyum miring.


Yah, aku sempat mendengar dia mengatakan hal itu dan entah kenapa, hal itu membuatku senang. Benar-benar aneh.


Yah, singkat cerita. Kami pun segera kembali ke Indonesia setelah selesai makan siang disalah satu restoran bintang lima yang ada disana bersama dengan salah seorang pemilik perusahaan tambang emas dan perak yang cukup terkenal akan kualitas terbaiknya.


Via chat on✅


Papa


{ Lia, kamu sudah menyiapkan tema dress untuk dikenakan pada acara modeling hari ini di Brazil? Ingatlah, kamu adalah wajah perusahaan dan karir ibumu. Kau tidak boleh sampai mempermalukan kami berdua sebagai orang tua mu. Kau mengerti? }


Lia


{ Aku mengerti, pa. Jangan khawatir. }


Papa


{ Bagus.}


Via chat of✔


Dan, begitulah isi percakapan singkat papa padaku. Lalu kami kembali sibuk mengurusi email perusahaan yang masuk, hingga tiba di pekarangan mansion sekalipun. Baru saja aku akan melangkahkan kaki ku masuk, Mama turun dan menghentikan langkah kaki ku.


"Sayang, kamu jangan masuk. Kita berangkat sekarang aja, takut nya telat nanti. Kamu juga ganti baju nya nanti aja, pas udah sampai di Brazil." Ucap mama yang membuatku menghela napas berat.


"Oh iya, sayang mama! Ella, Amel, kalian jangan lupa makan siang ya, sayang. Abis itu, istirahat. Jangan terlalu sering main hp, nanti mata dan kepala kalian bisa sakit, ya honey!?" Pesan mama kepada kedua adik ku itu.


"Hm" balas Ella berdehem.


"Iya, ma. Mama sama kk Lia, jangan lupa istirahat juga, ya. Walaupun sibuk, harus tetap ingat untuk istirahat." Ucap Amel yang membuat rasa lelah ku sedikit menghilang.


"Iya. By, honey!!" Ucap mama berpamitan.


~Skip, sesampainya di Brazil~


Disana, sudah ada banyak sekali paparazzi yang hadir untuk mewawancarai kami berdua. Dan, aku hanya menampilkan senyum profesionalku. Singkat cerita, kini kami telah selesai Red carpet. Dan seperti biasa, aku dan mama tetap saja bersinar, menjadi bintang di Red Carpet itu.


~Skip dimansion keluarga Albert~


"Kami pulang~"


"Ma..."