AISTRA

AISTRA
tersesat



Di parkiran erlin sudah sangat kesal,


sudah hampir satu jam tapi eyana belum saja kembali


"mana sih eyana lama banget, padahal nyari baju doang"gerutu erlin sambil menyandar di bagasi mobil


"Eh!! Ma lampir!,ngapain lo disini!?"suara milik Galen berhasil membuat erlin kaget, namun ia berusaha se akan akan tidak terjadi apa-apa, bisa rusak harga dirinya di depan si brengsek Galen


"terserah gw mau ngapain, bukan urusan lo!,"cerca erlin


"cantik cantik tapi sangar"gerutu Galen berjalan menuju motornya,


Galen memutuskan untuk keluar lebih dulu dari pasar, karna saat ia masuk ke dalam pasar ia lupa men copot kunci motornya


Meskipun kurang jelas erlin dapat mendengar nya ia langsung menghampiri Galen


"lo pikir gue gk denger apa?"gertak erlin menonjok galen


"lah tapikan emang bener lo itu cantik!, tapi kelakuan lo sangar! Kayak monster"balas Galen


"gk sadar diri banget sih lo!"teriak erlin di hadapan galen


"gue sadar diri kok! Gw sadar kalau gue ganteng"


Khuekk!!


Rasanya erlin mau muntah mendengar pengakuan galen, mereka berdua sudah seperti tom and Jerry tak pernah akur, slalu saja ada yang mencari masalah.


"Muka lo itu kaya kudanil!!"ketus erlin


Wajah galen menjadi semakin julit, mendengar apa yang di katakan erlin.


"Itu di mata lo! tapi gue spek Jungkook di mata para siswa siswi di sekolah"


"Barusan lo Mimpi apa sih! Lo itu sama Jungkook di ibarat kan Malaikat ama setan, jauh beda!!" ucap erlin sambil berkecak pinggang


memang lelah jika ber adu mulut dengan erlin, ia tak pernah mau kalah apalagi lawan bicara nya ialah galen musuh bebuyutan nya.


"Nye~nye~nye~nye, terserah lo deh!"Galen memainkan jari jari tangan nya membuka tutub membuka tutup seolah-olah seperti mulut yang berbicara


Kali ini Galen memilih tuk mengalah ia sadar jika ber debat dengan erlin tak akan ada habisnya.


Melihat galen yang ingin pergi erlin langsung mencegah nya


"Lo mau kemana?"


"Gue mau pulang, Minggir!"


"knp lo pulang? gw tau pasti lo takut kalah adu mulut ama gue kan"sarkas erlin menyeringai


"siapa yg takut!!"balas galen tetapi ia malah langsung berlari mengitari motor motor yang terparkir


"Eh!! Cemen! Mau kemana lo!"teriak erlin yang langsung mengejar nya


"kejar kalau bisa!!"ejek galen yg terus saja berlari


"bacot! Lo"umpat erlin yang terus saja mengejar galen.


Tak mudah bagi erlin berlari di sekeliling motor yang terparkir karna hanya ada sedikit celah dan banyak simpangan, sedang kan galen ia sangat lihai dengan melewati medan seperti itu karna dirinya sudah terlatih.


Mereka terus saja kejar kejaran galen hampir saja keluar dari parkiran hanya tinggal meloncati dan sebuah motor yang terparkir di depan nya dengan ancang ancang ia berlari kencang dan langsung meloncat tinggi, meskipun tertinggal jauh Erlin pun terus saja mengejar nya namun dengan melewati jalan keluarnya kendaraan kendaraan.


Galen terus saja berlari namun pandangan nya slalu tertuju pada Erlin yang terus saja mengejarnya, hingga Galen terhenti karna ia hampir saja menabrak Brayen yang berada tepat di depan nya untung saja ia menoleh ke depan.


"untuk gk nabrak"celetuk galen yang ter engah


Belum puas bernapas dengan lega Mak lampir datang dan langsung menjewer kuping nya


"shess sakittt!!"


"makanya jangan kabur!, ngaku aja kalau lo itu penakut!"imbuh Erlin yang tak mau melepas jeweran nya


"kalian kenapa sih, udah Er kasian galen"lerai Eyana yang berada di samping Brayen


"iya... entar baby boy nangis karna telinga nya sakit"ucap brayen sebenarnya ia hanya ingin meng olok olok Galen, karna ia kalah hanya dengan seorang perempuan.


"gue bukan baby boyY AWww!!"galen ingin membalasnya karna tak terima, tetapi jeweran di kuping nya malah semakin kuat.


"hadeh hadeh! sakittttt!!"


Erlin melepaskan jeweran nya dan langsung tersenyum


"owhhh sakit ya baby boy"ia meng olok olok galen yang menggosok gosok kuping yang agak me merah.


"sakit lah!"balas galen


Pastinya sakit, bisa di bayangkan saja bagaimana rasanya di jewer dengan sangat keras rasanya kuping mau terlepas.


"makanya jangan kabur, penakut lo"


sindir erlin


"siapa yang bilang gw penakut,


mana mungkin cowo se keren gue se hebat gue yang jago karate jadi penakut"


Mendengar itu seperti nya brayen mengingat sesuatu


"mang ea, prasaan nyokap lo marah aja lo saking takutnya aja ampe pipis di celana"


sindir brayen, tak perlu di ragukan lagi mama nya Galen memang sangat mudah terpancing emosi sudah macem kak Ros jee terlebih menghadapi anak laki-laki nya ini


"shuttt!!! lo bisa diem gk sih, sumur banget sih mulut lo!"cerca Galen kesal karna kejujuran Brayen


"mulut gw sumur, mulut lo parit"sahut Brayen


Erlin dan eyana yang mendengar itu menjadi tertawa


"ngapa lo ketawa"tanya Galen pada Erlin yang dari tadi tak berhenti tertawa


"Oke, gue tantangan lo malam ini balapan buat buktiin kalau lo itu gk penakut"tantangan erlin dengan tangan yang menyilang di dada.


Sungguh aura classy woman padanya sangat terpancar.


"kalau menang dapat apa?"tanya galen


"gk ada"


"males ah!, coba aja kalau menang dapat singkong 5kg, gw pasti mau"


Eyana hanya bisa membuang Tatapan malasnya mendengar kan perdebatan di depan nya


"emangnya kalau mak lampir sama galon air berantem, emang kayak gini ya?"bisik Brayen di telinga Eyana


Eyana menatap brayen sembari mengangguk


"owhhh"brayen men delik


"gimana kalau yang menang bebas mau nyuruh apapun minta apapun itu, ke yang kalah gimana?"tawaran yang cukup menguntungkan dari eyana


"ya iyalah minta nya ke yang kalah masa ke orang"sahut galen sambil berkecak pinggang


"gimana?"


"siapa takut"balas galen dengan tatapan tajam penuh percaya diri


Erlin hanya membuang tatapan mata malas nya


"kita pulang yuk Er"ajak Eyana mendekati nya


Erlin hanya melirik nya lalu langsung berjalan lebih dulu menuju mobil


Sebelum pergi Eyana mengucapkan terimakasih pada Brayen karna sudah mau membantu nya keluar dari pasar dan sudah men traktir nya makan, jika saja ia tak bertemu dengan brayen entah apa yang akan terjadi


"makasih karna udah nolongin eya"


sebelumnya mereka tidak pernah berkenalan, eyana hanya tau nama nya karna teman-teman nya sering memanggil sosok laki-laki di depan nya ini dengan panggilan brayen, pasti nya nama itu sangat melekat di otak nya karna nama itu sama dengan nama orang yang sangat berharga bagi dirinya.


...***********...


Pukul 03:34sore



kini eyana baru saja masuk ke dalam kamar nya, ia langsung membaringkan tubuhnya di kasur yang sudah usang banyak robekan namun tertutup oleh sprei yang tebal.


Ia termenung ia memikirkan dengan hadiah untuk ibunya itu apakah ibunya akan menyukainya.


"smoga aja abis ini hati mama bakalan luluh, gk suka marah marah lagi"gumam eyana dengan tatapan kosong yang mengarah ke langi langit kamar.


baru saja ia merehat kan tubuh nya kaka laki laki nya tiba tiba saja masuk yang membuat ia kaget dan langsung bangun


"eh eyana minta uang dong!"pinta herly dengan nada agak menggeretak


Eyana yang sering di sakiti oleh ibu dan kaka laki-laki nya itu menjadi agak takut ketika berhadapan dengan mereka.


"E_eya gk punya uang"jawab eyana yang duduk di tepi kasur dengan kepala yang menunduk


"Jangan bohong lo!!, kalau gk punya uang kenapa bisa beli baju baru!!"sentak herly yang langsung mengambil baju yang tadi eyana beli yang berada di atas meja


"itu buat hadia ulang tahun mama"jawab eyana yang masih saja menunduk


Rasanya ia tak sanggup menatap mata kaka nya yang sudah bagaikan tatapan mata burung elang begitu tajam dan mengerikan


"ck! Boong lo, gue tau sebenernya baju itu bukan buat mama!, lo takut karna udah ketauan beli baju baru!, jadi nya lo bilang kalau baju baru ini buat mama iyakan! Ngaku aja lo!!"hardik herly pada eyana


"eyana jujur, itu baju buat mama"


"kalau lo bisa beli baju ini berarti lo punya uang dong!"tanya herly tepat di hadapan eyana dengan menyilangkan kedua tangannya di dada


"eyana beli itu, pake uang tabungan eyana sendiri"jelas eyana memberanikan diri menatap mata herly yang sangat tajam itu


"ck! Bangsat! Kalau punya uang tu jangan pelit! bukan beli baju buat kepentingan diri lo sendiri, buat ke bahagian lo sendiri, mendingan kasih ke gue!!" teriak herly eyana hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan mata yang sudah berkaca-kaca


Begitu perih rasanya di kata katai oleh kaka sendiri, apalagi di perlakukan seperti bukan saudara


"biar gue aduin ke mama!! Biar lo tau rasa!"


Mendengar hal itu seketika eyana langsung bersujud memohon agar kaka nya tidak melakukan nya, baginya amarah ibunya lebih menakutkan dari pada malaikat maut.


"jangan kak!, eya jujur itu baju buat mama bukan Eyana"mohon eyana bersujud dengan air mata yang mengalir


Namun herly tak menggubrisnya ia terus saja memanggil manggil ibu nya


"MAA!!, SINI MAA!!"


"JANGAN Kak! eyana jujur, eyana gk bohong!"isak eyana begitu ketakutan ia tak dapat membayangkan jika ibu nya sampai ikut campur entah apa yang akan terjadi padanya


"MAA!!"


Herly terus saja memanggil manggil ibu nya, sedang kan eyana terus saja membujuknya agar berhenti berteriak


Hingga akhirnya ibu mereka yang bernama weny datang


"kenapa sih?"tanya weny yang masih bingung


"ini mah eyana beli baju baru, pengen seneng sendiri gk mau bagi bagi, tadi aja herly pengen minta sedikit uang aja gk mau ngasih"adu herly pada ibunya yang sudah merah padam


Seperti itu lah weny sangat tidak menyukai eyana apapun yang berhubungan dengan eyana slalu membuatnya naik pitam


Wanita paruh baya itu menatap mata Eyana yang sudah penuh dengan air mata


"eyana beli baju itu buat mam_"


Plakk!


Sebuah tamparan mendarat di pipi eyana


Tamparan itu berbekas ke merehan menandakan jika tamparan yang baru saja yang di layangkan sangat keras


"kalau punya uang tu bagi bagi! aku juga pengen belanja belanja!,Jangan pelit!! kaka kamu minta dikit aja gk mau ngasih!"imbuh Weny sambil menjambak rambut eyana yang terus saja menangis


"eyana gk bohong, itu baju buat mama"


lirih mendengar suara eyana yang menahan sakit


Rasanya orang yang di hadapan nya ini bukan ibu dan kaka kandungan nya


plakk!!


kembali tamparan keras dari weny yang ia layangkan ke pipi eyana


"Sakittt"gumam eyana sambil memegangi pipi nya yang terasa panas itu


"ini hukuman karena kamu udah pelit!! Gk ngasih uang kamu ke aku!!"teriak weny lalu menampar pipi nya lagi


sungguh pilu jika menjadi seorang eyana, bahkan ibu nya saja bicara dengan kata aku kamu.


sudah merasa cukup puas weny langsung pergi meninggalkan mereka dengan diiringi herly di belakang nya


Eyana menangis sambil memeluk kaki nya dan kepala yang ia tenggelam kan di sana rasa sakit yang ia rasakan belum saja membuat ada rasa dendam dalam diri nya


Ia terus saja berharap suatu saat nanti ibu dan kaka nya akan berubah


seperti apa yang ia ingin kan menyayangi nya sepenuh hati menjadi keluarga cemara


Ia masih saja duduk di lantai sambil menangis, merasakan sakit di pipi nya akibat tamparan ibunya sembari menyapu sisa sisa air mata yang mengalir di pipi nya


Dret dret dret


Tiba tiba saja headphone nya yang berada di atas kasur ber bunyi


Sepertinya ia mendapat panggilan masuk, tak basa basi ia langsung bangun dan mengangkat panggilan itu rupanya dari erlin


Sebelum bicara Eyana menarik nafas nya guna menetralkan suara nya


"halo"eyana memulai pembicaraan


^^^"halo, lo abis nangis ya"^^^


Pastinya sudah bisa di tebak jika eyana baru saja menangis karna nada suara nya agak lirih, ia slalu gagal menyembunyikan apapun itu dari erlin karna sahabat nya yang satu ini begitu mengenal nya


"gk, eyana gk nangis, emangnya kenapa nge hubungin eya?" ia berusaha menangkis nya


^^^^^^"gue kecelakaan, abis pulang nganterin lo"^^^^^^


"tapi erlin baik baik aja kan"


Eyana langsung berdiri dari posisi duduk nya, ia sangat khawatir


^^^"gue gk bisa jalan, jadi buat balapan malam ini, lo bisa kan gantiin gue"^^^


"hmm gimana yaa.. Eyana gk punya motor"jawab eyana jujur


apakah mungkin ia akan memenangkan balapan itu apalagi lawan nya adalah Galen, mantan ketua drak lizerd yang sudah di akui kecepatan berkendaranya.


^^^"lo pake motor gw aja nanti jam 09:00 supir gue jemput lo" ucap erlin dari sebrang sana^^^


"tapi gimana kalau eya kalah"


Ia khawatir akan mengecewakan sang sahabat


^^^"lo tenang aja gue jua bakalan turun kesana, tapi cuma buat nonton"^^^


"hmmm..okee"


......Telpon pun terputus, pikiran eyana kembali melayang layang ......