
Matahari tepat di tengah tengah garis katulistiwa
Mereka telah sampai di dalam hutan
Masing-masing kelompok yang terdiri dari 5 orang membangun tenda mereka
Kali ini orang orang yang berada di kelompok Eyana dan Erlin semuanya suka bercanda, namun mereka bersedih karena tak bisa terkumpul dengan satu friend mereka ialah mikaila, karna ia masuk kelompok yang lain.
Setelah tenda terpasang dan barang tersusun mereka harus mengerjakan tugas masing masing yang sebelumnya sudah di beri tau oleh bu guru
mereka di tugaskan untuk kehutan mencari kayu dan sayuran dan beberapa orang ke sungai untuk mengambil air
Brayen, Galen, dan luxe mereka berangkat bersama
Sebenernya itu bukan pekerjaan yang sulit, Brayen dan luxe telah begitu banyak mengumpulkan kayu sedang kan Galen sejak dari tadi terus saja ber selfi dan foto nya akan ia posting di Instagram
"kece banget gue!"gerutunya
brayen dan luxe hanya memandang heran pada galen sudah seperti tak perna bertemu dengan hutan saja
"gk mau kerja, pulang. mau di sini, kerja."luxe si kutub Utara angkat suara
"nah dengerin apa kata kutub Utara"lanjut brayen
"iya..iya.."galen mematikan hp nya
Sudah hampir lima belas menit mereka mengumpulkan kayu namun tiba tiba saja Brayen ingin pipis
"gal!,kutub utara!, gue mau kencing!"ungkap brayen sambil merapatkan kakinya nya
"Noh, ke belakang pohong gede gk bakalan ada yang ngeliat"saran galen
brayen menurut saja ia langsung menyerahkan kayu hasil kumpulan nya pada luxe
"knp gue"
"mendingan kita balik duluan"ajak galen luxe hanya mengangguk
"BRAY!!, GW SAMA LUX DULUAN!!!"Teriak galen namun tak mendapat sahutan ia tak peduli mereka berdua langsung membawa kayu kayu yang mereka kumpulkan
Itu.
Di balik pohon besar brayen mendengar teriakan galen hanya saja ia tak ma menyahut nya
setelah menutup resleting celana,
brayen langsung pergi namun baru beberapa langkah dari sana ia mendengar suara nyanyian yang merdu, rasa penasaran yang tinggi membawanya untuk mencari arah suara tersebut
~tak mau lagi aku...
Terpikat senyum mu
yang memabukkan ku...
Yang memberi harapan entah terlalu jauh~
Brayen akhirnya menemukan siapa pemilik suara merdu itu
Ia mengintip nya dari balik pohon
Jangan di tanya siapa lagi jika bukan Eyana, ia sedang memetik beberapa terong hijau, ia tak menyadari ke hadiran Brayen yang membuat ia terus saja ber nyanyi meliat keresek yang ia bawa sudah penuh ia memutuskan tuk kembali, namun baru saja melangkah tuk berbalik, kaki nya tak sengaja tersandung akar
AAaa!!
Spontan saja Brayen langsung menangkap nya mengeratkan tangannya di pinggang kecil Eyana
jantung Eyana rasanya seperti ingin lepas ketika manik mata nya kontak dengan manik mata brayen
brayen mengembalikan Eyana ke posisi berdiri ia melepas rangkulan di pinggang nya Eyana
Mereka menjadi canggung
"Kenapa kak Ais bisa di sini?"ungkap eyana yang sudah dari tadi ingin ia tanyakan
Awalnya Brayen ingin mengatakan jika ia baru saja pipis tapi itu sangat memalukan, namun jika ia mengatakan dari tadi mengintip dimana harga diri nya
"bukan nya tugas kak ais nyari kayu ya?"
"hee iya!"Brayen meng iyakan saja
"tapi dimana kayu nya?"
"udah di bawa galen, banyak tanya banget sih lo!"timbrung brayen
"mencuriga kann...."eyana mendekat kan wajah nya pada brayen menatap nya penuh seringai
"kak Ais tadi ngintip ya?"pertanyaan itu membuat brayen tiba tiba batuk ia tersedak ludah nya sendiri
Brayen terkekeh, "Oh..oke, lo udah tau, gw pikir gue bisa main sembunyi-sembunyi an, Tapi kayak nya gue lebih baik dalam menyelinap daripada sembunyi."
"....." tak ada tanggapan dari Eyana
kemudian mereka berdua memutuskan tuk kembali ke tenda bersama sama seperti nya orang orang sudah menunggu
...----------------...
Brayen tengah bergabung bersama teman teman nya yang sedang seru bernyanyi bersama dan main gitar
namun semua nya terhenti ketika eyana datang ke sana dengan membawa sebungkus keripik singkong lagi, Eyana memang sangat menyukainya
Kehadirannya langsung di sambut dengan ramah
"ada rapunzell"goda Alister
"kenapa cantik, hmm..?"tanya Galen
Paras eyana memang bisa menghipnotis siapa pun
Eyana tersenyum "eya cuma mau minta bantuan kak Ais doang"
Semua orang mendelik
"Ais saha?"
Eyana terkekeh
"maksudnya kak Brayen"
"owhhhh, kiw kiw punya hubungan apaan nih kalian berdua"selidik galen sambil menatap eyana dan brayen secara ganti
"so uzon banget sih lo Gal"sarkas brayen
"kita gk punya hubungan apa-apa"eyana juga ikut membela diri
"bagus, jangan sampai lo jatuh ke pelukan biawak kaya brayen"balas Alister
"Emangnya lo minta bantuan apaan"tanya brayen menatap nya
Eyana langsung saja menghampiri nya lalu menarik nya agak jauh dari sana Brayen pun ikut ikut saja
Semua mata jadi mengarah ke mereka
"lo kenapa si"brayen bingung dengan sikap eyana
"Nih, eya cuma pengen minta bukain bungkus kentang"ucap nya sambil menyodorkan makanan yang ada di tangan nya ke hadapan brayen
"ck, kirain apaan buang buang waktu gw aja, sini!"Brayen langsung mengambil bungkusan yang ada di tangan Eyana lalu membuka kan nya
setelah berhasil membuka kan nya ia langsung menyerahkan nya pada Eyana
"makasih"
Brayen tidak terlalu menggubris nya ia kembali bergabung bersama teman teman nya
sedang kan Eyana sudah seperti anak bebek saja, Eyana slalu mengikuti nya hingga brayen kembali duduk di dekat teman teman nya
"ngapain lo belum juga pergi?"tanya Brayen menatap Eyana yang berdiri di samping nya
"Eyana cuma minta bantuan buat hidupin api"tutur nya dengan kepala yang menunduk entah ia mendapatkan ide dari mana untuk bicara seperti itu
Tapi itu sangat tepat dengan situasi yang terjadi saat ini, tak jauh dari tenda, Erlin, Eyana bersama Mikaila mereka sedang di tugas kan oleh guru-guru di bagian memasak, namun bukan nya membantu Eyana malah berkeliaran berdalih jika ingin mengambil korek ke dalam tenda karna sudah hampir dua kotak korek habis sia sia karna di antara mereka tak ada yang bisa menyalakan api.
"api? Buat apaan, rapunzell mau bakar hutan ini yaa..."ucap Alister yang masih pada duduk nya sambil memandang Eyana dengan tangan yang menyilang di dada
Spontan saja Eyana langsung menggeleng kan kepalanya dan tangan yang ia gerakkan mengibaratkan jika itu bukan yang ia maksud
"Eyana gk ada niatan mau bakar hutan ini"
expresi yang Eyana tunjukkan begitu menggemaskan membuat orang orang terkekeh bahkan sampai tertawa
"Eya tu minta bantuan hidupin api tu buat masak bukan aneh aneh"ungkap Eyana sambil berkecak pinggang
"kenapa harus ke kita, kan lo sama kelompok lo yang dapat tugas masak kenapa kita harus ikut ikutan"
"Soalnya di kelompok Eya gk ada yang bisa nge hidupin api, emangnya kalian mau malam ini gk makan"ucap Eyana
"ogah gue!!, makan tetap jadi nomor satu, iyakan guys"ucap Galen yang langsung bangun dari duduk santainya
"Yo'i!"
Beberapa dari mereka langsung menuju arah tenda Eyana termasuk Brayen