
(Esok hari)
jam telah menunjukkan pukul 08:00
Yang dimana para siswa dan siswi akan melakukan wet game di hutan. Dan setiap kelompok terdiri dari 5 orang.
kini kelompok brayen yang di beri nama 'jejak anak hutan' tengah melakukan perjalanan, mereka akan melewati jalanan yang cukup curam dan lebih mengesankan nya mereka akan melewati Goa ber air, hal itu cukup membuat brayen, galen, dan luxe, yang satu kelompok jadi merasa tertantang dengan hal semacam itu.
Mereka telah berjalan sudah hampir dua puluh lima menit dan mereka mulai baru saja mulai melewati jalanan yang curam
Brayen terus saja melihat jalanan curam dengan rasa cemas "Hm, entah kenapa, gue ngerasa ini lebih kek Jejak Anak Lereng daripada Jejak Anak Hutan."
Galen tertawa "Nah, Brayen, kita harus terus maju! Ingat, kita adalah tim petualang, saat-saat kayak gini ini ngebuat kita merasa hidup!"
"Kita bakalan ngehadapinnya sama-sama,
gue udah ngebawa perlengkapan cadangan, termasuk perban buat ngiket lo kalau perlu"lanjut Galen dengan nada optimis
"gue yang bakalan ngiket lo duluan, abis itu gue kasih lo ke tarzan biar lo bisa jadi sahabat nya"balas brayen
"gak apa-apa kalau gue jadi temen nya tarzan, karna gue bakalan bisa terbang ngegelayut di dahan dahan"ucap Galen
"jadi siluman monyet"sahut luxe meskipun tetap dengan wajah datar
mendengar itu brayen dan beberapa orang kelompok nya tertawa
"lo beneran mau jadi tarzan yang ke dua Gal"tanya salah satu orang dari kelompok itu
"iri ya?"
"idih siapa juga yang iri, mendingan tinggal di kota"jawab orang itu
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan semangat dan humor yang tinggi, bersiap untuk melewati jalan curam dan mengeksplorasi Goa ber air dengan semangat petualangan yang tinggi.
Di sisi lain kelompok Eyana tengah menikmati pemandangan alam meskipun keberadaan mereka di tempat yang cukup curam tak mengurangi rasa semangat mereka
"Segar nya..."kelu eyana dengan menutup mata sembari merentangkan tangannya lebar lebar
Hingga tanpa sengaja mengenai wajah Erlin
Langsung saja Erlin, menepisnya
"Aduhh!!! Lo ganggu gue nge halu aja!!"ungkap Erlin
Eyana dan beberapa orang di kelompok nya terkekeh
"Ngehaluin' apaan emang nya?"tanya salah anggota kelompok itu ialah Marella
"Gue lagi ngebayangin gimana rasanya ke pleset atau jatoh dari atas sini ke bawah"
"Kayak nya Erlin gak bakalan mati, bisa jadi cuma nyawa Erlin aja yang hilang"jawab Eyana
"Itu sama aja durjana!!"cecar Erlin
"Lo emang beneran mau tau rasanya, coba deh, lo loncat pasti seru"usul Marella yang tertawa sambil ber sedekap tangan di dada
Erlin langsung memetikkan jari nya
"Ide bagus.."Erlin tersenyum sambil menatap Marella dengan tatapan licik
"Tapi labih seru kalu lo yang duluan loncat!"Erlin, langsung menyenggol bahu Marella, yang membuat marella, sedikit mundur
Seakan tak ingin kalah Marella, membalasnya dengan mendorong bahu Erlin, dengan keras sehingga badan nya, tanpa sengaja menabrak Eyana, yang menyebabkan Eyana terpleset ke jurang yang penuh semak belukar.
Semua yang menyaksikan itu kaget
"TOLONGIN!!! EYA!!! EYA!!! GK MAU MATI!!!"teriak eyana yang hanya berpegangan di batang kayu
Namun nasib masih berpihak pada nya karena ia masih dapat berpegangan di batang kayu,
Semua nya terlihat panik dan khawatir terlebih pada Marella dan Erlin karena penyebab semua ini terjadi adalah akibat ulah ketidak sengajaan mereka.
Sekuat tenaga Erlin dan Marella menarik tangan sebelah nya Eyana
"JANGAN TAKUT!! LO_LO PASTI SELAMAT!!"Erlin meyakin kan nya sambil menarik kuat tangan Eyana
"LO BAKALAN AMAN EY!!"celetuk Marella yang juga membantu menarik tangan Eyana
Namun usaha mereka sepertinya tak membuah kan hasil. pegangan Eyana pada kayu telah terlepas, karna kayu itu patah untung saja sebelah tangannya lagi di pegang erat oleh Erlin dan Marella
"COBA KALIAN TERIAK MINTA TOLONG!!! KALI AJA ADA KELOMPOK LAIN YANG JUGA DI SEKITARAN SINI!!!"teriak Marella pada anggota kelompoknya yang hanya melihat meskipun sama sama khawatir
"Pegangan gue Jangan di lepas ya ey..."pinta Erlin sembari menguatkan pegangan nya, karena eyana juga membalas pegangan itu dengan kedua tangan yang berpegang erat di sana, matanya mulai berkaca-kaca karna rasa takut yang begitu besar akan kehilangan sang sahabat.
"Eya gk mau mati.."rengek Eyana yang mulai mengeluarkan air mata
"Lo gk bakalan mati di sini, kita datang ke sini sama-sama jadi kita pulang harus sama-sama"ucap Erlin yang terus menarik kuat tangan Eyana.
brayen yang tengah fokus pada jalan nya tiba-tiba saja berhenti membuat Galen yang berada di belakang menabrak Tubuh nya.
"Kenapa lo berhenti tiba-tiba!!"sanggah Galen
Brayen membuang tatapan mata malas nya "Gue kayak ngedenger sesuatu"
"Gue kira cuman gue aja yang ngedenger, ternyata lo juga sama"ucap Galen
Semuanya menjadi Hening
"Bunyi nyamuk mungkin"ucap brayen sambil tertawa
"Bukan suara nyamuk, tapi suara sapi"lanjut galen yang membuat mereka berdua tertawa
"Suara orang Minta tolong"jawab luxe yang membuat semua nya terdiam
"Iya!, Suara orang Minta tolong yuk samperin pasti udah terjadi sesuatu yang buruk!"ajak galen yang langsung ingin mencari asal-usul suara minta tolong itu
"Kemana?"sempat sempat nya brayen bertanya
"Ke hati lo...BURUAN!!"cerca Galen yang langsung menarik tangan brayen.
"Tolongg!!! Tolong!!!"
Teriakan itu semakin terdengar keras di telinga kelompok anak hutan
Tak perlu di jelaskan dari mana asal suara itu, karna posisi yang dekat dengan kelompok anak hutan hanyalah kelom Eyana
"buruan!!"seru Galen berjalan paling depan menjadi orang nomor satu paling penasaran dengan apa yang telah terjadi
Kurang lebih lima menit mereka menyisiri hutan dan akhirnya dari jarak jauh mereka melihat beberapa perempuan yang tengah berdiri, meskipun tak terlalu jelas di karnakan berkabut itu tak menurunkan keyakinan mereka jika yang mereka liat adalah manusia orang orang yang tadi minta tolong
Agar lebih meyakinkan Galen yang sedang memegang senter langsung menyintar ke arah orang orang yang mereka liat
kelompok Eyana yang kesilawan karna di senter sadar jika bantuan akan segera datang
"bantuan udah dateng!!"seru salah seorang dari mereka
Erlin sedikit menoleh kebelakang dari jarak jauh ia meliat beberapa laki-laki yang tengah menuju ke mari
Dipikirannya mungkin itu adalah kelompok dari siswa yang jaraknya tak jauh dari mereka
"terimakasih tuhan Yesus"ucap Erlin dalam hati. namun ia kembali di buat syok karna Eyana melepaskan pegangan sebelah tangannya,
untungnya Erlin dan Marella masih
memegang erat tangan sebelah nya lagi.
"kenapa di lepas Ey!!"
Eyana hanya menggeleng kan kepala nya pelan dengan air mata yang terus saja keluar, Erlin dan Marella tak mengerti apa yang di maksud Eyana
"bentar lagi bantuan datang!"salah seorang dari kelompok nya menyemangati nya
Serius nanyani
Seru gak sih?