
Setelah pulang sekolah Eyana mengajak Erlin membeli baju, bukan untuk nya tapi ibu nya sebagai kado ulang tahun.
Kini mereka baru saja sampai di pasar tanah prindapan dan langsung keluar dari mobil.
"Ngapain kita ke sini?"tanya Erlin yang menyandar di bagasi mobil nya
"Ya beli baju lah"jawab Eyana yang berdiri di hadapan nya
"Di sini? Kenapa gak di mall aja?"
Erlin merasa jijik dengan pasar swalayan semacam itu karna ia tak pernah menginjakkan kaki nya di sana.
Kalian Tidak lupa kan kalau Erlin itu anak Bupati, jadi nya ia slalu hidup dengan nyaman dengan fasilitas yang lengkap.
"Uang Eya mana cukup"ucap Eyana dengan senyum nya
"Lo aja ya yang masuk,
gue jijik tempat kaya begituan"ucap Erlin dengan nada agak memohon, sambil memegang tangan kanan Eyana.
Eyana terkekeh dengan penuturan Erlin
"Ya Udah kalau gitu Erlin tunggu di sini aja"
"Kalau juga di paksa, gue gak bakalan masuk"ucap Erlin sambil melepaskan tautan tangan mereka
Eyana hanya menanggapi nya dengan senyuman lalu berjalan masuk menuju pasar.
Ia menjadi bingung karena ini pertama kali nya ia ke pasar, setiap harinya tugasnya hanya memasak bukan untuk berbelanja kebutuhan rumah
"Eya harus ambil jalan mana yaa.. banyak benget simpangan nya, kalau ke sesat gimana"gerutu nya
Ia pun memberanikan diri,
di awal awal pasar ia hanya menemui penjual ikan lalu memutuskan untuk mengambil jalan yang lain
di sana ia sudah memasuki tempat tempat aksesoris seperti kalung cincin dan bros, sungguh indah!
Ia terus saja berjalan sudah hampir 20 menit waktu terbuang, menurut nya tidak ada yang sesuai selera.
Hingga ia terhenti ketika melihat sebuah baju berwarna hijau yang ada di patung manekin.

Baju itu sangat elegan ia langsung bertanya harganya, rupanya 200 ribu pas dengan uang yang ia miliki, ia pun langsung membayar nya lalu memutuskan tuk langsung pulang pastinya Erlin sudah sangat kesal karena menunggu nya yang sangat lama.
Namun ia lupa jalan kelur dari pasar ia tidak tau sudah berapa kali ia menyimpang, tapi ia tetap berusaha tuk keluar dari sana Mungkin ia bisa bertanya tanya pada orang.
Pertama ia mencoba bertanya pada penjual corong merah yang duduk lesehen di karpet usang, ia mendapat kan informasi tapi ia kurang mengingat nya karna akan banyak belokan yang akan ia lewati
Ia pun terus saja berjalan dan jika ia menemukan simpangan ia hanya mengikuti kata hati nya kemana menurut nya akan ber belok.
*****
Anggota inti Drak lizerd saat ini sedang melakukan tugas mereka, menjaga keamanan pasar dari preman preman yang suka berulah
Karena itu Drak lizerd sangat terkenal di kalangan masyarakat, mereka agak berbeda dengan Gangster yang lain
mereka adalah Gangster yang taubat,
suka menolong dan berbagai.
Dulu nya mereka merupakan Gangster yang suka berbuat onar, menakuti masyarakat dan menyakiti orang yang tidak bersalah mereka slalu berbuat sesuka hati apa yang menurut diri mereka menyenangkan,
jumlah mereka kisaran 400 orang itu pun tersebar ke beberapa wilayah, tapi karena suatu kejadian mereka semua taubat.
namun jika ada yang mengusik mereka, mereka akan bertindak dan tak akan hanya tinggal diam .
"Gw rasa makin hari pasar makin sepi aja"gerutu hairi
Tapi ia malah dapat tabokan dari fizi
"mata kau sepi!"
Hairi meringis kesakitan
mereka terus saja berjalan menyusuri pasar yang cukup padat itu,
dari tadi brayen bingung ia harus membeli apa, ia sudah lapar hanya saja menurut nya makanan yang di jual di pasar tanah prindapan ini tidak ada yang menggugah selera.
"beli apaan ya"keluh brayen
Mata fizi menangkap sesuatu ia melihat ada abang abang yang berjualan pentol
"hmm..kita beli pentol aja gimana?"ajak fizi
"widih!! gue ikut deh"ujar Brayen antusias sedang kan yang lain hanya mengikuti di belakang.
"ni pentol dari daging apaan bang?"alister langsung bertanya pada Abang-abang bertopi merah yang di miringkan kesamping merupakan pemilik dagangan itu
"ana sing saka iwak, ana sing saka pitik"jawab abang pentol itu
"abang bahasa planet mana? kita gk paham"cetus Galen
namun abang abang itu hanya tertawa
"ada yang dari daging ikan,ada juga yang dari daging ayam"
"owwhh"
"kalau dari daging kudanil ada?"tanya hairi sambil menusuk beberapa pentol lalu melahap nya
"ada"jawab abang itu sambil ter kekeh
hairi sangat kaget mendengar hal itu
"ada? yang mana bang?"
"kamu"
"kirain beneran" desis hairi yang kembali melahap pentol nya
Abang pentol sebenarnya ingin bercanda tapi ternyata itu tidak lucu
mungkin belajar ngelawak nya harus lebih giat lagi.
Dari tadi terlihat wajah
Brayen tidak baik baik saja hal itu di sadari oleh fizi
"tumben lo kelihatan gk tenang, kenapa?"
"mau pipis"jawab brayen, seperti nya sudah dari tadi ia menahan nya
"ke wc umum sana"suruh fizi sambil mengunyah pentol
Brayen mengangguk
"gw tinggal bentar"ia langsung berlari ke arah samping pasar yang ada terdapat wc umum
melihat kepergian brayen yang lain pun langsung bertanya tanya
"kemana tu "imbuh alister
"ke wc"
"owhh.."
******
Setelah mengeluar kan cairan yang banyak akhirnya perasaan brayen menjadi nyaman dan ia dapat kembali makan pentol, ia langsung berjalan kembali menuju teman-temannya yang mungkin sudah menunggu nya.
namun saat ia tepat di depan penjual jengkol ia melihat sosok wanita yang tidak asing lagi di benak nya, sedang duduk sambil menangis,
yang berada di tangga belakang para pedagang.
brayen langsung menghampiri nya.
"ngapain lo nangis di sini"tanya Brayen duduk di samping nya
Eyana langsung melirik nya
"Eya ke sesat, bantu Eya keluar dari sini"keluh Eyana
"ck!, kalau gk tau jalan itu gk usah sok so an ke dalam pasar"sarkas Brayen
"yaudah, ikut gue"tangan Eyana langsung ia tarik membawanya keluar dari pasar
Sepanjang pasar Brayen begitu erat memegang tangan Eyana,
(flash back)
"ampun maa! Sakitt!"
"Itu bukan salah eyana!"
Isakan dari seorang gadis ber usia 8 tahun yang sedang di jambak oleh ibu nya sendiri
"Kamu itu sehari aja, bisa gk sih gk ngebuat pusing!" Ibunya semakin keras menarik rambut gadis kecil itu
Ia adalah EYANA RAPUNZELL
Gadis polos yang setiap hari nya slalu di sakiti oleh ibu kandung dan kaka laki-laki nya
"Eya gk bohong!! Bukan eyana yang mecahin vas bunga mama!" Eyana terus saja menangis sambil memegangi rambutnya yang semakin di jambak keras oleh sang ibu
"Saakitt!"
"Ampun maa!"
Lirih hati mendengar jeritan kesakitan dari gadis polos yang memang tak bersalah itu.
Sedang kan di posisi lain kaka laki laki nya yang bernama Harly yang 5 tahun lebih tua dari usianya, tertawa bahagia mendengar setiap jeritan ke sakitan eyana, yaa. sudah bisa di tebak eyana di marahi habis habisan karna Harly
Harly sengaja memecahkan vas bunga kesayangan milik ibunya lalu menuduh eyana lah yang melakukan nya
Begitu besar kebencian yang tertanam di hati herly untuk adik nya sendiri, karna menurutnya adik nya itu hanyalah pembawa sial bagi keluarga mereka.
________________________________
"EYANA main yuk!!"panggilan dari seorang anak laki-laki yang seumuran dengan eyana berdiri di depan pintu rumah sambil memegang mobil mobilan
Bukan nya eyana yang membuka kan pintu justru herly
"Hari ini eyana gk boleh main"
"Kenapa eya gak boleh main?"tanya anak laki-laki itu polos
"Ck! Jangan banyak tanya, mendingan lo pulang sono!"sentak herly lalu langsung menutup pintu dengan sangat keras
Anak laki-laki itu menjadi sangat sedih padahal eyana sudah janji padanya setelah pulang sekolah mereka akan bermain
Anak laki-laki itu menghela kan nafas nya berat lalu berjalan pulang menuju rumahnya lebih jelasnya rumah nenek nya
Di sepanjang jalan ia berjalan dengan sandu dan sesekali memandang ke arah langit yang sudah mulai menggelap,
Tanda jika hujan akan turun
Tak berselang lama hujan pun turun dengan derasnya, namun keberuntungan masih berpihak pada nya, ia sudah dekat dengan rumah nenek nya, hanya tinggal menyebrang jalan saja.
Dan sudah dari tadi nenek nya mencari nya kemana mana, dengan menggunakan payung, karna nene tau jika hujan akan segera turun, mungkin anak laki-laki itu keluar tanpa memberi tau nenek nya, Kemana ia akan pergi.
melihat keberadaan cucu di sebrang sana yang kehujanan nenek pun bergegas ingin menghampiri nya
"Brayen!! Kamu diam di situ biar nenek yang ke sana!!"namun ucapan nenek nya tak ia dengarkan
justru ia langsung berlari menyebrangi jalan, karna merasa tidak akan ada kendaran yang lewat di saat hujan deras, namun NAASS
Ia tertabrak mobil bermuatan berat yang membuat tubuh nya terpental
_________________________________
Di pagi hari nya eyana bergegas bersiap siap tuk berangkat ke sekolah karena jarak sekolah yang cukup jauh, yang harus ia tempuh dengan berjalan kaki.
Ia pun menyempatkan mampir ke warung untuk membeli permen lollipop berbentuk beruang dari uang tabungan nya, untuk sahabat laki-laki nya, sebagai permintaan maaf karna tidak bisa bermain dengan nya.
Hampir 35 menit ia berjalan dan akhirnya sampai pada pukul 07:55 hampir saja ia terlambat
Sesampainya ia dalam kelas suasana terasa begitu berbeda
Karena sahabat laki-laki nya yang biasanya penuh dengan drama itu tidak
Ia pun langsung menanyakan ke beradaan sang sahabat kepada teman sekelas nya
Namun ia mendapat kan sebuah fakta pahit jika sahabat nya telah pindah sekolah
"Kenapa kak Ais pindah"
Ia tak dapat membendung air matanya lagi
menangisi kepergian sang sahabat yang sering ia sebut dengan kak ais, yang memiliki nama asli brayen
pastinya ia merasa begitu kehilangan dimana saat ia susah sedih hanya Brayen yang slalu ada untuk menolong nya mendengarkan keluh kesah nya, yang memberikan ia semangat untuk bertahan melawan kerasnya hidup
Eyana keluar dari kelasnya
Secepat mungkin ia berlari menuju perpustakaan yang ia rasa jauh dari banyak orang
Ia duduk di pojokan dalam perpustakaan, benar saja karna itu masih pagi tak terdapat satu pun orang di dalam sana
Hanya ada eyana yang menangis di pojokan menumpahkan semua rasa sedih nya.
(flash back off)
"mungkin ada lagi yang mau lo beli?"tanya brayen namun eyana hanya menggeleng
"kali lo mau beli makanan atau apa"tawar brayen lagi dengan pegangan yang tak terlepas.
eyana hanya menggeleng kan kepala nya, ia benar benar tidak ingin belanja lagi pasti erlin sudah menunggu nya.
Brayen ber decak tanpa persetujuan Eyana tangan nya di tarik menuju pedang yang menjual mie ayam
"ngapain kita ke sini?"tanya Eyana dengan perasaan bingung ia sudah mengatakan jika ia tak ingin membeli apapun lagi, uang nya sudah habis
"makan"jawab Brayen sembari menarik kursi kosong di hadapan nya lalu duduk
Eyana masih saja berdiri jika ia ikut makan, bagai mana cara bayar nya ingin memeli permen saja uang nya tak cukup apalagi mie ayam
Brayen membuang tatapan malas nya
Lalu menarik kursi di sampingnya setelah itu menduduk kan Eyana di sana
Brayen langsung membuka buku menu yang ada di meja hadapan mereka sendiri
"lo mau pesen mie ayam farian apa? Ada yang plus telor, ada yang plus daging, ada yang plus sosis ada yang plus ayam"tanya brayen sambil menunjuk isi daftar menu
"Eya gk ma_"
"gue yang bayar"belum sempat Eyana menyelesaikan perkataannya Brayen lebih dulu mengeluarkan suara nya
Senyuman yang melengkung serta manis tercetak jelas di wajah Eyana
Bagaimana tidak, ia akan mie ayam gratis
"jadi lo mau yang mana?"
"karna kak brayen nawarin semuanya, jadi Eyana pesan semuanya"jawab Eyana asal, sebenarnya ia hanya bercanda mana mungkin ia bisa menghabiskan semuanya
"in that case okay, Mba!!! Pesen Semua Farian Mie Ayam Yang Ada Sini!!!"teriak Brayen pada penjual mie ayam tersebut yang sedang mencuci piring
"Mie ayam segera siap!!"
Wanita yang ber usia kisaran 46 tahun langsung mencuci tangan nya yang sebelumnya penuh dengan busa
"kok banyak banget sih mesen nya,
siapa yang bakalan nge habisin tadi tu Eyana Cuma becanda"Eyana takut jika ia akan di sangka hanya ingin memoroti Brayen saja
"lo yang harus habisin kan elo yang mau, gk ada kata penolakan"jawab Brayen
"duhhh bisa meletus ni perut kalau harus di isi sama puluhan porsi mie ayam"gerutu Eyana dalam hati
"owh iya! Lo belum pesen minum kan, bilang aja lo mau minuman rasa apa?"Brayen kembali menawarinya tak mungkin kan jika ia hanya makan pasti nya juga membutuhkan air
"hmm.. Teh es aja"Eyana menjadi kurang enak karna pesanannya sangat banyak
"kak Brayen gk mau pesen nih?"kali ini giliran Eyana yang bertanya
"udah kenyang"
"udah kenyang apa gengsi, karna tempat makan nya di pasar swalayan kayak gini"celetuk Eyana sambil mengulum senyuman
"gue kenyang bukan gengsi"
*******