AISTRA

AISTRA
pertemuan setelah perpisahan



AISTRA ER BRAYEN TANDYRA


EYANA RAPUNZELL


ERLIN PHSICIAN


MIKAILA ZAVRIONCA


GALEN IRWAN TORNADO


ALISTER AJEHA


LUXE DESIDRATUM


KEHANO HAIRI


LUIZYEN FIZI AL DEBA


_________________________________


...\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=...


Seorang Gadis ber usia 17tahun sedang menyanyi kan musik ~Diamonds~ di sebuah ruangan kelas menyanyi yang kosong berada di lantai 2 sekolah


Jangan di tanyakan siapalagi, orang itu pastinya EYANA


"Eye to eye..


So Alive...


We're beautiful .....


Like Diamonds in the sky....


Shine bright like A Diamond..


Shine bright like A Diamond....


Shine bright like A Diamond.."


Suara merdu itu menggelegar kemana mana dan ter dengar oleh beberapa orang yang berada dekat dengan ruangan itu


"Eyana!"


Ia langsung menoleh ke arah orang yang telah memanggil nya, dan terpaksa harus berhenti bernyanyi


"Udah gue duga!, Kalau lo gk ada di kelas pasti di sini" ucap orang itu ialah ERLIN


Gadis cantik seorang anak bupati dengan miliki segudang kekayaan dan prestasi


"Kenapa nyariin eya"tanya eyana masih berada pada duduk nya


"Ke kantin yuk, sekalian cuci mata, ngeliat cowo cowo ganteng"ajak erlin yang duduk di samping nya, eyana hanya bisa tersenyum dengan ajakan itu


"Erlin kan tau kalau uang jajan eya gk banyak"jawab eyana dengan wajah agak di tekuk


Ia merasa sedih, sebenarnya ia pun ingin nongkrong nongkrong, jajan di kantin hanya saja ia hanya memiliki sedikit uang, ia sadar jika kastanya sangat jauh berbeda dengan siswa siswi lain. jadi ia memilih meng urung kan niat nya


"Gk perlu sedih, Gue yang traktir"erlin berusaha agar sahabat nya tidak bersedih


Mendengar itu eyana kembali tersenyum dan mereka pun bergegas tuk turun ke lantai bawah


(SMA GLORA)


Sekolahan elit yang di khususkan hanya untuk anak anak sultan dan anak yang berbakat saja.


Memiliki 5 tingkat/lantai


Memiliki fasilitas lengkap


Dari lapangan futsal,voli, basket,bulu tangkis,hingga kolam renang pun ada


Spp nya pun seharga rumah mewah


250juta untuk satu bulan nya


Harga yang gila


Sebelum nya tidak pernah terbayangkan oleh eyana jika ia akan bersekolah di sana


namu rezki berpihak kepada nya ia mendapat kan biaya siswa karna kecerdas dan bakatnya dalam menyanyi dan juga bulutangkis


Tak ingin menyia nyiakan kesempatan yang ia dapatkan salama 2tahun ini ia terus memenangi berbagai macam kejuaraan


Sampai nya di lantai pertama mereka berdua kembali ke kelas untuk mengajak seseorang untuk ikut bersama mereka


Orang itu ialah mikaila anak seorang ceo dan pengacara


Meskipun kaya raya ia tidak sombong, ia begitu elegan dan tak pilih-pilih kawan


Kali ini circle trio micin sudah bersatu meraka pun langsung menuju kantin yang terletak di bagian selatan sekolah


Tetapi mereka harus melewati lapangan futsal yang dimana para siswa sedang bermain bola dan banyak para siswi yang berteriak teriak memberikan semangat


"KAK GALEN SEMANGAT!!"


"KAK ALISTER JUGA SEMANGAT!!"


"SEMANGAT GANTENG!!"


Para siswi yang berteriak teriak membuat suasananya begitu ricuh


"Berisik banget"gerutu mikaila yang tidak menyukai kebisingan


"Makanya kalau jalan tu cepetan"gesa eyana yang berjalan lebih dulu dari mereka


"Kenapa juga kantin letak nya di paling samping sekolah, mana harus lewat lapangan futsal lagi"gerutu erlin yang berjalan bersamaan mikaila di belakang nya eyana


Seketika suasana berubah karna eyana jatuh pingsan akibat bola yang menghantam kepalanya dengan sangat keras


Orang orang menjadi meng geromboli eyana bukan untuk menolong tapi hanya menonton


"Eyana lo kenapa?" Erlin berusaha membangunkan nya


Dangan menepuk nepuk pelan wajah nya


"Bawa ke uks aja"ucap mikaila


Hingga akhirnya pelaku sebenarnya menampakkan diri


"I didn't do it on purpose, gw gak tau kalau bakalan kena kepala dia" ucap laki-laki itu berdiri di samping eyana yang terbaring di pangkuan mikaila


"Ck! Boong lo, pasti sengaja kan"erlin tak menerima dalih apapun memang sudah bawaan nya


"Gw kan udah bilang kalau gue gk sengaja, ngebesar besarin masalah aja lo"balas laki laki itu tak terima jika ia disalahkan karna ia memang benar benar tidak sengaja


"Mak lampir kaya erlin, gak perlu lo ladenin, emang udah hoby nya nyari gara gara ngebesarin masalah"ucap Galen ketua tim futsal dari laki-laki itu


Lebih jelasnya GALEN IRWAN TORNADO, mantan pemimpin/ketua


Gangster Drak lizerd


Ia hanya menjadi mantan bukan berarti keluar dari drak lizerd hanya saja posisinya di gantikan oleh sepupunya sendiri yang ia rasa lebih pantas AISTRA ER BRAYEN TANDYRA, laki laki yang tak sengaja menendang bola ke arah kepala eyana yang membuat eyana pingsan,


Sebenarnya brayen baru saja pindah ke SMA GLORA mungkin sekitar satu Minggu jadi kurang banyak orang yang tau dengan nya termasuk eyana karna Mereka tidak satu kelas


(uks)


EYANA sudah di baringkan di brankar pasien dan sudah di tangani oleh pihak kesehatan sekolah, kini hanya tinggal menunggu ia sadar


Terpampang jelas rasa khawatir di wajah erlin dan mikaila yang setia di samping eyana


sedang kan brayen di temani oleh Galen dan alister yang juga berdiri tegap di sampingnya


"Kenapa pingsan nya lama banget"gumam alister yang sudah mulai bosan dengan keadaan itu


"Emangnya lo keras banget ya nendang bola nya"tanya Galen


"Gue nendang nya pelan kok, cuma dia nya aja lemah"jawab brayen yang ke dua tangan nya menyilang di dada


"Kalau lo nendang nya pelan gk bakalan kaya gini"erlin mulai angkat bicara


"Bener juga ya.."beo alister


Merasa muak dengan ke adaan brayen berjalan mendekati eyana melihat wajah nya dari dekat


"Ada gak minyak kayu putih"tanya brayen sambil memandang ke arah 2orang yang berada di samping eyana


"Lo butuh minyak kayu putih braa" Galen bertanya balik


"Jangan panggil gue braa! Gue bukan braa! Nama gue brayen"


Ucap brayen yang berhasil membuat erlin dan mikaila terkekeh


"Ada gk!"


"Bentar bentar biar gw ambilin"sarkas Galen yang langsung berlari ke luar, entah apa yang ingin ia lakukan


"Ngapain tu anak"erlin melirik tingkah Galen


Tak berselang lama Galen kembali ke uks menghampiri brayen yang sudah menunggu nya


"Nih!"Galen menyerahkan sebuah minyak rambut dan sebuah kayu kecil lebih cocok nya di sebut dengan ranting


"Gal, Lo mau masak atau gimana"tanya alester sambil merangkul bahunya


"Enggak"


"Terus kenapa lo nge bawa benda gk guna kaya begituan"tanya brayen sambil membuang tatapan malasnya


"Tadi tu kan lo pengan minyak kayu putih. nah jadi gue bawain lo minyak sama kayu, kalau putih nya cukup kulit gue, karna itu udah cukup putih"Galen memberikan penjelasan nya sambil terkekeh


"Gila ya lo!, Lama lama gue tabok juga kepala lo!"sarkas erlin melempari Galen dengan pulpen


"Tabok sini!!" Tantang Galen sambil memberikan **** jari tengah nya kepada erlin yang sudah merah padam


"Asu!"erlin hanya membalas nya dengan memberikan ia jari tengah saja, lalu membuang wajahnya malas


"Ck! Banyak omong, ada gak minyak kayu putih nya"brayen kembali bertanya kepada mereka yang dari tadi terus saja bercanda


"Biar gw yang ambilin, kali di lemari ada" mikaila langsung berjalan menuju lemari yang berada dekat dengan pintu


ia pun menemukan nya dan langsung menyerahkan nya ke brayen


Brayen pun berjalan ke arah samping eyana,ia menuang sedikit minyak kayu putih ke tangan nya, lalu mengoleskan ke batang hidung Eyana


Semua orang terkesima melihat perlakuan brayen yang begitu lembut


Dan di sisi lain ada sebuah hati yang tersakiti melihat pemandangan semacam itu


"Cepet bangun yaa.."brayen tersenyum sambil memandang wajah cantik eyana


Ia terkesima ia akui eyana sangat cantik


" Jangan lo pandangin mulu, bisa kena pelet dari lo entar "ucap erlin yang matanya sudah melototi brayen


"Lo kali yang bakalan pelet gue"balas brayen


"Ck! Buat apa gue pelet lo"


"Buktinya lo melototin gue"jawab brayen yang masih berada di samping eyana