AISTRA

AISTRA
Alister sad boy



(Malam hari)


Di sebuah kamar yang ber nuansa Drak, brayen duduk di sofa kesayangan nya sambil menghisap vapeng rasa coklat nya, ia begitu menikmati hisapan itu.


(Flash back)


Setelah mendapat kan kabar jika sang anak yang tinggal di kampung bersama nene nya itu kecelakaan,


Ibu dan ayah nya memutuskan pindah ke new York, untuk


pengobatan brayen yang kondisinya sangat kritis sehingga ia mengalami gagar otak.


Namun setelah ia sadar ia malah mengalami hilang ingatan, sehingga ia tidak mengingat siapa pun Termasuk Eyana sahabat yang paling ia sayangi.


Setelah benar benar sehat, di sana ia bersekolah seperti anak-anak yang lain, Brayen pun tumbuh dewasa dengan penuh kasih sayang, ia pun juga mengikuti organisasi organisasi, dan gangster yang terkenal di kota nya.


Namun entah mengapa rasanya ia seperti merindukan Indonesia, ia merasa ada seseorang yang sedang menunggu nya untuk kembali ke Indonesia.


Penuh perjuangan ia mengajak ke dua orang tuanya untuk kembali ke tanah kelahiran nya, Tak mudah bagi ke dua orang tuanya untuk meninggalkan New York karna begitu banyak pekerjaan, Namun ia tak menyerah hingga hari itu tiba, setelah 9 tahun ia akhirnya kembali,


Namun tidak tinggal bersama neneknya lagi.


Brayen memutuskan untuk tinggal seorang diri di apartemen mewah nya, karna ia merasa kurang nyaman untuk tinggal di rumah bersama kedua orang tua nya yang begitu posesif.


Ia pun di masuk ke School Sma Glora, sekolahan elit dengan fasilitas memadai, bukan karna apa orang tua nya memasukkan ia ke sana, hanya saja ia akan lebih mudah berteman dan menyesuaikan diri karna sudah ada sepupunya (GALEN IRWAN TORNADO) anak dari kaka ibu nya.


(Flash back off)


Brayen tersenyum sumringah dimana kala ia mengingat wajah cantik Eyana.


"Gw pikir di dunia ini gk ada yang menarik"


Ia berbicara sendirian, sudah seperti ODGJ saja, wajah Eyana kembali terpampang di pikiran nya bukan di sengaja, tapi ia rasa ia merindukan nya.


Padahal ia hanya pertama kali bertemu dengan Eyana, sudah seakan-akan Ia sudah sangat lama mengenal nya.


DERR!! DERR!! DER!!


Entah siapa orang yang malam-malam menggedor gedor pintu nya


Brayen ber decak kesal lalu beranjak dari sofa untuk membuka kan pintu


Yang sudah dari tadi di gedor gedor, padahal bel ada, apa guna nya memasang bel jika tidak di gunakan.


DERR!! DERR!! DER!!


"Bentar!"


Setelah pintu itu dibuka ter pampang jelas lima wajah anggota inti Drak lizerd


Raut wajah Brayen menjadi semakin me malas


"Masuk"brayen mempersilahkan mereka berlima masuk


Baru saja mereka sampai di ruang tamu


Alister kembali bertingkah ia langsung ber guling guling di karpet bersama Galen karna karpet nya sangat lembut, tetu nya karna itu dari bulu domba yang harga tidak murah di impor langsung dari Belgia


Luxe yang memiliki ke pribadian irit bicara hanya memandang mereka dengan datar karna itu sudah biasa terjadi setiap kali mereka datang ke sana Alister dan Galen langsung berlari menuju karpet dan berguling guling.


Yang agak sedikit normal hanya Fizi setiap kali datang ia langsung duduk manis, Namun fokusnya hanya pada Game free fire yang ada di hp.


Dan Hairi yang setiap kali datang langsung kedapur untuk mencari makanan.


"Hp mulu, udah buta tau rasa"ucap Brayen duduk di samping Fizi


"Lo si gak nyiapin kita makanan, air ke, apa ke"jawab Fizi yang masih berkutat dengan hp nya itu


"Hairi kan ada, pasti lagi nyari makanan di dapur"


"Karpet lo kok nyaman banget sih bra"ucap Galen yang masih rebahan


"Iya dong!, Karpet mahal"lanjut Alister yang tengkurepan


"Lo tau gk harganya berapa"ucap Brayen memberikan pertanyaan dengan wajah songong nya


"Berapa?"


" 75 juta, kaya kan gue"jawab brayen sambil menyandar dengan expresi sombong


"Yaaelah Anjrr!, duit orang tua aja bangga, kaya gue dong apa-apa duit sendiri, Kerja dong!, Ceo muda nih!"Galen berbangga diri sambil menepuk nepuk dada nya.


Memang ia pantas untuk ber bangga diri, di usia 18 tahun nya ia sudah menjabat ceo di salah satu perusahan milik ayah nya.


"Ck! Sombong banget lo"gerutu alister tertampar dengan omongan Galen


"Bilang aja kalau lo iri"sarkas Galen


"Kalau gue sih gk iri ya,karna gue juga punya kerjaan"sahut Brayen yang tak pernah mau kalah


Lagi lagi alister hanya bisa menghelakan nafas, ia sadar jika ia hidup hanya bergantung dengan harta kedua orang tua nya


"Emangnya apaan kerjaan lo"


"Gue kerja, jadi bos di cafe, yang udah punya 100 cabang di new York"


"PRett!!"Galen dan alister tertawa terbahak bahak🤣🤣🤣


"Gimana lo ngurus nya!, lo aja sekarang di Indonesia! Anjing!!"ucap Galen yang masih tertawa


"Gw juga punya orang kepercayaan di sana!"


"Emangnya lo ngurus cafe apaan"


Alister yang juga masih bengek


"Cafe gue juga bukan sembarang cafe, cuma orang orang berduit yang bisa makan di sana!"sarkas Brayen


Ha-ha-ha ha ha 🤭🤣


"Bra, biskuit panda lo gue makan ya"Hairi datang menghampiri nya dengan sepiring biskuit berbentuk panda yang ia dapat kan dalam lemari.


"Makan aja, tapi gk gratis"


"Pelit banget sih lo!"hairi melempar brayen dengan sepotong biskuit


"Becanda"


Hairi pun duduk di samping kiri nya Brayen pandangan nya tertuju pada luxe yang sedang mabar dengan Fizi


"Widihh, tumben banget kutub utara lo mabar" sebuah gelaran dari Fizi untuk luxe yang irit bicara dan wajah yang slalu datar.


Luxe hanya melirik nya sekilas


"Gue tu lagi mikir, gue mau nge buat club malam, pendapat kalian gimana"


"Bagus!, yang deket sini aja"sahut brayen bersemangat


"Kalau kita ke sana, gratis ya"jawab Galen yang akhirnya berjalan menuju


Dapur


Ia pun kembali dengan membawa 2 botol wine, lalu duduk di sebrang mereka


"Lo mau mabuk?"tanya brayen yang kembali meng hirup vapeng nya


"Mumpung orang tua gue di luar negri"


Brayen dan Hairi ter kekeh


Baru saja ia menuang nya ke gelas dan ingin me minum nya, luxe langsung merampas nya lalu meminum nya


"Lo masih bocil"setelah mengatakan itu luxe kembali fokus dengan hp nya


"Eh! Kutub utara Lo lupa apa amnesia, Kita tu se umuran"ucap Galen yang kembali menuang wine kedalam gelas


"Bukan lupa atau amnesia tapi budek, sini biar telinga lo gue korek kin"Hairi mendekati luxe lalu merangkulnya sambil mem potek poteki telinga luxe


"Gw gk budek"luxe langsung mendorong hairi hingga ada jarak di antara mereka


"Eumm marah yaa...."hairi berusaha menggoda nya


Alister yang melihat keseruan mereka pun beranjak dari karpet lalu duduk di samping Galen


"Gue juga mau"


"Widihh, tumben Lo mau minum"ucap Galen yang langsung menuangkan nya


"Akhir-akhir ini gue banyak pikiran"


Ujar alister langsung mengambil satu botol wine yang ada di hadapannya itu


"Anjirr, lo mau minum semuanya"Galen tercengang melihat alister meminum wine yang langsung dari botol nya seperti orang yang sangat kehausan


"Tuangin buat gue, gue juga mau"ucap Fizi namun pandangan nya masih pada hp tidak ada kata lain selain hp, ia sudah terlalu candu


"Gue baru tau kalau lo juga bisa minum"ucap brayen yang masih hanya meng hirup vapeng rasa coklat nya


"Gue udah nyetok selusin di kamar gue"


"Ya elah sombong amat, gue yang punya pabriknya aja biasa biasa aja"ucap galen ia memang sudah bandar nya bahkan memiliki pabrik nya tapi itu begitu ia sembunyikan dari orang tua nya, jika sampai ketahuan bisa di usir bahkan di coret dari kk


Kali ini alister sudah benar-benar mabuk ia terduduk di karpet menyandar pada samping sofa


Rupanya ia sedang menyembunyikan tangis nya.


Fizi berhenti me mainkan hp nya ia mendekati alister yang kondisinya cukup memprihatinkan


"Tu anak nangis atau apa"beo brayen


"Lo gk denger dia lagi nangis"jawab Galen


"Lo kenapa?"Fizi mendekati nya dengan memberikan sentuhan di bahu


"Marina selingkuh Fiz, kurang gue apa?, Ganteng iya, kaya iya, perhatian iya, sayang iya, terus kesalahan gue di mana"alister menjawab nya dengan nada agak prustasi


"Ck! Kampret banget dah Marina udah bikin Alister kita jadi sad boy"tutur Galen sambil mengunyah biskuit panda


"Mendingan lo putusin aja"usul fizi


"Udah gue putusin"


"Bagus deh"jawab fizi sambil menepuk nepuk bahu alister pelan lalu kembali duduk


"Gue ini ganteng kan?"tanya alister menatap mereka ber 5 satu persatu


"Lo itu Ganteng"sahut hairi


"Lo itu Ganteng banget, paras lo dapat ngalahin pesona para monyet"ucap brayen yang membuat mereka terkekeh kecuali luxe yang hanya diam menatap alister


"Gue slalu berharap lebih ama marina, gue pikir hubungan gue sama marina bakalan sampai ke pelaminan karna marina udah beri gue harapan"gerutu alister


"jangan terlalu berharap, kita emang punya harapan tapi dunia punya kenyataan"tutur luxe sakali bicara langsung meresap menghantam dada


"Tu dengerin apa kata kutub utara"sahut galen


Pov ~ruang tamu nya