AISTRA

AISTRA
satu bus



Di lorong sekolah eyana Telah menunggu Brayen untuk lewat, ia terus saja duduk di bangku sambil


memegang sekotak donat yang tadi pagi ia buat.


"Kok kak brayen nya gk lewat lewat sih"


Tiba tiba saja dari kejauhan akhirnya brayen menampakkan batang hidungnya, ia terlihat berjalan menyusuri lorong itu dengan pandangan terfokuskan pada layar hp


Eyana agak berlari kecil tuk menghampiri nya


"kak Ais"panggil nya


Brayen menoleh pada nya sembari mematikan ponsel nya


"ngapa?"


Eyana terus saja tersenyum


"nih donat, buat kak Ais"eyana menyodor kan sekotak donat yang dari tadi ia teteng ke hadapan Brayen


"jadi dari tadi lo nungguin gw?"


Eyana mengangguk


"tumben?"


"terima dulu ini"ucap Eyana sambil menatap lekat Sekotak donat yang dari tadi telah ia sodorkan


"kasih aja ke yang lain, gw gk suka donat"tipal brayen yang membuat Eyana langsung terpaku


"heee...gitu ya"ia hanya bisa terkekeh


Padahal dulu saat mereke kecil makanan kesukaan nomor satu brayen ialah donat namun entah mengapa seleranya berubah setelah bangun dari koma


Merasa tak ada lagi yang akan di bicarakan Brayen langsung saja melenggang pergi


"gue cabut"


eyana hanya mengangguk sambil memberikan senyum palsunya


Ngilu rasanya sudah bangun subuh sampai sampai di amuk kaka sendiri, hanya untuk membuat donat yang tak berguna itu


...----------------...


Istirahat telah tiba namun entah mengapa bapak kepala sekolah mengumpulkan seluruh kelas XII di aula


Para siswa dan guru berkumpul di aula dengan rasa penasaran. Bapak kepala sekolah dengan serius berbicara, "Saudara-saudari, saya tahu istirahat telah tiba, tetapi saya memiliki pengumuman penting"


"widihhhh, pengumuman apaan tu pa?!"teriak seorang siswa


"Gimana saya mau ngasih tau, kamu Banyak omong"sahut bapak kepala sekolah yang berdiri di hadapan mereka dengan tangan yang memegang mic


"hehe...maaf pa"


"kita akan pergi ber malam di hutan, untuk melakukan percobaan bertahan hidup di hutan"perjelas bapak kepala sekolah


Terdengar kehebohan dan kegembiraan di antara siswa. Bapak kepala sekolah menjelaskan rencana perjalanan ke hutan yang indah, di mana mereka akan belajar tentang alam dan bertahan hidup . Semua siswa dan guru sangat antusias dengan petualangan yang menanti mereka.


"widihhh, pokok nya gue bakalan bawa makanan yang banyak"gumam hairi


"kehutan niat lo mau makan, apa belajar?"tanya fizi berada di samping nya, namun pandangan nya tetap sama seperti biasanya yaitu memandang layar headphone ber jam-jam


Hairi tertawa keras, " kita perlu makanan yang banyak agar energi kita tetap terjaga, saat belajar bertahan hidup di hutan. Siapa tahu kita bisa menangin kompetisi Makanan Terbanyak di alam liar!"


Fizi mengangkat alisnya dengan nada skeptis, "Kompetisi, Makanan Terbanyak, di hutan? gue lebih suka berpikir tentang kompetisi Tetap Terhubung dengan Dunia Luar Terlama, bersama hp gue ."


Semua siswa tertawa mendengar percakapan mereka, dan suasana hati yang santai pun menyertai persiapan mereka untuk petualangan di hutan


"jadi semuanya udah di bagi per kelompok, nanti yang umumkan wali kelas masing-masing"tutur bapak kepala sekolah


"biar bapak perjelas lagi, kita bakalan berada di hutan sekitar 5hari, dan di harapkan semuanya di esok hari nya sudah siap, jadi di anjurkan agar esok untuk datang lebih cepat ke sekolahan, sekian terimakasih."tutup bapak kepala sekolah, dengan tepukan tangan yang gemuruh.


...----------------...


Keesokkan harinya semua siswa siswi telah siap berkumpul di depan sekolah, menunggu bus yang akan membawa mereka ke tempat alam terbuka itu


Telolet telolet!!


Sungguh lucu itu adalah suara dari klakson bus yang baru saja tiba


Baru saja pintu terbuka semua orang menyerbu nya, Eyana yang awalnya berdiri paling depan bersama Erlin menjadi terdorong ke pinggir


"ishhh! Jancok"umpat Erlin


tak berselang setelah itu tiga bus kembali datang, namun tak di duga-duga hal yang sama terjadi kembali, mereka kesusahan untuk bisa masuk ke dalam, baru saja pintu nya terbuka semua orang sudah menyerbu karna mereka mem perebutkan kursi yang di dekat jendela.


Eyana hanya bisa menghelakan nafas, setelah semuanya tak berdesakan lagi


Eyana dan Erlin akhirnya bisa masuk mereka berjalan menuju dalam mobil seperti nya hanya ada tiga kursi kosong di paling belakang, tidak masalah jika itu yang paling belakang yang penting mereka bisa merehatkan tubuh mereka di perjalanan panjang itu.


Namun baru saja sopir menjalankan bus nya tiba tiba saja berhenti secara mendadak, membuat semua yang ada di dalam bus kaget bahkan ada yang hampir ter jungkal.


Rupanya itu Brayen yang keluar dari mobil hitam yang berhenti tepat di depan bus


"gw ketinggalan!!!"teriaknya sebelum pak supir membuka kan pintu bus


"kan udah di bilangin kalau berangkat nya pagi"ucap pak supir sembari membuka kan pintu


brayen langsung masuk"tadi tu ke siangan"jelas nya lalu ia sendiri lah yang menutup kembali pintu bus


Pak supir hanya tersenyum sembari mengangkat alis nya sebelah


Brayen masih saja berdiri ia sedang Meliat liat apakah masih ada kursi kosong, mata nya terus saja berkelana hingga menemukan satu yang kosong, tapi itu di samping Eyana si kecebong kecil


Di belakang sana Eyana yang merasa di perhatikan oleh Brayen langsung melambaikan tangan nya, ia tau jika Brayen sedang mencari kursi kosong dan itu hanya ada di samping nya, hari ini Tuhan sungguh baik padanya.


Dengan terpaksa Brayen melangkah menuju kursi yang ada di samping Eyana ia pun langsung duduk


"kak Ais kenapa bisa sampe ketinggalan bus?"dengan berani Eyana memulai pembicaraan


"buat apa gw ngasih tau lo, gk guna"


jawab brayen sembari memasang headphone ke kepala menyesuaikan dengan telinga nya yang awalnya ia gantung di leher.


Eyana memanyunkan bibirnya"Eya kan cuma nanya"gerutu nya


Ia merasa sedikit sedih karna kali ini Brayen terlalu ketus pada nya


Tak ingin terlalu mengambil hati dengan omongan Brayen, Eyana memutuskan lebih baik tuk ngemil saja, ia mengeluarkan sebungkus Kentang yang ber ukuran sedang dari dalam tas, gerak nya pun tak luput dari pandangan Brayen


"ngapain tu kecebong"tanya brayen dalam hati


Ia berusaha membukanya menggunakan tangan, biasanya juga ia menggunakan gigi tapi terlalu gengsi apalagi di dekat orang yang di sukai, se elegan mungkin ia berusaha membuka nya namun gagal itu sangat sulit "kok susah banget ya"gerutu nya dalam hati


Ia terus saja berusaha namun terus saja juga gagal Brayen yang gemas meliat kelakuan Eyana pun langsung saja mengambil nya.


"biar gue yang bukain"dengan mudah kemasan itu terbuka lalu Brayen kembali menyerahkannya nya


"Ma_makasih"


Eyana sedikit salting karna brayen membantu nya tuk membuka kan bungkusan itu, bahkan ia saja sampai ter gagap.


"ngapa lo senyum senyum"Brayen agak heran dengan sikap eyana


"Eng_enggk ada"eyana langsung membuang wajahnya ke arah jendela


Brayen tak menggubris nya ia kembali me mainkan headphone nya


sudah hampir lima belas menit di perjalanan Eyana terus saja ngemil dan yang membuka kan bungkus nya ialah brayen "untung hati gue baik" gerutu brayen harus sabar


Ia sudah menghabiskan enam bungkus kripik kentang rasanya tenggorokan nya sangat kering ia meletakkan sementara cemilan nya ke samping lalu ia mencari air di dalam tas nya sambil mengunyah sisa keripik Kentang yang ada di mulut nya,


namun ia tiba-tiba saja tersedak dadanya terasa sesak ia terus saja batuk


Ukhukk ukhukk


Brayen yang menyadari itu langsung menolong nya ia menjatuhkan headphone nya kelantai hanya karna beranjak tuk membuka tas guna mengambil sebotol air.


"minum"


Brayen membantunya minum dan tangan yang satu nya lagi menepuk nepuk pelan belang Eyana


"Ahhh... Dah enakan"lenguh eyana bernafas lega


"makanya lain kali kalau makan tu pelan pelan"nasehat Brayen yang kembali ketempat duduk


Eyana masih saja memegang botol minum brayen


"Er! Erlin!!"panggil eyana pada erlin yang duduk di kursi depan nya seperti nya erlin sedang tidur


"hmmm"erlin langsung menoleh ke belakang


"Erlin liat gk botol minum eya"


Karna erlin masih mengantuk ia hanya menggeleng geleng kan kepalanya


Eyana berfikir di mana botol minum nya mengapa tak ada di dalam tas ia yakin jika tadi ia memang memasukkan nya ke dalam tas