About Shasa'S Love

About Shasa'S Love
EPISODE 6



...****...


Kini Ed dan daddy Andrew sedang duduk santai di gazebo taman belakang dengan segelas jus buatan mommy Dira.


“Ed boleh daddy tanya?” ucap daddy Andrew menatap putranya.


“Tentu” jawab Ed singkat masih fokus pada game yang ia mainkan di ponselnya.


“Kamu sudah punya pacar?” tanya daddy Andrew.


“No dad” singkat Ed.


“Kau yakin?” tanya daddy Andrew sambil merampas ponsel putranya.


Ed hanya bisa menghela nafas saat ponselnya di ambil paksa padahal sedikit lagi ia akan menang.


“Ya aku yakin. Aku tidak sedang menyukai seseorang dan tidak sedang memiliki pacar” tegas Ed membuat daddy Andrew tersenyum bangga.


“Benarkah ucapanmu tadi sayang?”


Kini ganti mommy Dira yang bertanya sambil membawa nampan berisi camilan yang ia ambil tadi. Mommy Dira menaruh nampan di atas meja lalu duduk di samping putranya.


“Yes mom” singkat Ed.


“Kalau begitu kamu mau kan mewujudkan keinginan mommy?” tanya mommy Dira memasang wajah penuh harap.


“Mommy mau apa? Emang daddy gak bisa kasih keinginan mommy itu?” tanya Ed dengan nada mengejek sang daddy.


“Iya hiks daddy mu tidak bisa mewujudkannya” tangis mommy Dira dengan air mata buaya.


Bisa di katakan mommy Dira sangat jago dalam berakting, contohnya seperti saat ini.


“Mommy kog jadi nangis sih. Mommy mau apa sih? Biar nanti Ed beliin”


Sejak kecil Ed memang tidak akan tega jika melihat mommy nya menangis. Bahkan dulu saat Ed masih kecil, ia pernah membuang semua bawang merah di dapur hanya karna melihat sang mommy menangis saat sedang mengirisnya.


Dan sejak itu juga mommy Dira mengandalkan tangisannya agar Ed mau menurut pada nya. Wah keluarga yang unik.


“Ed daddy dan mommy berencana ingin menjodohkan kamu dengan sahabat kami” ucap daddy Andrew to the point saat melihat sang istri mulai berdrama.


Ed terdiam sejenak menatap daddy dan mommy nya bergantian lalu tertawa kecil, ia mengira daddy nya sedang bercanda saat ini.


“Daddy serius Ed” tegas daddy.


Raut wajah Ed langsung berubah dingin dan datar saat melihat keseriusan di mata kedua orang tua nya.


“Aku gak mau” ketus Ed.


“Kamu harus mau son” tegas daddy Andrew.


“Aku tetap gak mau menerima perjodohan ini” ucap Ed datar lalu bangkit.


Lengan Ed di tahan oleh mommy Dira saat ia akan melangkah pergi. Mommy Dira berdiri di samping putranya, dengan tangan nya mengusap tangan lembut putranya.


“Ed mommy mohon sama kamu sayang. Kamu mau ya menerima perjodohan ini” ucap mommy Dira lembut.


Ed menoleh kesamping menatap mommy nya datar.


“Berarti kamu mau dong kalo di jodohin sama orang yang kamu kenal” sahut mommy Dira dengan wajah berbinar.


Berbeda dengan Ed yang mendengus kesal mendengar ucapan enteng dari mommy nya di tambah dengan mata berbinar penuh harap yang membuat Ed merasa goyah.


“Duduk lagi dulu yuk sayang” lembut mommy Dira menuntut putra nya untuk duduk kembali dan Ed pun menurut.


Mommy Dira menghela nafas sesaat sebelum kembali tersenyum mengusap telapak tangan putranya yang kini sudah tumbuh dewasa.


“Ed mommy dan daddy berencana menjodohkanmu bukan karena apa sayang. Mommy dan daddy sangat menyayangimu. Dan kami hanya ingin kamu bersanding dengan wanita yang tepat sayang. Mommy juga yakin calon istri yang mommy pilihkan untuk kamu adalah calon istri yang tepat sayang. Mommy tidak ingin kamu salah memilih sayang. Mommy juga tidak mau kamu merasakan sakit hati dihianati, mommy gak mau sayang” ucap mommy Dira menahan air mata yang siap kapan pun menetes.


“Mommy gak akan tega melihat anak kesayangan mommy merasakan apa yang pernah mommy alami dulu” isak mommy Dira.


Ed terdiam mencerna setiap ucapan mommy nya. Ia paham kemana arah pemikiran mommy nya saat ini. Ed pernah mendengar cerita tentang masa lalu mommy sebelum bertemu daddy Andrew, itu pun ia tau dari alm. Opa nya.


Singkat cerita dulu mommy Dira sudah pernah akan menikah dengan tunangannya, tapi rencana pernikahannya harus kandas saat ia memergoki sang tunangan di kamar hotel bersama wanita lain dalam keadaan telanjang hanya berlapis selimut.


Saat itu undangan sudah tersebar semua persiapan sudah selesai hanya tinggal menunggu hari esok untuk acara pernikahan berlangsung. Mommy Dira yang merasa kecewa sampai depresi berat saat itu, karena menahan malu terlebih pada kedua orang tua nya.


Tapi Tuhan maha baik sampai akhirnya mommy Dira di pertemukan oleh daddy Andrew dan menikah sampai saat ini dan selamanya.


Ed menarik sang mommy dalam pelukannya. Ed tidak bisa membayangkan bagaimana hancur nya sang mommy waktu itu.


“Don't cry mom, please” ucap Ed mengusap punggung mommy Dira.


Mommy Dira melepas pelukannya dan menatap sang anak dengan tatapan teduh penuh kasih sayang.


“Sayang kamu mau ya menerima perjodohan ini?” ucap mommy Dira penuh harap membuat Ed lagi-lagi menghela nafas.


Daddy Andrew hanya bisa diam menatap percakapan istri dan anaknya. Karena saat ini hanya istrinya lah yang dapat membujuk putra mereka yang satu ini.


“Mommy dengar kan Ed, mommy mungkin bisa memaksa Ed menerima perjodohan ini. Tapi Ed enggak mau mommy memaksa wanita yang akan mommy jodoh kan dengan Ed untuk menerima perjodohan ini juga. Dia mungkin punya pilihan tersendiri mom” ucap Ed lembut mencoba menolak secara halus.


“Calon istri kamu bahkan mau menerima perjodohan ini sayang. Mommy paham betul bagaimana sifat dan perilaku nya selama ini. Makanya mommy tidak ragu untuk menjodohkan kamu dengan dia sayang, iya kan dad” ucap mommy Dira dengan senyum tipis di bibirnya.


“Mommy mu benar son. Lagian sebelum kalian juga sudah saling kenal hanya tidak dekat saja. Intinya pilihan daddy dan mommy selalu yang terbaik untukmu” jelas daddy Amdrew.


“Termasuk sebagai penerus mu dad” cibir Ed membuat daddy terkekeh.


“Karena kau putra tunggal kami, son” balas daddy Andrew.


'Sialan! Siapa sih wanita yang mau di jodohin mommy sama gue? Paling juga cuma mau harta gue aja' batin Ed.


“Jadi kamu mau kan sayang menerima perjodohan ini?” tanya mommy Dira menangkup kedua tangannya dan dengan wajah memohon.


“oke demi mommy, ingat demi mommy. Ed menerima perjodohan ini hanya demi mommy” jawab Ed akhirnya.


Senyum merekah terbit di bibir mommy Dira, mommy Dira langsung memeluk putranya dengan rasa yang sangat bahagia. Sebentar lagi ia akan mempunyai menantu idamannya selama ini.


“Makasih sayang makasih, mommy tau kau akan menerima perjodohan ini dan mommy sangat bahagia mendengarnya” teriak mommy Dira bahagia.


Ed tersenyum melihat raut wajah bahagia mommy nya. Begitu juga daddy Andrew yang langsung mengirim pesan pada sahabatnya bahwa mereka akan segera berbesan.


'Demi mommy gue mau menerima perjodohan ini, tapi lihat saja akan gue buat wanita itu menderita. Dan akhirnya memilih pergi, jadi bukan gue yang akan di salahkan disini' batin Ed dengan seringai diwajahnya.


...****...