
...****...
Siang ini Shasa baru saja selesai membuat kue bolu untuk camilan dirinya sendiri. Beberapa hari ini Shasa mulai menyibukkan dirinya dengan aktivitas rumah, mulai dari beres-beres sampai mencoba segala resep kue yang ia lihat di youtube. Shasa tidak ingin dengan dirinya berdiam diri akan membuatnya slalu berpikiran tentang pernikahan yang cepat atau lambat akan terjadi.
“Akhirnya selesai juga, sekarang tinggal rasain enak apa enggaknya” gumam Shasa mengiris kue bolu yang sudah dingin.
“Heemmm enak banget, pinter banget sih yang bikin resepnya” pekik Shasa sambil mengunyah kue buatannya itu.
Shasa mengambil beberapa iris kue lalu menaruhnya diatas piring dan memasukkan sisanya ke dalam lemari makanan. Ia lalu beranjak dengan sepiring kue di tangannya dan duduk di sofa.
Shasa duduk menikmati kue dipangkuannya sambil menonton tv, sampai suara ponselnya mengalihkan pandangannya dari tv.
“Mama” gumam Shasa.
“Halo ma” sapa Shasa.
"Hai sayang, kamu lagi ngapain?"
“Ini baru selesai bikin kue ma. Ada apa ma?” Shasa meletakkan piring kue di atas meja.
“Kamu gak sibuk kan sayang? Sore ini mommy Dira mau ngajak kamu fitting gaun pernikahan bareng Edwind. Kamu gak sibuk kan sayang?” jelas mama Nia.
“Harus sore ini ya ma” tanya Shasa.
“Iya sayang kam tinggal beberapa hari lagi mau kamu pakai sayang. Kamu bisa kan sayang? Nanti biar Edwind yang jemput kamu ya, biar kalian makin deket”
Spontan Shasa bangkit mendengar ucapan sang mama.
“Eh gak usah ma nanti Shasa bawa mobil aja sendiri, nanti yang ada ngrepotin kak Edwind ma” elak Shasa.
“Enggak bakal ngrepotin kog sama calon suami masa ngrepotin. Yaudah nanti kamu tunggu aja ya jam tiga sore. Mama matiin dulu ya sayang telponnya mama udah di panggilin papa mau ke pesta ulang tahun rekan bisnis papa” ucap mama Nia
“Mama nanti gak ikut berarti?” tanya Shasa memastikan.
“Kamu tenang aja sayang kan ada mommy Dira, yaudah ya sayang daahh” sambungan telpon pun terputus begitu saja.
Shasa menghela nafas berat dilihatnya jam dinding yang menunjukkan pukul satu siang dan berarti hanya tinggal dua jam lagi. Lagi-lagi Shasa merasa takut jika bertemu Edwind, masih teringat jelas kalimat malam itu.
“Okay Shasa kamu gak boleh negative thingking dulu gak boleh, gak baik juga” gumam Shasa melahap kue nya kembali.
.
.
.
Lagi-lagi Shasa harus berada di dalam suasana mencengkram seperti ini. Kini Shasa sedang di dalam mobil dengan Edwind yang sejak tadi hanya diam dengan sifat dinginnya.
Shasa hanya dapat melirik Edwind tanpa berani menatap pria di sampingnya itu. Saat seperti ini Shasa menyadari sesuatu Edwind terlihat tampan dengan wajah seriusnya. Lama Shasa mengamati wajah Edwind dari lirikannya.
“Gue tau kalo gue tampan tapi gue jijik kalo yang ngelirik gue itu lo!”tekan Edwind di setiap katanya sambil menoleh menatap Shasa yang terdiam menunduk.
Shasa merutuki dirinya sendiri saat tidak menyadari bahwa mobil sudah berhenti di parkiran butik langganan keluarga Anderson.
BRAKK
Suara pintu mobil tertutup dengan keras dapat Shasa lihat tubuh Edwind mulai berjalan masuk ke dalam butik. Shasa pun segera keluar dan menyusul pria itu dengan langkah tergesa sampai ia bisa menyamai langkah panjang Edwind.
“Akhirnya kalian sampai juga, ayo sini-sini” teriak mommy Dira dengan raut bahagia.
“Maaf mom aku gak bisa lama-lama, aku cuma mau antarin dia kesini” ucap Edwind menekan kata ‘dia’ sambil melirik Shasa.
“Loh kog gitu sih sayang ya gak bisa gitu dong, kalian itu harus fitting baju barengan masa sendiri-sendiri sih” kesal mommy Dira.
Shasa bisa merasa sedikit lega melihat punggung Edwind yang mulai menjauh, tapi tidak dengan mommy Dira yang merasa tidak enak pada calon menantunya.
“Maafin Edwind ya sayang” pinta mommy Dira dengan raut sedihnya.
“Enggak apa-apa kog mom, lagian kan kak Ed emang lagi sibuk-sibuknya di kantor mom” Shasa tersenyum hangat pada mommy Dira.
“Makasih ya sayang kamu mau ngertiin putra mommy yang sibuk banget sama kerjaannya. Mommy jadi semakin yakin kalau kamu emang yang terbaik untuk menemani jalan hidup Edwind” ucap mommy Dira tulus dari lubuk hatinya sebagai seorang ibu.
“Mommy bisa aja” senyum Shasa.
“Yaudah kita pilih-pilih gaun buat kamu dulu yuk sayang” ajak mommy Dira.
Kini mereka berada di dalam ruangan vvip yang sudah disediakan dengan sepuluh gaun terbaru rancangan desainer terkenal. Shasa dibuat tercengang dengan deretan gaun yang indah dan cantik. Matanya langsung terpesona pada tiga gaun dibarisan nomor tujuh, delapan dan sembilan.
“Kamu suka yang mana sayang?” tanya mommy Dira lembut.
“Shasa suka yang ini mom, simple namun cantik” ucap Shasa menunjuk ke tiga gaun itu.
“Dan akan lebih terlihat cantik saat seorang bidadari seperti dirimu yang memakainya sayang” puji mommy Dira membuat pipi Shasa merona.
“Yaudah kamu coba ketiganya dulu ya sayang, yang ini untuk akad paginya dan dua gaun ini buat resepsinya, gimana?” mommy Dira menatap Shasa yang mengangguk.
*(Untuk gaun paginya waktu akad)
*(Untuk acara resepsi sore)
*(Untuk acara resepsi malam)
Selesai mencoba gaun-gaun tersebut, mommy Dira pun mengantarkan Shasa pulang. Tadinya Shasa sempat ingin menolak tapi melihat wajah mommy Dira yang penuh harap, ia pun hanya mengangguk saja.
“Sudah sampai mommy makasih ya, maaf Shasa ngerepotin mommy” ucap Shasa merasa tidak enak.
“Enggak ngerepotin kog sayang, mommy malah seneng. Yaudah kamu masuk ya maaf mommy cuma bisa anter kamu dari sini gak bisa ikut ke atas” mommy Dira mengusap lengan Shasa.
“Enggak papa kog mommy, sekali lagi makasih ya mom. Mommy hati-hati di jalan” ucap Shasa di angguki oleh mommy Dira.
Mobil itu pun mulai berjalan meninggalkannya yang masih berdiri, mommy Dira tidak menyetir sendiri kog ada sopir pribadinya yang akan mengantarkannya kemana saja majikannya itu akan pergi.
Shasa tersenyum mengingat hangatnya mommy Dira padanya, tapi senyumnya seakan surut saat mengingat dinginnya Edwind, calon suaminya.
Tak mau bergelut dengan pikirannya Shasa pun berjalan masuk menuju apartementnya yang berada di lantai 7.
Ting...
Pintu lift terbuka dan pemandangan pertama yang ia lihat seseorang yang terduduk lesu di depan pintu apartementnya dengan wajah kusut layaknya pakaian yang tidak pernah disetrika saja.
“Loh Lily? Ngapain kamu duduk depan pintu apartement aku sih” tanya Shasa pada seseorang yang duduk di depan pintu apartementnya. Ternyata sahabat sendiri.
“Kamu dari mana aja si Sha, aku tuh udah lama banget nungguin kamu. Kamu tau enggak aku tuh laper. Trus mau masuk lupa kata sandinya apa. Lagian kamu tuh punya ponsel buat apa sih susah banget dihubungin berdering tapi kog gak diangkat” sungut Lily kesal membuat Shasa tak bisa menahan tawanya.
“Udah enggk usah cemberut gitu, sekarang kita masuk dulu ya aku tadi bikin kue resep baru lo Ly. Kalo masalah ponsel maaf soalnya tadi aku silent” jawab Shasa nyengir kuda.
“Yaudah ayo masuk mau habisin kue kamu aku” ucap Lily semangat saat mendengar kata kue.
...****...