
...****...
Hari demi hari berlalu dengan begitu cepat. Dan hari ini adalah hari dimana Shasa telah resmi menjadi istri dari pria tampan bernama Edwind. Pagi tadi acara ikrar janji suci di gelar dengan sangat sederhana seperti yang diinginkan Shasa.
Mama Nia dan mommy Dira menuruti keinginan Shasa, sederhana namun elegan. Acara di lakukan di taman dengan hamparan rumput hijau luas yang indah dan danau buatan yang memukau.
*acara pagi Shasa dan Edwind saling mengikrar janji suci pernikahan
Jika tadi pagi hanya di hadiri oleh keluarga dan kerabat terdekat saja, maka berbeda dengan acara resepsi malam ini yang di gelar mewah. Mengundang ratusan tamu undangan mulai dari rekan bisnis papa Daniel dan daddy Andrew, sampai kalangan artis papan atas di undang untuk mengisi acara pernikahan ini. Tak lupa sahabat Edwind dan Shasa. Sebenarnya Shasa hanya mengundang Lily dan teman kuliahnya mama Nia lah yang mengundang. Di acara resepsi ini Shasa berganti gaun dua kali dan yang ia pakai saat ini gaun yang sudah di tentukan untuk resepsi malamnya.
*acara resepsi Shasa dan Edwind.
Shasa bahkan tidak menyangka resepsi pernikahannya akan diadakan semewah ini. Sudah dua jam lebih Shasa berdiri di samping Edwind menyalami para tamu undangan yang memberi ucapan.
Bahagiakah Shasa saat ini? Jika ada yang bertanya seperti itu Shasa akan menjawab bahagia dan sedih. Jujur saja jauh dilubuk hati ia merasa bahagia memiliki pendamping dalam sisa cerita hidupnya, tapi Shasa juga merasa sedih dan takut akan pernikahannya nanti.
Bertahan lama kah pernikahan ini? Shasa berharap menikah sekali seumur hidupnya dan dengan memantapkan hatinya ia akan berjuang mempertahankan pernikahan ini apapun yang terjadi.
Shasa melirik pria tampan di sampingnya, sejak meraka sah menjadi sepasang suami istri pria di sampingnya tidak berbicara pada nya. Edwind akan menjawab dengan gumaman setiap Shasa bertanya.
Edwind sendiri merasa malas untuk berbincang dengan gadis di sampingnya yang sudah resmi menjadi istrinya beberapa jam lalu. Di otak Edwind hanya ingin segera selesai dan membawa gadis itu ke dalam neraka yang ia ciptakan. Edwind menyeringai setiap mengingat apa yang akan ia lakukan pada gadis yang sialnya kini menjadi istrinya itu.
‘Akan ku pastikan tidak ada hari bahagia untukmu, ******’ batin Edwind melirik Shasa yang tampak cantik dengan gaunnya.
‘Kau cantik tapi sayang aku tidak tertarik’ sambung Edwind.
Kini giliran para orang tua untuk mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu. Papa Daniel berjalan lebih dulu disusul mama Nia, daddy Andrew dan mommy Dira.
“Selamat atas pernikahan kalian, papa harap kamu bisa menjaga putri papa satu-satunya ini” papa Daniel menepuk bahu menantunya.
“Pasti pa” jawab Edwind singkat sambil tersenyum tipis sangat tipis.
Papa Daniel berpindah memeluk putrinya membisikkan untaian kata betapa ia sangat menyayangi Shasa dan memberi doa terbaik untuk putrinya.
“Makasih untuk semua nya pa” Shasa menitikkan air mata haru dalam pelukan sang papa.
“Selamat ya nak, tolong kamu jaga dan sayangi putri mama. Dia berlian dalam hidup mama” mama Nia memeluk Edwind penuh kasih seorang ibu.
“Pasti ma, Edwind akan menjaga dan menyayangi putri mama. *Sekali pun dalam mimpi janji itu hanya sekedar kata yang terucap dibibir, maaf ma” *janji Edwind pada mama Nia dan batin Edwind dalam hati.
“Mama percaya padamu nak” mama Nia beralih memeluk putrinya yang tampak cantik malam ini.
“Selamat ya nak, papa dan mama akan selalu mendoakan pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan. Jadilah istri yang berbakti pada suamimu ya nak”
“Makasih ma, Shasa sayang sama papa dan mama” ucap Shasa memeluk mama Nia.
“Happy wedding my son” daddy Andrew memeluk putra sematawayangnya.
“Jaga istrimu dengan baik, sayangi dia tanggung jawabmu sekarang sudah bertambah. Dan segera beri kami cucu yang tampan dan cantik” daddy Andrew menepuk kedua bahu putranya sambil tersenyum jail.
“Sudahlah sayang kau membuat menantu kita malu” mommy Dira memukul punggung suaminya.
Daddy Andrew hanya berdesis tak suka saat istrinya memukul punggungnya, daddy Andrew pun berganti memeluk mantu cantiknya.
“Kalo anak ini menyakitimu bilang daddy biar daddy potong buyungnya” canda daddy Andrew membuat Edwind mendengus kesal dan yang lain tertawa.
“Son, kau putra mommy satu-satunya. Mommy selalu berdoa akan kebahagiaanmu. Jaga Shasa seperti kamu menjaga mommy, sayangi Shasa seperti kamu menyayangi mommy. Jangan sakiti dia karena kamu akan menyakiti mommy juga saat itu. Selamat atas pernikahanmu sayang, mommy percaya padamu” Mommy Dira menangis haru memeluk putranya.
Edwind terdiam membalas pelukan sang mommy. Entah kenapa hatinya merasa hal aneh setelah mendengar ucapan sang mommy. Benarkah ia juga akan menyakiti sang mommy nantinya? Pikir Edwind.
Mommy Dira melepas pelukannya berganti memeluk Shasa.
“Ya Tuhan akhirnya kamu jadi mantu mommy sayang, selamat atas pernikahan kalian ya. Kalau anak mommy nakal cubit aja ya”
“Iya mom, makasih mommy” ucap Shasa.
Mereka pun berfoto bersama dengan dua pengantin di tengah. Dari jauh Kenzo menatap datar dua pengantin di depan sana.
“Hai bos kondisikan wajahmu itu, kau tidak sedih karena dilangkahi nikah adikmu kan hahaha” canda Evans asisten sekaligus sahabat Kenzo dan Edwind.
“Tutup mulutmu jika kau masih ingin gajimu aman” ancam Kenzo dengan lirikan tajamnya.
“Kau tidak ingin berfoto bersama keluargamu bos? Yak, jangan malu walau kau masih jomblo bukan berarti kau dilarang foto bersama mereka. Mau ku carikan dulu bos? Mungkin jodohmu diantara wanita-wanita di pesta ini” bukan berhenti bicara, Evans semakin menjadi membuat Kenzo kesal.
Evans menoleh kesana kemari seakan mencari seseorang yang cocok untuk bosnya.
“Diamlah” geram Ervins kembaran Evans asisten Edwind sekaligus sahabat Edwind dan Kenzo.
Jika sifat Evans humoris, baik hati dan ramah, maka berbeda dengan kembarannya Ervins sifatnya yang dingin, dan cuek sama seperti Edwind dan Kenzo.
“Ck menyebalkan” desis Evans sampai matanya tertuju pada gadis cantik dengan gaun simple.
Evans langsung menepuk bahu Kenzo sambil menunjuk gadis cantik dengan gaun simple itu. “Lihat deh bos, sama tuh cewek aja bos. Cocok kog sama dia”
*penampilan Lily
Kenzo dengan malas mengikuti arah yang di tunjuk Evans itu. Bisa dilihat gadis cantik nan anggun dengan gaun simple namun elegan. Kenzo langsung mengenali gadis cantik dengan polesan make up tipis, dia Sherly Pranada.
“Ck dia sahabat anak sialan itu” desis Kenzo memutar bola mata malas.
Evans manggut-manggut mendengarnya, jadi dia sahabat Shasa? gumam Evans. “Tapi kau cocok dengannya” usul Evans.
“Diamlah Vans!” geram Kenzo memiting leher Evans.
“Ba-baiklah baiklah aduh sakit lepaskan Ken” Evans mengaduh sakit.
...****...