About Shasa'S Love

About Shasa'S Love
EPISODE 20



...****...


Sepulang dari kampus Shasa mampir ke apartementnya untuk mengambil beberapa barang yang tertinggal. Sudah 2 minggu sejak Edwind berangkat ke Spanyol dan sampai hari ini belom memberi kabar padanya. Ervins senndiri hanhak sekali waktu mereka sampai di Spanyol. Entah apa yang Edwind lakukan sampai sesibuj itu, tapi di sisi lain Shasa sendiri tidak bisa menyalahkan tingkah Edwind.


"Hmm map nya aku taruh mana ya kog lupa sih" gumam Shasa.


Setelah mencari di meja belajarnya Shasa menemukan map yang ia cari, sejenak pandangan Shasa tertuju pada foto kedua orang tuanya. Ia memutuskan untuk duduk di kursi meja belajarnya dan mengamati foto itu.


"Apa ada sesuatu yang enggak Shasa tau ma, pa? " gumam Shasa.


"Kenapa banyak hal yang membuat Shasa merasa takut akan satu hal. Shasa berharapan pikiran ini tidak benar"


Tak lama terdengar isak tangis mengingat setiap kata yang terlontar dari orang sekitarnya untuk dirinya. Terlebih dari Kenzo dan kini suaminya,, ia masih ingat betul malam itu.


"Shasa takut ma pa, takut akan pikiran Shasa sendiri. Takut akan fakta lain tentang diri Shasa selama ini" tangis Shasa.


.


.


.


Spanyol.


Edwind baru saja menyelesaikan rapat siang ini, jadwalnya benar-benar padat sejak ia tiba di negara ini. Entahlah, untuk sekedar memegang ponsel saja ia tidak bisa. Sudah dua minggu ia berada di Spanyol dan ada rasa yang tidak bisa ia jelaskan. Ada sedikit celah rindu tapi tertutup gengsinya.


"Huh" Edwind menghela nafas.


"Kemana dia? " ucap Edwind mengernyit dahi melihat tampilan cctv di layar Ipadnya.


Ya, sedikiy info dan rahasia Edwind selama di Spanyol ia akan meluangkan waktunya barang 15 menit hanya untuk mengecek sedang apa Shasa di rumah. Tanpa Shasa ketahui rumah yang ia tempati sudah di pasang cctv yabg terhubung langsung pada Ipad Edwind dan hanya bisa diakses oleh pria itu, bagaimana tidak cctv nya saja sampai di dalam kamar bukan bahaya jika orang lain mengaksesnya.


"Bukankah di sana sudah malam? Kenapa belum pulang juga? Kemana dia? " sedikit rasa kesal mennyelubungi hati Edwind.


Tok Tok Tok


"Masuk" pinta Edwind masih menatap layar Ipadnya.


Ervins masuk dan berdiri di depan meja kerja Edwind, "Satu jam lagi rapat dengan klien akan di mulai tuan, ini berkas tambahan yang harus anda pelajari"


Edwind menghela nafas menatap map yang di sodorkan Ervins padanya, Edwind menaruh Ipad itu di atas meja lalu melirik sahabafnya itu.


Ervins yang di tatap seeperti paham apa maksud dari tatapan pria itu, "Sepulang kuliah nona Shasa terlihat mampir ke apartementnya dan sampai saat ini belum juga kembali atau pun keluar tuan" jelas Ervins.


"Pantau terus dia jangan sampai ia melakukan hal memalukan yabg akan berimbas pada ku dan juga pekerjaanku. Laporkan jika dia sudah pulang nanti"


"Baik tuan" jawab Ervins, benar saja gajinya tinggi kerjanya saja profesional. Cuma pakai bahasa tatapan saja sudah paham, si Ervins jangan-jangan cenayang nih hehehe...


Edwind mengangguk lalu mengangkat tangan berisyarat agar Ervins meninggalkan ruangannya. Ervins pun pergi untuk menjalankan perintah Edwind.


Edwind kembali melirik layar Ipadnya sebelum kembali terjun kedalam tumpukan map itu.


...****...