About Shasa'S Love

About Shasa'S Love
EPISODE 19



...****...


Di dalam mobil Edwind melirik pada paper bag di sampingnya lalu bertanya pada Ervins milik siapa itu. Karena seingatnya ia tidak membawa paper bag ini saat masuk tadi.


"Milikmu Vins?" tanya Edwind menunjuk paper bag itu.


"Milik anda tuan, titipan dari nona Shasa tadi" jawab Ervins mode kerja.


Mendengar jawaban Ervins tangan Edwind meraih paper bag itu dan melihat isi di dalamnya. Dahinya mengernyit saat mendapati empat toples berukuran sedang, ia raih salah satu dari toples itu dan melihat isi di dalamnya yang ternyata kue kering.


Ervins pun melirik dari kaca spion depan, sebenarnya ia juga kepo hanya saja yah sebelas dua belas seperti Edwind lah,. Jadi tidak salah jika mereka sealiran hehehe.


Edwind menahan senyumnya mati matian bagaimana bisa wanita yang berstatus istrinya itu menghias kue kering untuknya dengan tema selucu itu, ia merasa seperti anak kecil yang sednag meninggalkan rumah saja jika seperti ini.


Sesaat Edwind menggeleng dan meletakkan kembali toples itu, mata terarah pada note yang tertempel di paper bag itu.


...*Selamat menikmati perjalananmu kak, hati-hati di jalan,. Dan terimalah kue ini jangan di bagi pada siapa pun. Sampai jumpq satu bulan lagi kak Ed*...


Edwind menaruh kembali paper bag di sampingnya, baiklah ia akam membawa kue kering itu. Bukan karena ada apanya, sejak kecil Edwind sudah diajarkan bagaimana cara menghargai makanan. (*si Edwind banyak alasan bilang aja mau babget tapi gengsi ya kan ya heheh)


"Bagaimana paper bag ini masuk ke mobil Vins? " mode datar Edwind on. Ia tidak mau ada orang yang menyadari perubahannya, karena setiap Edwind mendapat bingkisan atau makanan yang tidak ia pinta berada di dalam mobilnya ia akan langsung menyuruh Ervins untuk memberikannya pada orang lain.


Tapi untuk kali ini beda, ia tidaj ingin berbagi pada siapa pun.


"Tadi nona Shasa memberikannya kepada saya tuan"


...-Flashback-...


Suara mobil terparkir tepat di depan teras pintu utama, Shasa yang memang sudah siap sedari tadi segera meraih paper bag di atas meja makan lalu membawanya ke depan. Dan benar saja Ervins sudah berdiri tepat di depan pintu dengan tangan terangkat ingin menekan bel.


Ervins menunduk sesaat melihat Shasa, bagaimana pun saat ini Shasa sudah menjadi istri dari bos nya. "Selamat malam nona" sapa Ervins.


"Selamat malam juga kak Ervins" sahut Shasa tersenyum manis.


"Apa tuan sudah siap nona? " Tanya Ervins.


"Oh kak Ed baru saja akan mandi. Emm,, Shasa boleh minta bantuan sedikit? " Tanya Shasa lebih tepatnya memohon pada pria di depannya ini.


"Apa yang bisa saya bantu nona? " bukannya menjawab Shasa memberikan paper bag pada Ervins membuat pria itu bingung.


Seakan paham akan kebingungan Ervins, Shasa pun menjelaskan. "Shasa titip kue kering ini tolong berikan pada kak Ed dan pastikan agar kan Ed tidak memberikannya pada orang lain, kak Ervins bisa kan? "


"Kenapa tidak nona saja yang memberikannya? "


"Ini namanya suprice jadi kak Ed tidak boleh tau" jawab Shasa.


"Baik nona akan saya berikan nanti kepada tuan" Ervins meraih paper bag itu.


"Terima kasih kak Ervins" Ervins mengangguk dan kembali ke dalam mobil menaruh paper bag tersebut.


...-Flashback End-...


Edwind terdiam mendengar cerita Ervins barusan, satu hal yang membuatnya merasa entah apa namanya. Suprice katanya? Edwind sadar bukan itu alasannya, Shasa melakukan ini karna ia tau bahwa dirinya pasti akan menolak secara keras seperti siang tadi. Tapi Shasa menutupi itu semua. Sejenak Edwind menghela nafas mengingat ucapannya siang tadi.


.


.


.


Siang ini Shasa terdiam menikmati segelas es teh di balkon kamar, beberpaa kali ia melirik ponselnya memanti kabar dari Edwind. Perbedaan waktu membuat mereka akan sulit berkomunikasi tpi bukan itu maslaahnya. Shasa yakin Edwind tidak akan pernah mengabarinya, untjk membalas pesannya saja ia tidak yakin.


"Huh enaknya ngapain ya? Sepi benget. Ah telpon si Lily aja suruh kesini gak papa kan ya. Sekalian buatin si bocil kue kesukaannya"


Baru saja akan menghubungi Lily, ponselnya bergetar menandakan pesan singkat dari seseorang. Dan benar saja ternyata dm dari Ervins.


Ervins_5


Selamat siang nona, saya ingin mengabarkan bahwa tuan sudah sampai sejak 1 jam yang lalu dan saat ini sedang sibuk dengan pertemuan.


Shasa tersenyum mendapati kabar tentang Edwind. Ia mengucapkan terima kasih atas inisiatifnya memberi kabar.


"Semangat untuk satu bulan ke depan suami" ucap Shasa menatap foto profil suaminya.


Ting Tong


Ting Tong


Shasa beranjak saat mendengar suara bel berbunyi, saat dibuka ternyata si bocil sudah ada tepat di depannya. Ia saja lupq ingin mengabari bocilnya ini, siapq lagi kalo bukan Lily.


"Uh kangen Shasa tayang" manja Lily memeluk erat sahabatnya itu.


"Utututu bocil ku sudab sampai sini aja padahal tadi masih mau di telpon" Shasa membalas pelukan Lily.


"Kenapa belom telpon sampek sekarang?? Ih Shasa gak niat ya mo telponnya" ketus Lily dengan wajah pura-pura kesal.


"Ututututu anak tiapa ini utututu" canda Shasa mencubit gemas pipi Lily.


"Ih udah ah geli tau Sha" Lily bergidik ngeri sendiri membuat Shasa tertawa.


"Makanya jangan sok sok an manja geli sendiri kan" sahut Shasa.


"Udah ah ini tamu dibiarin disini aja nih?? Enggak disuruh masuk??" ketus Lily tak trima.


"Iya iya ayo masuk, silakan nona muda yang cantik"


"Sama sama babu ku" canda Lily yang langsung mendapat geplakan di bahunya dari Shasa.


"Langsung ke dapur aja gimana? Kemarin aku buat kue kering loh,. " ajak Shasa yang langsung di setujui oleh Lily.


"Okay, ayok cus" Lily menarik tangan Shasa kearah yang salah.


"Dapurnya di sana Lily" tunjuk Shasa.


"Oh kirain ke sana, inirumah juga napa gede banget sih Sha ya ampuuunn" Heboh Lily.


Shasa menyajikan setoples kue kering dan segelas jus untuk Lily, dan mereka memilih duduk di meja ruang makan.


"Ih kog lucu sih, enggak tega makannya" pekik Lily melihat kue kering buatan sahabatnya itu.



"Btw Sha, kamu buat kayak gini trus kamu bawain suami kamu?? Enggak salah? " tanya Lily.


"Emang ada yang salah?? Lucu loh Ly"


"Ya enggak ada yang salah sih, cuma terlalu kiyowo buat cowok Shasa cantik"


"Ah masak sih, bagus kog. Ini tuh kreatif dalam berkarya Lily" bela Shasa, walau dalam hati ia mulai merasa khawatir. Bagaimana jika Edwind merasa malu dengan bentuk kue nya.


...****...