
Meskipun aku berkata begitu, aku tetap melarikan diri sebagai opsi pilihanku. Bagaimanapun juga aku setidaknya telah berusaha menyelamatkan diriku. Yah, meskipun terkadang beberapa kali Chimera mendatangiku untuk menerkam.
Graaa!!
"Sial! Fireball!"
Begitulah caraku menghalau serangan Chimera untuk saat ini. Meski itu efektif, namun serangan ini cukup beresiko, karena di bukit banyak pepohonan, jika saja terkena skill milikku apinya akan menyebar dan membakar seluruh bukit. Aku mungkin selamat, tapi banyak dari para petualang kota yang kehilangan pekerjaan mereka.
Berusaha terus melarikan diri. Aku tersandung oleh akar pohon. Itu menyakitkan hingga membuatku terguling-guling dan menabrak pohon sama sini. Membuat beberapa tulang rusukku patah. Berkat itu sekarang aku tidak bisa benar-benar berdiri tegak.
Graaa!!
"?!"
Sepertinya Chimera menyerang sekali lagi. Aku berhasil menghindar dari terkaman ya dan lolos. Tapi aku sempat terkena goresan di bagian dada dari cakarnya.
"Ack!"
Luka itu cukup menyakitkan. Dan aku bisa melihat banyak darah yang keluar dari dada ku. Jika ini dibiarkan aku akan mati karena kehabisan darah. Kembali ke kota pun sudah terlambat, mungkin aku sudah mati di tengah perjalanan.
"Jadi sampai disini saja ya."
Bisa-bisanya aku bertemu dengan monster legendaris peringkat A di kemampuanku yang sangat pas-pasan ini. Aku tersenyum mencela diriku sendiri. Bahwa akhirnya aku akan menjadi orang yang gagal meski sudah menjadi kehidupan keduaku kali ini.
"Kalau begitu maka pilihan terakhirnya aku harus benar-benar melawannya, ya."
Aku menggenggam erat tongkat sihirku. Berdiri membungkuk karena beberapa tulang rusukku telah patah. Aku melihat Chimera yang terbang memutar dan mengambil ancang-ancang untuk menyerangku lagi
Tidak lama kemudian Chimera terbang menukik ke bawah ke arahku. Aku segera menggunakan skill apiku untuk menembakkan beberapa Fireball ke arah Chimera tersebut. Tapi mampu dihindarinya.
Sepertinya dia telah belajar setelah mencoba menyerangku berkali-kali. Bila itu memang tidak berhasil. Maka aku memutar tongkat sihirku diatas. Dan menciptakan pelindung api sehingga Chimera berputar arah sebelum mendaratkan cakarnya padaku.
"Sudah kuduga, daya serang skill ku meningkat karena memakai tongkat sihir ini."
Akibatnya api yang aku ciptakan lebih panas daripada sebelum menggunakan tongkat sihir. Membeli barang ini memang bukan keputusan yang salah.
Tidak berhenti disitu. Chimera berputar lagi di udara, kali ini ekornya menyemburkan cairan yang bewarna ungu ke arahku. Jika aku benar, maka itu adalah racun, aku sempat menghindar namun dengan tubuh yang hampir tidak bisa berdiri ini aku tidak bisa menghindari semua cairan racun ini.
Jadi aku menembakkan bola bola api ke cairan racun itu. Membuatnya menguap dan menjadi asap racun. Menahan nafasku, pandanganku menjadi kabur karena asap tersebut.
Saat mencari jalan dengan pandangan yang lebih baik. Tiba-tiba saja sebuah cakar mencengkeram pakaianku, dan membawaku terbang diatas langit. Ternyata Chimera itu berhasil menangkap ku.
Jika mengikuti cara elang membuat mangsanya tidak bisa berkutik. Maka Chimera itu akan menjatuhkan ku diatas baru dari ketinggian untuk membunuhku lalu memangsanya. Itu buruk.
"Sial!"
Aku bisa saja menggunakan skill tapi jika aku lakukan. Maka itu sama saja dengan bunuh diri. Saat aku menyerangnya maka Chimera mau tidak mau akan melepaskan kakinya untuk menjatuhkan ku.
Nah, satu-satunya pilihanku adalah berharap dan menunggu untuk tempatku mendarat dengan aman. Aku memejamkan mataku dan mulai berharap, dan benar saja. Tidak lama setelah itu, aku melihat sebuah sungai yang mengalir tepat tidak jauh dari posisi Chimera terbang.
Jika Chimera terbang lulus maka aku akan menggunakan skill untuk melepaskan diri. Tapi tiba-tiba saja Chimera berbelok, dan menjauhi sungai itu, yang benar saja!
Aku mulai memberontak, agar Chimera mau berputar arah ke arah sungai tersebut. Namun seberapa keras aku memberontak itu hanya akan membuat posisiku saat ini lebih buruk lagi. Dan yang paling buruk adalah, aku dijatuhkan.
"Tidak ada harapan lagi."
Chimera semakin menjauh di sungai. Jadi mungkin aku akan mati disini. Yah, hidupku yang kedua ini cukup singkat. Jadi aku tidak akan mengeluh seperti kehidupanku yang pertama. Bagaimanapun juga aku sudah berusaha keras, dan sekarang aku akan menerima hasil dari upaya sia-sia itu.
"Satu-satunya cara yang bisa kulakukan adalah membawa Chimera ini mati bersamaku."
Tidak mungkin aku membiarkan monster berbahaya sepertinya membahayakan kota. Terlebih lagi, di kota kecil itu ada dermawan ku, si Elf Emili. Dia sudah membantuku banyak hal dan membuatku sangat berhutang Budi padanya.
Aku teringat dengan janji kami untuk kencan besok. Namun sepertinya aku tidak bisa memenuhi janji itu.
"Maafkan aku, Nona Emili."
Aku tersenyum. Lalu mengubah seluruh energi sihir di tubuhku menggunakan skill. Jika begini, maka aku bisa meledakkan diriku bersamaan dengan Chimera tersebut.
Karena belakangan ini skill ku menjadi terus meningkat dan bertambah kuat. Bahkan mampu memberikan luka kepada Chimera. Aku yakin jika daya ledak dari skill ku ini bisa langsung membunuhnya. Yah, meski disayangkan aku tidak memiliki tongkat sihir disini.
Tapi kekuatanku saja sudah cukup.
"Maka... Selamat tinggal."
Boom!