
Semua orang bekerja keras untuk mendapatkan kebahagian mereka sendiri, tentu saja. Sekarang dua bulan telah berlalu dan aku sebagian besar sudah bisa menguasai bahasa manusia dengan baik. Meskipun aku masih belum terbilang cukup mahir. Tapi aku sudah bisa berbicara layaknya manusia normal.
Itu semua berkat bantuan dari Elf bernama Emili yang sangat baik hati. Meskipun aku sudah bisa membaca aku terkadang masih terus mengunjungi perpustakaan untuk berbincang dengannya, dan tentu saja untuk memperdalam ilmu bahasa manusia ku.
Aku juga belajar menghitung dari Emili. Emili mengatakan bahwa kecepatan belajarku itu menakjubkan. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah karena aku sudah mengerti dasar-dasar dari menghitung.
"Benar, itu bagus!"
Cara mengajar Emili juga sangat mudah dimengerti sehingga aku bisa mencernanya dengan cepat. Dia benar-benar memiliki pengetahuan yang luas. Sekarang aku benar-benar percaya kalau Emili sendiri lah yang menulis semua buku di perpustakaan ini. Sungguh Elf yang menakjubkan.
Sekarang setelah mendapatkan bantuan darinya. Aku harus membalas kebaikannya.
"Emili... Apakah... Ada... Yang... Kau inginkan?"
"Hmm, yang ku inginkan? Hmm, kau mau mencoba membalas perbuatanku, ya? Itu tidak perlu. Aku melakukannya karena aku mau."
"Tidak boleh... Aku... Harus memberi... Sesuatu..."
"Uh, sulit karena dirimu memaksa. Kalau begitu bagaimana kalau kencan waktu lusa nanti?"
Aku sedikit terkejut dengan tawarannya. Tapi tidak terlalu buruk. Aku masih bisa menerimanya. Jadi aku menyetujuinya begitu saja.
***
Nah sekarang setelah berpisah dengan Emili. Aku ingin mengunjungi tempat yang bernama Guild Petualang. Alasan pertamaku adalah tentu saja untuk menjadi seorang petualang. Dan motifnya, tentu saja adalah uang.
Para petualang biasanya mendapatkan uang dengan berburu monster. Memanen tanaman obat dan menyelesaikan quest yang ada. Tapi prinsip ku adalah tidak menyerang monster yang bisa diajak bicara atau bisa dibilang monster yang baik.
Aku hanya akan menyerang monster yang sudah terkontaminasi dengan mana jahat dan membunuhnya. Ya itulah prinsip ku.
Kemudian untuk tanaman obat, aku memerlukannya untuk membuat ramuan penyembuh. Kakek Goblin sudah mengajarkanku untuk membuat Potion jadi seharusnya aku bisa menjadikannya sebagai uang, hehe.
Lalu untuk menyelesaikan quest. Aku akan melihatnya nanti. Untuk sekarang mari mendaftar terlebih dahulu.
Saat melihat diriku sendiri. Aku tidak yakin aku bisa menyebut diriku ini apa. Mungkin seorang Wizard. Karena satu-satunya keunggulan ku adalah menggunakan sihir. Benar juga, meski begitu aku juga bisa bela diri tangan kosong dari guru Orc yang mengajariku.
Untuk berlari cepat aku belajar dari Kobold.
Sangat sulit untuk menyesuaikan semua karena tubuh manusia pada dasarnya lemah dan tidak memiliki banyak stamina seperti para monster. Itulah yang membuat para monster istimewa. Namun tidak dengan manusia yang tidak memiliki kelebihan apapun.
Ras mereka pun juga berada dalam urutan terbawah. Namun bukan berarti manusia itu sangat lemah. Ada beberapa orang yang kuat, tapi hanya sebatas itu saja.
Berjalan menuju meja resepsionis. Aku mencoba berkomunikasi dengannya. Seperti yang aku duga, aku masih sedikit tergagap saat mengucapkan kalimat yang panjang. Tapi setidaknya resepsionis tersebut mengerti dengan apa yang aku maksudkan.
Segera saja mbak resepsionis menyuruhku untuk meletakkan tangan di bola kristal misterius. Katanya sih untuk melihat elemen sihir apa yang aku miliki jadi aku nurut aja.
Setelah di cek. Ternyata aku sangat cocok dengan elemen api, dan katanya saking cocoknya. Aku juga dicintai oleh roh api.
Yah lagipula saat masih di hutan. Goblin Witch juga mengatakan hal yang sama padaku. Hanya saja aku masih tidak tahu apa keuntungan dicintai oleh para roh.
Setelah pengecekan. Lanjut mengurus dokumen. Aku diharuskan mengisi formulir data diri dan juga tanda tangan. Lalu dijelaskan juga sistem pembagian hasilnya.
Jadi begini, Guild akan mengambil 60% sedangkan petualang hanya akan mendapat 40%. Tentu saja aku tidak keberatan dengan sistem tersebut. Karena bagiku mereka memang berhak mendapatkan lebih banyak sebagai bayaran dari operasional mereka.
Setelah aku berhasil mendaftar. Aku memulai dari petualang peringkat F. Petualang bisa mengambil satu quest tingkat diatas mereka ataupun di bawah mereka. Setelah mengetahui peringkat ku, aku berjalan menuju papan quest.
Ada banyak beragam quest yang tertempel disana. Seperti pemusnahan monster, pencarian, penaklukan dungeon, dan masih ada banyak hal lainnya lagi.
Namun untuk saat ini mari ambil yang mudah dulu. Karena bagaimanapun juga ini adalah pengalaman pertama ku menjadi seorang petualang.
Setelah mencari untuk beberapa saat. Aku mendapatkan quest yang aku inginkan. Itu adalah quest untuk mencari tanaman herbal yang ada di dekat perbukitan sekitar kota ini.
Peringkat kesulitannya juga hanya E. Jadi tidak masalah untuk mengambilnya bukan?
Segera saja aku mengambil kertas yang tertempel pada papan quest. Lalu memberikannya kepada mbak resepsionis untuk mendaftarkan nya sebagai quest yang aku pilih.