A Man Reincarnated In Another World Without Any Blessings

A Man Reincarnated In Another World Without Any Blessings
Revolusi Sihir



"Tuan Hermid. Apakah ada anggota baru yang menarik tahun ini?"


"Hmm, ada dua orang yang bertahan di ujian kematian. Satu seorang Assassin misterius, dan satunya lagi adalah seorang penyihir dengan elemen api."


"Hoo, sangat jarang kita memiliki anggota baru. Karena setiap tahun Tuan Hermid selalu menggagalkan peserta ujian."


"Yah, mereka adalah orang yang menarik. Tunggu saja dan lihatlah nanti."


***


Aku berlari bersama dengan orang bertudung itu. Hanya saja dia bergerak lebih cepat dariku, mungkin karena dia adalah seorang Assassin jadi dia bisa bergerak sangat lincah. Yah bukan berarti aku ingin berkompetisi atau apapun itu, aku hanya ingin mencapai tujuanku dengan selamat.


Kami berlari melewati keramaian kota, beberapa kali aku menabrak orang dan meminta maaf kepada mereka. Sementara dilain sisi orang bertudung mampu menghindari rintangan dengan sangat baik. Itu membuatku kesal dalam berbagai hal.


Akhirnya kami sampai di Camp Pelatihan Ksatria Suci. Tempat itu adalah sebuah Padang rumput dengan beberapa tenda yang di dirikan. Dan disana sudah ada banyak sekali manusia yang mengenakan armor dengan lambang Kerajaan Razel.


Mereka adalah pasukan Ksatria Suci.


Dengan nafas yang terengah-engah kami memasuki camp pelatihan. Jujur saja kakiku masih gemetaran karena kecapekan. Jika bisa aku menginginkan lima belas menit untuk beristirahat. Tapi aku kagum saat melihat orang bertopeng yang masih bisa mengatur nafasnya dengan baik meski kelelahan juga.


Beberapa orang mendekati kami. Lebih tepatnya jumlahnya ada tiga orang. Satu adalah Hermid dan dua lainnya adalah orang yang tidak aku kenal.


Mereka laki-laki dan perempuan yang memakai jubah dan tongkat sihir. Aku mengira kalau si perempuan adalah seorang penyihir sepertiku.


Hermid mengatakan kepada kami bahwa kami akan dilatih oleh Kapten yang sesuai dengan kemampuan kami. Sesuai dengan dugaanku, aku akan berlatih dengan perempuan penyihir, yang memiliki nama Anna. Dia adalah seorang Elf dan itu mengingatkanku dengan Emili. Ah, aku cukup merindukannya.


"Namaku adalah Anna. Jadi spesialis sihirmu adalah api ya? Kurasa kita cocok."


"Memangnya satu penyihir bisa menggunakan lebih dari satu elemen sihir?"


"Eh, kau ga tahu? Tentu saja bisa. Biasanya mereka yang bisa menggunakan elemen lebih dari satu adalah Ganda. Sedangkan dengan satu elemen adalah Tunggal. Tidak seperti penyihir Tunggal, penyihir Ganda bisa menggunakan lebih dari satu elemen karena berkah Dewa."


Ketika mendengar kalimat "Berkah Dewa." Aku menjadi sangat kesal. Pasalnya aku sama sekali tidak mendapatkan berkah sama sekali di dunia ini. Dan katanya penyihir Ganda adalah seorang yang terpilih, atau bisa dibilang disayangi oleh Dewa.


Sedangkan penyihir Tunggal hanya berbakat dalam satu elemen saja dan tidak bisa mempelajari elemen lainnya.


Karena sepertinya aku salah satu dari penyihir Tunggal. Jadinya aku hanya bisa menggunakan elemen api saja. Tapi itu sudah lebih dari cukup. Aku hanya perlu mengasah kemampuanku hingga bisa membakar para Dewa tersebut.


Nah, kata Anna sihir juga bisa berevolusi tergantung penggunanya. Semakin mahir pengguna menggunakan sihir itu, maka semakin kuat pula sihir yang dihasilkan.


Nah, aku akan mencobanya.


Setelah latihan dengan Anna selesai. Kami pergi ke kantin. Kantin di camp pelatihan juga di luar ruangan. Terdiri dari meja dan kursi dan sebuah kios untuk memesan makanan.


Karena saat ini aku sedang berhemat. Aku hanya memesan makanan murah saja. Kali ini aku mencoba teori yang diberikan oleh Anna.


Bagaimana jika aku terus menerus menggunakan sihir dalam satu hari tanpa henti?


Apakah itu akan berevolusi?


Nah, aku mencoba menaikkan suhu tubuhku sedikit menggunakan mana. Dan mencoba mempertahankannya selama seharian penuh. Aku harus tetap fokus agar aliran mana tidak berubah. Sehingga eksperimennya akan berjalan dengan lancar.


Setelah makan siang aku berlatih kembali dengan Anna. Namun aku tetap menggunakan sihirku tanpa henti. Dan membiarkan mana di seluruh tubuhku bekerja.


Bahkan saat malam hari saat tidur. Aku tetap mengaktifkannya hingga keesokan harinya. Hingga kemudian....


"Bagaimana mungkin?!"


Saat aku menyadarinya. Warna dari api ku berubah menjadi yang tadinya jingga kemerahan menjadi warna ungu. Apakah ini adalah revolusi yang dimaksud oleh Anna?


Nah, karena aku terlalu lelah karena terus menggunakan sihir hari ini. Aku akan membolos untuk satu hari kali ini. Maaf tapi aku sangat capek sekarang.


***


"Bagaimana bisa kau berevolusi dalam waktu satu hari?!"


Keesokan harinya, waktu aku berada di camp pelatihan. Aku membuat heboh seluruh pasukan Ksatria Suci karena sihirku yang telah berevolusi ke tahap yang lebih tinggi. Sepertinya berevolusi bukanlah hal yang mudah yang bisa dilakukan dalam waktu sehari.


Apakah sesulit itu?


Nah aku tidak tahu sama sekali.


Aku hanya melakukan sesuai dengan teori yang diberikan oleh Anna. Pada dasarnya aku juga telah mengerti dasarnya jadi mudah saja dalam menerapkannya. Aku juga sudah belajar manipulasi mana dari Goblin Witch sehingga aku tidak boros mana.


Kata Anna, seorang penyihir mampu berevolusi setidaknya kurang lebih tiga bulan lamanya. Namun aku bisa menyelesaikannya dalam sehari itu adalah hal yang tidak normal bagi kalangan penyihir.


Seketika, aku menjadi bahan omongan disana.