
Pada akhirnya aku memutuskan untuk melakukan perjalanan sendiri. Jujur saja aku tidak memiliki ambisi khusus seperti karakter utama dalam novel ataupun komik untuk menjadi terkuat di dunia ataupun mengalahkan Raja Iblis.
Aku hanya ingin hidup tenang dan damai di kehidupan keduaku ini. Jadi aku tidak akan menderita seperti dulu.
Targetku sekarang adalah menabung dan menjadi seorang jutawan. Demi kehidupan masa tua kejayaanku di masa depan nanti. Untuk itu sekali lagi aku harus menghadapi neraka dunia ini.
Langkah pertama adalah mencari kediaman manusia. Nah untuk itu aku harus keluar dari hutan ini. Beberapa kali aku bertemu dengan monster lain.
Mereka tidak menyerangku. Sebaliknya aku bertukar sapa dengan mereka saat perjalanan berlangsung. Karena aku mengerti dengan bahasa yang mereka gunakan, sepertinya mereka menjadi tertarik padaku.
Nah, dari para monster itu juga aku mencoba mengumpulkan informasi mengenai desa manusia.
Kebanyakan mereka bilang tidak tahu karena selama ini tidak pernah meninggalkan hutan. Namun beberapa diantaranya memberitahuku, bahwa terkadang ada beberapa manusia yang memasuki hutan untuk berburu monster di bagian Utara.
Mereka memintaku untuk menolong rekan mereka di bagian Utara. Jika tidak salah di bagian Utara hutan itu wilayah dari monster slime dan monster lemah lainnya. Jadi mungkin manusia itu menargetkan mereka sebagai latihan atau dijual Monster Core mereka.
Nah, sejujurnya itu informasi yang berguna. Jadi aku berterimakasih kepada Goblin yang aku lewati dan melanjutkan perjalananku.
Untuk sampai di bagian Utara memerlukan waktu lima hari lamanya. Jadi beberapa kali aku berhenti untuk beristirahat dan terkadang berburu. Nah untuk malam harinya aku tidur di pepohonan untuk menghindari ular berbisa.
Begitulah keseharian ku untuk dapat mencapai bagian Utara.
Saat perjalanan aku juga menemukan sebuah sungai. Karena belakangan ini aku belum mandi. Jadi aku memutuskan untuk mandi sebentar. Rasanya sangat sejuk dan menyegarkan. Karena selama ini aku sudah tidak mandi beberapa hari. Jadi rasa yang ku alami sekarang adalah yang terbaik.
Setelah menempuh waktu lima hari lamanya. Akhirnya sampai di bagian Utara hutan. Dan seperti yang Goblin katakan. Aku bertemu dengan sekelompok manusia yang sepertinya adalah Petualang jika dilihat dari pakaian mereka.
Bersembunyi di atas pepohonan yang rindang. Aku mengamati mereka.
"Yosh! Dengan begini sudah sepuluh slime yang kita bunuh! Kita bisa menjual intinya kepada Guild petualang!"
"Benar! Slime yang kita bunuh memiliki tingkatan menengah. Jadi seharusnya kita mendapatkan setidaknya satu koin perak hari ini."
Mereka berjumlah tiga orang. Dengan dua laki-laki yang membawa pedang dan panah dan seorang wanita yang tampak seperti penyihir.
Jujur aku tidak mau terlibat dengan mereka. Jadi aku hanya akan mengikuti mereka dari belakang.
Aku sedikit merasa kasihan kepada para slime yang dibasmi oleh mereka. Dan jika bisa aku ingin membantu para slime tersebut. Tapi prioritas sekarang adalah tidak membuat masalah terutama kepada manusia. Mereka adalah makhluk mengerikan yang bisa ******* mu begitu saja.
Mengikuti mereka dari belakang akhirnya aku bisa menemukan sebuah desa yang tidak begitu besar namun terlihat megah. Daripada disebut dengan desa lebih tepatnya adalah sebuah kita kecil.
Bangunan-bangunannya terdiri dari batu besar yang disusun dengan rapi lalu disemen. Banyak diantara bangunannya yang menjulang tinggi ke atas. Terutama yang paling mencolok adalah tempat yang mirip seperti kuil.
"Hei, lihat-lihat kalau jalan."
Hampir saja aku terjatuh ketika menabrak bahu orang lain. Dan sepertinya masalahnya tidak berhenti disitu saja. Pria botak kekar yang aku tabrak tadi tiba-tiba menarik ku ke dalam gang yang cukup sempit dan gelap lalu melemparkan ku ke tumpukan sampah.
"Hei, karena kau bahuku menjadi sangat sakit. Jadi kau tahu bukan, untuk membayar uang rumah sakit itu mahal."
Meskipun pria botak itu mengatakan kalau bahunya sakit. Tapi dia terlihat sangat sehat dan bergerak leluasa. Bahkan dia bisa melemparkan ke tumpukan sampah seperti ini.
Nah, sekarang aku sedang terjerat kasus pemalakan. Sudah kuduga pergi ke pemukiman manusia itu pilihan yang buruk. Tapi kebetulan sekali, disini aku sedang tidak memegang uang sama sekali. Terlebih lagi aku sama sekali tidak mengerti apa yang diucapkan oleh pria itu.
Karena aku dibesarkan oleh monster. Jadi aku sama sekali tidak paham dengan bahasa manusia. Selain itu aku bisa mengerti karena dari pengalaman pribadi dan juga gerakan tubuhnya.
Kalau begitu, dia adalah penjahat. Jadi mari kita rampas uangnya.
Asal kau tahu saja skill Fire Ball milikku ini sudah menyentuh level lima. Jadi udah terbilang cukup kuat. Nah mari kita coba kepada berandalan yang satu ini.
Aku melemparkan bola api biasa ke arahnya. Lalu tidak disangka dia terpental karena daya ledak dari bola apiku sangat besar. Bahkan aku sendiri terkejut dengan kekuatan skill milikku sendiri.
Yah, namun dengan begini aku bisa mendapatkan dompetnya yang terjatuh. Itu cukup membantu. Karena kerumunan mulai berdatangan, aku mulai bergegas sambil menutupi wajahku.