A Man Reincarnated In Another World Without Any Blessings

A Man Reincarnated In Another World Without Any Blessings
Green Life



Setelah memberikan kertas quest kepada mbak resepsionis. Aku segera menuju ke bukit yang ada di dekat kota ini. Bukit itu memang tidak begitu tinggi untuk dibilang sebagai gunung. Tapi jalannya bisa terbilang cukup menanjak dan curam.


Tanaman herbal yang dimaksud ada di ketinggian sekitar 1.432 meter. Jadi aku harus benar-benar berhati-hati untuk melangkah. Namun sebelum itu aku harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Aku membeli makanan yang mudah dibawa, dan instan. Mungkin di dunia ini memang belum ada mi instan jadi aku hanya membawa roti saja.


Aku juga membawa banyak minuman. Berkat itu tas bawaanku menjadi sangat besar. Aku jadi ragu apakah aku bisa membawa tas sebesar itu untuk naik ke bukit.


Kemudian hari berikutnya aku berangkat. Ah, aku juga membeli tongkat sihir hanya karena iseng. Katanya tongkat sihir bisa menaikkan daya serang sihir yang digunakan oleh seorang penyihir. Jadi kurasa tongkat ini akan membantuku yang merupakan seorang penyihir.


Saat menaiki bukit. Aku bertemu beberapa monster yang tidak bisa diajak berbicara. Jadi aku menganggap mereka bukanlah monster yang jahat dan membunuhnya. Dan karena sekarang skill api ku semakin kuat seiring berjalannya waktu. Mengalahkan mereka adalah perkara yang mudah.


Karena jalan yang curam dan cuaca yang tiba-tiba saja mendadak hujan. Aku memutuskan untuk berhenti di tengah jalan untuk beristirahat sejenak. Untung saja disana ada sebuah pondok yang memiliki atap yang cukup untuk menghalau air hujan jadi aku terselamatkan.


Mungkin pondok ini memang sengaja dibuat untuk memudahkan para petualang yang ingin menaiki bukit ini.


Karena rasa lapar yang melanda. Aku memakan bekal yang aku bawa. Namun sekarang hanya tersisa sedikit, karena selama di perjalanan terkadang aku suka nyemil karena sangat bosan.


Malam hari pun tiba, dan karena hujan masih belum reda jadi aku memutuskan untuk menginap terlebih dahulu. Menyalakan api menggunakan skill ku. Aku membuat api unggun sebagai sumber penghangatan tubuh.


Malam-malam monster semakin menjadi aktif. Dan bukit ini memiliki banyak monster jahat yang bersemayam. Jika bisa aku tidak ingin bertemu mereka. Namun setidaknya aku harus tetap berwaspada.


Hari itu pun berlalu, dan sekarang hujan sudah reda. Karena terus berjaga semalaman. Aku menjadi tidak bisa tidur dan masih sangat mengantuk sekali. Tapi aku harus segera memenuhi quest yang aku ambil. Karena quest sendiri memiliki batas waktu penyelesaian. Dan jika waktu habis, maka quest itu akan dilempar ke orang lain.


Bagiku yang menginginkan quest mudah seperti ini tidak bisa melewatkannya begitu saja. Aku harus segera bergegas sebelum batas waktu penyelesaian quest berakhir.


***


Akhirnya aku sampai di ketinggian yang dimaksud. Nama tanaman herbal yang dicari adalah Green Life, yang hanya tumbuh di dataran tinggi saja. Biasanya disini adalah spot untuk mencari Tamanan ini bagi para pemula.


Namun belakangan ini ada rumor aneh yang mengatakan. Kalau beberapa pemula yang mencari tanaman tersebut tidak kembali hingga saat ini. Namun karena itu hanya kabar burung, jadi aku menghiraukannya dan memutuskan untuk tetap mengambil quest tersebut. Dan ternyata cukup mudah.


Meskipun hingga saat ini masih ada seorang pun yang berhasil membudidaya karena habitat tanaman ini yang ada di dataran tinggi. Yah, aku hanya perlu menyelesaikan quest ini saja.


"Ini yang terakhir."


Setidaknya aku sudah membawa sekitar lima puluh tanaman Green Life di tas bawaanku. Sekarang waktunya untuk kembali ke guild petualang dan menerima hadiah.


Hei sudah sore, jika tidak hujan mungkin bisa mudah untuk kembali. Tapi sesuatu yang diluar dugaan menimpaku.


Graaa!!


Terbang diatas langit adalah binatang legendaris yang memiliki peringkat A. Itulah pengetahuan yang aku terima dari kakek Goblin.


"Chimera?!"


Benar, binatang itu adalah Chimera. Binatang yang menyerupai singa, dengan ekor ular dan dua sayap kelelawar. Sungguh sial bertemu dengannya disini.


"Apakah hewan ini yang menjadi dasar rumor menghilangnya para pemula."


Jika rumor itu benar maka mungkin saja para pemula itu sudah menjadi makanan Chimera itu. Chimera adalah karnivora dan seperti elang, dia suka memantau mangsanya dari atas langit. Dan lagi jika dia ada disini, jadi dia sudah sering mendapat banyak mangsa dari tempat ini.


"Mungkin saja para petualang pemula itu menjadi mangsanya."


Aku berkeringat dingin. Tidak mungkin aku melawannya di jalan yang menanjak seperti ini. Selain itu daripada melawan, aku mending memilih untuk kabur saja. Meskipun terlihat mustahil karena Chimera bergerak di udara sehingga bisa dengan cepat menungguku.


Jadi tidak ada pilihan lain selain melawannya disini. Mati atau tidak, aku akan bekerja keras untuk hidup.


Persetan dengan Chimera atau apapun itulah, jika aku mengatakan untuk hidup, maka aku harus hidup. Tidak akan kubiarkan mereka bermain-main dengan hidupku lagi.