A Man Reincarnated In Another World Without Any Blessings

A Man Reincarnated In Another World Without Any Blessings
Seorang Pria yang suka mengeluh



Seorang pria muda yang kelelahan sedang dalam perjalanan pulangnya setelah lelah bekerja seharian. Berjalan dengan setelan jas dan rokok di mulutnya. Dia menatap bulan sambil tersenyum kecut.


Senyumnya itu menandakan celaan pada dirinya sendiri. Lelah dengan kehidupannya yang monoton yang gitu-gitu saja. Terlebih lagi kesehariannya yang mengharuskannya untuk bekerja seharian membuatnya semakin tersiksa lebih jauh lagi.


"Andaikan aku tidak bekerja. Aku ingin menikmati hidupku sepenuh hati."


Tapi pria itu tentu saja tahu. Bahwa kehidupan seperti itu hanyalah mimpi belaka. Orang dewasa dituntut harus bekerja. Karena itu juga merupakan sebuah kebutuhan dan etika dalam masyarakat.


Jika tidak bekerja. Bukan hanya kesulitan sendiri. Tapi juga dipandang rendah oleh masyarakat.


"Jadi pada dasarnya menjadi dewasa adalah neraka."


Neraka dunia. Itulah yang pria itu pikirkan. Saat dia sibuk mencela hidupnya. Tiba-tiba sinar putih masuk ke pandangannya. Ternyata itu berasal dari truk yang tengah melaju ke arahnya dengan kecepatan tinggi.


Jika dilihat dari seksama. Sepertinya supir truk itu tertidur. Atau mungkin pingsan?


Pria itu tidak tahu. Tapi yang dia tahu, dia tidak bisa selamat dari kecelakaan itu.


Truk menabraknya, hingga menimbulkan suara keras yang cukup untuk menghancurkan tubuh manusia dan rumah orang.


Saat itulah. Kesadarannya hilang sepenuhnya.


***


Apakah kamu itu percaya dengan reinkarnasi?


Jika kau bertanya denganku. Maka aku akan menjawabnya tidak. Karena aku tidak percaya dengan apa yang namanya kesempatan kedua.


Jika manusia bisa mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup mereka. Lalu untuk apa mereka bekerja keras di kehidupan pertama mereka?


Coba pikirkan dan bayangkan. Kami sudah bekerja keras di kehidupan pertamamu. Lalu tiba-tiba kamu meninggal dalam sebuah kecelakaan dan bereinkarnasi.


Bagus jika kamu dikirim di dunia yang sama, tapi jika itu dunia yang berbeda yang bahkan lebih keras dari kehidupan pertamamu?


Apa kamu kesal atau malah senang?


Lalu untuk kedua kalinya, kau diberi kesempatan untuk menghadapi neraka dunia sekali lagi.


Dan sekarang aku mengalami apa yang disebut sebagai reinkarnasi itu. Aku pada awalnya memang tidak percaya. Tapi setelah mengalaminya, aku harus memercayainya entah bagaimana caranya.


Aku bereinkarnasi di dunia pedang dan sihir. Tentu saja tidak seperti karakter protagonis yang seperti memiliki cheat atau skill yang over power. Aku benar-benar lahir tanpa bakat di dunia ini.


"Jadi sepertinya Dewa memberiku neraka dunia sekali lagi. Dia sangat bersenang-senang bukan?"


Lagipula aku dilahirkan oleh orang tua yang tidak jelas disini. Kemudian dibuang di hutan, dan dibesarkan oleh monster-monster seperti Kobold dan juga Beruang.


Selama ini aku juga terus berlatih bersama mereka. Melatih fisik dan pikiranku agar tetap fokus. Kemudian untuk sihir, aku meminta tolong kepada Goblin Witch untuk mengajariku cara menggunakannya.


Awalnya sangat sulit karena bagi manusia yang bukan dari dunia ini merasakan mana hampir mustahil. Tapi setelah berjuang keras selama dua bulan aku membuahkan hasil. Aku bisa merasakan aliran mana ku yang deras di seluruh tubuhku.


Lalu mengkonversinya menjadi sihir dan akhirnya bisa melakukannya.


Namun, para Goblin tentu saja tidak meminta jasa mereka secara gratis. Mereka adalah makhluk yang serakah jadi aku bisa memakluminya. Mereka menyuruhku untuk setidaknya membawakan mereka makanan yang banyak atau seorang gadis manusia untuk mereka nikmati.


Karena disini tidak ada manusia maka aku memilih opsi kedua untuk membayar mereka. Meski aku butuh usaha yang banyak untuk menangkap Wild Boar yang selalu berlari kesana kesini.


Namun, berkat ajaran dari Goblin Witch aku sudah memiliki beberapa skill yang cukup berguna untuk berburu. Seperti Fire Ball dan Fire Arrow.


Ketika aku menggunakan Fire Ball ke Wild Boar. Itu hanya langsung membakarnya, terlebih menggunakan elemen api di hutan sangat berbahaya karena apinya bisa menyebar. Jadi seminimal mungkin aku menggunakan skill ku tersebut.


Kemudian untuk membalas Budi kepada para Kobold dan Beruang. Aku terkadang juga berburu untuk mereka. Jadi kami memiliki banyak makanan untuk musim dingin yang akan tiba nantinya.


Sungguh aku sudah bekerja keras di kehidupanku sebelumnya, lalu aku juga harus bekerja keras lagi di kehidupanku yang kedua ini.


Lalu setelah umurku menginjak lima belas tahun. Para Kobold dan Beruang menyuruhku untuk pergi keluar hutan.


Katanya sih untuk mencari pengalaman dan berbaur dengan manusia lainnya. Tapi jika harus memilih apakah harus pergi atau menetap sih aku pinginnya menetap. Karena aku cukup suka di tempat yang di penuhi oleh monster ini.


Karena jika aku bertemu manusia. Hanya ada pengalaman buruk yang akan terjadi padaku.


Samar-samar aku mengingat tentang kehidupanku sebelumnya. Dimana aku dimarahi oleh bos perusahaan tempatku bekerja. Sungguh kenangan yang pahit.


Namun demi menghormati mereka semua. Aku memutuskan untuk memulai perjalanan baru di dunia ini.