
Kami semua dibawa ke tempat yang berbeda. Dimana di tempat itu kami berada di sebuah ruangan yang cukup luas dan kosong. Disana Hermid mengumpulkan kami.
Kami disuruh berbaris dengan rapi sambil beristirahat di tempat.
"Aturannya sederhana. Kalian hanya harus menyerang satu sama lain sampai aku bilang berhenti. Membunuh diperbolehkan, jadi keluarkan semua kemampuan terbaik kalian."
Kami terdiam ketika mendengar kata-kata dari Hermid. Hermid kemudian meninggalkan ruangan tanpa mengatakan sepatah kata apapun. Meninggalkan kami yang masih linglung dengan semua keheningan ini.
Beberapa pemain mulai mengobrol satu sama lain. Hingga...
Jleb!
"Ugh! A-apa?"
Salah seorang tertusuk oleh belati. Pelakunya adalah seorang yang memakai tudung misterius. Dari auranya, dia memiliki banyak pengalaman bertarung. Aku tidak akan salah karena aku juga memiliki pengalaman bertarung yang sangat banyak melawan para monster.
Dia juga kuat, namun bukan itu. Sekarang semua orang telah mengerti situasinya. Bahwa ujian telah dimulai. Membunuh diperbolehkan, jadi disini nyawaku juga dipertaruhkan.
"Sialan!!!"
Semua orang mulai menyerang satu sama lainnya. Aku menggunakan skill ku untuk menghabisi beberapa orang. Tentu saja, aku tidak benar-benar membunuh mereka. Meski kebencian ku terhadap manusia itu sangat besar, tapi aku tidaklah sesadis yang kalian pikirkan.
Sementara si orang bertudung menghabisi semua petualang yang mengarah padanya. Dia sangat brutal sekali.
Jika aku ingin selamat, aku harus menghindari melawannya. Benar, biarkan saja orang lain yang mengalahkannya. Aku hanya akan bertahan sampai orang terakhir tersisa.
Beberapa menit berlalu. Dan aku terus bertahan dengan melawan para petualang yang tersisa. Aku merasa bahwa aku lebih kuat dibandingkan dengan orang-orang yang ada disini. Hingga aku berpikir, "Apakah mereka benar-benar selemah ini?"
Bukannya aku berniat sombong. Tapi mereka memang jauh lebih lemah daripada aku.
Kemudian. Semua petualang telah dikalahkan. Lantai ruangan dipenuhi oleh bercak darah dan kerusakan akibat sihir. Kini tersisa aku dan orang bertudung.
Dari sekian banyaknya orang, kenapa harus dia yang menjadi lawan terakhirku?!
Aku ingin berteriak di dalam hatiku. Tapi itu sia-sia saja.
Kapan ujian ini berakhir?
Apakah sampai diantara kami ada yang mati?
"Cukup sampai disana!"
Saat kami sudah akan menyerang satu sama lain. Tiba-tiba Hermid memasuki ruangan. Menghentikan kami berdua.
Orang bertopeng segera memasukkan kembali belatinya ke balik jubahnya. Sedangkan aku menghela nafas lega karena terbebas dari hal yang merepotkan.
"Selamat! Kalian berdua lulus."
Hermid memberi kami berdua masing-masih sebuah lencana yang memiliki lambang Kerajaan Razel. Sepertinya itu adalah lencana pasukan Ksatria Suci Kerajaan.
Kami diberitahu bahwa besok kami harus datang ke camp pelatihan yang ada di ibukota untuk mengikuti pelatihan anggota baru. Untuk dapat masuk kesana kami diharuskan untuk menunjukkan lencana tersebut.
Hanya itu saja yang dikatakan oleh Hermid. Kemudian dia pergi sambil mengucapkan kalimat selamat tinggal. Menyisakan kami berdua disini.
Karena aku tidak ingin dekat-dekat dengan psikopat sepertinya. Aku segera meninggalkan ruangan tanpa sepatah kata apapun. Keluar dari gedung Guild, sekarang aku mencari penginapan yang murah.
Namun tidak peduli seberapa lama dan jauhnya aku berkeliling. Penginapan di ibukota tidak ada yang murah sama sekali. Yah lagipula ibukota adalah pusat perdagangan Kerajaan Razel. Jadi sudah sewajarnya biaya hidupnya juga tinggi.
Mau tidak mau aku tetap menginap. Dengan membawa biaya penginapan sebesar dua koin perak untuk per malam. Sial itu cukup mahal.
Padahal di kota kecil saja dengan satu perak aku sudah bisa menginap hingga tiga hari lamanya. Memang mahalnya disini keterlaluan.
Tapi mengeluh pun tidak berguna. Aku segera pergi ke kamarku, dan saat perjalanan menuju ke kamar. Aku lagi-lagi bertemu dengan orang bertopeng itu. Namun dia hanya melewati ku tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Jadi dia juga memilih penginapan ini?
Sungguh sial sekali bertemu dengannya lagi. Tapi saat ini aku sudah mengantuk, jadi langsung tidur saja dan lupakan tentang hari ini.
***
Keesokan harinya aku bersiap-siap. Mandi dan sarapan. Sudah lama sekali aku tidak mandi jadi aku menghabiskan banyak waktu untuk berendam air hangat. Rasanya seluruh rasa lelah di tubuhku rontok satu per satu. Itu sangat menyenangkan.
Memakai pakaian baru dan berpenampilan rapi. Aku segera menuju ke camp pelatihan Ksatria Suci yang berjarak lima ratus meter dari penginapan tempatku menginap. Kemudian kami ber pas Pasan kembali. Orang bertopeng itu berjalan di sampingku tanpa mengatakan sepatah kata.
Karena tidak ingin terlibat. Aku mempercepat langkahku, tapi dia juga melakukannya. Aku mencoba berlari, tapi dia juga mengikutinya. Sungguh menyebalkan, apa yang di inginkan oleh orang ini sebenarnya? Aku bingung.
Tapi karena tidak ingin hal sepele seperti ini menjadi masalah yang serius. Aku memutuskan untuk membiarkannya berjalan di sampingku.