
Kurang lebih 15 tahun Shapeshifter
atau 75 tahun yang lalu di Mavr Lykos.. Raja Shapeshifter yang saat itu
berkuasa, sangat suka menculik dan memangsa jiwa-jiwa rakyatnya sendiri. Ia
akan memerintahkan prajurit-prajuritnya untuk menculik siapa saja diantara
warga desa untuk dibawa ke istana dan tidak pernah pulang lagi kepada keluarganya.
Jayden.. nama Raja sebelum Louis yang saat itu berkuasa.
Dalam sejarah Mavr Lykos, sejak
dahulu para Raja mereka memang senang memangsa jiwa untuk mendapatkan umur
panjang dan Magia yang berlipat ganda. Siapapun bisa menjadi korban untuk
dimakan jiwanya oleh Raja mereka. Sekali diculik, jangan harap bisa lepas.
Mereka yang merasa kehilangan anggota keluarga pun tak memiliki hak untuk
protes.
Sang Raja bisa menculik 5 jiwa
setiap bulan yang berarti dalam setahun, sekitar 60 jiwa akan dimakan oleh Raja
mereka. itu baru setahun saja. Satu tahun Shapeshifter sama dengan 5 tahun.
Berarti dalam satu tahun Shapeshifter ia memangsa sekitar 300 jiwa. 1.200 jiwa
dalam 4 tahun Shapeshifter, dikalikan dengan puluhan tahun ia memegang tahta di
Mavr Lykos. Bayangkan sudah berapa keluarga yang kehilangan sanak saudaranya.
Dan para Raja ini biasanya paling suka jiwa-jiwa remaja yang sedang beranjak
dewasa karena menjelang usia mental yang matang.
Yang membedakan Jayden dengan
Raja-raja sebelumnya adalah.. Ia lebih rakus. Ia bisa memangsa 80an jiwa
Shapeshifter dalam setahun. Menjadikan umur dan Magia nya terlalu kuat
dibanding raja-raja sebelumnya. Dalam aturan kekuasaan, Raja mereka tidak
dipilih berdasarkan keturunan layaknya Raja Celestial, dipilih oleh takdir seperti
Prince/Princess of Pixies, atau melalui ujian tertentu seperti pemilihan
Command of Beast dan King of Dragons. Mereka menjadi Raja dengan menantang atau
memberontak Raja mereka yang tengah berkuasa. Jika menang, maka sang penantang
akan menjadi Raja yang baru, namun jika kalah... entah sudah berapa puluh jiwa
menghadap dan menantang Jayden namun selalu berakhir dalam kekalahan.
Kejam.. ya.. disaat negeri lain
punya pemimpin yang penuh belas kasih, Shapeshifter benar-benar hidup dalam
bayangan. Tak heran mereka kadang memilih mempertahankan wujud dan hidup
sebagai binatang untuk menghindari penculikan. Namun para Prajurit istana
pelayan Jayden pun tak semudah itu dibohongi. Mereka mampu membedakan mana yang
memang binatang dan mana Shapeshifter yang tengah berubah wujud.
"hari ini juga, ingat ya.. kita
tidak boleh pergi terlalu lama.."
"dia benar, meski kita masih
anak-anak.. akan sangat berbahaya kalau kita terlalu lama berada diluar
desa.."
"ngh.. he'eh.."
Saat itu, Louis masih merupakan
seorang anak kecil berusia 4 tahun Shapeshifter. Seperti biasa ia bermain
bersama anak-anak tetangganya yang usianya lebih tua darinya. Mereka bermain di
pinggir hutan tak jauh dari desa. Hari itu mereka berniat untuk menjelajah
hutan dan mencari buah-buahan atau jamur untuk dibawa pulang. Anak-anak itu
berjumlah lima orang termasuk Louis yang masih harus dituntun saat berjalan
karena kadang Ia suka pergi berlarian kemana-mana.
“.. hei, pohon apel ini buahnya
banyak sekali..” ujar seorang anak di depan sebuah pohon yang rimbun dan
berbuah lebat.
“Kita panen yuk..”
“Ayooo....!!!!!”
"nih yaa lihat, aku juga sudah
bisa berubah wujud lho.. YHAA..!!!" anak berusia 8 tahun Shapeshifter itu
diselimuti Magia ungu, perlahan menampakkan ekor panjang, bulu abu-abu, dan
kaki dengan jari jemari. Ya, ia berubah wujud menjadi seekor kera berekor
panjang.
"hahahahah... iyaa.. ayo, kita
berdua yang panjat dan petik buahnya.. kalian tangkap dan kumpulkan apel-apel
dari kami ya.." satu lagi dari mereka yang berusia 10 tahun Shapeshifter
dan sudah mampu berubah wujud pun ikut berubah menjadi kera ekor panjang lalu
mulai memanjat sementara dua teman lainnya tetap dibawah menangkap apel-apel
yang mereka petik lalu memasukkannya ke keranjang.
“ayo.. mana lagi..”
“nih, tangkapp..!!!”
“wahh ini sih buat dibagi-bagi ke
teman yang lain juga bisa..”
Sayangnya mereka lengah..
“nn? Ada nhala…” Louis kecil awalnya
diam dan memperhatikan mereka dengan girang karena banyaknya apel di pohon itu.
Namun perhatiannya tertuju pada sebuah gua yang menganga di belakangnya. Bocah
kecil itu pun beranjak dan tak ada satupun dari 4 anak lain yang menyadarinya..
“Lou.. iss........” Kaki-kaki mungil
Louis melangkah masuk karena merasa ada sesuatu yang memanggilnya.
"hhh.... hhhh..... Lou.. ii..
sss....."
Makin lama, suara bisikan yang
memanggilnya pun makin jelas. Ia melangkah maju tanpa rasa takut meski gua itu
minim akan cahaya. Perlahan.. menuju hitamnya kegelapan....
Tidak selamanya yang terlihat buruk
itu buruk.. terkadang, hal baik justru datang darinya.
“ng? heh? Nhala..”
Langkah Louis terhenti sesaat ia menyadari dihadapannya tengah duduk
sesosok Serigala abu-abu raksasa bersayap dengan sepasang mata ungu yang
menatap dirinya. Tubuhnya yang amat besar memenuhi seisi gua.
“hngg….. Louis....” Serigala itu tersenyum menyerigai dengan
taring-taringnya yang tajam. Cakarnya merah, sayapnya hitam, kepalanya dihiasi
"eh? Si Louis mana?" anak tertua menyadari kenapa hanya ada 3
dari 4 anak yang ikut pergi bersamanya.
"loh iya.. tadi dia duduk diam di sini lho.." yang ikut
mengumpulkan apel pun terheran-heran karena merasa sedari tadi anak kecil itu
tidak beranjak dari sisinya.
"eh ayo cari dia.. dia 'kan belum bisa berubah wujud.. bagaimana
kalau ketemu hewan buas.."
"astaga anak itu.."
"LOUIISSS..." yang tertua kini berinisiatif berubah wujud
menjadi seekor anjing, lalu mulai mengendus jejak Louis.
“LOUISS...!!!! LOUIISSS...!!!! KAU DIMANAAA...????”
Sebenarnya Louis mendengar panggilan mereka, namun ia masih diam menatap
sosok yang ada di depannya. Kedua mata polosnya menatap datar. Padahal orang
lain seharusnya sudah lari kocar-kacir melihat sosok semengerikan itu.
Sang Serigala akhirnya berujar pada bocah itu..
“... aku baru diusir karena mengacau di Vouna.. aku terbang jauh kemari
dan sekarang perutku lapar... Shapeshifter muda sepertimu sepertinya boleh juga
untuk menambah tenaga...” Serigala itu membuka mulutnya seolah ingin melahap
Louis. Taring-taringnya yang tajam sungguh sangat mengerikan. Kerongkongan
serigala raksasa itu segelap hitam, tubuh kecil Louis pun bukan apa-apa bagi
besar wujudnya.
Ia pikir Louis akan berlari, berteriak, atau menangis layaknya anak kecil
seusianya. Nyatanya tidak. Ia tetap berdiri tanpa rasa takut meski tak sepatah
kata pun meluncur dari mulutnya. Matanya memancarkan keberanian dan rasa ingin
tau. Selama beberapa saat mereka berdua masih terpaku dalam diam. Sang Serigala
raksasa pun tertarik padanya..
“... kau anak yang menarik.. sepertinya aku akan memakanmu nanti saja saat
kau telah tumbuh dewasa... tapi sebagai gantinya.....” angin dari Magia ungu
menghempas di sekitar mereka. Sang Serigala berubah menjadi asap lalu menghilang
seketika. Menyisakan Louis kecil yang kebingungan kemana perginya sosok yang
baru saja Ia lihat.
“nha? Heh.. nhala.. nhala… ” Louis menengok ke kanan kiri mencari-cari
sosok yang baru saja menghilang dari pandangannya.
“Aku akan tinggal di dalam jiwamu untuk menyaksikanmu tumbuh dewasa..
sepertinya rasa dari jiwamu yang dewasa kelak akan jadi lebih lezat
dibandingkan sekarang..” tak lain sang serigala merasuk ke ruang jiwa Louis dan
memutuskan untuk berdiam disana hingga Louis tumbuh dewasa. Anak-anak yang
sejak tadi mencarinya pun mengikuti jejak mungil Louis yang masuk ke dalam gua
dan segera menjemputnya.
"Ah.. kak..!!! itu dia Louis.."
“nah iya.. WOOF..!!! Louis..!!!”
"ngg.. ngg... nhala..." bocah itu masih saja mencari-cari sang
serigala.
“.. Sedang apa kau disini?? Membuat kami khawatir saja.. ayo pulang..”
anak yang paling besar mengubah wujudnya lagi dan menarik tangan Louis,
mengajaknya agar segera pergi dari sana.
“ngg.. ntu.. tadi.. ada.. nhala...”
“iya iya.. ayo, nanti cerita saja pada ibumu..”
"ngg... kak, ayo kita pulang saja.. tempat ini... aneh.."
"iya kak.. lihat, bulu kuduk ku berdiri.."
"jangankan kalian.. kalau aku tidak mengendus bau Louis yang masuk
kesini, aku juga tidak mau datang kemari.."
Setelah Louis ditemukan, mereka berlima buru-buru beranjak pergi karena
hawa di dalam gua itu pengap, gelap dan membuat perasaan tidak nyaman.
"tapi.. sejak kapan gua ini ada disini ya?"
Jauh di dalam sana, sang Serigala tersenyum menyerigai..
Tak ada yang aneh dari gerak-gerik Louis meski di dalam dirinya tengah
bersemayam sesosok makhluk kegelapan yang ia tak pernah duga bahwa sosok itu
merupakan salah satu legenda kuno Enn Vassili, sang Roh Malam dan Kesunyian,
Agel. Roh yang terlahir dari bayangan malam hari dan rasa sepi. Bulu sayapnya
sehitam malam, lolongannya seakan memanggil rembulan. Magia nya berwarna ungu
sama seperti klan Shapeshifter sedangkan jumlahnya tak terbatas mau berapa
banyakpun Ia merapal sihir Magianya takkan pernah habis.
Agel tak punya tempat tinggal tetap. Ia selalu berpindah-pindah mengikuti
waktu malam di Enn Vassili. Sebentar di Chaldene, sebentar di Groilandia dan
sebentar di Miwamori. Jika ada sekelebat dari bayangan hitam yang lewat
dilangit, itulah Ia yang sedang terbang berpindah tempat. Agel tak pernah mau
menemui siang hari. Sejak dulu kala Ia sering menantang sihirnya dengan klan
Demigod hanya untuk bersenang-senang. Namun sepertinya terakhir kali para
Demigod geram dengan ulahnya dan mengusirnya hingga Ia terluka dan memutuskan
untuk berdiam sementara di Mavr Lykos yang siang harinya tetap mendung dan
berkabut.
Louis pun tumbuh dengan Agel yang mendiami jiwanya. Kejadian dimana Roh
kegelapan itu merasuki dirinya pun Ia tak ingat bahkan lupa. 13 tahun
Shapeshifter berlalu sejak hari itu. Louis tak pernah merasakan ada yang
berbeda di dalam tubuhnya. Ia menjalani kehidupan normal bersama keluarga dan
rekan-rekannya. Sama halnya dengan Agel yang terlelap tak pernah mengajak Louis
bicara selama bertahun-tahun. Ia hanya mengawasi Louis yang beranjak dewasa
dalam diam.
Di suatu siang, kabut tebal dan langit lebih gelap dari biasanya. Louis
berjalan pulang kearah desanya setelah berbelanja di kota. Ia mengubah wujud
menjadi seekor kuda agar dapat membawa barang-barang dengan mudah di
punggungnya sekaligus bisa berjalan lebih cepat. Ia sendirian. Tak ada kawan
yang menemani seperti biasanya tapi Ia tenang-tenang saja.. sayangnya, Ia
lengah...
STRAY KIDS - ENN VASSILI | Step out!: Chaldene's Hidden Gem
@yumebananivaa
.