
“... ini.. kumpulan
tempat-tempat kuno di Chaldene.. hemmm.....
.. tunggu.. Chaldene
barat.. hutan Aeras.. sebelah timur gunung Maron.. t-tempat ini?!?! dimana kau
menemukan buku ini Sky???” Peter membuka daftar isi dan membolak-balikkan buku
tua itu dan terkejut dengan halaman yang berisi informasi akurat tentang tempat
yang mereka cari. Lembarannya yang sudah kusam serta tipis dan rapuh cukup
menjelaskan usia dari buku itu.
“Diatas sana.. di pojok rak
paling atas.. terdapat keterangan ‘penulis tidak diketahui’ di tepi rak nya
dengan huruf yang agak berbeda dengan huruf jaman ini(?) dan buku ini kutemukan
terselip di ujung rak.. aku juga hampir jatuh karena sayapku beberapa kali
membentur langit-langit.. karena judulnya menarik aku pun mengambilnya..” jelas
Sky sambil menunjuk kearah rak yang agak jauh dan jarang dijamah karena letaknya
yang tinggi dan hanya berisikan buku-buku tua. Sebelumnya Ia juga sempat bersin
berkali-kali karena tebalnya debu yang menyelimuti pojok perpustakaan itu.
“.. pantas saja buku-buku
lain tidak mencatat tentang tempat kita cari.. buku ini bukan ditulis oleh
manusia, tapi para Unicorn sendiri..” Peter memperhatikan dengan seksama tahun
penulisan dan huruf-huruf serta kosa kata yang sedikit berbeda dengan bahasa
Chaldene di zaman sekarang.
“Unicorn bisa baca-tulis?”
“Sudah dipastikan.. tempat
ini... tempat ini yang Cyari maksud.. bahkan sisa teka-teki yang belum kita
pecahkan tadi.. hanya dengan melihat gambarnya saja....” Peter membuka lebar-lebar
satu halaman. SKZ pun terfokus pada satu gambar yang Peter maksud. Gambar dari
wujud tempat yang persis dengan teka-teki dari Cyari.
“Ooohhh...” sesaat semua
kompak. Mereka berhasil memecahkan petunjuk rumit dari Cyari dan menemukan satu
tempat kuno yang diperkirakan sebagai keberadaan dari Chaldene’s hidden Gem.
“Bagaimana? mau berangkat
sekarang??” Louis makin bersemangat.
“Ahh.. ayo saja..” Samuel
merenggangkan sayap-sayapnya. Bersiap terbang jauh ke hutan Aeras.
Inilah
hari esok yang kami tunggu-tunggu...
“Minho, Felix, Peter dan
Jeongin seperti biasa kalian
denganku yaa.. Louis kalau mau
ikut juga boleh” Chris berujar, menyiapkan Magia nya untuk berubah
menjadi Dragon.Belang biru serta
sisik pada bahu dan perutnya terlihat makin jelas.
“asikk... menumpang
dengan Chan..” Felixyang mengungkapkan rasa sayangnya dengan sentuhan
fisik pun memeluk lengan kakak Dragonnya.
“Skynanti terbangnya
jangan jauh-jauh donk..”
“yasudah iya.. kali
ini saja ya..”
“ya.. Stray Kids.. kita bertualang
lagii..”
Mereka lalu keluar
perpustakaan. Di halaman Gi Ankalia, Chris mengubah wujudnya.
Tubuh dan sayap yang gagah itu nampak lagi. Uap putih berhembus seraya sang Dragon menghela
napasnya.
“gghhrrrr.....
ggghhhrrrrr......” suara napas seekor Dragon sangatlah kuat. Seperti seekor
kucing yang senang karena diajak main tuannya, terdengar dengkuran dari tiap
tarikan napas Dragon Chris.
Samuel membuka
sayap putihnya. Entah mengapa ada wangi khas Lavender dari tiap lembar bulunya. Sayap-sayap biru Sky pun
perlahan terbuka seperti bunga mawar yang baru mekar. Tiap lapisnya bagai
Kristal yang memantulkan cahaya matahari. Louis berubah wujud dengan merapal
mantra dalam hati. Ia berubah menjadi seekor elang dengan jambulnya yang
cantik.
“Hup..!!”
“yhaa..”
Felix, Jeongin, Minho
dan Peter naik ke lebarnya punggung Dragon Chris. Sang Dragon menjadi yang terakhir membuka sayapnya.
Satu kepakan saja, dedaunan yang berserakan di tanah lapang itu beterbangan di
udara.
“berangkaaatt....”
Peter yang duduk di depan siap menunjukkan jalan menuju lokasi diduga
Chaldene’s hidden Gem berada.
Keberangkatan mereka
di hari yang cerah itu ditemani semilir angin. Bayangan Dragon Chris melesat diatas padang rumput yang menghampar di
Chaldene. Cyari yang melihat keberangkatan mereka kearah Chaldene Barat tersenyum. Ia
senang anak-anak itu berhasil memecahkan petunjuknya dan terbang kearah yang
benar. Tugasnya sudah selesai. Ia tinggal menunggu delapan pemimpin Enn Vassiliitu pulang dengan
membawa diri mereka yang baru.
mereka berangkat dari Gi Ankalia, mereka pun tiba di wilayah Noixe, Chaldene
barat. Gunung Maron perlahan terlihat. ‘Dewa api’ itu dengan gagah mengepulkan
asapnya. Kilau lava kemerahan pun terlihat dari dalamnya kawah.
“kalian lihat
kepulan asap itu?” kali ini Peter duduk paling depan. Ia memicingkan mata
meyakinkan apa yang Ia lihat jauh disana.
“itu yang disebut
gunung Maron?” Minho memajukan tubuhnya, memperjelas pandangan.
“iya.. berarti kita
tinggal terbang kearah lurus di seberang gunung itu”
“oke siap..
pegangan..” Dragon Chrismengepakkan sayap
lalu mengubah arah terbangnya. Teman-teman yang duduk di punggungnya pun
berpegangan erat karena miringnya tubuh sang naga kala berubah haluan.
Mereka makin mendekati
satu titik yang berhadapan lurus dengan gunung Maron yang ada di barat hutan
Aeras. Unicorn yang tinggal di Aeras awalnya terheran-heran melihat ada Dragon,
Celestial, Beast, Siren, Shapeshifter, Pixy dan Kitsunedi hutan mereka. gerombolan kuda-kuda itu
memperhatikan dari darat kemana sekiranya sekelompok itu terbang. Mau apa
mereka di hutan ini? Namun begitu mereka mendarat di satu bangunan kuno,
keheranan mereka pun hilang dan mengerti akan maksud kedatangan kelompok yang
berisi klan-klan berbeda itu.
Sebuah bangunan kuno
bernama Ro Ktoico, sebuah bangunan dari jaman kuno Chaldene. Bangunan yang
terlihat menggantung ditengah tebing berupa susunan tembok tak beratap yang
dibelah air terjun ditengahnya.
“Menantang Dewa api..
berhadapan lurus dengan gunung Maron...” Samuel menoleh ke belakang seraya mendarat. Tepat jauh disana sebuah gunung api yang
mengepulkan asap dari kawahnya terlihat jelas.
“Berupa tembok tak beratap..
mendefinisikan ‘Bumi tanpa langit..” Chris mengubah wujudnya semula setelah mereka mendarat di
bangunan yang terbuat dari batu itu.Susunan batu yang berasal dari tanah liat yang
dipadatkan. Beberapa bagian tembok serta ukiran bangunan itu nampak rapuh
dimakan usia.
Jeongin tak banyak bicara. Ia
pun takjub dengan kokohnya Ro Ktoico. Tangannya mengelus dinding kuno bangunan
itu. samar-samar terlihat motif ukiran yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Ukiran unik yang sepertinya bahkan bukan khas Chaldene.
“Menggantung di
tangisan dewi air.. ditengah tebing, diantara air terjun..” Skymelipat sayapnya. Ia
memandang puncak air terjun yang tinggi diatas sana. Segarnya air dingin yang
mengalir deras sungguh menyegarkan pandangan.
“Dibalik tirai hujan..
menyimpan rahasia turun-temurun para Raja sepanjang sejarah..’ apa itu artinya
Chaldene’s hidden Gem ada dibalik air terjun ini?” Elang Louis dibalut tebalnya Magia ungu, mengubah wujudnya semula. Ia ingat baris terakhir
petunjuk dari Cyari.
“Kau penasaran?” mata
ungu Felixmelirik, sebagai Siren tentu hanya dia disana yang
bisa memakai sihir air.
“ayo Felix, gunakan sihirmu..”
Tangan kanan Felix lalu menari lembut.
Ia membelah air terjun yang ada ditengah Ro Ktoico. Terdapat sebuah lorong
panjang yang ujungnya tak terlihat karena gelap. Stray Kids menatap kosong lorong itu.Hanya ada debu dan hitamnya lorong dibalik air
terjun itu.
“whhooaaa......”
“Ayo.. masuk..” ajak
Peter sembari melangkah dengan berani.
Seluruh petunjuk Cyari
telah terpecahkan seutuhnya. Kini mereka masuk mencari yang disebut sebagai
Chaldene’s hidden Gem di dalam Ro Ktoico.
“.... Solar flames..
Candlelight..” Jeongin
menjentikkan jarinya, inisiatif membuat 4
bola api untuk menemani mereka menyusuri lorong itu. Satu di depan, dua di kiri
kanan dan satu di belakang.
Mata Beast Minhomenyala dalam gelap.
Ia berjalan paling depan untuk berjaga-jaga dengan langkah teman-temannya di
belakang. Suara air terjun perlahan menghilang dari pendengaran mereka. Sunyi
hanya ada bau debu dan bebatuan. Udaranya pun terasa lembab dan dingin. Lorong
itu seolah menurun masuk kebawah tanah. Langkah demi langkah mereka menyusuri
lorong kuno yang entah kapan dibangunnya itu. Tak ada suara lain selain delapan
pasang kaki mereka yang dengan penuh rasa ingin tau akan apa yang ada di ujung
lorong itu.
STRAY KIDS - ENN VASSILI | Step out!: Chaldene's Hidden Gem
@yumebananivaa
.