(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem

(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem
Changed



“Sky.. apa?? Tapi selama


ini dia selalu bernyanyi ‘kan.. apa dia bisa??” Peter kaget mendengar perkataan


Zefyros.


“Kau sendiri? Kau selalu


mewujudkan sihir dengan A Froura tapi kau tau ‘kan aku mengambil pedang itu


darimu dan kau tetap lulus?” balas Zefyros lagi. Meskipun ia Roh kuno yang


sakti, cara bicaranya santai. SKZ bisa dengan tenang bercanda bersamanya.


“Oh iya ya benar juga..


hahahah..”


“Dia pasti akan menemukan


satu cara.. aku yakin itu.. selama ini sesulit apapun keadaan yang ia hadapi,


ia selalu menemukan solusi dengan caranya sendiri.. bukan begitu??” ujar Samuel


sambil mengawasi Sky dari permukaan kolam. Ia juga sedikit terkejut ketika


mendengar ujian apa yang sedang dijalani oleh kawan Pixy nya.


Saat itu, Sky masih duduk


bersandar di dinding. Pandangannya layu memandang keatas. Ia mengisi ulang


sedikit Magianya untuk mewujudkan sihir.


Gagal dalam mewujudkan


sihir bukan berarti Magia tak terpakai. Ibaratkan berlari berputar-putar tanpa


arah yang pasti, tenaga akan terkuras namun tujuan tak tercapai. Magia berasal


dari makanan yang dimakan serta daya hidup. Menggunakan Magia sampai batas


habis sangat berbahaya bagi fisik dan jiwa. Itu sebabnya Sky memilih untuk


beristirahat memulihkan Magianya daripada buru-buru menyelesaikan ujian namun


nyawa taruhannya.


“hhhh………”


Merasa Magianya sudah cukup


pulih, Sky kembali berdiri. Ia mengambil batu kapur yang ada di lantai lalu


membuka sayapnya dan terbang ke dinding lalu mulai menuliskan sesuatu…


Sreett.. sreett.. sreett…..


Tangannya menggesekkan batu


kapur menggoreskan tulisan berwarna putih. Ia menulis dengan cepat, dari kiri


ke kanan lalu turun ke baris selanjutnya. Wajahnya terlihat sangat serius.


Begitu batu kapur itu habis, ia langsung mengambil yang baru dan melanjutkan


tulisannya. Mulutnya sedikit bergerak mengikuti huruf-huruf yang ia tulis.


Prakk... huruf terakhir


selesai ditulis. Batu kapur yang ia pegang pun ia jatuhkan. Enam baris tulisan


selesai digoresnya di dinding ruangan itu. Ia terbang mundur sedikit memastikan


tak ada kesalahan dalam penulisannya. Sesungguhnya yang ia tulis bukanlah


kata-kata, puisi, ataupun surat. Melainkan mantra berupa lirik lagu yang akan


ia gunakan untuk mewujudkan sihir.


Sky tersenyum tipis lalu


mulai meraba huruf demi huruf dengan telapak tangannya secara berurutan sambil


menggerakkan mulut seolah bernyanyi. Niatnya, bukan lagu berupa suara yang ia


hasilkan, melainkan tulisan. Baris pertama.. kedua.. hingga terakhir. Ia


menyalurkan Magia biru nya pada tulisan yang ia raba. Dan siapa sangka,


Magianya merespon...



Sihir Sky sebelumnya


bermasalah sejak penyegelan Gate of South. Ketika menggunakan sihir yang rumit,


meski Magianya tetap berwarna biru namun wujud sihirnya yang biasanya berupa


garis halus berubah menjadi lingkaran-lingkaran sihir seperti milik Demigod.


Jika Wizard atau Witches menggunakan tongkat sihir sebagai media, Pixies


bernyanyi dengan lagu mantra, klan Demigod mewujudkan sihir dengan tulisan dari


buku mantra mereka.


Sepertinya Sky mulai


menyadari tujuan Zefyros dalam ujian ini, yaitu untuk memperbaiki sistem


sihirnya yang bermasalah. Jika sesuatu yang berhubungan dengan suara


terus-menerus gagal, maka ia mencoba untuk menuruti sistem sihir Demigod dengan


menggunakan tulisan sebagai perantara Magia menjadi sihir.


Sriinggg…. Kemilau cahaya


sihir mulai terlihat. Makin terang dan terang…


Disinilah Zefyros melakukan


tugasnya. Ia memberi Sky wujud sihir baru, lingkaran sihir yang hanya milik Sky


seorang. Lingkaran biru yang belum pernah ada di sepanjang kehidupan Enn


Vassili.


Wwuusshhh..... seisi


ruangan dipenuhi bunga-bunga bermekaran. Harum bunga-bunga itu pun semerbak.


Sihirnya berhasil terwujud melalui mantra yang ia tulis di dinding itu.



“Hahhh... aku.. berha-


sil.. eh?! Suaraku kembali?? YEEEEEYYYYY....... ” ia langsung meraba lehernya


lagi. Ia pun terbang berputar-putar sambil tertawa kegirangan.


“Sky.. Prince of Pixies..


lulus..” selesai dengan ujiannya, Sky pun langsung dipanggil untuk berkumpul


dengan yang lainnya.


“hhh… akhirnya..”


“SKYYY...!!!!!!” Samuel


menghambur untuk memeluknya. Meski berekspresi seperti menolak, Sky tetap


menerima pelukan Samuel.  Sambil


mendekatkan wajahnya, sang Raja Celestial bermanja pada kawan Pixy nya itu.


“kerja bagus Pixy..”


“ya.. lingkaran-lingkaran


sihir baru mu sangat indah..”


“Eh sudah banyak yang


selesai.. apa aku yang terakhir?” tanya Sky sambil melihat temannya satu per


satu.


“Bukan kok.. masih ada


Louis..” jawab Jeongin sambil menunjuk ke kolam ajaib Zefyros, memberi tahu


bahwa ia pun bisa ikut mengawasi Louis.



“Oh ya? Kukira dia yang


akan selesai paling cepat.. dia ‘kan kuat..” balas Sky lagi. Sementara Samuel


masih saja berayun-ayun memeluknya.


... (lepasin woy) *Sky


 ( :( ) *Samuel


-_-“) *Sky



Tinggal Louis sendiri..  diruangan sempit itu, Louis.. memanggil Roh


Malam dan Kesunyian demi bicara padanya. Lama-kelamaan sesuai dengan perintah


Zefyros, Louis tertidur dalam. Lebih dalam dari ketika ia tidur di malam hari..


lebih jauh dari alam mimpi.. merasuk ke ruang jiwanya.. demi bertemu dengan


sosok itu, Agel.



Sesak, gelap dan berkabut..


begitulah keadaannya. Baru kali ini Louis merasuk ke tempat yang disebut Ruang


jiwa. Ia berjalan pelan menuju tempat dimana Agel berada meski ia tak tau


kemana arahnya..


“... Kau mau jalan kemana


lagi? Ini aku di depanmu..” langkahnya pun terhenti saat ia mendengar suara


dari Roh yang ingin ia temui. Ia lalu mendongak.


Sepasang mata Agel yang


ungu terang menyala menatapnya. Ditengah kegelapan, wujud raksasanya hanya


terlihat samar. Namun Louis bersyukur setelah beberapa lama memanggil-manggil


Agel, ia berhasil merasuk dan menemuinya.


“.....” seperti biasanya


Louis kehabisan kata-kata saat menghadapi Roh itu. Meski Zefyros memerintahkan


mereka untuk saling bicara, sebenarnya Louis masih belum tau apa yang ingin ia


bicarakan.


“.. kenapa diam saja? Dari


tadi kau memanggilku ‘kan? Iya.. aku tau Roh Barat yang memerintahkanmu tapi


setidaknya bicaralah sepatah dua kata.. aku bosan tahu..” Louis bisa merasakan


hembusan napas Agel yang dingin. Ia menelan ludah. Agel ternyata sudah tau


maksud kedatangannya.


“.. dasar anak aneh..


kumakan kau sekarang juga....” kesal dengan Louis yang tetap diam, Agel pun


mengancam dengan memamerkan taring-taringnya.


“Nghh..!!!” Louis


menghindar dengan cepat. Agel yang hanya mengancam pun menutup kembali


mulutnya.


“.. kenapa.. kenapa kau mau


memakanku? Sejak dulu.. saat pertama kali kau merasukiku.. dan saat kau


menggulingkan tahta Raja Shapeshifter sebelumku.. kau selalu berkata kalau aku ini


mangsamu...” akhirnya Louis membuka mulutnya, bicara pada Agel meski suaranya


pelan dan terdengar ragu. Agel tersenyum menyerigai.


“Memangnya harus ada alasan


Kabut disekitarnya pun buyar.


“.. dan lagi, memangnya Roh


kuno butuh makan?!” balas Louis setengah berteriak.


“...?!!?!?” Agel pun


tersentak.


Ya, yang Louis katakan


memang benar. Roh-roh kuno Enn Vassili seperti Agel, Zefyros, Blue Spirit dan


lain-lainnya mereka terlahir dari unsur alam dan sesungguhnya berupa makhluk


gaib. Mereka cenderung baik dan netral. Sebagian memilih hidup berdampingan


dengan 9 klan, sementara sebagian besarnya memilih untuk hidup sendiri dan tak


berpihak pada apa atau siapapun.


Diantara mereka yang


mendedikasikan kehadiran dan kekuatan untuk kehidupan di Enn Vassili ialah


Zefyros yang melatih para pemimpin, dan beberapa memilih untuk hidup bebas


berkeliaran kemanapun mereka mau seperti Blue Spirit yang menjelajah Bimasakti


atau Agel yang mengejar malam hari. Sebelum merasuk ruang jiwa Louis, Agel


memang hidup berkeliaran tak memiliki tugas tertentu. Hanya saja, memang


sifatnya yang agak iseng suka mengganggu para Demigod di Vouna.


“... ahh sial.. aku


ketahuan..” Agel menutup mata dengan cakarnya yang besar. Lima belas tahun


Shapeshifter berlalu, kebohongannya terbongkar.


Begitulah, Agel memang


hanya mencari-cari alasan untuk tetap berdiam dalam diri Louis. Hari itu saat


ia diusir dari Vouna, ia bosan dengan kehidupannya yang seakan tanpa tujuan dan


mencari tau tentang kehidupan salah satu klan Enn Vassili yang Magianya mirip


dengannya yakni para Shapeshifter. Melalui Louis ia mengawasi bagaimana seorang


anak tumbuh dewasa, hidup normal bersama keluarga dan kawan-kawannya. Ia pun


merasa nyaman tinggal disana.


Louis memang anak yang saat


itu kebetulan menghampirinya, tak ada alasan khusus mengapa Agel memilih raga


Louis untuk dirasuki. Bertahun-tahun tinggal di dalamnya, ia enggan pindah. Ia


ingin tinggal disana sampai akhir. Yang ia butuhkan hanya sebuah alasan untuk


tetap tinggal di sana. Itulah sebabnya bahkan saat Jayden hampir memakan jiwa


Louis, Agel marah karena ‘rumah’nya mau direnggut begitu saja. Dengan tetap


mengancam, ia bertahan di ruang jiwa Louis.


“.. yasudah kalau begitu,


sepertinya kau lebih suka kalau aku pergi dari sini ya.. sudah tidak ada alasan


bagiku untuk tetap berada disini...” Agel berbalik, membuka kedua sayapnya dan


bersiap untuk beranjak pergi meninggalkan Louis. Ia mulai berpikir untuk


mengulang kehidupan lama nya mengejar malam di Enn Vassili.. sendirian..


“Tunggu!! Aku ‘kan tidak


menyuruhmu pergi..” Louis menahannya. Agel pun menoleh kearahnya.


“.. kenapa begitu?” dalam


hati Agel senang, ia pun ingin mendengar alasan Louis.


“Kau ini Roh Malam dan


Kesunyian ‘kan.. bukankah sunyi juga berarti sepi? Bukankah sebelum bertemu


denganku kau selalu sendirian?”


“.. kau ini berniat


menghinaku atau bagaimana hah?!”


“Bukan begitu maksudku..


kau jangan salah paham lah..!!! aku ‘kan bertanya baik-baik” Agel terkejut


mendengar nada bicara Louis yang seakan kesal. Anak itu bisa menyesuaikan diri


dengan cepat rupanya.


“Iya iya.. kau benar.. aku


selalu sendirian, mengikuti malam hari.. tak punya kegiatan yang berarti..


malah kadang aku iri dengan Roh semacam Zefyros yang meski kerjaannya cuma


tidur selama ratusan tahun setidaknya ia masih punya satu tugas penting..”


jawab Agel sambil melihat keatas. Ia pun tau Roh Barat itu sedang mengawasi


mereka.


.. (sialan kau Agel)


*Zefyros


“Ka- kalau begitu, jadilah


temanku-- bukan, teman kami..” ajak Louis setengah berteriak. Ia pendam


keraguannya dalam-dalam.


“Teman katamu? Hahahaha...


karena aku ini Roh kuno Enn Vassili, karena kau Raja Mavr Lykos, kau


mengharapkan sesuatu dariku ‘kan? Kau berharap Magia ku yang tak terbatas ini


juga ikut menjadi milikmu ‘kan?? Kau ingin memanfaatkanku untuk kepentingan


kerajaanmu ‘kan?? Hahahaha jangan bercanda..” taring-taring Agel nampak. Wajahnya


terlihat seram. Tapi Louis sama sekali tidak merasa takut padanya.


“... Lima belas tahun...


lima belas tahun Shapeshifter bukan waktu yang singkat. Aku pun merasakan akan


adanya ikatan yang kuat denganmu.. dalam waktu selama itu pula, aku bisa tau


bahwa kau bukanlah Roh yang jahat.. malah kalau bukan karena kau, aku pasti


sudah tidak ada di dunia ini sejak lama.. bukan begitu? Sebelum aku teringat


dengan keberadaanmu, aku pun sering merasa kesepian saat tak ada siapapun


disisiku.. tapi setelah aku mengingat akan adanya dirimu didalam jiwaku, aku


tak lagi mengenal rasa sepi..” Louis berbicara dengan sungguh lembut.


Kelembutan yang mampu meluluhkan hati sang serigala sekalipun.


“Apa.. justru kau yang


ingin pergi mencari orang lain?” sambung anak itu lagi. Agel tidak menjawab, ia


tetap mendengarkan Louis sampai kata-katanya selesai.


“Eh.. tidak, aku tidak


mau.. aku tidak mau kau mencari orang lain.. jujur saja, saat mendengarmu mau


pergi tadi, aku sedih.. karena itu Agel, tetaplah disini..” ekspresi Louis yang


tadinya bersemangat perlahan menjadi haru. Ia mengutarakan isi hatinya pada


Agel.



“.. jangan berekspresi begitu..


kau jadi jelek tau.. ngaca sana..” Agel mengelus kepala Louis dengan cakarnya


hingga tudung yang menutupi kepala Louis terlepas dan rambut hitamnya nampak.


Ia paham betul dengan perkataan Louis. Untuk pertama kalinya ia merasakan


ketulusan dari orang lain terhadapnya. Louis berkata jujur, ia benar-benar


tulus menginginkan Agel untuk tetap berada disana.


“Baiklah.. anggap saja


tidak ada yang berubah ya.. aku akan tetap tinggal disini.. dan kalau kau


butuh, kau bisa memanggilku kapan saja.. kita bisa bicara melalui kontak


batin.. sekarang, kembalilah pada teman-temanmu diluar sana...”


fuuhhh.....  Agel menghembuskan napasnya


dengan lembut pada Louis.


Sedetik kemudian Louis pun


membuka matanya, terbangun.


“hhh.. berhasil.. aku


berhasil bicara padanya..... aahhhhh..... ” bisik Louis. Bahunya tak lagi


tegang. Ia pun menghembuskan napas panjang, lega ujiannya selesai.


“Louis, Spirit of


Darkness.. kau lulus..” Zefyros lalu memanggilnya untuk berkumpul bersama


anggota Stray Kids yang lain.


Sebelumnya, sang Raja


Shapeshifter sangat khawatir kalau ia akan ditakuti kawan-kawannya. Tapi siapa


sangka..


“yeeeii…. Louis.. kau


berhasil…” Felix, datang menghambur dan memeluknya hangat.


“kenapa kau tidak cerita


pada kami dari awal.. berteman dengan roh kuno itu keren lho..” ujar Peter.


“Peter benar, keberadaannya


ikut menjadi bagian dari kita semua..”


“aku juga baru tau lho


kalau ternyata Roh malam itu benar-benar ada.. dia sangat pandai bersembunyi di


kegelapan malam.. bahkan klan Pixy hampir tak ada yang percaya kalau dia ada..”


“kau lihat itu, Louis?


Teman-temanmu semuanya baik.. jadi tak perlu risau untuk bercerita dan meminta


bantuan mereka kala kesulitan ya..”


“ya Zefyros.. terima kasih..”


dengan tatapan haru Louis menatap satu per satu kawannya.


Kini Stray Kids sudah


berkumpul kembali. Semua berdiri sejajar menghadap Zefyros sang Roh Barat dan


Keyakinan. Wajah mereka menampakkan kelelahan namun dengan senyum yang berseri.


Tak ada satupun yang gagal dalam ujian. Semua lulus dan puas dengan apa yang


mereka dapatkan.



STRAY KIDS - Enn Vassili | Step out!: Chaldene's Hidden Gem


@yumebananivaa


.