
“Sky.. apa?? Tapi selama
ini dia selalu bernyanyi ‘kan.. apa dia bisa??” Peter kaget mendengar perkataan
Zefyros.
“Kau sendiri? Kau selalu
mewujudkan sihir dengan A Froura tapi kau tau ‘kan aku mengambil pedang itu
darimu dan kau tetap lulus?” balas Zefyros lagi. Meskipun ia Roh kuno yang
sakti, cara bicaranya santai. SKZ bisa dengan tenang bercanda bersamanya.
“Oh iya ya benar juga..
hahahah..”
“Dia pasti akan menemukan
satu cara.. aku yakin itu.. selama ini sesulit apapun keadaan yang ia hadapi,
ia selalu menemukan solusi dengan caranya sendiri.. bukan begitu??” ujar Samuel
sambil mengawasi Sky dari permukaan kolam. Ia juga sedikit terkejut ketika
mendengar ujian apa yang sedang dijalani oleh kawan Pixy nya.
Saat itu, Sky masih duduk
bersandar di dinding. Pandangannya layu memandang keatas. Ia mengisi ulang
sedikit Magianya untuk mewujudkan sihir.
Gagal dalam mewujudkan
sihir bukan berarti Magia tak terpakai. Ibaratkan berlari berputar-putar tanpa
arah yang pasti, tenaga akan terkuras namun tujuan tak tercapai. Magia berasal
dari makanan yang dimakan serta daya hidup. Menggunakan Magia sampai batas
habis sangat berbahaya bagi fisik dan jiwa. Itu sebabnya Sky memilih untuk
beristirahat memulihkan Magianya daripada buru-buru menyelesaikan ujian namun
nyawa taruhannya.
“hhhh………”
Merasa Magianya sudah cukup
pulih, Sky kembali berdiri. Ia mengambil batu kapur yang ada di lantai lalu
membuka sayapnya dan terbang ke dinding lalu mulai menuliskan sesuatu…
Sreett.. sreett.. sreett…..
Tangannya menggesekkan batu
kapur menggoreskan tulisan berwarna putih. Ia menulis dengan cepat, dari kiri
ke kanan lalu turun ke baris selanjutnya. Wajahnya terlihat sangat serius.
Begitu batu kapur itu habis, ia langsung mengambil yang baru dan melanjutkan
tulisannya. Mulutnya sedikit bergerak mengikuti huruf-huruf yang ia tulis.
Prakk... huruf terakhir
selesai ditulis. Batu kapur yang ia pegang pun ia jatuhkan. Enam baris tulisan
selesai digoresnya di dinding ruangan itu. Ia terbang mundur sedikit memastikan
tak ada kesalahan dalam penulisannya. Sesungguhnya yang ia tulis bukanlah
kata-kata, puisi, ataupun surat. Melainkan mantra berupa lirik lagu yang akan
ia gunakan untuk mewujudkan sihir.
Sky tersenyum tipis lalu
mulai meraba huruf demi huruf dengan telapak tangannya secara berurutan sambil
menggerakkan mulut seolah bernyanyi. Niatnya, bukan lagu berupa suara yang ia
hasilkan, melainkan tulisan. Baris pertama.. kedua.. hingga terakhir. Ia
menyalurkan Magia biru nya pada tulisan yang ia raba. Dan siapa sangka,
Magianya merespon...
Sihir Sky sebelumnya
bermasalah sejak penyegelan Gate of South. Ketika menggunakan sihir yang rumit,
meski Magianya tetap berwarna biru namun wujud sihirnya yang biasanya berupa
garis halus berubah menjadi lingkaran-lingkaran sihir seperti milik Demigod.
Jika Wizard atau Witches menggunakan tongkat sihir sebagai media, Pixies
bernyanyi dengan lagu mantra, klan Demigod mewujudkan sihir dengan tulisan dari
buku mantra mereka.
Sepertinya Sky mulai
menyadari tujuan Zefyros dalam ujian ini, yaitu untuk memperbaiki sistem
sihirnya yang bermasalah. Jika sesuatu yang berhubungan dengan suara
terus-menerus gagal, maka ia mencoba untuk menuruti sistem sihir Demigod dengan
menggunakan tulisan sebagai perantara Magia menjadi sihir.
Sriinggg…. Kemilau cahaya
sihir mulai terlihat. Makin terang dan terang…
Disinilah Zefyros melakukan
tugasnya. Ia memberi Sky wujud sihir baru, lingkaran sihir yang hanya milik Sky
seorang. Lingkaran biru yang belum pernah ada di sepanjang kehidupan Enn
Vassili.
Wwuusshhh..... seisi
ruangan dipenuhi bunga-bunga bermekaran. Harum bunga-bunga itu pun semerbak.
Sihirnya berhasil terwujud melalui mantra yang ia tulis di dinding itu.
“Hahhh... aku.. berha-
sil.. eh?! Suaraku kembali?? YEEEEEYYYYY....... ” ia langsung meraba lehernya
lagi. Ia pun terbang berputar-putar sambil tertawa kegirangan.
“Sky.. Prince of Pixies..
lulus..” selesai dengan ujiannya, Sky pun langsung dipanggil untuk berkumpul
dengan yang lainnya.
“hhh… akhirnya..”
“SKYYY...!!!!!!” Samuel
menghambur untuk memeluknya. Meski berekspresi seperti menolak, Sky tetap
menerima pelukan Samuel. Sambil
mendekatkan wajahnya, sang Raja Celestial bermanja pada kawan Pixy nya itu.
“kerja bagus Pixy..”
“ya.. lingkaran-lingkaran
sihir baru mu sangat indah..”
“Eh sudah banyak yang
selesai.. apa aku yang terakhir?” tanya Sky sambil melihat temannya satu per
satu.
“Bukan kok.. masih ada
Louis..” jawab Jeongin sambil menunjuk ke kolam ajaib Zefyros, memberi tahu
bahwa ia pun bisa ikut mengawasi Louis.
“Oh ya? Kukira dia yang
akan selesai paling cepat.. dia ‘kan kuat..” balas Sky lagi. Sementara Samuel
masih saja berayun-ayun memeluknya.
... (lepasin woy) *Sky
( :( ) *Samuel
-_-“) *Sky
Tinggal Louis sendiri.. diruangan sempit itu, Louis.. memanggil Roh
Malam dan Kesunyian demi bicara padanya. Lama-kelamaan sesuai dengan perintah
Zefyros, Louis tertidur dalam. Lebih dalam dari ketika ia tidur di malam hari..
lebih jauh dari alam mimpi.. merasuk ke ruang jiwanya.. demi bertemu dengan
sosok itu, Agel.
Sesak, gelap dan berkabut..
begitulah keadaannya. Baru kali ini Louis merasuk ke tempat yang disebut Ruang
jiwa. Ia berjalan pelan menuju tempat dimana Agel berada meski ia tak tau
kemana arahnya..
“... Kau mau jalan kemana
lagi? Ini aku di depanmu..” langkahnya pun terhenti saat ia mendengar suara
dari Roh yang ingin ia temui. Ia lalu mendongak.
Sepasang mata Agel yang
ungu terang menyala menatapnya. Ditengah kegelapan, wujud raksasanya hanya
terlihat samar. Namun Louis bersyukur setelah beberapa lama memanggil-manggil
Agel, ia berhasil merasuk dan menemuinya.
“.....” seperti biasanya
Louis kehabisan kata-kata saat menghadapi Roh itu. Meski Zefyros memerintahkan
mereka untuk saling bicara, sebenarnya Louis masih belum tau apa yang ingin ia
bicarakan.
“.. kenapa diam saja? Dari
tadi kau memanggilku ‘kan? Iya.. aku tau Roh Barat yang memerintahkanmu tapi
setidaknya bicaralah sepatah dua kata.. aku bosan tahu..” Louis bisa merasakan
hembusan napas Agel yang dingin. Ia menelan ludah. Agel ternyata sudah tau
maksud kedatangannya.
“.. dasar anak aneh..
kumakan kau sekarang juga....” kesal dengan Louis yang tetap diam, Agel pun
mengancam dengan memamerkan taring-taringnya.
“Nghh..!!!” Louis
menghindar dengan cepat. Agel yang hanya mengancam pun menutup kembali
mulutnya.
“.. kenapa.. kenapa kau mau
memakanku? Sejak dulu.. saat pertama kali kau merasukiku.. dan saat kau
menggulingkan tahta Raja Shapeshifter sebelumku.. kau selalu berkata kalau aku ini
mangsamu...” akhirnya Louis membuka mulutnya, bicara pada Agel meski suaranya
pelan dan terdengar ragu. Agel tersenyum menyerigai.
“Memangnya harus ada alasan
Kabut disekitarnya pun buyar.
“.. dan lagi, memangnya Roh
kuno butuh makan?!” balas Louis setengah berteriak.
“...?!!?!?” Agel pun
tersentak.
Ya, yang Louis katakan
memang benar. Roh-roh kuno Enn Vassili seperti Agel, Zefyros, Blue Spirit dan
lain-lainnya mereka terlahir dari unsur alam dan sesungguhnya berupa makhluk
gaib. Mereka cenderung baik dan netral. Sebagian memilih hidup berdampingan
dengan 9 klan, sementara sebagian besarnya memilih untuk hidup sendiri dan tak
berpihak pada apa atau siapapun.
Diantara mereka yang
mendedikasikan kehadiran dan kekuatan untuk kehidupan di Enn Vassili ialah
Zefyros yang melatih para pemimpin, dan beberapa memilih untuk hidup bebas
berkeliaran kemanapun mereka mau seperti Blue Spirit yang menjelajah Bimasakti
atau Agel yang mengejar malam hari. Sebelum merasuk ruang jiwa Louis, Agel
memang hidup berkeliaran tak memiliki tugas tertentu. Hanya saja, memang
sifatnya yang agak iseng suka mengganggu para Demigod di Vouna.
“... ahh sial.. aku
ketahuan..” Agel menutup mata dengan cakarnya yang besar. Lima belas tahun
Shapeshifter berlalu, kebohongannya terbongkar.
Begitulah, Agel memang
hanya mencari-cari alasan untuk tetap berdiam dalam diri Louis. Hari itu saat
ia diusir dari Vouna, ia bosan dengan kehidupannya yang seakan tanpa tujuan dan
mencari tau tentang kehidupan salah satu klan Enn Vassili yang Magianya mirip
dengannya yakni para Shapeshifter. Melalui Louis ia mengawasi bagaimana seorang
anak tumbuh dewasa, hidup normal bersama keluarga dan kawan-kawannya. Ia pun
merasa nyaman tinggal disana.
Louis memang anak yang saat
itu kebetulan menghampirinya, tak ada alasan khusus mengapa Agel memilih raga
Louis untuk dirasuki. Bertahun-tahun tinggal di dalamnya, ia enggan pindah. Ia
ingin tinggal disana sampai akhir. Yang ia butuhkan hanya sebuah alasan untuk
tetap tinggal di sana. Itulah sebabnya bahkan saat Jayden hampir memakan jiwa
Louis, Agel marah karena ‘rumah’nya mau direnggut begitu saja. Dengan tetap
mengancam, ia bertahan di ruang jiwa Louis.
“.. yasudah kalau begitu,
sepertinya kau lebih suka kalau aku pergi dari sini ya.. sudah tidak ada alasan
bagiku untuk tetap berada disini...” Agel berbalik, membuka kedua sayapnya dan
bersiap untuk beranjak pergi meninggalkan Louis. Ia mulai berpikir untuk
mengulang kehidupan lama nya mengejar malam di Enn Vassili.. sendirian..
“Tunggu!! Aku ‘kan tidak
menyuruhmu pergi..” Louis menahannya. Agel pun menoleh kearahnya.
“.. kenapa begitu?” dalam
hati Agel senang, ia pun ingin mendengar alasan Louis.
“Kau ini Roh Malam dan
Kesunyian ‘kan.. bukankah sunyi juga berarti sepi? Bukankah sebelum bertemu
denganku kau selalu sendirian?”
“.. kau ini berniat
menghinaku atau bagaimana hah?!”
“Bukan begitu maksudku..
kau jangan salah paham lah..!!! aku ‘kan bertanya baik-baik” Agel terkejut
mendengar nada bicara Louis yang seakan kesal. Anak itu bisa menyesuaikan diri
dengan cepat rupanya.
“Iya iya.. kau benar.. aku
selalu sendirian, mengikuti malam hari.. tak punya kegiatan yang berarti..
malah kadang aku iri dengan Roh semacam Zefyros yang meski kerjaannya cuma
tidur selama ratusan tahun setidaknya ia masih punya satu tugas penting..”
jawab Agel sambil melihat keatas. Ia pun tau Roh Barat itu sedang mengawasi
mereka.
.. (sialan kau Agel)
*Zefyros
“Ka- kalau begitu, jadilah
temanku-- bukan, teman kami..” ajak Louis setengah berteriak. Ia pendam
keraguannya dalam-dalam.
“Teman katamu? Hahahaha...
karena aku ini Roh kuno Enn Vassili, karena kau Raja Mavr Lykos, kau
mengharapkan sesuatu dariku ‘kan? Kau berharap Magia ku yang tak terbatas ini
juga ikut menjadi milikmu ‘kan?? Kau ingin memanfaatkanku untuk kepentingan
kerajaanmu ‘kan?? Hahahaha jangan bercanda..” taring-taring Agel nampak. Wajahnya
terlihat seram. Tapi Louis sama sekali tidak merasa takut padanya.
“... Lima belas tahun...
lima belas tahun Shapeshifter bukan waktu yang singkat. Aku pun merasakan akan
adanya ikatan yang kuat denganmu.. dalam waktu selama itu pula, aku bisa tau
bahwa kau bukanlah Roh yang jahat.. malah kalau bukan karena kau, aku pasti
sudah tidak ada di dunia ini sejak lama.. bukan begitu? Sebelum aku teringat
dengan keberadaanmu, aku pun sering merasa kesepian saat tak ada siapapun
disisiku.. tapi setelah aku mengingat akan adanya dirimu didalam jiwaku, aku
tak lagi mengenal rasa sepi..” Louis berbicara dengan sungguh lembut.
Kelembutan yang mampu meluluhkan hati sang serigala sekalipun.
“Apa.. justru kau yang
ingin pergi mencari orang lain?” sambung anak itu lagi. Agel tidak menjawab, ia
tetap mendengarkan Louis sampai kata-katanya selesai.
“Eh.. tidak, aku tidak
mau.. aku tidak mau kau mencari orang lain.. jujur saja, saat mendengarmu mau
pergi tadi, aku sedih.. karena itu Agel, tetaplah disini..” ekspresi Louis yang
tadinya bersemangat perlahan menjadi haru. Ia mengutarakan isi hatinya pada
Agel.
“.. jangan berekspresi begitu..
kau jadi jelek tau.. ngaca sana..” Agel mengelus kepala Louis dengan cakarnya
hingga tudung yang menutupi kepala Louis terlepas dan rambut hitamnya nampak.
Ia paham betul dengan perkataan Louis. Untuk pertama kalinya ia merasakan
ketulusan dari orang lain terhadapnya. Louis berkata jujur, ia benar-benar
tulus menginginkan Agel untuk tetap berada disana.
“Baiklah.. anggap saja
tidak ada yang berubah ya.. aku akan tetap tinggal disini.. dan kalau kau
butuh, kau bisa memanggilku kapan saja.. kita bisa bicara melalui kontak
batin.. sekarang, kembalilah pada teman-temanmu diluar sana...”
fuuhhh..... Agel menghembuskan napasnya
dengan lembut pada Louis.
Sedetik kemudian Louis pun
membuka matanya, terbangun.
“hhh.. berhasil.. aku
berhasil bicara padanya..... aahhhhh..... ” bisik Louis. Bahunya tak lagi
tegang. Ia pun menghembuskan napas panjang, lega ujiannya selesai.
“Louis, Spirit of
Darkness.. kau lulus..” Zefyros lalu memanggilnya untuk berkumpul bersama
anggota Stray Kids yang lain.
Sebelumnya, sang Raja
Shapeshifter sangat khawatir kalau ia akan ditakuti kawan-kawannya. Tapi siapa
sangka..
“yeeeii…. Louis.. kau
berhasil…” Felix, datang menghambur dan memeluknya hangat.
“kenapa kau tidak cerita
pada kami dari awal.. berteman dengan roh kuno itu keren lho..” ujar Peter.
“Peter benar, keberadaannya
ikut menjadi bagian dari kita semua..”
“aku juga baru tau lho
kalau ternyata Roh malam itu benar-benar ada.. dia sangat pandai bersembunyi di
kegelapan malam.. bahkan klan Pixy hampir tak ada yang percaya kalau dia ada..”
“kau lihat itu, Louis?
Teman-temanmu semuanya baik.. jadi tak perlu risau untuk bercerita dan meminta
bantuan mereka kala kesulitan ya..”
“ya Zefyros.. terima kasih..”
dengan tatapan haru Louis menatap satu per satu kawannya.
Kini Stray Kids sudah
berkumpul kembali. Semua berdiri sejajar menghadap Zefyros sang Roh Barat dan
Keyakinan. Wajah mereka menampakkan kelelahan namun dengan senyum yang berseri.
Tak ada satupun yang gagal dalam ujian. Semua lulus dan puas dengan apa yang
mereka dapatkan.
STRAY KIDS - Enn Vassili | Step out!: Chaldene's Hidden Gem
@yumebananivaa
.