
“Ruler of Asteria, Samuel Hwang.. dan Guardian of Chaldene, Peter Han.. mau berbagi tentang ujian kalian di hadapan teman-teman yang lain?” tanya Zefyros pada pasangan pertama yang menyelesaikan ujiannya.
“Bolehkah??” balas Peter semangat.
“Tentu saja.. ini memang momen untuk berbagi pengalaman kalian.. langka sekali delapan pemimpin Enn Vassili mengambil ujian denganku di waktu yang bersamaan seperti ini.. dulu setiap pemimpin klan selalu mengambil ujian di waktu yang berbeda-beda.. makanya kali ini terasa spesial bagiku..” jelas Zefyros.
“Hoo.. oke kalau begitu.. kau masih ingat caranya kan Sam?!”
“Maaf ya.. aku tidak pelupa sepertimu..” Samuel membuka sayapnya, bersiap untuk berubah.
“HA HA HA.. siipp... Guardian of Chaldene, Heavy Armor..” bebatuan tersusun melapisi jirah Peter. Magia nila nya tampak mengalir deras.
“Ruler of Asteria, Galactical Mode..” tubuh Samuel dibalut angin putih dan sayapnya berubah menjadi hitam berkilau seperti galaksi dengan jutaan bintang.
“Heheh.. dengan wujud seperti ini, Magia ku lebih menyatu dengan tanah, bisa bertarung meski tanpa senjata, juga tidak akan mudah terluka..” jelas Peter. Terdengar suara gesekan bebatuan dari setiap gerakannya. Kini ia bisa bertarung dengan baik meski tak memegang A Froura.
“Ya.. dan dengan sayap hitamku, aku bisa menggunakan elemen luar angkasa.. kini aku bisa menggunakan tiga elemen sihir.. Angin, Suara, dan Galaksi..” sambung Samuel sambil mengepak pelan sayap hitamnya yang kini berukuran dua kali lipat lebih besar dari sayap putihnya.
“Bagus sekali.. ini.. kukembalikan senjata kalian.. A Froura dan Chriso Macairi..” Zefyros mengangkat sayapnya. Nampak pedang dan tombak milik Peter dan Sam disana. Mereka berdua pun mengambil kembali senjatanya masing-masing.
(tombak apaan nih berat amat) *Peter
(apaan berat b aja tuh) *Sam
(udah gausah ribut kalian.. emang Chriso maunya dipegang sama Celestial doank) *Zefyros
(ebuset) *Peter
“Lalu.. Earl of Siren, Felix.. maukah kau memperkenalkan kawan baru mu? ”
“kawan baru?”
“Ehmm.. yaa.. ujianku tidak terlalu sulit sih tapi.. Broken Compass, berubahlah menjadi Bokkie..”
Sang kompas bersinar terang, bola kaca itu segera berubah wujud menjadi sesosok hewan mirip kadal yang senang bertengger di bahu tuannya.
“Chun.. chunn..” begitu berubah hewan itu mengeluskan kepalanya pada wajah Felix.
“Bokkie?!” semua selain Peter dan Samuel terkejut karena baru melihat wujud Bokkie.
“.. iya, Broken Compass.. Zefyros mengubahnya menjadi hidup dan yaa.. inilah dia.. dia teman baru kita sekarang.. aku menamainya Bokkie..”
“Tapi.. tapi.. bagaimana kau ingin menggunakannya untuk penunjuk arah seperti biasa??” tanya Chris yang ingat bagaimana Felix selalu menggunakan kompas itu.
“Bisa kok.. Bokkie~ berubahlah menjadi Broken Compas..” Felix memberi perintah. Sambil tersenyum Bokkie bersinar keemasan dan berubah kembali menjadi bola kaca dengan panah merah di dalamnya.
“Lihat ‘kan? Bokkie.. berubahlah kembali..” perintah Felix lagi. Kompas itu lalu bersinar lagi menjadi Bokkie yang nyaman bertengger di bahu Felix.
“whooaa….. dia seperti seekor naga kecil..”
“ya ‘kan? Aku senang sekali mendapatkan Bokkie sebagai kelulusan ujianku..”
“.. selanjutnya King of Dragons, Chris Bang.. Command of Beast, Minho.. dan Priest of Foxes, Jeongin.. bagaimana dengan kalian?”
“ehm.. aku.. bertemu dengan Blue Spirit, Roh Biru dan Kesetiaan yang sebagian jiwanya tinggal dalam tiara ku ini.. dan dia memberiku senjata berupa sebuah pedang besar..” Chris menunjukkan pedang besar yang ia dapatkan.
“Oh.. Blue Loyalty.. nama senjata itu.. pedang besar itu mampu melipat gandakan tenaga sihirmu.. juga ada beberapa jurus spesial yang bisa kau gunakan dengannya.. ia sama spesialnya dengan Eispalast istanamu..”
“seperti Eispalat? Karenanya Kristal kuarsa ini kebiruan dan bilahnya berwarna perak?”
“benar sekali.. ia menyesuaikan warna dan elemen penggunanya.. karena kau Naga es, ia berwarna biru-perak serta berelemen es dan kristal.. Blue Spirit yang menciptakan senjata hebat itu.. jaga baik-baik ya..” Zefyros memberi tahu Chris tentang nama senjata yang ia dapatkan.
Blue loyalty adalah pedang yang memang diberikan oleh Kazu pada King of Dragons yang berhasil melalui ujian dari Zefyros. Saat Raja-raja sebelumnya turun tahta, Blue Loyalty akan diambil kembali oleh sang Roh biru. Chris pun tak henti-hentinya memandangi Blue Loyalty dengan kagum.
“.. bagaimana? ada yang berbeda dariku??” goda Minho pada teman-temannya sambil berpose dan cengar-cengir.
“muka mu ngeselin.. sudah cepat cerita...” Sky berkacak pinggang mengomel pada Minho.
“Hehehehe... ini.. wujud Eye of Pride ku yang baru..” Minho mengangkat pergelangan tangannya menunjukkan gelang Eye of Pride, leader item nya yang bukan lagi berbentuk bros.
“.. lenganmu besar juga ya..” komen Peter yang malah fokus ke hal lain.
“.. dan.. kalau Chris dapat senjata, aku juga.. Pride Arrow..!!” criinngg.... busur panah Pride Arrow muncul dan memercikkan listrik.
“Hoooo....” teman-temannya kagum sambil memanggut-manggut.
“Jangan lupa.. ia juga punya banyak serangan spesial.. selanjutnya pelajarilah teknik-teknik memanah.... itu akan sangat membantumu dalam pertarungan..”
“nah, kau dengar itu? Kau pernah belajar memanah??” goda Samuel.
“tidak pernah.. tapi aku pernah belajar berburu dan menangkap burung yang sedang terbang di atas bukit..”
“……”
“hahahahah kau ini.. kalau begitu mulailah belajar menegakkan busur dan menembakkan panah-panahmu.. bukan tak mungkin kau bisa menguasai jurus yang jauh lebih kuat dari Thunderroar nantinya.. ” tambah Zefyros. Nasehatnya pada mereka sangat membantu. Chris dan Minho, duo beast yang kini kompak memegang senjata baru dari Roh pelindung dan moyang mereka masing-masing.
“Lalu.. Priest of Foxes, Jeongin.. aku penasaran denganmu karena ini pertama kalinya kita bertemu..” Zefyros menoleh kearah Jeongin yang berdiri terpaku.
“Ya.. Inari memberiku ini.. salah satu lonceng yang ada di kalungnya..” Jeongin menunjukkan lonceng emas yang ia genggam. Suaranya tak kalah nyaring dengan tujuh lonceng yang ada di pakaiannya.
“Sungguh? Bukankah lonceng-lonceng itu simbol Dewa-nya?”
“ya.. begitulah.. lonceng yang kupakai di pakaian ku juga merupakan simbol Dewa..”
“wah.. kau sungguh beruntung.. aku sendiri belum pernah bertemu dengan Dewa Inari sebelumnya.. khusus di ujian ini karena kau ikut serta makanya aku memanggilnya.. keberadaannya agak sulit dijangkau karena jauh dari dunia kita.. tapi syukurlah ia mau menjawabku dan mengerti perihal ujian ini..” jelas Zefyros.
Inari sang Rubah berekor 13 merupakan salah satu Dewa yang penting. Berbeda dengan Dewa-Dewa lain yang menetap di Surga, Inari memiliki Dimensinya sendiri. Dimensi hampa berupa galaksi yang kosong.
Loceng-lonceng itu berdenting.. berdenting.. berbunyi nyaring.
“Dewa katamu?! Wahh kau beruntung sekali Jeongin..” Felix menatapnya kagum. Bokkie pun ikut tersenyum padanya.
“Ya.. kami-kami disini dilatih atau bertemu dengan Roh sementara kau bertemu dengan salah satu Dewa langsung..” timpal Chris.
“Ya begitulah.. setiap kali bereinkarnasi aku selalu melaporkan tugas-tugasku padanya.. menyampaikan hal baru yang terjadi dalam satu rentang waktu hidupku dari memiliki satu ekor hingga sembilan ekor.. rubah-rubah lain tidak bertemu dengannya saat bereinkarnasi.. hanya aku seorang yang boleh bertemu dengannya.. ” Jeongin menjawab datar.
Ia belum pernah bercerita tentang perannya yang sebenarnya lebih dari sekedar menjadi Pendeta Rubah Suci di Miwamori. Ia menyimpan rahasia besar yang belum pernah ia ungkapkan pada siapapun.
“Jeongin? Kau serius?” Minho bertanya dengan ekspresi terkejut.
“hihihi.. apa aku terlihat seperti sedang bergurau?”
Jeongin berkedip pelan lalu melanjutkan kata-katanya..
“.. Peranku sebenarnya lebih dari sekedar pemimpin klan Kitsune.. lebih dari sekedar memerintah kerajaan para Rubah.. tapi lain kali saja aku bercerita lebih detil tentang diriku pada kalian.. kurasa ini belum saatnya..”
Jeongin mengganti lonceng di kalungnya dengan lonceng pemberian Inari. Sedikit lebih besar namun terasa hawa lain saat ia mengenakannya. Sorot mata Rubah nya entah mengapa terlihat berbeda dari Jeongin yang biasanya. Tapi sedetik kemudian mata itu tersenyum lagi.. kembali menjadi Jeongin yang polos dan berseri. Kedua telinganya berkedut, terlihat sangat imut.
“Jeongin…”
Zefyros tak menyangkal perkataan Jeongin. Ia hanya diam lalu melirik pada Sky yang terdiam tanpa sepatah kata. Sky pun menyadari gilirannya untuk berbagi cerita.
“Ng? Aku? Hahah.. aku tidak mau lagi mengalami yang namanya kehilangan suara.. tenggorokanku jadi kosong dan aneh.. tapi aku harus berterima kasih padamu Zefyros, sihirku memang bermasalah sejak saat kami menyegel Gate of South karena aku menggunakan mantra Surgawi..”
“bagaimana rasanya merapal mantra itu untuk yang pertama kalinya di hidupmu?”
“duh yaa.. cukup jadi yang pertama dan terakhir saja ya.. meski lantunannya indah, kekuatannya terlalu besar untuk Pixy bertubuh kecil sepertiku.. selama ini aku merasa seperti ada dua kekuatan dalam diriku.. tubuhku terasa seperti sebuah botol yang berisi air dan minyak.. tapi sekarang keduanya sudah menyatu menjadi keutuhan yang baru dan sihirku menjadi stabil kembali..”
“syukurlah ya Sky.. kau nampak sangat berbeda dibandingkan kemarin..” Chris turut merasa lega melihat sosok Sky saat itu.
“ya.. kau terlihat lebih riang seolah baru dibebaskan dari beban berat” timpal Felix.
“hehehe tentu saja.. perasaanku belum pernah senyaman ini sebelumnya.. sekali lagi, terima kasih banyak Zefyros” Sky memercikkan sedikit Magianya sambil membungkuk pada Zefyros, berterima kasih. Lingkaran sihir biru khas miliknya pun muncul lagi. Halus dan memukau seperti suaranya.
“Sama-sama.. aku sangat senang bisa membantumu..” Zefyros membalas ucapan terima kasihnya sambil tersenyum pada Sky.
Sang roh barat lalu menoleh kearah Louis, satu-satunya yang belum bercerita tentang bagaimana ia lalui ujiannya.
“ehm.. teman-teman.. maukah kalian mendengar lebih jauh tentangku ataupun Agel?”
“tentu saja.. aku pun akan ikut senang kalau ia juga mau berteman dengan kita..”
“Baiklah.. ijinkan aku memperkenalkannya ya.. di perjalanan kali ini kita, kalian, mengenal banyak nama Roh ya.. mulai dari Zefyros.. lalu tadi Blue Spirit.. dan satu lagi.. Roh Malam dan Kesunyian.. Agel.. yang sudah menetap di ruang jiwaku selama 15 tahun Shapeshifter..”
Teman-temannya mendengarkan dengan baik setiap perkataan Louis. Tidak ada yang menyela ataupun terkesan takut dengan Agel sendiri.
“.. dan kalian tau? Dia juga lah yang menyebabkan aku memiliki julukan Spirit of Darkness.. karena aku adalah Raja Shapeshifter pertama yang mampu mengendalikan nafsu kegelapan dalam diriku dengan bersumpah tidak memakan jiwa orang lain dan dia.. adalah Roh Malam yang menetap dalam jiwaku..” jelas Louis sambil meraba dada kirinya.
“di ujian tadi, kami bicara dan sepakat untuk tetap hidup berdampingan dan aku juga berjanji untuk jadi temannya yang berarti ia juga teman kalian.. apa kalian tetap tidak keberatan, dan mau menerima kami?” sambungnya lagi.
“lho? Kenapa kami harus keberatan?” balas Chris sambil tersenyum.
“iya.. pendapat kami tentang dirimu ataupun Agel tak sedikitpun berubah..”
“mereka benar, dari awal kita bertemu hingga detik ini Stray Kids tetaplah satu.. tidak ada yang berubah..” timpal Peter sambil menghampiri dan merangkulnya.
Yang lain pun mengekor, memeluk Louis erat sambil tertawa kecil. Senyum sang Shapeshifter pun makin merekah. Mereka delapan pemimpin yang makin kompak tiap harinya. Zefyros pun melihat Stray Kids sebagai pelindung masa depan Enn Vassili yang berbeda dengan pendahulu-pendahulunya..
“Tunggu-tunggu.. jadi Roh juga bisa merasuk dalam diri seseorang?” tanya Minho yang baru kepikiran. Ia pun menoleh pada Zefyros untuk mendapatkan jawaban.
“tentu saja, karena kami ‘kan termasuk keberadaan yang gaib.. namun tergantung tujuannya.. aku sendiri tak punya keinginan atau keperluan untuk merasuki seseorang, jadi untuk apa?”
“begitukah?”
“apakah roh yang merasuki seseorang bisa berpengaruh pada kekuatan orang itu?” kali ini Samuel yang bertanya.
“hmm… bagaimana cara menjelaskannya ya? Bagaimana menurut mu, Sky?”
“lho.. Diandra kan tidak merasuki ku.. ia hanya menitipkan kekuatan serta senjata-senjata nya padaku..”
“kalau menurutmu, Louis?”
“.. aku tidak tau.. sebelum ini ‘kan kami saling diam tak bertegur sapa.. aku juga belum pernah benar-benar terlibat pertempuran.. tapi kuakui, aliran Magia milik Agel ketika ia bertengkar dengan Jayden.. sungguh luar biasa besar dan deras..”
“baiklah, jawabanku juga tetap sama.. semua tergantung pada diri sang Roh sendiri.. jika dia berkenan, dia bisa memberikan kekuatan pada sosok yang ia rasuki..”
“apa kau tau Zefyros, Roh lain yang sedang merasuki seseorang selain Agel saat ini?”
“hahahah… sayangnya aku tidak mengetahui hal itu.. tidak hanya merasuki makhluk hidup, beberapa dari kami pun menetap dalam benda-benda keramat.. dan.. kaliah tau? Ada juga Roh-Roh yang terpaksa disegel karena merupakan Roh pengacau atau biasa disebut sebagai Iblis, seperti Lucifer dan Leviathan..”
“ugh.. Iblis.. seram..”
“ya, baik atau jahatnya Roh biasanya tergantung pada asal-usulnya mereka.. aku, Blue Spirit dan Agel terlahir dari unsur alam.. sedangkan iblis dari kejahatan, sisi negatif dari dunia ini.. sejauh ini kalian paham?”
“uuhh… Leviathan.. ku harap aku hanya bertemu dengannya sekali seumur hidup saja”
“chun chuunn….”
“kau memang luar biasa Felix.. yah.. kita doakan saja Iblis terkutuk itu tidak bangun lagi”
“terima kasih atas penjelasanmu Zefyros.. tapi jujur aku masih penasaran sebenarnya ada total berapa Roh kuno yang menyebar di Enn Vassili..” balas Minho lagi. Feline satu ini memang penuh rasa ingin tau, selayaknya seekor kucing.
“oo.. tentu ada banyak.. dan aku yakin nantinya kalian pasti akan bertemu dengan mereka satu persatu.. mereka juga yang akan membimbing kalian menuju masa depan..” Zefyros akhirnya menutup penjelasannya.
STRAY KIDS - ENN VASSILI | Step out!: Chaldene's Hidden Gem
@yumebananivaa
.