(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem

(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem
Hello again



“derap langkah.. desah


napas.. kibas jubah.. denting pedang.. Ibunda kami Eve, mohon bantuanmu


hubungkan kembali dengan kerabat-kerabat kami.. Chris


Bang, Minho, Louis Seo, Samuel Hwang, Felix, Sky Kim dan Jeongin…” Peter, malam itu kembali di depan kolam hias di balkon lantai dua Gi


Ankalia, merapal sihir penghubung agar bisa berbicara dengan teman-temannya


melalui media pantul terdekat. Magia navy nya menyelimuti permukaan kolam,


mencari media pantul terdekat dari individu-individu yang Ia sebutkan namanya


agar sihir bisa terhubung.


“ha.. halo..” Ia membuka


percakapan, mengetes apakah sihirnya sudah tersampaikan pada kawan-kawannya.


“si.. siapa itu??”


“Minho? Ini aku lho, Peter—“


“PETER KAU TENGGELAM DALAM


GENANGAN AIR?!? TUNGGU AKU AKAN PAKAI SEPATU BOOTS DAN MENYELAMATKANMU” Minhoyang sedang duduk santai di bangku taman pasca hujan siang itu, lagi-lagi


iseng padahal baru terhubung lagi dengan kawan-kawannya.


“cih, aku menyesal kau


yang pertama terhubung dengan sihir ini”


“hahahahahah….” Command of


Beast itu pun duduk kembali di tempatnya semula memperhatikan genangan air yang


terhubung dengan sihir Peter. Kelap kelip Magia navy pun nampak muncul dari genangan


air sisa derasnya hujan itu.


“halo lagi, Peter.. sudah


lama ya sejak terakhir kita bertemu..” Chrismenjawab. Mendekati waktu


tidurnya Ia bercermin di meja rias yang berada di sudut kamarnya. Tak menyangka


kalau tiba-tiba cermin itu tersambung dengan sihir Peter. Ia biasa tidur tanpa


baju, hanya mengenakan celana pendek yang menampakkan betisnya yang putih


bersih. Bahunya yang lebar sungguh sangat seksi. Terlihat pula garis belang


biru khas Dragons dari bahu ke punggung hingga ekor nya.


“apa kabar, Chris..”


“ha.. halo juga..


hoaaahhmm” sama seperti Chris, sihir terhubung dengan


cermin besar di kamar Jeonginyang sedang tertidur di


tengah malam waktu Miwamori. Telinganya berkedut dan terbangun karena mendengar


suara di kamarnya. Setelah menjawab Ia pun menguap karena masih sangat


mengantuk. Ikatan Haori nya yang kendor menampakkan tulang selangka dan dada


pendeta Kitsune itu.


“aku mengganggu waktu


istirahatmu ya, Jeongin.. maaf lagi-lagi aku lupa menghitung perkiraan waktu kalian sebelumnya..”


“tidak.. apa.. justru aku


sedang memikirkan kalian hingga ketiduran tadi.. zzzz…”


“sihirmu selalu terhubung


dengan Broken Compass ku Peter.. satu-satunya media pantul yang selalu aku


bawa..” jawab Felix yang sedang mengarungi lautan dengan dalam wujud Siren nya. Beningnya kaca


Broken Compass menjadi media pantul yang sempurna untuk Felixyang berada di dalam air.


“.. sihir penghubung mu


ini tersambung ke media pantul yang acak ya.. kukira ada orang yang mengobrol


di luar jendela padahal aku sedang berada di lantai 3 Kteno Diasti.. tapi yaa..


kalau Celestial mungkin saja sih, Cuma...” Samuel sedang fokus pada


tumpukan laporan kerajaan di meja kerjanya. Tiba-tiba terkejut dan waspada


ketika mendengar suara orang dari kaca jendela ruangannya. Padahal biasanya


sihir penghubung Peter tersambung ke jam saku, gelas minuman, atau kaca lemari


kayu di belakangnya.


“kalau Celestial wajar..


kalau manusia?? Aku pasti sudah baca ayat-ayat duluan..”


“kalau aku.. hampir


mengira meja marmer di hadapanku kerasukan jin—“


“HAHAHAHAHAHA KERASUKAN


JIN.. HAHAHAHA paling tengah malam nanti meja mu berjalan sendiri” Samuel langsung menjawab Louisyang masih memegangi


mejanya kebingungan. Spirit of Darkness itu belum lama bangun tidur. Karenanya


pikirannya masih mengawang awang.


“sialan.. awas kau ya,


akan ku tarik kuncir rambut panjangmu itu”


“sini kalau berani hihihi”


“kalian nampaknya


bersenang-senang ya..” Skymendengar suara


percakapan dari jam saku yang selalu Ia bawa. Tengah malam itu meski sudah


memakai piyama nya, Ia masih memandangi terangnya rembulan dari balkon lantai 3


Blumengarte, belum tidur karena menghayati Magia nya yang penuh.


“SKYYYY… AAAA AKU PALING KANGEN KAU” Samuel berhenti menertawakan Louis dan langsung memanggil nama Skydengan kencang.


“owh, oke.. bye”


“hei hei mau kemana kau


aku belum sempat bicara”


“ingatkan aku jauh-jauh


dari Sam jika kita berkumpul ya”


“apa sih kok kau jahat”


“hahahahahah yasudah.. ada


perlu apa sampai repot-repot menghubungi kami Peter?” Chrismengembalikan arah pembicaraan agar tidak melantur kemana-mana.


“memangnya kalian tidak


kangen kumpul-kumpul seperti sebelumnya? Sudah 2 bulanan lho kita belum bertemu


lagi.. apa kita bisa segera kumpul kembali?”


Brukk..!!


“MAU.. AYO KAPAN KITA


KUMPUL LAGI? MAU KUMPUL DIMANA??” Louissampai menggebrak meja


marmernya, kalimat ajakan untuk berkumpul kembali adalah yang ia nantikan sejak


sihir Peter terhubung padanya.


“iya.. justru kalau bisa


secepatnya.. aku baru menyelesaikan tugas terakhir musim panasku.. mumpung


tugas berikutnya belum mengejar nih..” sambung Felix. Tugas-tugasnya sebagai


Earl of Siren tak jauh dari menjaga kedamaian makhluk-makhluk laut.


“oh iya, sebelum itu aku


mau cerita nih.. tadi siang ketika aku mengobrol dengan Cyari ia menawarkan


sesuatu..”


“Oh ya? Apa itu?”


“ia menawarkan kita untuk


mencari dan menemukan harta tersembunyi Chaldene.. Chaldene’s hidden Gem..”


“.... Chaldene’s hidden


gem?” Stray Kidskompak menyahuti ujaran


Peter.


“iyaa.. katanya mungkin


kita akan tertarik.. harta karun itu bisa jadi sesuatu yang akan kita bawa


seumur hidup..” sambil menggaruk kepalanya, sebenarnya Peter masih agak ragu.


Namun ia akan mengikuti pendapat teman-temannya.


“.. Akan kita bawa seumur


hidup? Aku agak penasaran sih.. kira-kira apa ya..” jawab Skytetap menatap terangnya rembulan.


“apa sebelumnya di Chaldene


sempat terdengar soal mitos harta karun itu?” beberapa orang yang melintas agak


heran melihat Minhobicara dengan genangan air. Tapi begitu melihat kelap kelip sihir berwarna


biru gelap, mereka pun membiarkan.


“tidak.. aku belum pernah


dengar sama sekali.. baru kali ini dari Cyari.. seolah ini sama rahasianya


seperti perang masa lalu di Chaldene..”


“hmm... menarik juga.. aku


sih mau saja.. toh yang menawarkannya seekor Unicorn..” balas Samuel serius. Baginya Unicorn sama uniknya seperti para Pegasus yang ia kenal


di Asteria.


“aku setuju dengan Sam.. bisa jadi itu merupakan rahasia yang benar-benar para Unicorn jaga


dengan baik.. bukankah ini kehormatan besar bagi kita?” Louis, makin bersemangat untuk segera bertemu teman-temannya.


“ya.. kalau Cyari sendiri


yang menawarkan.. kenapa tidak? Aku rasa ada hal yang ia ingin kita yang


mencari dan menemukannya..” dinginnya malam di Draecorona terasa hangat kala Christerhanyut dalam obrolan.


“.. Aku suka petualangan


dan mencari sesuatu yang baru.. kalau kalian tertarik aku ikut..” ekor Minhobergerak-gerak lagi, mengikuti perasannya yang senang.


“hemm.. hemm... aku..


juga.. ikut...” lemas sambil menahan kantuk, Jeonginberusaha menyimak.


“terus terus.. jadinya kita


kapan ketemunya??” Sam, makin tidak sabar.


“ya Peter.. kapan kau,


atau kalian semua punya waktu luang, aku akan mengosongkan jadwalku..” balas Chrisdengan ramahnya.


“lusa, di Gi Ankalia


setelah matahari terbenam waktu Chaldene.. kalian bisa? Kalau besok sepertinya


terlalu mendadak ya.. atur ulang dulu jadwal kita..”


“besok juga boleh kok..


aku sudah rindu sekali dengan suaranya Sky..”


“oke selain menjauh aku


juga akan diam saja, ingatkan aku ya teman- teman”


“Skyyyy…”


“ya Tuhan.. kenapa


teman-temanku begini..”


“hahahah... sabar Peter..


sabar..” bahu Chris terguncang lembut seiring dengan tawa manisnya. Terbayang di benaknya


wajah pasrah Peter akan kelakuan Sky dan Samuel.


“begini-begini kau kangen


kami ‘kan?! Sudahlah jujur saja..”


“iya Minho.. memang..” bukannya menenangkan Peter, Minho malah membuatnya makin


pasrah.


“zzzzzzzzzz..........”


“itu siapa yang


mendengkur??”


“Jeongin? Jeonginhey kau sudah tidur lagi ya?”


“astaga si Rubah ini...”


‘Sky Kim telah memutuskan sihir penghubung’



Tujuh garis putih tergambar hampir bersamaan di langit malam Chaldene.


Satu per satu kuda putih bersayap memijakkan kaki mereka di hangatnya


rerumputan Gi Ankalia. Bulu putih yang rontok dari sayap-sayap itu berhamburan


di sekitar tempat mereka mendarat. Keenam Raja turun dari punggung Pegasus


masing-masing. Penerbangan pertama dengan para kuda surgawi meninggalkan kesan


yang seru bagi mereka. Sang Raja Celestial mendarat paling akhir. Poni nya yang


tersibak angin pasca penerbangan menampakkan jelas wajah serta ketampanan


sempurnanya.


“teman-temaaann…” Peter yang keluar melalui gerbang utama menghambur


untuk memeluk teman-temannya.


“lah” Sam mengelak dengan memajukan badannya, menolak untuk dipeluk.


“Skyyyy..” Raja Celestial itu justru menghambur lagi pada Raja Pixy.


“hngg...” Sky mengepakkan sayapnya dan naik ke udara,


mengelak dari pelukan Samuel.


(kalian akrab ya) *Romora


(begitulah..) *Louis


“hahahah.. sudah-sudahh..” Chris mendekat pada pemimpin Chaldene itu.


Dengan santai sang Raja Dragons mengusap-usap kepalanya, menganggapnya sebagai


adik kecil yang sedang ngambek.


“apa kabar Dragon?” Minho mendekati Chris, menawarkannya jabat tangan.


“baik.. aku baik” Chris membalas jabatannya lalu menepuk bahu Minho


sambil setengah memeluknya. Pasangan half-beast yang akur.


“hai.. Jeongin..” Samuel menyapa Jeongin sambil memiringkan kepalanya.


“halo juga..” begitu disapa Ia pun tak ragu untuk ikut kembali berkumpul.


“ayo.. masuk, aku sudah siapkan cemilan di dalam..” Peter merangkul


Chris yang bahunya lebih tinggi dari dirinya, membuat kakinya sedikit


berjinjit.


“kami boleh keliling dan menyapa para Unicorn disini lagi?” Tanya Yanda, Pegasus yang


memang ditugaskan oleh Samuel mengantar jemput Chris di Draecorona. Sebentar saja Ia ingin menyapa kawan


sesama kuda surgawi.


“boleh donk.. kalau malam hari biasanya berkumpul di hutan pinggiran desa


terdekat, mereka akan merespon kedatangan kalian dengan menyalakan


tanduk-tanduk mereka..” jawab Peter sambil berbalik badan.


Ya, memang baru kali ini


SKZ berkumpul di Gi Ankalia lagi saat malam hari. Terakhir mereka berkumpul


disana ketika masih dalam misi penyegelan Gate of South. Belakangan mereka


senang berkumpul di Blumengarte karena hidangan-hidangan manis dan taman bunga


yang indah di halamannya. Atau mewahnya Kteno Diasti, istana besar tempat


tinggal Samuel dimana siapapun bahkan bisa bercemin di kilau putih nya lantai


marmer. Terakhir kali mereka berkumpul bersama ialah di awal musim panas, di


uniknya kastil Vathlanti milik Felix. Kastil yang separuh di atas air dan


separuh di dalam air itu memiliki pemandangan laut yang amat menyegarkan.


“yuk..”ajak Yanda sambil menoleh pada teman-temannya.


“ayoo….” 5 Pegasus lain pun mengikuti. Satu persatu dari mereka terbang


ke arah hutan terdekat. Selama Samuel berkumpul dengan kawan-kawannya, mereka


pun ikut bersenang-senang.


“nanti kupanggil kalian lagi jika kami sudah selesai ya...” ujar Sam


sambil memeluk lengan Sky yang akhirnya menyerah setelah dikejar-kejar. Ketujuh


Raja pun melangkah masuk ke besarnya benteng Gi Ankalia.


“malam hari di benteng ini.. sama persis seperti waktu itu ya..” tiba-tiba saja Sky


terkenang lagi, mengingat ujian berat yang mereka lalui bersama.


“iya.. rasanya seperti baru


kemarin kita dalam misi penyelamatan Enn Vassili yang mempertaruhkan nyawa


itu..” Felix, membalas sambil ikut menatap hitamnya langit.


“hey heyy sudah donk jangan


galau begitu.. mumpung kita berkumpul kenapa tidak bersenang senang seperti


biasanya.. hey Peter, aku sengaja belum makan malam nih.. kau sediakan apa buat


kami??” Louis yang tak ingin berlarut dalam kesedihan mengalihkan pembicaraan


dengan candaan. Disenggolnya pemilik Gi Ankalia yang berjalan di sampingnya.


“aduuhh... ayo masuk saja


dulu, aku sudah sediakan macam-macam.. mulai dari makanan berat hingga cemilan,


pokoknya ayo rayakan pertemuan kita kembali..”


“yeeeyyy....”


Pintu masuk Gi Ankalia begitu besar dan megah. Begitu melangkah masuk


keramik bermotif cantik dan kandelier raksasa menyambut. Interior dan


hiasan-hiasan pengisi ruangan tidak berubah dan tetap cantik karena dijaga


dengan baik selama ratusan tahun. Beberapa pekerja istana yang kebetulan


berpapasan dengan mereka dengan ramah menyapa. Peter tidak meminta pekerja


istananya menyambut secara formal, Ia ingin teman-temannya nyaman dengan


perkumpulan biasa dan melupakan beban negeri mereka sementara.


“masih ingat tangganya kearah mana ‘kan??”


“kami tidak perlu tangga, ayo Sky..” Sam membuka sayapnya lagi, lalu


terbang sambil menarik tangan Sky dan tidak menaiki tangga seperti yang lain.


“eh eh woy lepaskan aku.. aku bisa terbang sendiri..” Sky yang terseok


ikut mengepak sayapnya mengimbangi Samuel yang sudah terbang duluan.


“di balkon ya..” perkiraan cuaca malam itu cerah, karenanya Peter ingin


berkumpul bersama teman-temannya di balkon lantai dua seperti waktu itu.


“okee..” Sam tetap terbang ke lantai dua Gi Ankalia. Sky mengekor


terbang di belakangnya.Jejak terbang Sky menghamburkan bulu-bulu putih. Sedangkan jejak


terbang Sky menghamburkan kelip debu peri.


Jeongin menyingkap Hakama nya yang panjang, menampakkan sandal Geta nya yang menimbulkan suara khas


tiap Ia melangkah. Chrisberjalan di paling belakang dan Minho


berjalan di sisinya. Sejauh ini mereka masih tenang dan belum banyak bicara,


menyimpan topik obrolan ketika suasana sudah santai.


“huft.. akhirnya.. sampai.. aku benci anak tangga..” Felix mendapati


sepasang kakinya lemas karena jarang menaiki tangga.


Chris tersenyum tipis lalu mendekat dan merangkul


adik Siren nya itu.


“ayo Felix..”


Sesampainya di lantai dua mereka bersama-sama berjalan di lorong menuju


balkon  yang sudah Peter siapkan, atau


lebih tepatnya pesta kecil yang sudah disiapkan disana. Begitu sampai di balkon


taburan bintang dari langit malam yang cerah menyambut. Bulan setengah


lingkaran memantulkan cahaya berwarna putih kekuningan. Sayap biru Sky pun merefleksikan terang


sinarnya. Pupil mata kuning Minho melebar dan membuat wajahnya nampak imut.


“ayo duduk..” Peter menghampiri besarnya meja yang sudah Ia siapkan lalu


duduk di salah satu kursi. Jamuan makan malam mulai dari makanan berat seperti


rebusan daging, jamur dan sayuran, cemilan seperti kentang goreng dan kue-kue


manis, juga minuman segar seperti jus buah, susu kocok dan kopi dingin..tinggal pilih saja ingin mencicipi yang


mana.


“asikk makan makan...” Louis berujar seraya memilih kursi untuk duduk.


Ia memilih untuk duduk bersebrangan dengan pengundang mereka malam itu.


“ekonomi Chaldene sedang sangat baik musim ini.. aku ingin merayakannya


sekaligus berkumpul dengan kalian semua..” ujarnya sambil menuangkan segelas kopi dingin ke gelasnya.


“kalian sudah datang?” suara yang familiar menyapa. Sekelompok Raja itu


pun menoleh kea rah yang sama.


“oh, Cyari..”


“halo.. Peter bilang kalian setuju dengan tawaranku..”


“iya memang.. tawaranmu


membuat kami sungguh penasaran..” balas Louis dengan penjepit di tangan


kanannya, menunggu daging dan sayuran yang ia rebus untuk matang.


“ku kira kau berkumpul dengan Unicorn lain.. beberapa Pegasus yang


mengantar belum pulang ke Asteria karena ingin bertemu mereka soalnya..” balas


Samuel selaku yang memanggil para Pegasus.


“aku sudah bertemu mereka ditengah perjalanan kemari, makanya aku


tau kalau kalian semua sudah datang..” Cyari memilih untuk duduk


di samping Peter. Meski tanpa alas duduk tentu saja tubuh kekarnya tetap setara


dengan tinggi para Raja.


“jangan malu-malu, toh lihat saja kelakuan Louis..Aku sengaja menyiapkan hidangan yang cocok


baik untuk sarapan, makan siang atau makan malam” Peter pun mengambil sebuah


mangkok dan sumpit lalu menyendok seporsi daging rebus beserta kuahnya yang


hangat.


“.. sindiran mu tak berlaku


untukku.. kejujuran adalah nomor satu” balas sang Shapeshifter sambil mengunyah


sajian yang ia rebus sendiri.


“itu jus semangka? Waah kalau di Draecorona semangka agak langka lho..”


Chris menuang segelas jus semangka yang dingin dan menyegarkan ke gelas beningnya.


“aku selalu penasaran bagaimana kalian bertahan dalam dinginnya kutub


utara..”setelah sekian lama Cyari baru sempat bertanya sendiri pada sang


Dragon.


“Draecorona tidak seluruhnya tertutup salju kok.. ada bagian pinggiran


yang hijau dan subur untuk pertanian.. dari sanalah kami memproduksi bahan


makanan.. laut kami pun luas, belum lagi dengan danau besar yang ada ditengah kutub.. kebutuhan makanan laut tercukupi, kurang


lebih seperti itu..”


“begitu ya.. akhirnya pertanyaanku terjawab..”


“Cyari kau mau apel?” Felix yang juga duduk disamping Cyari menawarkan


sebuah apel merah besar yang ranum.


“tidak terima kasih, aku sudah kenyang kok..” ujung poni Cyari menutupi


sebagian mata hitamnya yang redup. Meski baru bertemu kembali dengannya 7 Raja lain sungguh sangat ramah.


“ngghh…”


“kenapa Sky?” Sam yang duduk disamping Sky melihatnya gelisah dan


bertanya.


“sensasi ini terasa lagi.. darahku seperti berdesir dan ada aliran aneh


di dalam tubuhku..” Sky yang sedang mencicipi kue manis tiba-tiba meletakkan


garpu dan memegangi lehernya.


“sebelum kita membahas Chaldene’s hidden Gem… boleh ceritakan lebih detail bagaimana kalian menyegel gerbang


terkutuk itu?”


“eh? Uhmm..”


“.. mendiang Ali mengorbankan diri dengan melepas seluruh Magianya untuk


menutup kedua pintu gerbang..” Chris memegang gelas berisi jus semangka dengan


kedua tangannya sambil tertunduk lesu. Emosi nya yang terpanggil


lagi terlihat dari lapisan es tipis yang tiba-tiba menyelimuti gelasnya.


“ya.. dia yang memimpin penyegelan.. saat kami merapal mantra 9 kerajaan


dan memutar 9 kunci.. kedua pintu gerbang tiba-tiba terbuka kembali dan


menghempaskan Magia dalam jumlah besar..” Minho ternyata mau serius perkara


kejadian yang membekas di pikiran mereka.


“uhm.. kami terpengaruh hempasan Magia itu.. aku bahkan berubah menjadi


wujud Siren di darat karena tidak bisa mengontrol aliran Magiaku.. Sam mendapat


6 sayap.. ketujuh ekor Jeongin keluar.. jangankan melarikan diri, untuk berdiri


saja kami tidak mampu..” sambung Felix. Cyari mendengarkan cerita mereka dengan


seksama.


“.. dan karena jadi satu-satunya yang waras dalam hempasan Magia itu, Ia


mengorbankan diri masuk ke dalam celah dan menutup pintunya dari dalam demi


menyelamatkan kami.. hingga kami bisa melanjutkan proses penyegelan..” timpal


Jeongin. Diantara banyaknya minuman yang tersedia Ia memilih teh hangat minuman


favoritnya. Refleksi wajahnya terpantul dari permukaan teh yang berwarna


coklat.


“tak hanya menyelamatkan kami, Ia memberikan sedikit kekuatannya


padaku.. aku menyegel Gate of South dengan Magia emasnya dan mantra surga..


tapi sejak saat itu tubuhku sering merasakan sensasi aneh..” Sky mengakhiri


cerita mereka tentang Gate of South, masih memegangi leher dan bahunya.


Jika waktu bisa kami putar kembali, bisakah kita kembali ke saat itu..


saat kau masih disini..



STRAY KIDS - ENN VASSILI | Step out!: Chaldene's Hidden Gem


@yumebananivaa


.