(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem

(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem
Cyari's offer



“.. Derap langkah.. desah


napas.. kibas jubah.. denting pedang...”


Drap.. drap.. drap...


Seorang ksatria sihir


berlari menghindar dari sesuatu sambil merapal mantranya. Di siang hari


ditengah hutan yang menghampar tingginya bukit, ia berusaha kabur dari sosok


yang mengejarnya. Pedang bernama A Froura yang berperan sebagai tongkat sihir


pun bersinar kebiruan, merespon Magia dan mantra yang dialirkan padanya.


“... Fairy dust...”


Debu sihir berwarna biru


gelap menghambur di udara. Debu yang membuat ilusi cahaya bagi siapapun yang


terkenanya.


“hahahah... Repel..”


Seekor Unicorn yang


menjadi target sihir itu dengan mudahnya menghalau. Mata nya bisa dengan jelas


melihat kemana arah ksatria sihir itu pergi. Meski di sulitnya medan hutan,


keempat kaki nya mampu mengejar dengan lincah.


“cih”


“... Enlightening...”


tanduk sang Unicorn bersinar putih. Sinar yang menyebar ke segala arah dan


mengusir gelapnya hutan, membuat targetnya bisa terlihat dengan lebih jelas.


“ah sial, dia pakai sihir


cahaya itu lagi..” sang ksatria tak bisa langsung menoleh ke belakang karena


terangnya cahaya sihir akan menyakiti matanya seketika.


“hahahahahahah.........


sepertinya aku akan menang lagi kali ini.. terlalu cepat 100 tahun bagimu untuk


bisa merasa menang dariku” ujar sang Unicorn tanpa memperlambat langkahnya.


“kita lihat saja..


HUP..!!”


Tiba-tiba saja sang


Ksatria sihir menghilang begitu saja dari pandangan.


“..!!!!” Unicorn yang


kebingungan menengok ke kanan dan kiri, memutar telinganya ke depan dan


belakang. Padahal tadi ksatria itu masih di depan matanya dan disinari cahaya


Enlightening, tapi kenapa tiba-tiba hilang dan tak meninggalkan jejak suara?


Srak.. srakk...


Semak yang jauh di


depannya terdengar bergerak seperti ada seseorang dibaliknya.


“hehehe.. disitu kau


rupanya....” Unicorn mulai melangkah dengan hati-hati agar kedatangannya tak


disadari. Akan tetapi..


“HUP..!! JHAA...!!!!”


tiba-tiba saja sang Ksatria duduk di punggungnya, entah darimana dia datang.


“...!!!!” Unicorn yang


terkejut pun kehabisan kata-kata.


Ternyata sedari tadi


ksatria itu bersembunyi diatas tingginya batang pohon. Tadi ia melempar batu ke


semak-semak sana ketika sang Unicorn menengok ke arah lain. Membuat


perhatiannya teralih hingga tak memperhatikan jarak terdekatnya.


“YEEEIII... AKU


MENAAANNGG.... ‘kan, Cyari..??”


“hahahahahah.... ya sudah


iya... muridku makin hari makin pintar ya...”


“hebat ‘kan aku sudah bisa


menghilang tanpa jejak dan tanpa suara??”


“iya.. iya... belajar dari


siapa sih..”


Tanpa turun dari punggung


Cyari sang Unicorn, Peter sang ksatria sihir melanjutkan obrolan mereka. Guru


sihir dan murid nya itu lalu menuruni bukit dan berjalan pulang, kembali ke


ibukota dimana benteng Gi Ankalia tempat Peter menetap berada. Ya, Peter sang


Guardian of Chaldene tinggal di satu dari 9 istana besar Enn Vassili. Kastil berusia ribuan


tahun yang kokohnya tak mengenal usia.


“dari.. kawanku, Louissi Shapeshifter.. mereka itu jago sekali menyamar, bersembunyi,


menghilang.. pokoknya perihal kabur dari musuh tanpa khawatir dikejar.. aku


kagum sekali dengan mereka..”


“keadaan lah mereka yang


memaksa mereka untuk menemukan cara bertahan hidup.. cara bertahan hidup yang


kini tidak diperlukan lagi, namun membekas hingga hari ini..”


“wahh.. lagi-lagi ada


kisah sejarah yang belum kau ceritakan padaku ya..”


“karena kau sudah mengenal


klan-klan lain, bukankah akan lebih asik kalau kau dengar sendiri kisahnya dari


mereka?” hari ini pun surai kuning keemasan Cyari nampak halus dan indah.


Kira-kira apa rahasia nya ya? Padahal rambut manusia yang sudah memakai


serangkaian produk perawatan rambut saja terkadang tidak selembut dan berkilau


itu..


“... aku kangen mereka


Cyari, sudah lumayan lama kami belum bertemu lagi.. apa aku hubungi mereka lagi


saja ya..”


“kenapa tidak? ‘kan kau


yang memiliki mantra nya.. kau yang berinisiatif dan berperan sebagai sang


penghubung diantara kelompok kalian ‘kan..”


“.. aku jadi ada ide..


sepertinya akan jauh lebih baik kalau kami punya alat komunikasi sendiri ya..


jadi tak perlu menungguku yang menghubungi mereka, tapi mereka juga bisa


menghubungi aku atau siapa saja diantara kami kapanpun dan dimanapun.. ide yang


bagus.. hm hmmm...” sambil memanggut-manggut Peter mengutarakan isi pikirannya.


“hahahah.. iya.. lakukan


sesukamu..”


Suasana lalu hening


sejenak karena Peter mulai memikirkan mengenai ide barunya. Kira-kira bagaimana


rupa alat komunikasi yang akan ia ciptakan? Sepertinya sesuatu yang kecil dan


terkesan praktis akan sangat memudahkan penggunanya. Bagaimana kalau dibuat


serupa aksesoris yang dikenakan sehari-hari? Modelnya harus serupa karena akan


mantra permanen berupa Magia padat di dalamnya.. Magia padat yang akan menjadi


memori penyimpanan rangkaian mantra. Lalu sebagai pengaktif sihir, pengguna


hanya perlu mengalirkan sedikit Magia mereka untuk mengaktifkan mantra itu.


sangat praktis bukan? Wah Peter sungguh tidak sabar untuk sampai di Gi Ankalia


lalu mulai bereksperimen menciptakan alat komunikasi barunya.


Ditengah keheningan, Cyari


membuka obrolan mereka lagi.


“.. bagaimana pendapatmu


tentang hidupmu, Peter?”


“eh? Kenapa kau tiba-tiba


bertanya begitu?” Peter yang sebelumnya terhanyut dalam idenya pun terkejut


diberikan pertanyaan yang tidak biasa.


“Jawab saja dulu..”


“Hemm.. bagaimana ya.. aku


menikmati semua yang terjadi dalam hidupku serta prosesnya sih.. masa kecilku


yang berat.. belajar sihir dan bertualang denganmu.. menjabat sebagai ksatria


pelindung Chaldene karena dipercaya oleh orang-orang.. bertemu teman-teman


sesama pemimpin negeri lain dan menyelamatkan Enn


Vassilibersama dengan mereka..


yahh aku merasa tidak punya keluhan yang berarti.. aku mensyukuri semuanya..


terutama karena saat ini aku dikelilingi teman-teman yang baik.. bagian terbaik


hidupku adalah saat aku bertemu mereka...”


“teman ya.. syukurlah saat


ini kau sudah mau menjalin persahabatan kembali..”


“mereka semua baik.. aku


jadi menyesal ketika di masa lalu mempercayai mitos-mitos seram tentang


mereka.. Shapeshifter bukanlah penipu.. sihir Siren adalah penyembuh.. Demigod


bukan segala tentang kesombongan.. bahkan Dragon dan Beast... Chris dan Minho...”


Cyari tak segera membalas,


ia tersenyum tipis sebelum melontarkan pertanyaan selanjutnya.


“pernahkah dalam hidupmu


kau berpikir.. kau tidak menyukai menjadi dirimu atau berharap menjadi orang


lain?”


“pernahkah kau berpikir


untuk terlahir bukan sebagai Unicorn, atau pernahkan kau tidak menyukai tanduk


dan surai mu?” sambil menjalin ujung helai-helai surai Cyari, ia menjawab


dengan singkat.


“hemm... oke aku terima


jawabanmu..”


“kenapa sih pertanyaanmu


aneh-aneh.. tidak seperti kau yang biasanya..”


“lalu pertanyaan


berikutnya.. apa yang akan kau lakukan kalau seseorang tiba-tiba saja


menawarkan kekuatan luar biasa untukmu?”


“eh? Kekuatan?! Hemm..


entahlah.. bagiku kekuatan besar tidak ada gunanya kalau tidak bisa


menggunakannya dengan benar.. malah menurutku, kekuatan yang besar akan datang


dengan sendirinya pada diri kita jika kita lebih giat belajar dan latihan


dengan sungguh-sungguh.. bukankah itu yang kau ajarkan padaku dulu?” sambil


memajukan badannya agar lebih dekat dengan wajah Cyari, ia menjawab dengan


lantang pertanyaan yang dilontarkan guru sihirnya itu.


“.. sudah ku duga kau akan


memberikan jawaban yang bagus.. jadi Peter.. apa kau pernah dengar tentang


harta karun tersembunyi Chaldene?” masih dengan senyum tipisnya, Cyari kembali


bertanya pada Peter.


“hah? Harta.. apa??” badan


Peter makin maju ke depan. Apa ia salah dengar?


“harta karun tersembunyi


Chaldene.. Chaldene’s hidden Gem.. apa kau tertarik mencarinya bersama


teman-temanmu sebagai sesama pemimpin Enn


Vassili?” langkah Cyari terhenti.


Tepat di ujung tebing sebelum berbelok dan sampai di batas kota.


“harta karun seperti apa


itu?? Maksudku.. jujur saja kalau berupa limpahan emas atau harta materi aku


kurang tertarik.. mungkin teman-temanku juga..” Peter menjawab datar dengan


segala kejujurannya.


“bukan kok.. justru


sepertinya kau dan teman-temanmu akan bersemangat mencarinya.. ini sesuatu yang


akan kalian bawa seumur hidup..” Cyari menoleh lalu mengedipkan matanya. Ia


mencoba meyakinkan murid manusianya itu.


“apakah ini sesuatu yang


berbahaya? Maksudku.. seperti Gate of South.. Magia melimpahnya memang sangat


menggoda untuk dicari dan—“


“tentu saja bukan.. aku


tidak akan menawarimu sesuatu yang mengancam keseimbangan alam atau  hal lain yang mengundang bahaya.. jadi,


bagaimana kau tertarik untuk mencarinya?”


“hemm.. baiklah.. kurasa


aku akan bertanya pada mereka dulu.. atau sekalian saja kita diskusikan kalau


mereka mau datang ke Gi Ankalia lagi.. bagaimana?”


“setuju..”


Perjalanan pulang mereka


pun berlanjut lagi. Tapi kali ini Peter memilih untuk berjalan kaki sendiri.


Siang menjelang sore itu, hanya sedikit awan yang terlihat berarak di langit.


Angin musim panas denagn lembut bertiup menggoyang dedaunan dan dahan


pepohonan. Semakin mereka menjauh dari hutan perbukitan, semakin pelan suara


serangga hutan terdengar. Berganti dengan suara riang tawa anak-anak kecil yang


bermain sepulang sekolah. Luasnya padang rumput disana sungguh menjadi tempat


bermain yang asik. Seolah membakar perasaan rindunya menjadi semakin membara.


Tolong katakan setuju


ketika aku mengajak kalian bertemu lagi ya..



STRAY KIDS - ENN VASSILI | Step out!: Chaldene's Hidden Gem


@yumebananivaa


.