(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem

(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem
Bokkie



“Aku sudah berputar-putar


sejak tadi tapi tak menemukan tanda-tanda keberadaan Broken Compass.. aku tak


bisa memanggil sendiri benda itu, lagipula kalaupun aku bisa.. Zefyros pastinya


akan menonaktifkan kemampuanku untuk memanggilnya..” ditengah waktu yang


membeku Felix berpikir keras mengenai ujiannya.


“.. dulu benda itu pernah


dicuri beberapa kali oleh Siren lain yg iri padaku sebelum aku diangkat menjadi


Earl of Sirens.. tapi ajaibnya Broken Compass selalu kembali padaku.. ia hilang


di malam hari, aku panik mencarinya saat pagi tapi saat malamnya lagi.. benda


itu sudah ada didekatku lagi.. bukan hanya sekali.. mungkin tiga atau lima


kali.. mungkin pencurinya lelah dan berhenti setelah tau benda itu akan selalu


kembali padaku...”


“Tunggu... bagaimana kalau


selama tiga jam ini benda itu sebenarnya ada didekatku?!” Felix melihat


sekelilingnya. Bisa jadi dugaannya benar. Namun tak ada satupun yang nampak


seperti bola kaca Broken Compass disana. Hanya bebatuan karang, tanaman air


dan.. seekor hewan asing yang sejak awal mengikutinya. Ia perhatikan lagi


dengan seksama hewan aneh itu. Memiliki satu tanduk seperti Narwhale dan..


semacam simbol bintang di dadanya?


“... BROKEN COMPASS?!?!”


Felix mengembalikan aliran


waktu yang ia hentikan. Ia lalu menangkap hewan aneh itu. Tanduk merah


mengingatkannya pada panah Broken Compass serta warna tubuhnya yang kuning


keemasan sama dengan Magia penciptaan berwarna emas milik sang Alicorn.


“Chun.. chun chunn...” hewan itu justru senang saat Felix


mendekapnya erat.


“Broken Compass ku.. aku


menemukannya..” Felix mengangkat hewan itu diatas kepalanya. Menyatakan bahwa


ia berhasil menemukan Broken Compass yang ia cari.



“Earl of Siren.. kau


lulus..” Zefyros lalu memanggilnya kembali ke ruang tempat ia, Samuel, dan


Peter berada.


Benar ‘kan? Apa yang kita


cari sebenarnya tidak jauh berada dari kita.


Saat muncul, tak hanya


Felix yang ekornya berubah menjadi kaki, tapi sirip hewan kecil itu juga


berubah menjadi sepasang sayap dengan bulu yang lembut.


“Chun.. chun.. chun..” sambil terbang di sekitar Felix, Broken


Compass yang kini hidup terlihat sangat menyukai Felix dan tak ingin jauh-jauh.


“Hahah.. kau lucu sekali..


Zefyros, kenapa kau mengubah Broken Compass menjadi makhluk hidup? Bukankah ada


banyak macam ujian lain yang mungkin saja bisa kau berikan padaku?” tanya Felix


sambil tetap mengelus-elus peliharaan barunya.


“Tentu saja untuk


mengujimu.. bagaimana kau mengambil keputusan di saat terdesak.. aku pun tau


beragam jenis Sihir Waktu memiliki efek samping saat digunakan.. termasuk sihir


penghenti waktu yang kau gunakan saat ujian tadi.. kau tau sihir itu memiliki


efek samping tapi kau menggunakannya saat waktumu terdesak.. kau mengorbankan


resiko demi memperpanjang waktu dan berpikir jauh hingga akhirnya menyadari dan


menemukan Broken Compass.. dan lagi.. jangan pikir aku tidak tau kalau sedang


sendirian kau akan mengganggap bola kaca itu teman mengobrol..” jawab Zefyros


sambil mengedip pelan.


“Tunggu.. apa maksud


kalian??”


“Broken.. Compass... hewan


itu Broken Compass..???”


Zefyros tidak menjawab,


hanya tersenyum simpul sambil menyipitkan matanya.



“.. tapi dia memang sangat


mirip denganmu ya.. lihat, telinga dan jambul kalian sama.. hahahahah…”


“Heheh.. oh ya.. meski


sudah berubah begini.. apa ia masih bisa ku kembalikan menjadi Broken Compass


yang biasanya?” tanya Felix lagi.


“Tentu saja bisa.. dia akan


mendengarkan apapun perintahmu.. sama seperti sebelumnya.. aku hanya mengubah


wujudnya saja.. cara kerjanya masih sama dengan Broken Compassmu..” Zefyros


mengelus pelan ‘Broken Compass’ dengan cakar raksasanya.


“... ehmm... Bagaimana


kalau kau memberikannya nama? Broken Compass terlalu panjang untuk panggilannya


bukan??” usul Peter meski ia masih tidak mengerti bagaimana sihir Zefyros


mengubah sebuah pusaka menjadi hidup.


“Nama? Benar juga, Hmm..


siapa ya... Broken Compass.. Broca.. Broco.. Brokk.. Bokkie.. ahh Bokkie


kompas ajaibnya itu.


“Chun chun..!!!” sepertinya Bokkie pun menyukai nama baru nya. Ia


terlihat nyaman bertengger di bahu Felix. Samuel dan Peter pun ikut mendekat


dan mengelus Kompas ajaib yang kini berwujud baru dan hidup.


(Bisakah kau mengubah A


Froura menjadi makhluk hidup?) *Peter


(Tidak akan..) *Zefyros


(Bisakah kau mengubah


Chriso Macairi menjadi makhluk hidup?) *Samuel


(hhhh.....) *Zefyros



Sementara itu ujian masih


berlanjut bagi anggota SKZ lainnya. Tersisa grup Chris, Minho, Jeongin dan Sky


juga Louis yang menjalani ujian mereka sendirian.


Dragon Chris, Feline Minho


dan Kitsune Jeongin mulai kehabisan tenaga. Satu demi satu mereka tumbang


kelelahan. Sampai detik itu mereka belum juga mampu mengendalikan sisi Beast


yang merenggut kesadaran mereka. Tiga pasang mata itu masih berwarna putih.


Mereka beristirahat saling berjauhan di sudut-sudut ruangan. Chris menekuk


ekornya yang panjang. Minho duduk sambil terengah-engah membuka mulutnya. Magia


panas masih membara di ekor-ekor Jeongin.  Sudah tak terlihat lagi bagaimana rupa ruangan itu semula. Semua


terlihat terlalu kacau.


“hmm… hmm… hmm….” disaat


itu pula Zefyros kembali memulihkan barrier sihir yang melapisi ruangan itu.


“... bagaimana.. caranya


ujian ini berakhir segera.. Zefyros bilang kami harus mengendalikan sifat liar


ini.. tapi bagaimana.. hingga kami kehabisan tenaga pun kami belum mendapat


petunjuk apapun lagi..” ditengah diamnya, Chris berpikir. Ia juga berusaha


untuk bicara pada dua temannya dan berdiskusi tentang ujian itu namun mulutnya


tak mampu berkata. Sisi Beast juga mengunci mulut mereka hingga tak mampu


berkomunikasi dengan suara mereka yang biasanya. Mereka bertiga hanya mampu


mengerang, meraung, menjerit ataupun menyalak layaknya binatang ‘buas’.


“ggrrr…….”


Tiba-tiba saja Minho


berdiri dengan keempat kakinya. Sambil menunduk ia menyiapkan dua bola petir


yang sepertinya untuk menyerang Chris dan Jeongin.


“Minho.. apa yang kau..”


Chris pun spontan ikut bangun, menyiapkan Magia untuk balik menyerang Minho


dengan es.


“.. tapi kita baru saja


istirahat..” Jeongin pun menyiapkan bola api di mulutnya. Ia berniat menepis satu


bola petir yang akan Minho tembakkan.



“... Double-lightning...” Minho melepaskan kedua bola petir merahnya.


“Ice strike... Iceberg...” Chris menembakkan kabut dingin dari


mulutnya yang mampu membekukan apapun yang disentuhnya.


“... Ultimate Flame-thrower..” Jeongin pun melepaskan api merah besar


dari mulutnya.


WUUSHHH... BOOMM.....


KKRRRKKK...... tiga ledakan sekaligus terjadi dalam satu waktu yang sama.


Diluar dugaan, Minho


sebenarnya tidak berniat menyerang Chris. Dua petir yang ia siapkan, satu


mengenai Jeongin sedangkan satunya ia biarkan meleset membentur dinding. Petir


yang ia arahkan pada Jeongin pun ia tembakkan ke samping sehingga selain


melumpuhkan Jeongin, ia juga membuat Ultimate Flame-thrower meleset dan mengenai


Chris hingga Naga es itu ambruk terbakar api. Sementara Minho, ia biarkan


dirinya membeku dalam Iceberg padahal dengan kecepatannya ia mampu menghindari


serangan Chris.


“… ternyata dia lebih cerdik


dari kelihatannya.. apa dia sengaja sering bertingkah konyol agar kepintarannya


tidak bisa diprediksi?”


Strategi tak terduga yang


Minho lakukan membuat mereka bertiga lumpuh sekaligus tak mampu melanjutkan


pertarungan. Chris tak kuat panasnya api. Minho tak sadarkan diri karena


kejutan listrik. Dan Minho membeku dalam balok es.



Dalam mata yang terpejam


itu nama mereka dipanggil oleh sosok-sosok lain yang selama ini selalu


mengawasi mereka....



STRAY KIDS - Enn Vassili | Step out!: Chaldene's Hidden Gem


@yumebananivaa


.