
“Aku sudah berputar-putar
sejak tadi tapi tak menemukan tanda-tanda keberadaan Broken Compass.. aku tak
bisa memanggil sendiri benda itu, lagipula kalaupun aku bisa.. Zefyros pastinya
akan menonaktifkan kemampuanku untuk memanggilnya..” ditengah waktu yang
membeku Felix berpikir keras mengenai ujiannya.
“.. dulu benda itu pernah
dicuri beberapa kali oleh Siren lain yg iri padaku sebelum aku diangkat menjadi
Earl of Sirens.. tapi ajaibnya Broken Compass selalu kembali padaku.. ia hilang
di malam hari, aku panik mencarinya saat pagi tapi saat malamnya lagi.. benda
itu sudah ada didekatku lagi.. bukan hanya sekali.. mungkin tiga atau lima
kali.. mungkin pencurinya lelah dan berhenti setelah tau benda itu akan selalu
kembali padaku...”
“Tunggu... bagaimana kalau
selama tiga jam ini benda itu sebenarnya ada didekatku?!” Felix melihat
sekelilingnya. Bisa jadi dugaannya benar. Namun tak ada satupun yang nampak
seperti bola kaca Broken Compass disana. Hanya bebatuan karang, tanaman air
dan.. seekor hewan asing yang sejak awal mengikutinya. Ia perhatikan lagi
dengan seksama hewan aneh itu. Memiliki satu tanduk seperti Narwhale dan..
semacam simbol bintang di dadanya?
“... BROKEN COMPASS?!?!”
Felix mengembalikan aliran
waktu yang ia hentikan. Ia lalu menangkap hewan aneh itu. Tanduk merah
mengingatkannya pada panah Broken Compass serta warna tubuhnya yang kuning
keemasan sama dengan Magia penciptaan berwarna emas milik sang Alicorn.
“Chun.. chun chunn...” hewan itu justru senang saat Felix
mendekapnya erat.
“Broken Compass ku.. aku
menemukannya..” Felix mengangkat hewan itu diatas kepalanya. Menyatakan bahwa
ia berhasil menemukan Broken Compass yang ia cari.
“Earl of Siren.. kau
lulus..” Zefyros lalu memanggilnya kembali ke ruang tempat ia, Samuel, dan
Peter berada.
Benar ‘kan? Apa yang kita
cari sebenarnya tidak jauh berada dari kita.
Saat muncul, tak hanya
Felix yang ekornya berubah menjadi kaki, tapi sirip hewan kecil itu juga
berubah menjadi sepasang sayap dengan bulu yang lembut.
“Chun.. chun.. chun..” sambil terbang di sekitar Felix, Broken
Compass yang kini hidup terlihat sangat menyukai Felix dan tak ingin jauh-jauh.
“Hahah.. kau lucu sekali..
Zefyros, kenapa kau mengubah Broken Compass menjadi makhluk hidup? Bukankah ada
banyak macam ujian lain yang mungkin saja bisa kau berikan padaku?” tanya Felix
sambil tetap mengelus-elus peliharaan barunya.
“Tentu saja untuk
mengujimu.. bagaimana kau mengambil keputusan di saat terdesak.. aku pun tau
beragam jenis Sihir Waktu memiliki efek samping saat digunakan.. termasuk sihir
penghenti waktu yang kau gunakan saat ujian tadi.. kau tau sihir itu memiliki
efek samping tapi kau menggunakannya saat waktumu terdesak.. kau mengorbankan
resiko demi memperpanjang waktu dan berpikir jauh hingga akhirnya menyadari dan
menemukan Broken Compass.. dan lagi.. jangan pikir aku tidak tau kalau sedang
sendirian kau akan mengganggap bola kaca itu teman mengobrol..” jawab Zefyros
sambil mengedip pelan.
“Tunggu.. apa maksud
kalian??”
“Broken.. Compass... hewan
itu Broken Compass..???”
Zefyros tidak menjawab,
hanya tersenyum simpul sambil menyipitkan matanya.
“.. tapi dia memang sangat
mirip denganmu ya.. lihat, telinga dan jambul kalian sama.. hahahahah…”
“Heheh.. oh ya.. meski
sudah berubah begini.. apa ia masih bisa ku kembalikan menjadi Broken Compass
yang biasanya?” tanya Felix lagi.
“Tentu saja bisa.. dia akan
mendengarkan apapun perintahmu.. sama seperti sebelumnya.. aku hanya mengubah
wujudnya saja.. cara kerjanya masih sama dengan Broken Compassmu..” Zefyros
mengelus pelan ‘Broken Compass’ dengan cakar raksasanya.
“... ehmm... Bagaimana
kalau kau memberikannya nama? Broken Compass terlalu panjang untuk panggilannya
bukan??” usul Peter meski ia masih tidak mengerti bagaimana sihir Zefyros
mengubah sebuah pusaka menjadi hidup.
“Nama? Benar juga, Hmm..
siapa ya... Broken Compass.. Broca.. Broco.. Brokk.. Bokkie.. ahh Bokkie
kompas ajaibnya itu.
“Chun chun..!!!” sepertinya Bokkie pun menyukai nama baru nya. Ia
terlihat nyaman bertengger di bahu Felix. Samuel dan Peter pun ikut mendekat
dan mengelus Kompas ajaib yang kini berwujud baru dan hidup.
(Bisakah kau mengubah A
Froura menjadi makhluk hidup?) *Peter
(Tidak akan..) *Zefyros
(Bisakah kau mengubah
Chriso Macairi menjadi makhluk hidup?) *Samuel
(hhhh.....) *Zefyros
Sementara itu ujian masih
berlanjut bagi anggota SKZ lainnya. Tersisa grup Chris, Minho, Jeongin dan Sky
juga Louis yang menjalani ujian mereka sendirian.
Dragon Chris, Feline Minho
dan Kitsune Jeongin mulai kehabisan tenaga. Satu demi satu mereka tumbang
kelelahan. Sampai detik itu mereka belum juga mampu mengendalikan sisi Beast
yang merenggut kesadaran mereka. Tiga pasang mata itu masih berwarna putih.
Mereka beristirahat saling berjauhan di sudut-sudut ruangan. Chris menekuk
ekornya yang panjang. Minho duduk sambil terengah-engah membuka mulutnya. Magia
panas masih membara di ekor-ekor Jeongin. Sudah tak terlihat lagi bagaimana rupa ruangan itu semula. Semua
terlihat terlalu kacau.
“hmm… hmm… hmm….” disaat
itu pula Zefyros kembali memulihkan barrier sihir yang melapisi ruangan itu.
“... bagaimana.. caranya
ujian ini berakhir segera.. Zefyros bilang kami harus mengendalikan sifat liar
ini.. tapi bagaimana.. hingga kami kehabisan tenaga pun kami belum mendapat
petunjuk apapun lagi..” ditengah diamnya, Chris berpikir. Ia juga berusaha
untuk bicara pada dua temannya dan berdiskusi tentang ujian itu namun mulutnya
tak mampu berkata. Sisi Beast juga mengunci mulut mereka hingga tak mampu
berkomunikasi dengan suara mereka yang biasanya. Mereka bertiga hanya mampu
mengerang, meraung, menjerit ataupun menyalak layaknya binatang ‘buas’.
“ggrrr…….”
Tiba-tiba saja Minho
berdiri dengan keempat kakinya. Sambil menunduk ia menyiapkan dua bola petir
yang sepertinya untuk menyerang Chris dan Jeongin.
“Minho.. apa yang kau..”
Chris pun spontan ikut bangun, menyiapkan Magia untuk balik menyerang Minho
dengan es.
“.. tapi kita baru saja
istirahat..” Jeongin pun menyiapkan bola api di mulutnya. Ia berniat menepis satu
bola petir yang akan Minho tembakkan.
“... Double-lightning...” Minho melepaskan kedua bola petir merahnya.
“Ice strike... Iceberg...” Chris menembakkan kabut dingin dari
mulutnya yang mampu membekukan apapun yang disentuhnya.
“... Ultimate Flame-thrower..” Jeongin pun melepaskan api merah besar
dari mulutnya.
WUUSHHH... BOOMM.....
KKRRRKKK...... tiga ledakan sekaligus terjadi dalam satu waktu yang sama.
Diluar dugaan, Minho
sebenarnya tidak berniat menyerang Chris. Dua petir yang ia siapkan, satu
mengenai Jeongin sedangkan satunya ia biarkan meleset membentur dinding. Petir
yang ia arahkan pada Jeongin pun ia tembakkan ke samping sehingga selain
melumpuhkan Jeongin, ia juga membuat Ultimate Flame-thrower meleset dan mengenai
Chris hingga Naga es itu ambruk terbakar api. Sementara Minho, ia biarkan
dirinya membeku dalam Iceberg padahal dengan kecepatannya ia mampu menghindari
serangan Chris.
“… ternyata dia lebih cerdik
dari kelihatannya.. apa dia sengaja sering bertingkah konyol agar kepintarannya
tidak bisa diprediksi?”
Strategi tak terduga yang
Minho lakukan membuat mereka bertiga lumpuh sekaligus tak mampu melanjutkan
pertarungan. Chris tak kuat panasnya api. Minho tak sadarkan diri karena
kejutan listrik. Dan Minho membeku dalam balok es.
Dalam mata yang terpejam
itu nama mereka dipanggil oleh sosok-sosok lain yang selama ini selalu
mengawasi mereka....
STRAY KIDS - Enn Vassili | Step out!: Chaldene's Hidden Gem
@yumebananivaa
.