
Masih di sempitnya
ruangan itu, Louis sang Spirit of Darkness memejamkan matanya. Berusaha melakukan apa yang Zefyros perintahkan padanya, yakni berbicara
pada Roh Malam dan Kesunyian yang mendiami jiwanya yakni sesosok Roh berwujud serigala
abu-abu bersayap bernama Agel. Sambil duduk bersila dan meletakkan tangan di kedua lututnya, Ia memanggil nama sang
Roh didalam hati..
“Agel.. Agel.. aku
ingin bicara padamu.. tolong jawab aku.. Agel..”
“….. …….”
“hh… sedari dulu
aku sudah sering memanggilnya tapi Ia tak pernah mau menjawab..” Louis
menggaruk kepalanya, bingung.
Waktu berselang namun
sang Roh belum juga menjawab. Atau justru Louis yang kurang berkonsentrasi dan kurang mendalami
panggilannya?
“heh, tidak semudah
itu kalau mau bicara denganku.. datanglah dulu padaku.. akan kusambut dengan
senang hati…”
Sayangnya kata-kata Agel tak ada yang bisa
mendengarkan. Bahkan Louis sendiri.
Ruangan yang sempit
dan kosong membuat pikirannya makin buram. Jujur saja ia merasa sulit
berkonsentrasi. Antara keinginan untuk segera bicara dengan Agel kemudian lulus
dari ujian Zefyros, dan takut jika teman-temannya berbalik tak mau lagi
berteman dengannya jika tau di dalam dirinya bersemayam sesosok Roh kuno.
“…. Tempat seperti
ini bukan tempat yang aku sukai tetapi… mungkin Agel lah yang menyukai tempat
ini hah? Tempat ini bukan diperuntukkan bagiku tapi untuknya… untuk bicara
dengannya aku harus memahaminya.. benar juga.. oke.. kita coba sekali lagi……”
Louis menarik napas
dalam dan menghembuskannya perlahan. Melanjutkan konsentrasinya untuk bertemu
Agel.
Lalu disisi lain
ruang ujian, suasana nampak makin berantakan.
Trio Beast Chris, Minho dan Jeongin masih dalam
pertempuran mereka yang tanpa jeda. Kerusakan di ruang bawah tanah itu sungguh semakin parah.
“wah wah… tiga klan
buas ini memang tidak bisa dianggap sebelah mata ya.. dari kekuatan, daya
tahan, daya serang.. mereka luar biasa..” Zefyros yang mengawasi mereka pun harus beberapa
kali memulihkan barrier sihir pelindung di sekitar ruangan itu.
“wahai arah Barat
yang menciptakan diriku…” gelombang Magia hijaunya menyebar melapisi dinding
ruangan tempat 3 Beast itu berada, lagi. Lapisan sihir pelindung yang terkikis
pulih kembali dan siap menahan serangan sihir dari 3 elemen.. es, listrik dan
api.
“GRRRR……”
“NGGAAAUUNNGG…”
“aarrkkk…..”
Jeritan Dragon Chris, Auman Minho dan Kitsune Jeongin yang menyalak saling
bersahutan dalam kelompok itu. Pasokan Magia mereka sungguh luar biasa, ciri khas dari klan yang
memiliki dua wujud fisik. Meski ratusan jurus mereka layangkan, hingga
detik itu kondisi mereka masih prima seakan ujian baru saja dimulai. Luka yang tergores
diantara bulu dan sisik mereka sama sekali tak terasa. Pikiran mereka yang masih tersadar hanya dipenuhi
dengan pertanyaan bagaimana caranya agar dapat lulus dari ujian ini sementara tubuh mereka masih saja bergerak sendiri, dengan penggunaan sihir yang tak dibatasi.
“.. Blue
sparks..”
Tsiuu… DZIINNGGG……
Petir yang mulanya Minho gunakan Ialah petir kuning yang terlemah tegangan
listriknya, namun kini Ia mulai menggunakan petir biru yang tegangannya cukup
tinggi. Baru kali ini Ia tunjukkan di hadapan teman-temannya, dan dikeluarkan
dengan niat membunuh.
Dragon Chris
berkelit, lalu balik menyerang dengan semburan bunga es.
“.. Snow shots..” Lapisan yang putih dan
dingin tercipta menyelimuti ruangan itu lagi.
“… split the dawn…..”
BWOOOSSSSSHHHHHH……….
Jeongin menepis petir biru Minho dan bunga es Chris dengan perisai api yang
berkobar dari hentakkan kakinya. Ketujuh lonceng yang menggantung di
kalung-kalungnya berdenting bergantian mengiringi pertarungannya.
“entah mengapa aku
jadi tidak khawatir sih kalau mereka ternyata sekuat ini.. tapi belum.. mereka
belum jadi versi terkuat.. ini belum seberapa.. HAHAHAHA.. ehh”
Kembali lagi ke
labirin bawah air.
“.. ini kali ya??
Eh, bukan juga… duhh…”
Felix dengan ekornya
berenang kesana kemari mencari Broken Compassnya sesuai perintah Zefyros.
Labirin yang seakan tak berujung itu membuatnya bingung. Broken Compass bening
dan kecil. Beberapa kali ia sempat salah mengira bahwa
“pantulan cahaya Kristal kuarsa sangat
mirip dengan Broken compass ku.. kira-kira benda itu disembunyikan dimana ya..”
Ditempat seluas itu
bagaimana ia menemukannya? Belum lagi waktu sangat terbatas yang diberikan
Zefyros padanya. Ia juga khawatir melewatkan setitik tempat yang kemungkinan
menjadi tempat disembunyikannya Broken Compass.Mau tak mau ia harus memeriksa setiap sudut dengan teliti.
“Chun.. chun..” terdapat seekor
hewan yang mengikuti Felixdan berenang menghampirinya.
“Ng? Hei...” Felixmenyambut hewan itu
di kedua tangannya.
“Kau ini.. apa? Wajahmu
seperti lumba-lumba.. tapi punya satu tanduk seperti Narwhale.. siripmu seperti sayap
burung, dan kau juga punya kaki.. ditambah lagi ekormu panjang
seperti kadal..” Felix memperhatikan seluruh
bentuk hewan yang entah apa namanya itu.
Sisik hewan semacam
kadal itu berwarna kuning keemasan sedangkan dada dan perutnya berwarna putih.
Ia juga memiliki telinga berbentuk sirip, senada dengan jambulnya yang bisa
naik turun. Felixsudah mengenal ribuan
jenis makhluk yang hidup di laut dari yang wujudnya biasa saja sampai yang
paling aneh sekalipun. Tapi baru kali ini ia melihat yang rupanya benar-benar asing.
“Chun.. chun.. chun..” hewan itu
menggesekkan kepalanya ke telapak tangan Felix seolah ingin ikut dengannya.Sirip atau sayap
kadal itu pun memeluk erat tangan Felix.
“Hmm... maaf ya.. tapi
aku sedang terburu-buru...” Felix melepaskannya dan berlalu demi menemukan Broken
Compass sebelum waktunya habis.
“Chun.. chun..” meski Felix melepaskannya, ia
tetap berusaha mengikuti Felix yang berenang menjauh.Ekornya mengibas-ngibas ke kiri dan kanan
membuatnya mampu berenang tak kalah cepat dari sang Siren.
“duhh.. kau mau apa
nanti akan kuberi.. tapi tidak sekarang.. ya??” sekali lagi Felix menyibak air lebih
kuat dengan ekornya hingga hewan itu tertinggal jauh.Jutaan gelembung kecil terlempas dari gelombang
air yang Ia buat.
“Chun.. chun chun...” tak kenal kata
menyerah, hewan itu masih mengejar Felix sejauh apapun ia pergi.
Tanpa kita sadari apa yang kita cari
sebenarnya sudah ada di dekat kita. Dengarkan kata hati dan pikirkan dengan
baik. Apa yang hilang dari kita tak akan pergi jauh.
Prince of Pixies, Sky, masih berusaha
mewujudkan sihirnya. Dengan tarian, suara
siulan, atau bahkan irama dari gesekan
sayapnya. Ia sungguh berusaha sekuat tenaga mengubah Magia biru nya
menjadi sihir sesuai perintah Zefyros.
“…. Duh, telingaku sampai pengang kalau
mendengar gesekan sayapku sendiri… memang sayap hanya untuk terbang dan bukan
membuat suara.. kita ‘kan bukan jangkrik”
Beragam cara telah Ia coba namun belum ada
yang berhasil sementara Magianya hampir mencapai batas.Magianya yang semula penuh kini tersisa hanya sedikit.
Yang sebelumnya padat kini hanya tersisa remahannya saja. Perlahan kerlip Magia
dan debu perinya pudar naik ke udara.
“Hhhhh......
hhhhhh.....” Keringatnya bercucuran, napasnya yang tak bersuara terlihat
terengah-engah.Jubah lehernya
agak kusut. Boots kelabunya pun mulai tertutup debu. Ia kelelahan..
Sky melepas topi
beretnya, menyisir rambut dengan jari lalu melipat sayapnya dan duduk bersandar di dinding beristirahat sejenak. Mata birunya sayu menatap langit-langit.
Kristal warna warni yang berpendar di setiap sudut masih setia menemaninya.
Perlahan dan dengan lembut jemarinya meraba pasir di lantai.. pasir yang
rapuh.. bagai kondisinya saat ini..
“hhhh….” Raja peri
itu pun memakai beretnya kembali lalu meringkuk, memulihkan Magia yang terkuras. Memikirkan cara
selanjutnya yang akan Ia coba.Ia tak ingin menyerah terlalu cepat tentunya, tetap
sabar dan meyakinkan diri bahwa Ia pasti bisa melewatinya.
“teman-temanku yang
lain ujiannya bagaimana ya.. sedikit banyak aku penasaran..”
Tanpa sadar sebenarnya
mereka berdelapan adalah kekuatan yang saling terhubung. Itulah mengapa disaat
sendirian Sky merasa seperti ada yang kurang. Ia butuh dukungan kekuatan dari
peran teman-temannya yang lain.
“Louis.. Samuel..
adalah orang-orang yang tak mudah menyerah.. Peter dan Minho.. mereka pintar
menemukan cara unik untuk memecahkan masalah.. aku… mulai merasa tak yakin
dengan diriku sendiri….”
“hhhhh……..”
STRAY KIDS - ENN VASSILI | Step Out!: Chaldene's Hidden Gem
@yumebananivaa
.