(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem

(STRAY KIDS) ENN VASSILI | STEP OUT!: Chaldene'S Hidden Gem
Halfway



Masih di sempitnya


ruangan itu, Louis sang Spirit of Darkness memejamkan matanya.  Berusaha melakukan apa yang Zefyros perintahkan padanya, yakni berbicara


pada Roh Malam dan Kesunyian yang mendiami jiwanya yakni sesosok Roh berwujud serigala


abu-abu bersayap bernama Agel. Sambil duduk bersila dan meletakkan tangan di kedua lututnya, Ia memanggil nama sang


Roh didalam hati..


“Agel.. Agel.. aku


ingin bicara padamu.. tolong jawab aku.. Agel..”


“….. …….”


“hh… sedari dulu


aku sudah sering memanggilnya tapi Ia tak pernah mau menjawab..” Louis


menggaruk kepalanya, bingung.


Waktu berselang namun


sang Roh belum juga menjawab. Atau justru Louis yang kurang berkonsentrasi dan kurang mendalami


panggilannya?


“heh, tidak semudah


itu kalau mau bicara denganku.. datanglah dulu padaku.. akan kusambut dengan


senang hati…”


Sayangnya kata-kata Agel tak ada yang bisa


mendengarkan. Bahkan Louis sendiri.


Ruangan yang sempit


dan kosong membuat pikirannya makin buram. Jujur saja ia merasa sulit


berkonsentrasi. Antara keinginan untuk segera bicara dengan Agel kemudian lulus


dari ujian Zefyros, dan takut jika teman-temannya berbalik tak mau lagi


berteman dengannya jika tau di dalam dirinya bersemayam sesosok Roh kuno.


“…. Tempat seperti


ini bukan tempat yang aku sukai tetapi… mungkin Agel lah yang menyukai tempat


ini hah? Tempat ini bukan diperuntukkan bagiku tapi untuknya… untuk bicara


dengannya aku harus memahaminya.. benar juga.. oke.. kita coba sekali lagi……”


Louis menarik napas


dalam dan menghembuskannya perlahan. Melanjutkan konsentrasinya untuk bertemu


Agel.


Lalu disisi lain


ruang ujian, suasana nampak makin berantakan.


Trio Beast Chris, Minho dan Jeongin masih dalam


pertempuran mereka yang tanpa jeda. Kerusakan di ruang bawah tanah itu sungguh semakin parah.


“wah wah… tiga klan


buas ini memang tidak bisa dianggap sebelah mata ya.. dari kekuatan, daya


tahan, daya serang.. mereka luar biasa..” Zefyros yang mengawasi mereka pun harus beberapa


kali memulihkan barrier sihir pelindung di sekitar ruangan itu.



“wahai arah Barat


yang menciptakan diriku…” gelombang Magia hijaunya menyebar melapisi dinding


ruangan tempat 3 Beast itu berada, lagi. Lapisan sihir pelindung yang terkikis


pulih kembali dan siap menahan serangan sihir dari 3 elemen.. es, listrik dan


api.


“GRRRR……”


“NGGAAAUUNNGG…”


“aarrkkk…..”


Jeritan Dragon Chris, Auman Minho dan Kitsune Jeongin yang menyalak saling


bersahutan dalam kelompok itu. Pasokan Magia mereka sungguh luar biasa, ciri khas dari klan yang


memiliki dua wujud fisik. Meski ratusan jurus mereka layangkan, hingga


detik itu kondisi mereka masih prima seakan ujian baru saja dimulai. Luka yang tergores


diantara bulu dan sisik mereka sama sekali tak terasa. Pikiran mereka yang masih tersadar hanya dipenuhi


dengan pertanyaan bagaimana caranya agar dapat lulus dari ujian ini sementara tubuh mereka masih saja bergerak sendiri, dengan penggunaan sihir yang tak dibatasi.


“.. Blue


sparks..”


Tsiuu… DZIINNGGG……


Petir yang mulanya Minho gunakan Ialah petir kuning yang terlemah tegangan


listriknya, namun kini Ia mulai menggunakan petir biru yang tegangannya cukup


tinggi. Baru kali ini Ia tunjukkan di hadapan teman-temannya, dan dikeluarkan


dengan niat membunuh.


Dragon Chris


berkelit, lalu balik menyerang dengan semburan bunga es.


“.. Snow shots..” Lapisan yang putih dan


dingin tercipta menyelimuti ruangan itu lagi.


“… split the dawn…..”


BWOOOSSSSSHHHHHH……….


Jeongin menepis petir biru Minho dan bunga es Chris dengan perisai api yang


berkobar dari hentakkan kakinya. Ketujuh lonceng yang menggantung di


kalung-kalungnya berdenting bergantian mengiringi pertarungannya.



“entah mengapa aku


jadi tidak khawatir sih kalau mereka ternyata sekuat ini.. tapi belum.. mereka


belum jadi versi terkuat.. ini belum seberapa.. HAHAHAHA.. ehh”


Kembali lagi ke


labirin bawah air.


“.. ini kali ya??


Eh, bukan juga… duhh…”


Felix dengan ekornya


berenang kesana kemari mencari Broken Compassnya sesuai perintah Zefyros.


Labirin yang seakan tak berujung itu membuatnya bingung. Broken Compass bening


dan kecil. Beberapa kali ia sempat salah mengira bahwa


“pantulan cahaya Kristal kuarsa sangat


mirip dengan Broken compass ku.. kira-kira benda itu disembunyikan dimana ya..”


Ditempat seluas itu


bagaimana ia menemukannya? Belum lagi waktu sangat terbatas yang diberikan


Zefyros padanya. Ia juga khawatir melewatkan setitik tempat yang kemungkinan


menjadi tempat disembunyikannya Broken Compass.Mau tak mau ia harus memeriksa setiap sudut dengan teliti.


“Chun.. chun..” terdapat seekor


hewan yang mengikuti Felixdan berenang menghampirinya.


“Ng? Hei...” Felixmenyambut hewan itu


di kedua tangannya.


“Kau ini.. apa? Wajahmu


seperti lumba-lumba.. tapi punya satu tanduk seperti Narwhale.. siripmu seperti sayap


burung, dan kau juga punya kaki.. ditambah lagi ekormu panjang


seperti kadal..” Felix memperhatikan seluruh


bentuk hewan yang entah apa namanya itu.


Sisik hewan semacam


kadal itu berwarna kuning keemasan sedangkan dada dan perutnya berwarna putih.


Ia juga memiliki telinga berbentuk sirip, senada dengan jambulnya yang bisa


naik turun. Felixsudah mengenal ribuan


jenis makhluk yang hidup di laut dari yang wujudnya biasa saja sampai yang


paling aneh sekalipun. Tapi baru kali ini ia melihat yang rupanya benar-benar asing.


“Chun.. chun.. chun..” hewan itu


menggesekkan kepalanya ke telapak tangan Felix seolah ingin ikut dengannya.Sirip atau sayap


kadal itu pun memeluk erat tangan Felix.


“Hmm... maaf ya.. tapi


aku sedang terburu-buru...” Felix melepaskannya dan berlalu demi menemukan Broken


Compass sebelum waktunya habis.



“Chun.. chun..” meski Felix melepaskannya, ia


tetap berusaha mengikuti Felix yang berenang menjauh.Ekornya mengibas-ngibas ke kiri dan kanan


membuatnya mampu berenang tak kalah cepat dari sang Siren.


“duhh.. kau mau apa


nanti akan kuberi.. tapi tidak sekarang.. ya??” sekali lagi Felix menyibak air lebih


kuat dengan ekornya hingga hewan itu tertinggal jauh.Jutaan gelembung kecil terlempas dari gelombang


air yang Ia buat.


“Chun.. chun chun...”  tak kenal kata


menyerah, hewan itu masih mengejar Felix sejauh apapun ia pergi.


Tanpa kita sadari apa yang kita cari


sebenarnya sudah ada di dekat kita. Dengarkan kata hati dan pikirkan dengan


baik. Apa yang hilang dari kita tak akan pergi jauh.


Prince of Pixies, Sky, masih berusaha


mewujudkan sihirnya. Dengan tarian, suara


siulan, atau bahkan irama dari gesekan


sayapnya. Ia sungguh berusaha sekuat tenaga mengubah Magia biru nya


menjadi sihir sesuai perintah Zefyros.


“…. Duh, telingaku sampai pengang kalau


mendengar gesekan sayapku sendiri… memang sayap hanya untuk terbang dan bukan


membuat suara.. kita ‘kan bukan jangkrik”


Beragam cara telah Ia coba namun belum ada


yang berhasil sementara Magianya hampir mencapai batas.Magianya yang semula penuh kini tersisa hanya sedikit.


Yang sebelumnya padat kini hanya tersisa remahannya saja. Perlahan kerlip Magia


dan debu perinya pudar naik ke udara.


“Hhhhh......


hhhhhh.....” Keringatnya bercucuran, napasnya yang tak bersuara terlihat


terengah-engah.Jubah lehernya


agak kusut. Boots kelabunya pun mulai tertutup debu. Ia kelelahan..


Sky melepas topi


beretnya, menyisir rambut dengan jari lalu melipat sayapnya dan duduk bersandar di dinding beristirahat sejenak. Mata birunya sayu menatap langit-langit.


Kristal warna warni yang berpendar di setiap sudut masih setia menemaninya.


Perlahan dan dengan lembut jemarinya meraba pasir di lantai.. pasir yang


rapuh.. bagai kondisinya saat ini..


“hhhh….” Raja peri


itu pun memakai beretnya kembali lalu meringkuk, memulihkan Magia yang terkuras. Memikirkan cara


selanjutnya yang akan Ia coba.Ia tak ingin menyerah terlalu cepat tentunya, tetap


sabar dan meyakinkan diri bahwa Ia pasti bisa melewatinya.



“teman-temanku yang


lain ujiannya bagaimana ya.. sedikit banyak aku penasaran..”


Tanpa sadar sebenarnya


mereka berdelapan adalah kekuatan yang saling terhubung. Itulah mengapa disaat


sendirian Sky merasa seperti ada yang kurang. Ia butuh dukungan kekuatan dari


peran teman-temannya yang lain.


“Louis.. Samuel..


adalah orang-orang yang tak mudah menyerah.. Peter dan Minho.. mereka pintar


menemukan cara unik untuk memecahkan masalah.. aku… mulai merasa tak yakin


dengan diriku sendiri….”


“hhhhh……..”



STRAY KIDS - ENN VASSILI | Step Out!: Chaldene's Hidden Gem


@yumebananivaa


.