
beberapa hari setelah mereka berempat membawa cewek, bertepatan pada hari minggunya Rifky menikah dengan pacarnya Zara.
pernikahan mereka berjalan lancar hingga suatu saat Zergan datang membawa ratu. melihat temannya Rifki mendatanginya dan bertanya "eh lu kapan mau nikahin cewek lu anjir udah lama kali masa nggak lu nikahin?"
"eh Ki ini juga masih beberapa hari kok udah mau nikah aja gimana sih?"
"cowok yang serius tuh nikahin ceweknya bukan cuman dipakai mainan doang!" Rifky
"oh ya BTW si Rendy kapan ya nikahnya katanya sih kalau lu udah nikah mau nyusul elu."
"nggak tahu ya kayaknya sih seminggu setelah gue nikah ya, soalnya kata dia itu mungkin seminggu itu udah cukup buat ngumpulin duit soalnya kerjanya kan sekarang juga bayarannya juga besar gitu loh nggak mungkin sih kalau seminggu itu nggak bisa ngumpulin duit sebanyak itu jadi kalau adik lu udah nikah lu nikah juga ya!"Rifky
"iya gue nggak janji sih tapi gue usahain kok!" Zergan.
...****************...
tak terasa waktu menunjukkan pukul 08.00 malam, kemudian Zergan mengajak ratu pulang karena mereka isinya hanya untuk jam segini dan gak boleh lebih jadi dia harus mengantarkan ratu pulang.
sebelum Zergan menghidupkan mobilnya dia bertanya kepada ratu "kamu mau kan aku nikahin?" Zergan.
mendengar perkataan itu ratu seketika ngeblank dan terdiam entah apa yang dipikirkan mungkin dia memikirkan jawaban yang tepat. setelah cukup lama iya berfikir akhirnya ratu menjawab, "kamu ke rumah aja dulu tanya sama Mama kapan nikahnya, kalau kamu udah ke rumah kita tentuin tanggalnya!" Ratu.
mendengar jawaban itu jadikan sangat tidak puas karena bukan jawaban itu yang dia tunggu-tunggu melainkan jawaban iya aku siap. hanya kata itu yang dia tunggu namun pada kenyataannya bukan itu yang keluar dari mulut ceweknya. hal itu membuat Zergan sedikit kecewa dan patah hati.
Zergan tidak terlalu memikirkan hal itu dan Zergan segera mengantarkan ratu pulang karena takutnya ratu nanti dimarahi oleh orang tuanya. selama di perjalanan tak seperti biasanya ratu tidak mengajaknya bicara, yang ada di pikiran Zergan mungkin Ratu capek.
beberapa jam di perjalanan akhirnya mereka sampai di rumah ratu, sesampainya di sana ternyata ibunya sudah menunggu ratu.
"kalian lama sekali ya pulangnya ini udah malam kenapa pulangnya kalian telat kan harusnya di rumah itu jam 08.00 udah di rumah!" Ibu ratu.
"maaf Tante ini salah Saya tadi jam 08.00 itu baru selesai acaranya saya juga nggak tahu ternyata molor gitu, jadi Zergan minta maaf ya Tante udah telat bawa ratunya pulang." Zergan
Zergan yang melihat ratu hanya diam dan tidak membantunya dia hanya terlihat kecewa dan tidak berkata langsung pulang tidak pamit kepada orang tua ratu. entah itu karena memang Zergan capek atau emang Zergan sedang sakit hati yang sangat dalam.
saat di perjalanan pulang Zergan tak sengaja hampir menabrak Rendy dari arah kirinya. Rendy yang sadar bahwa itu mobil Zergan langsung keluar dan menemui zergan dan berkata "kan udah dibilangin kalau bawa mobil itu jangan ngebut kan gini jadinya rusak kan mobilnya."
"maaf gue nggak konsen gue mikirin gimana caranya gue itu bisa lupain dia gitu." Zergan.
"lupain siapa sih emang nggak sayang sama si ratu." Rendy.
"bukannya gue nggak sayang, tapi gimana kalau saat kita sayang sama dia tapi dia malah nggak mau sama kita? gue sadar gue nggak punya apa-apa gue nggak punya orang tua gue juga nggak punya harta, tapi apa sih salahnya hargai sedikit aja keseriusan gue ini. gue nggak minta dia buat cantik kok nggak minta dia buat kerja yang penting dia tuh ada gitu buat gue selalu support gua." Zergan.
mendengar perkataan itu Rendy langsung paham dan tidak meneruskan apa yang dia tanyakan.
"ya udah ya udah sekarang kita pulang istirahat nggak usah pikirin lagi itu besok aja kita pikirin sekarang udah malam kita harus pulang." Rendy.
Zergan hanya mengangguk dan ikut pulang bersama Rendy membawa mobilnya sendiri. sampainya di rumah Zergan langsung masuk kamar tidak memperdulikan bahwa adiknya sedang memanggilnya.
melihat tingkah kakaknya yang tidak baik-baik saja Zegan bertanya pada Rendy, "bang ren si Abang kenapa kok gitu, kok nggak nyaut pas Zegan panggil?"
"udah ya udah dulu sekarang kita semua istirahat biarin dia istirahat dulu kalau dia udah tenang baru kita tanya-tanya!" Rendy.
Rendy hanya mengangguk, lihat deh jawaban dari Rendy yang hanya sebuah anggukan Zegan bertanya lagi dan pergi ke kamarnya untuk tidur.
...****************...
terlihat Zergan yang masih kalut dengan perasaannya dan dia masih berada di balkon kamarnya, Zergan merenungi apa yang kurang darinya mengapa bisa seorang ratu nggak mau menerimanya.
tiba-tiba handphone Zergan berdering, Zergan langsung masuk kembali ke kamarnya dan mengambil handphone itu dan mengangkatnya sembari keluar kamar menuju balkon.
dilihatnya ternyata yang menelponnya adalah Rifki,
"kenapa Rif tumben nelpon gue?" Zergan.
"gue tahu lu sudah nggak baik-baik aja, cerita sama gue gue pasti dengerin dulu dan kasih solusi buat elu," Rifky.
"ya udah aku cerita, tadi kan pas gue pulang dari rumah lu gue nganterin si ratu pulang kan, nah sebelum pulang tuh gue nanya sama si ratu, 'kalau aku nikahin kamu kamu mau nggak sama aku'. gue tanya gitu dong, tujuan gue tanya tuh karena gue nggak mau nantinya pas gue tanya mau nikahin si ratu nantinya gue ditolak." Zergan
"iya emang ada benarnya sih lu kayak gitu. ya udah sekarang lu tenangin diri lu aja sekarang lu tidur biar lu besoknya itu bisa mikir gitu loh."
"ya udah gue tidur dulu lah sana deh berdua sama istri lu ih." Zergan.
telepon itu langsung dimatikan oleh Zergan.
...****************...
Zergan merenungi apa yang telah terjadi malam tadi dan apa yang akan terjadi besok saat dia bangun.
"kenapa sih gua harus banyak banget kehilangan orang yang gue sayang padahal aku juga ingin mempertahankan nilai katanya mereka yang mau gua pertahankan?" Zergan.
malam itu entah apa yang tiba-tiba merasuki pikiran Zergan, tiba-tiba dia mengemasi semua barang-barangnya serta baju-bajunya dan meninggalkan rumah itu tanpa memberitahu Rendy Rifky dan adiknya sendiri.
...****************...
keesokan harinya saat Rendy bangun dan tidak melihat Zergan karena biasanya bangun pagi itu adalah Zergan dia sontak mengecek ke kamar Zergan betapa kagetnya melihat jaringan tidak ada di kamar bahkan barang-barangnya pun juga tidak ada.
sontak Rendy berlari menuju ruang tamu di mana Zegan berada dan memberitahukan hal tersebut. mereka kemudian mengabarkan hal ini kepada Rifki dan bertemu di rumah Rifki untuk mencari tahu sebenarnya Zergan ini ke mana.
saat mereka sudah berada di rumah Rifki mereka begitu panik karena mereka tidak menemukan di mana Zergan berada karena posisi handphone nya mati dan pelacak yang ada di mobil Zergan juga udah mungkin dicabut oleh Zergan.
dari pagi hingga malam hingga pagi lagi mereka tidak menemukan keberadaan Zergan, hingga suatu titik mereka menyerah untuk mencari Zergan dan menyatakan sendiri bahwa Zergan hilang dan atau mungkin memang dia menghilang karena masalah ratu.
karena sudah beberapa hari Zergan menghilang sekitar 4 hari mereka bertiga memberitahukan hal ini kepada ratu mereka bertemu di cafe biasa untuk membicarakan hal ini.
saat berada di cafe ratu begitu terlihat sedih dan terlihat kehilangan. "rat gue minta maaf gue nggak bisa jagain cowok lu, tapi yang gue mohon sama kamu harusnya bisa jaga dia nggak kayak gini!" Rifky
"gue tahu gue salah tapi gue juga nggak tahu gue juga nggak bisa karena ibu gue sendiri juga udah mau nikahin gue sama cowok lain terus sebenarnya cinta sama Zergan tapi ini kemauan orang tua gue!" Ratu.
"gue harap adik lu nggak kayak lu ya, kuharap gue bisa jaga gue yang bisa nerima gue apa adanya dan nggak akan ninggalin gue karena hal apapun termasuk karena cowok lain." Zegan.
ratu hanya menggeleng dan kemudian mereka bertiga Rizky Rendy dan zegan pergi meninggalkan rapi di cafe sendiri.