
" Gini ya mulai sekarang kamu gak usah Deket Deket lagi sama Zergan ataupun keluarga walaupun itu sebatas stalking." Dian langsung pergi dan Menutup pintu kamar Rifky dengan keras.
Rifky hanya diam melihat kepergian Dian. Saat diluar pintu Dian menggumam, Dasar Abang gak bisa di andalkan!! Ucapan kecil itu bisa di dengar kan oleh Rifky yang ternyata Rifky hendak keluar kamar dan sekarang dia mengurung kan niat keluar nya itu.
"Apa iya gw seburuk itu?" Batin Rifky.
...****************...
Terlihat dirumah si kembar bahwa mereka sedang berkumpul dan bercengkrama dengan gembira nya. Zegan yang saat itu terlihat sedang duduk dan berbicara dengan ibu nya, dan Zergan yang sedang sibuk menelpon seseorang.
"APAA?!" Teriakan Zergan membuat ibu dan anak itu sontak menatap dia dengan tatapan khawatir.
"Ada apa sayang?" ibu Zergan bertanya dengan nada setengah gemetar.
"BAPAKK.. !" Zergan tak tega mengungkapkan nya karena mungkin pada dasarnya ini adalah berita mengejutkan untuk mereka.
"Bapak kenapa bang.. bapak kenapa? cepet ngomong, adek gak mau bapak kenapa kenapa bang?!" Ucapan Zegan membuat Zergan sangat tak tega untuk memberi tahu nya soal apa yang terjadi pada ayah nya.
Tidak lama dari rengekan Zegan tadi tiba tiba terdengar suara bel rumah berbunyi, Zegan yang mengajukan diri untuk melihatnya, saat Zegan melihat siapa yang datang, Zegan syok dan terdiam seperti patung karena saking kaget nya bertemu dengan bapak tercinta.
Saat Zegan sadar, Zegan langsung memeluk bapak nya dan ngaduin Abang nya ke sang bapak. "Bapak... Abang nakal pak!" Ucapan Zegan di dengar oleh oleh Zergan, karena ya memang ruang TV nya dekat dengan pintu keluar rumah.
"aduh aduh sini nakk sini, iya nantik Abang nya bapak pukul deh.." Ucapan bapak membuat satu keluarga tersebut tertawa.
Inilah keluarga selalu mereka inginkan setiap saat. kemudian bapak memukul Zergan dengan ekspresi yang sepertinya hendak memukul bola voli.
PLAKKKK.....
"Auhhh.." Teriakan Zergan membuat sang adik tertawa mengejek dia.
...****************...
Ketiga orang disana merasa ada yang aneh dengan Zergan, tapi mereka tak berani ikut campur dengan urusan Zergan karena bagaimanapun mereka tau Zergan sudah dewasa dan dia mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.
Saat berada di taman Zergan hanya diam melamun menatap jalan dengan tatapan kosong. Melihat Zergan yang melamun di sana, Zegan memutuskan menyusul abangnya ke taman dan menemani Abang nya.
...****************...
Zegan berjalan keluar dari kamar nya berjalan perlahan namun pasti. Zegan nampak khawatir melihat Abang nya yang seperti itu. Saat berada di belakang Abang nya, Zergan menoleh ke arah Zegan dengan raut muka bertanya tanya mengapa adek nya ke taman.
Zegan membuka pembicaraan "Abang ngapain sendirian disini?" Pertanyaan tersebut hanya di jawab gelengan oleh Zergan dan kemudian Zergan mengucapkan kalimat dimana kalimat itu membuat Zegan sedikit kecewa pada Abang nya itu.
"Kamu tidur aja dulu, nantik Abang ke kamar kalok udah baikan deh," Ucapan itu membuat Zegan seketika kembali ke kamar nya dan tak bicara apa pun kepada Zergan.
Zergan hanya melamun hingga jam 12 malam, Setelah berada di sana sekian lama nya Zergan kembali ke kamar dan melihat Zegan yang sudah tertidur dan Zergan berbicara kepada adiknya yang sudah tidur.
" Maafin Abang nya udah sering bawa Zegan ke dalam masalah masalah Abang..." Setelah Zergan bicara seperti itu kepada Zegan, Zergan memutuskan untuk tidur.
Hal yang tidak di sangka ternyata Zegan belum tidur dan ia ternyata menunggu Abang nya kembali. Dan Zegan membatin "Gapapa Abang Zegan bakalan tetep temenin Abang kok," Setelah membatin Zegan pun tertidur.
...****************...
**TO BE CONTINUE
tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk ya**