ZEGAN OR ZERGAN

ZEGAN OR ZERGAN
ZERGAN PERGI



Perjalanan Zergan pulang dari rumah Rifky penuh dengan kebingungan dan sedang memikirkan sesuatu. Dan tak berselang lama saat dia berada di lampu merah Zergan sekelebat melihat sosok yang seperti Dian. namun karena sebuah kebencian Zergan tak menghiraukan dan melanjutkan perjalanan pulang.


Saat lampu merah berganti hijau Zergan langsung tancap gas untuk pulang. saat tepat hampir masuk ke garasi mobil yang Zergan naiki di salip oleh sebuah mobil yang melaju sangat kencang.


"Asemmm.... napa sih tu orang gak jelas bangett udah malem juga malah ngebut!" Zergan memaki orang yang ada di dalam mobil yang melaju kencang itu.


Setelah memaki Zergan memasukkan mobil nya ke dalam garasi. Kepulangan Zergan di sambut oleh Zegan yang terlihat sangat marah dan emosi.


"woi bang?" Teriak Zegan pada Zergan.


"Apa Gan Kenapa kamu teriak gitu? udah malam nanti tetangga ke ganggu!"


"Ya Abang ngapain sih ke rumah si Dian lagi?? Mau baikan?" Ucapan Zegan membuat Zergan Emosi dan hampir saja menampar Zegan namun di hentikan oleh teriakan sang ibu.


"ZERGAN!!!" Teriak ibu...


Zergan menghela napas panjang dan berat. kemudian ibu menghampiri mereka berdua dan mengajak mereka masuk ke dalam rumah.


"Ayo masuk dulu.. bicara di dalam.." Ucap ibu dan di balas anggukan oleh kedua anak nya.


...****************...


Di dalam ruang tamu mereka duduk bertiga, Ibu mendahului pembicaraan.


"Kalian kenapa Sampek mau berantem gitu hah? ibu tidak mau kalian berantem kayak tadi.."


"Bukan salah Zegan!" Zegan pergi dan meninggalkan ruang tamu menuju kamar nya.


"ZEGANNN!!!" teriak ibu. Namun teriakan itu tak di hiraukan oleh Zegan dan Zegan tetap melanjutkan melangkah ke kamar nya.


Ibu menghela nafas panjang karena kedua anak nya itu.


"Zergan..." Zergan menoleh ke arah ibu.


"Zergan udah gede kan sayang.." Zergan mengangguk.


"Ibu mohon kamu ngalah ya sama adek mu, ibu tau kamu kesel sama dia karena dia ikut campur masalah kamu. tapi tolong jangan kasarin adik kamu, dia cuman gak mau kamu kenapa kenapa karena dia gak mau kehilangan sosok seorang kakak yang sangat dia harapkan dan itu kamu.." Mendengar ucapan sang ibu Zergan pun luluh..


"Ibu mau kamu ke adik kamu dan bujuk dia ya sayang." Zergan mengangguk dan pergi ke kamar untuk meminta maaf kepada adiknya.


Zergan melangkah dengan menundukkan kepala nya karena merasa bersalah Terhadap adiknya. Saat Zergan membuka pintu kamar nya Zergan melihat sang adiknya yang berada di balkon rumah dengan pungguk yang naik turun.


"Gan... Maafin Abang ya... udah bikin kamu kecewa."


Zegan tetap diam membisu dan tak menjawab permintaan sang Abang. Melihat Zegan yang tetap marah seperti itu dan tak mau berbicara, sekali lagi Zergan berbicara..


"Zegan ..." Ucap Zergan sembari memutar badan Zegan agar menghadap ke arah Zergan.


Zegan membalas panggilan itu dengan alis yang terangkat sebelah. "hm.." Zegan hanya mengeluarkan deheman.


"Adek .. Abang tau Abang salah.. Abang minta maaf sama adek.. Abang salah udah mau tampar adek.. Abang minta maaf ya dek.." Zergan mengucapkan kalimat itu dengan air mata yang mulai jatuh. bukan karena Zergan cengeng namun karena Zergan tidak mau Orang yang Zergan sayang seperti adiknya malah membenci dia.


"Yaudah kalok Zegan gak mau maafin Abang... Abang pergii dulu ya... Jangan begadang.. Udah jam 11 waktunya tidur.." Zegan tetap menatap Abang nya itu jijik.


Melihat adiknya yang tak merespon dia walaupun dia sudah berusaha meminta maaf, Zergan memutuskan untuk pergi dari rumah. bukan karena dia pengecut gak mau menyelesaikan masalah. tapi karena Zergan ingin suasana di rumah ini kondusif dulu.


Zergan memeluk Zegan "Adek Abang pergi dulu.. Makasihh udah terima Zergan sebagai Abang kamu ya..." Ucapan Zergan seakan akan menembus relung hati Zegan yang paling dalam yang membuat Zegan membeku dan mengeluarkan air mata.


...πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί...


Zergan berjalan mengambil jaket, dompet, handphone dan kunci mobil yang ada di meja belajar nya. dan keluar meninggalkan Zergan sendirian di kamar. Zegan menatap kepergian Zergan dengan Isak tangis yang tak di dengar oleh Zergan.


Saat menuruni tangga ibu bertanya kepada Zergan karena untuk kesekian kalinya Zergan keluar malam.


"Zergan mau kemana?" Tanya sang ibu kepada Zergan.


"Jagain adek sampai Zergan pulang." Ucapan Zergan seketika membuat sang ibu kebingungan.


Zergan berpamitan dan salaman kepada ibunya dan keluar dari rumah. dari ambang pintu ibunya menatap Zergan kasihan. saat ia ingin masuk ke dalam mobil Zergan menatap Zegan yang masih berada di balkon kamar dengan senyuman yang begitu tulus kemudian menatap ibu dan tatapan meminta maaf.


Kemudian Zergan masuk ke dalam mobil dan melajukan mobil nya hingga ibu dan Zegan tak melihat sosok mobil nya itu.


Ibu masuk ke dalam rumah lagi dan tak menyangka anak yang dia cari dahulu akan pergi lagi. begitu pun dengan Zegan yang kemudian masuk ke dalam kamar dengan rasa bersalah.


πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’πŸ’


TO BE CONTINUE


tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk