
Minggu pagi yang begitu cerah, membuat hati yang tersakiti menjadi kembali bahagia. begitu pula dengan perasaan si kembar. mereka berdua terlihat sedang memasak sesuatu di dapur. kemudian Rifky turun dari kamar nya dan berkata
" Zer, gan, gue pergi dulu ya gue mau kerja terus ntar kalau emang gue baliknya terlalu malam lu kunci aja rumahnya gue bawa kunci cadangannya aja."
si kembar kemudian membalikkan badan ke arah Rifky dan berkata "nggak papa kita nanti kan juga pulangnya malam juga, soalnya pemotretan gue sama syutingnya si Zegan kan juga lama, jadi nggak papa... ntar gue pulangnya mungkin sekitar jam 12.00 ya jadi kalau lu pulang duluan ya kunci aja nggak papa.. kalau mau nungguin kita juga nggak papa soalnya gue nanti itu mau pemotretan nya kan di mana gitu kan ya jadi lama gitu."
Rifky hanya mengangguk dan kemudian pergi.
setelah kepergian Rifky si kembar melaksanakan lagi kegiatan yang tadi ia kerjakan yakni memasak. setelah selesai memasak mereka berdua duduk di meja makan dan memakan hasil masakan mereka. Zegan berkata "Bang masakan lu kok nggak kayak biasanya ya."
pertanyaan itu sontak membuat Zergan terkejut karena dia takutnya masakannya itu nggak sesuai ekspektasi dia dalam artian masakannya sangat buruk. namun..... Zegan berkata lagi yang membuat Zergan tersenyum.
"eh sumpah ini ya Bang ini makanan lu nggak kayak biasanya yang tadinya nggak enak banget tuh ya waktu di rumah lama, sekarang malah enak banget gitu kayak lu itu ikut MasterChef aja lu pasti juara 1."
mendengar celotehan adiknya Zergan hanya tertawa menahan candaan adiknya itu.
setelah beberapa menit makan tiba-tiba handphone Zergan berdering, Setelah dia lihat ternyata Angga meneleponnya.
"eh kok si Angga telepon?"
"yang mana gue tahu Bang itu kan mungkin lagi butuh bantuan"
"ya kali ya .....gue angkat aja kali ya..."
sekan menganggukkan kepala menandakan setuju.
...****************...
Zergan kemudian mengangkat telepon dari Angga.
"kenapa nggak tumben tumben lu nelpon gue?"
"ini lho gue lagi butuh bantuan elu buat nyariin temen gue kerjaan terserah lu dia mau lu jadiin babu kek mau jadiin manager lu terserah deh yang penting dia punya kerjaan."
"btw namanya siapa?"
"namanya Rendy. lu bisa deh manggil dia sekarang buat ketemu lu terus lu kasih dia kerjaan apapun ini ya ntar gue kasih nomornya buat lu telepon."
"ya udah lu sekarang lu kirim ya nomornya, gue matiin dulu ya ntar ketemu di cafe tempat pemotretan gua aja deh. tolong bilangin aja sama dia gue kan udah pesen mejanya tuh. tolong lu bilangin sama dia ntar kalau udah nyampe di cafe langsung masuk aja cari meja nomor satu."
"ya udah berarti dia aja ya yang gue kasih nomor lu biar kalau seandainya lu nyampe duluan biar dia yang telepon lu gitu gimana?"
"ya udah ya gue kerja dulu soalnya udah siang juga ntar nggak enak sama main manager gua bye"
...****************...
Zergan kemudian berangkat bersama adiknya menuju tempat kerjanya masing-masing namun sebelum berangkat ke tempat pemotretan Zergan pergi ke toko untuk membeli sesuatu.
sesampainya di toko ada seseorang yang menyapanya namun Zergan tak menghiraukannya karena memang pada dasarnya Zergan tidak mengenalnya.
beberapa menit berbelanja Zergan kemudian melanjutkan perjalanannya menuju tempat pemotretan. sampainya di sana teman Angga yang bernama Rendi ternyata belum datang karena memang pemotretannya masih nanti Zergan menunggunya. hingga ternyata Rendy itu adalah orang yang menyapanya tadi di toko.
kemudian Rendy mendekati meja Zergan,
"Iya benar ini dengan saya sendiri apakah kamu Rendy ya temennya Angga?"
"Iya saya temennya Angga yang sedang mencari pekerjaan terus Angga memperkenalkan saya dengan anda apakah anda mempunyai pekerjaan untuk saya?"
"Iya ada tapi kalau kamu mau, untuk bahasa sendiri kalau sama aku nggak usah formal ya non formal aja kayak lu gue aku kamu gitu aja nggak usah kayak terlalu formal gitu soalnya kan bukan pekerjaan kantoran juga jadi kalau kita kan seumuran itu nggak enak gitu loh."
"terus jadi saya panggilnya itu Zergan aja gitu?"
Zergan mengangguk... dan mereka berbincang-bincang satu sama lain membicarakan pekerjaan apa yang cocok dengan Rendy. beberapa menit berbincang-bincang dan akhirnya mereka mendapatkan kesimpulan bahwa Rendy akan bekerja sebagai asisten pribadi dari Zergan.
Zergan juga memperbolehkan Rendy untuk tinggal di rumahnya karena memang pada dasarnya rumahnya Zergan sendiri rumah yang cukup besar mewah namun yang tinggal di dalamnya hanya segelintir orang dan itu tidak menyenangkan untuknya.
dan pada hari ini Rendy memulai pekerjaannya yakni mengantarkan Zergan ke tempat pemotretan. sesampainya di tempat pemotretan apa kagetnya Rendy melihat manajer Zergan. melihat asistennya yang kaget melihat manajernya Zergan bertanya...
"kamu kenapa kok kaget gitu ngeliat manajerku?"
Rendy hanya menggelengkan kepala dan tidak mau berbicara apapun. dan dia langsung berbalik arah dan berjalan ke arah mobil. melihat tingkah aneh Rendy Zergan bertanya kepada manajernya.
"apakah kamu mengenal dia?"
"Saya tidak mengenal dia bahkan dia juga bukan siapa-siapa saya?"
"terus kenapa dia waktu melihat kamu dia kaget dan sedih?"
"saya juga kurang tahu ya kenapa dia seperti itu mungkin saya mirip dengan kakaknya atau saudaranya saya kan juga tidak tahu!"
beberapa menit terdiam Zergan memulai pemotretannya. hingga larut malam Zergan melakukan pemotretan nggak tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 10.00 waktunya zergan menjemput adiknya. lihat jam yang sudah menunjukkan pukul 10.00 itu, Zergan mengajak Rendy menjemput adiknya di tempat syutingnya.
Rendy mengangguk dan mengantarkannya, beberapa menit di perjalanan Rendy begitu menikmati perjalanannya hingga tak terasa mereka sampai di tempat syuting zegan dan ternyata Zegan sedang menunggu mereka.
Zergan turun dari mobil dan menemui adiknya serta memeluknya. melihat si kembar yang begitu akrab Rendy mulai meneteskan air mata. saat melihat si kembar akan masuk mobil Rendy segera menghapus air matanya.
"ayo pulang..!"
saat di perjalanan pulang Zegan bertanya "Bang ini namanya Rendy ya yang tadi katanya bang Angga Dia mau cari kerja?"
Zergan hanya mengangguk mendengar pertanyaan dari adiknya itu. kemudian Zegan beralih bertanya kepada Rendi "Bang Rendy tinggal di rumah ya, biar rumah kita jadi rame soalnya kan kita tinggalnya cuman pergi bertiga sama Bang Rifki."
Rendy hanya mengangguk sembari tersenyum, mendengar perkataan dari Zegan. karena dia tak pernah merasakan kasih sayang seperti ini dari kakaknya sendiri.
"yes punya temen baru.!" melihat tingkah laku Zegan Rendy dan Zergan hanya tersenyum melihat Zegan yang seperti anak kecil.
malam itu menurut Rendy adalah malam terasa sangat indah karena baru kali ini dia merasakan kasih sayang dari temanmu sendiri yang baru dia kenal dari seorang Angga.
...****************...
...----------------...
TO BE CONTINUE
tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk ya