
Selasa pagi di kota Lumajang
Zegan nampak merapikan pakaian nya di depan cermin untuk berangkat sekolah. Dan terlihat juga ibu yang sedang memasak di dapur. Ayah Zegan pergi lagi keluar kota untuk pekerjaan.
Setelah Zegan merapikan pakaian nya, Zegan turun ke bawah untuk sarapan pagi, namun tak ada satupun makanan atau minuman yang sudah siap. Ternyata Setelah kepergian Zergan ibu nya nampak sering sekali memasak namun tak ada satu pun yang matang. iya... ibunya Streesss....
"ibu... Zegan berangkat dulu ya, takut telat." Ucap Zegan membuat sang ibu menoleh dan memberikan uang jajan Kepada Zegan namun uang itu terlalu banyak.
"Loh uang nya kebanyakan Bu!" Ucapan Zegan masih tak membuat sang ibu sadar.
"setengahnya buat Abang mu.." Ucapan sang ibu membuat Zegan merasa sangat bersalah telah membuat sang Abang pergi dari rumah.
Bukan nya Zergan marah atau seperti apa. namun pada kenyataanya Zergan hanya ingin menghilang sementara, dan akan kembali saat hati nya sudah tidak lagi terisi dengan kemarahan.
"Yaudah Bu Zegan berangkat dulu ya..." Zegan salaman kepada ibu nya dan masuk ke dalam mobil sembari menunjukkan wajah emosi.
Zergan melaju meninggalkan komplek perumahan nya dan saat dia sampai di lampu merah Zegan meluapkan emosi nya.
"Gan lu nape pergi sih anjir... kan mak lu jadi gila bang**t." Zegan marah marah sembari memukul stir mobil nya. dan sesaat kemudian lampu menunjukkan warna hijau.
Zegan pun kembali melajukan mobil nya, namun tanpa sadar dia berbelok ke arah yang salah. yang seharusnya berbelok ke arah kiri namun Zegan berbelok ke arah kanan dan menuju ke sebuah bangunan tua. saat melihat bangunan tua itu Zegan melihat sebuah mobil yang tak asing baginya.
ya...
itu mobil Zergan, sontak Zegan langsung keluar dari mobil dan mencari Abang nya di sekitar mobil Zergan. namun nihil Zergan tak ada di sana.
...****************...
Terlihat seseorang yang sedang memperhatikan Zegan dari dalam rumah tua itu. Namun setelah itu sang pria di dalam bangunan tua itu pergi dari rumah itu dan menuju basemen di rumah itu agar Zegan tak menemukan dia.
ya..
itu adalah Zergan yang bersembunyi, Zergan berlari untuk menuju basemen.
...****************...
setelah mencari di luar namun tak ada hasilnya, Zegan masuk ke dalam rumah tua itu dan mencari di sekeliling rumah itu hingga tak terasa jam menunjukkan waktu pukul 6 sore namun tak ada tanda tanda keberadaan Zergan.
Di saat Zegan putus asa, dia melihat bercak darah di lantai yang menuju ke arah basemen, entah feeling apa yang membuatnya langsung menuju ke arah basemen dan saat sampai di basemen dia melihat seseorang yang dia kira adalah Zergan.
Namun pada kenyataanya itu bukan Zergan.
...****************...
Zergan terlihat nampak berlari ke arah hutan di belakang rumah tua itu dengan tertatih-tatih menahan luka di paha nya yang terkena goresan.
"Maafin Abang Gan... Abang emang pengecut... Abang gak bisa jadi Abang yang terbaik... Abang harap kamu bahagia tanpa Abang... Abang pasti selalu jaga kamu.." Ucap Zergan sembari dengan terus berlari.
...****************...
Zegan memutuskan untuk pulang dan tidak pergi untuk ujian hari kedua dan akan melaksanakan ujian nya secara online, karena merasa mood nya tidak baik baik saja.
...****************...
Terlihat Zergan yang terlihat mengangkat telpon dari seseorang. ternyata itu dari guru kepala kesiswaan nya
"Zergan"
"Iya kenapa pak?"
"Kamu kemana kok tidak ujian hari ini? adik kamu juga!"
"Maaf pak sekarang saya berada di luar kota.."
"Loh memang ngapain kamu kesana?"
"Emm anu pak ... saya ada kerjaan mendadak... jadi saya akan mengambil ujian online saja pakk... mungkin adik saya juga.."
"Baik lah."
Zergan mematikan telpon nya dan pergi dengan tertatih-tatih menuju jalan raya dan mencari taksi yang akan dia gunakan menuju bandara.
Ya....
Zergan akan pergi meninggalkan kota Lumajang dan pergi keluar kota untuk menghilangkan rasa kesalahan nya dan dia akan kembali saat semua sudah dia selesaikan.
...****************...
Zergan menunggu dan beberapa menit kemudian taksi yang Zergan pesan datang dan Zergan berangkat menuju bandara. Sesampainya di bandara dia langsung mempersiapkan semua nya. setelah semuanya siap dan tinggal menunggu keberangkatannya.
Zergan mengirim pesan pada ibunya
"Ibu maafkan Zergan udah bikin ibu seperti ini, Zergan akan kembali saat Zergan sudah memiliki segalanya dan mampu membahagiakan ibu dan adik Zergan serta ayah Zergan... Ibu tolong jaga diri baik-baik ya... dan tolong jaga adik.... maaf kan Zergan belom bisa jadi Abang yang baik...."
Setelah mengirim pesan itu Zergan langsung menuju pesawat dan kemudian pesawat lepas landas menuju ke tempat tujuan Zergan.
di dalam pesawat terlihat Zergan yang sedang menatap dengan penuh kesedihan namun dia tetap menguatkan perasaannya.
...****************...
TO BE CONTINUE
tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk ya kak