
Senin pagi yang menunjukkan pukul 03.00 dini hari, terlihat manajer Zergan yang sedang mondar-mandir ke sana ke sini memikirkan sesuatu, entah apa yang sedang dia pikirkan kemudian ia menelpon seseorang yang ternyata dia menelepon Zergan.
terdengar suara deringan telepon Zergan dari dalam kamar Zergan, Rendy kemudian masuk mengambil telepon Zergan dan memberikannya pada Zergan. Zergan yang heran mengapa handphonenya ada di Rendy kemudian bertanya,
"loh hp-ku kok ada di kamu?"
"ya nggak tahu soalnya tadi kan hp-mu bunyi terus aku ambil ya udah jadi aku bawa ke sini biar kamu yang ngangkat soalnya aku takut kalau aku yang angkat nanti takutnya dikira gimana-gimana gitu..." Zergan mengangguk dan mengambil telpon nya dari tangan Rendy.
Zergan mengangkat teleponnya dan bertanya mengapa manajernya menelpon pagi ini. "kenapa telepon aku?"
"apakah Rendi sekarang berada di rumahmu?"
"hubungannya kalau Rendy di rumahku emang hubungannya sama kamu apa? bukannya kamu nggak mengenal dia? itu ada yang kamu sembunyikan dari saya?"
"enggak bukan gitu Saya cuman tanya Karena saya mengenal dia dan mencari ig-nya itu dia sekarang tinggal di rumahmu?"
"Iya saya tahu terus hubungannya sama kamu apa tanya-tanya tentang Rendy bukannya kamu itu nggak kenal Rendy kenapa kamu stalking ig-nya? apa kamu gila ya kayak kamu nggak kenal dia tapi kamu mencari tahu tentang dia? "
"Karena saya hanya ingin tahu dia itu siapa kenapa tiba-tiba kamu begitu baik sama dia, oh jangan-jangan kamu mau memanfaatkan dia gitu?"
"jaga ya bicara kamu, Saya hanya membantu dia dan saya tidak berniat memanfaatkan dia, Jika kamu tidak suka dia tinggal di rumah saya jemput ya sekarang dan bawa dia ke rumahmu. kalau memang dia Mau tinggal di rumahmu Saya akan lepasin dia!"
"Nah sekarang mengapa dia di rumahmu Dan Dia tidak tinggal sendiri dan mengapa kamu harus menyuruh dia biar nggak ngontrak aja gitu kenapa harus tinggal denganmu?"
"anda sebagai manusia punya hati nurani nggak kalau punya pasti anda mengerti mengapa saya berbuat seperti itu pada Rendy.."
kekesalan Zergan semakin menambah karena detik ini dia mengetahui bahwa ternyata manajernya itu tidak seperti yang dia bayangkan ternyata manajernya adalah orang yang begitu tidak menyukai dia karena ada orang baru di rumahnya.
karena begitu kesal nya Zergan pada sang manager ia kemudian mengajaknya bertemu dan menyelesaikan secara tatap muka bukan cara ditelepon.
"Saya punya hati nurani tapi saya nggak suka Rendy tinggal di rumah mu!"
"gini deh daripada kita bertengkar di telepon nggak jelas mending kalau kita ketemu gimana? biar fix nggak ada bacotan lagi gitu loh gue capek tau di bacotin terus sama orang gak jelas kayak lu!"
"iya oke kita ketemu di sana di mana sih di cafe biasa gimana kita kita bertengkar di sana!"
"nggak jelas bat hidup lu kakap, oh Rendy adik lu ya makanya lu kayak gini?"
kemudian telepon tiba-tiba dimatikan oleh manajernya dan mungkin manajernya udah ada di cafe makanya bilang gitu. Zergan yang memang tidak tahu apa-apa pun langsung bertanya pada Rendy.
"sebenarnya manajer saya itu siapa kamu? kok bisa dia sampai sekepo ini sama kamu dan sampai kayak nggak mau kamu tinggal di rumah saya aja?"
"maafin maafin saya, karena udah buat kamu jadi ikut dalam urusan keluarga saya!"
mendengar perkataan dari Rendy seketika Zergan mengerti bahwa pada dasarnya memang keluarga Rendy sedang berada di dalam masalah terutama rendy dengan kakaknya.
"coba kamu cerita sama saya yang selengkapnya dia saya bisa bantu kamu!"
"nah pada awalnya itu dulu karena saya kan minta handphone untuk pacar kakak saya buat saya sekolah tapi kakak saya bilang 'kamu cari sendiri lah itu kan buat kamu' gitu Nah akhirnya saya marah dong saya bilang sama ibu saya 'kok Abang kok nggak mau beliin adik handphone adik kan butuh' yang di situ mama saya kan marah gitu sama abang saya karena dia nggak mau beliin saya handphone, terus akhirnya Mama saya bertengkar sama Abang sampai suatu detik Abang bilang gini 'ya udahlah kalau mama lebih mentingin adik Abang pergi dari rumah abang abang bisa kau hidup sendiri tanpa tanpa mama sama adik'."
"abang saya soalnya waktu itu kan saya juga masih kecil terus ayah saya udah nggak ada jadi Abang yang cari."
mendengar perkataan Rendy Zergan langsung mengajaknya pergi ke cafe untuk bertemu dengan manajernya tanpa babibu mereka langsung pergi bersama Si Kembar.
sesampainya di cafe benar saja sang manager sudah ada di sana duduk menunggu mereka, anehnya song manager membawa beberapa polisi di sana dan cafe itu sepi tidak ada siapapun seperti kafe itu telah dibeli oleh manajer.
lihat keadaan yang seperti ini sebenarnya Zergan enggan untuk masuk karena sudah ada di pikiran dia bahwa si manager bakalan menyalahkan semuanya pada Rendy yang pada dasarnya yang salah adalah isi manager, namun terlihat dari nampak sang Rendy yang dia sangat merindukan abangnya jadi dia terpaksa masuk dan membantu Rendy menyelesaikan masalahnya.
seketika Rendy langsung berteriak "Bang Bima apa kabarnya?"
"nggak usah sok kenal kita bukan siapa-siapa paham!"
mendengar perkataan itu Zergan langsung marah karena kelakuan si Bima.
"kalau lu nggak suka kalau lu nggak kenal kenapa lu kayak gini ke Adiknya sendiri kenapa lu stalking ig-nya adik lu, lu mikir nggak sih lu yang ninggalin lu yang selain adik lu punya otak nggak lu kayak begitu? jangan mentang-mentang lu sukses sekarang dan lu bawa dua polisi di sini buat bisa penjarain adik lu karena kesalahan lu! mikir tuh pakai otak bego jangan pakai dengkul entar kesandung masuk sumur gimana?"
"eh lu nggak usah bercanda ya?"
"saya bercanda gimana nih maksudnya Bang Bima? kalau saya di sini mau bercanda ya terserah saya itu bukan hak Anda untuk menentukan Saya bercanda atau Saya serius!"
"dan untuk anda Pak polisi jangankan anda anak Anda pun bisa saya habisi loh kalau bapak macam-macam dengan teman saya yang satu ini Bapak belum tahu kan saya siapa?"
kedua polisi itu menjawab dengan gugup "iya saya tahu anda siapa!"
mendengar perkataan itu membuat Zergan seketika langsung senang "ya udah jelasin dong Pak saya siapa kepada Bang Bima ini!"
"Pak Bima sekali lagi maafkan saya saya tidak bisa membantu bapak dalam menyelesaikan kasus ini saya mohon pamit terima kasih..."
kedua polisi itu pun pergi meninggalkan kafe itu tanpa membawa siapapun. melihat kepergian kedua polisi itu membuat Bima dan Rendy keheranan hanya si kembar yang santai menghadapi masalah ini. Zegan yang melihat ekspresi bingung dari kedua saudara itu langsung menjelaskan yang sebenarnya.
"gini ya Bang Bima dan Bang Rendy bukannya sombong ya sebenarnya adalah mafia terbesar dia bisa dibilang di Asia ya soalnya banyak yang takut gitu."
"nggak boleh sombong gitu dek nggak boleh sombong ya dosa..."
"dan buat elu ya bang Bima sekali lagi kalau elu yang salah jangan salahin adik lu karena tak akan ada yang tahu karena itu kau akan datang kalau elu yang cari nafkah elu harus siap nafkahin adik lu dan orang tua lu. jangan karena itu lu lupain adik lu yang masih butuh elu karena ini ya dari kecil dia sangat rindu sama lu. tapi lu sibuk dengan dunia lu sendiri."
"dek kita pergi aja biar mereka butuh yang menyelesaikan masalah ini."
"dan buat kamu Rendy kalau kamu masih butuh saya kamu bisa datang ke rumah, saya siap sedia membantu kamu kapanpun kamu butuh saya."
Rendy hanya mengangguk dan kemudian si kembar meninggalkan kafe dan kembali ke rumah.
TO BE CONTINUE
tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk ya ❤️❤️❤️❤️