
Rabu pagi di Lumajang
Terlihat Zegan yang sedang bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah. dan seperti biasa nya dia sarapan dan kemudian bergegas menuju sekolah.
Zegan pamitan kepada sang ibu dan kemudian berangkat menuju sekolah.
"Bu Zegan pergi dulu ya.."
Sang ibu mengangguk dan melambaikan tangan saat Zegan menancap gas mobil nya.
Zegan lagi lagi menelpon Rifky berharap Rifky akan mengangkat telpon dari nya. Namun nihil nomor yang kemarin berdering sekarang sudah tidak aktif lagi. Zegan putus asa dan begitu emosi hingga dia menerobos lampu merah.
"Anj*** lahhh ahhhh... kesell gw. kenapa sih semua orang gak ada yang bisa di hubungin.. mana gw udah gak punya nomer temen temen Zergan lagi."
Beberapa menit di perjalanan Zegan akhirnya sampai di sekolah. Saat di sekolah Zegan langsung masuk ke ruang ujian nya. terlihat ada pak kepala kesiswaan yang sudah akan memulai ujian.
Zegan masuk ke dalam kelas dengan mengucapkan salam "assalamualaikum.. maaf pak saya terlambat.."
"Iya tidak apa apa silahkan duduk.."
Setelah Zegan duduk, Pak guru menyuruh Zegan memandu doa sebelum melaksanakan ujian.
pak kepala kesiswaan membagi kertas ujian. Kertas ujian telah di bagi dan mereka semua bersiap melakukan ujian, sesaat kemudian datanglah Rifky secara tiba tiba, sontak semua orang kaget termasuk dengan Zegan.
"Lah kenapa tuh si Rifky kesini? maren aja gak bisa di hubungin ehhh tiba tiba Dateng tol*l bet"
...****************...
"Baik anak anak kalian silahkan kerjakan ujian dulu saya masih ada tamu.. wassalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh..."
"Waalaikumsalam pakk..." Ucap semua siswa bersamaan.
...****************...
teman sekelas Zegan yang tepat berada di belakang nya bertanya kepadanya..
" Sttt sttt... " Panggil temannya pada Zegan.
"Hah??" Tanya Zegan ogah-ogahan.
"Lu tau gak dia sape?" Tanya si teman nya itu lagi.
"Kakak nya Dian. nape lu?? naksir ma dia?" Tanya Zegan cetus membuat teman di belakang nya sontak diam.
...****************...
Di ruang guru kesiswaan Rifky bertanya tentang sesuatu. ya.. bertanya tentang Zergan karena Rifky khawatir dengan Zergan yang tidak bisa di hubungi. Guru tersebut membantah apa yang di bicarakan oleh Rifky Karena pada nyatanya kemarin guru tersebut berbicara melalui telpon dengan Zergan.
"Pak saya mau tanya sesuatu.." Ucap Rifky yang di dengar dengan senyuman.
"Iya silahkan nak Rifky ingin berbicara apa?" Tanya guru kesiswaan tersebut.
Guru tersebut tahu kalau orang di depan nya adalah Rifky karena saat mengantar surat pertukaran pelajarnya Dian. ternyata Rifky datang ke sekolah untuk menjelaskan lebih lanjut maksud dia membuat surat itu. jadi kurang lebih guru tersebut kenal lebih dekat dengan Rifky.
"Saya ingin bertanya.. apakah bapak tau Zergan pergi kemana pak?"
"Zergan sekarang berada di Bal...."
Belum sempat berbicara... Zegan masuk menghentikan pembicaraan tersebut. Karena mendapatkan SMS dari Zergan agar kepala kesiswaan tidak memberi tahukan keberadaan nya di mana.
Zegan masuk ke ruangan tersebut dan langsung berbicara dengan lantang. "Saya mohon sama bapak jangan bilang ke siapapun Abang saya ada di mana, sekalipun itu kepada sahabat atau tantenya."
Merasa bingung dengan apa yang di bicarakan Zegan kepala sekolah langsung memberitahukan dimana Zergan berada kepada Rifky.
"Zergan berada di Bali bersama dengan teman teman nya." Setelah mengatakan itu kepala kesiswaan langsung telepon Zergan untuk memberi tahukan bahwa dia sudah memberi tahu Rifky bahwa Zergan sekarang berada di Bali.
" Pak... kok bapak bilang sihh... Saya tidak ikut ikut apa bila Abang saya marah kepada bapak.."
Zegan langsung pergi dari ruangan kepala kesiswaan dan menuju ruang Bimbingan konseling untuk meminta semua soal ujian kelas 11 dan 12 yang akan dia kerjakan sekarang dan lulus esok.
Zergan berjalan tergesa gesa menuju ruang Bimbingan konseling. Sesampainya di ruang Bimbingan konseling Zegan langsung masuk dan meminta ujian nya di percepat saat ini.
"Permisi Bu.." Sembari mengetuk pintu.
"iya ada apa nak? silahkan masuk.." Tanya guru penjaga yang berada di ruangan tersebut.
"Apakah saya bisa mempercepat ujian saya..?" Tanya Zergan.
"Bisa.." Jawab guru itu dengan singkat. kemudian mencari semua soal yang akan Zegan kerjakan.
...****************...
Beberapa menit mencari akhirnya semua soal sudah berada di depan mata Zegan termasuk ujian kelas 12.
"Kamu kerjakan disini.. di larang lihat handphone dan saya izin pergi dulu.. jangan keluar sebelum saya datang.." Ucap guru tersebut.
Zegan hanya mengangguk dan kemudian mengerjakan ujian nya.
...****************...
Terlihat kepala kesiswaan yang sedang berbicara di telpon dengan seseorang. Terlihat pula Zergan yang sedang marah marah di telpon.
"Kenapa sih hah.. bapak kasih tau Rifky saya kan udah bilang kenapa adik saya.. bahwa bapak gak boleh kasih tau keberadaan saya.. ahh anj***..Dah lah c*k" Zergan begitu murka saat tau kepala kesiswaan memberi tahu keberadaan pada Rifky.
Guru tersebut hanya diam dan membisu yang kemudian Rifky merebut telpon tersebut dari tangan Kepala kesiswaan. dan berkata "Lu kenapa sih hah? gak mau banget bicara sama gw?" Tanya Rifky kesal.
"Heh bukannya gw gak mau kasih tau lu... gw cuman pengen hidup tenang dulu... baru gw bakalan balik.." Ucap Zergan ikut kesal.
"Tapi gak gini juga kan Zergan... Jangan Sampek gara gara masalah sepele lu jadi kayak gini?" Ucap Rifky membuat Zergan murka.
...****************...
Sebelum di telepon oleh kepala kesiswaan ternyata Zergan pun sama sedang melakukan ujiannya. dan untungnya ujian nya pun selesai. dan sesaat kemudian kepala kesiswaan itu pun menelpon nya.
...****************...
Terlihat Zegan yang tengah mengerjakan ujian nya yang tinggal sedikit dan akan selesai. handphone nya berdering, saat Zegan melihat telpon nya ternyata Zergan yang menelpon.
"Dek" Ucap Zergan dengan nada marah.
"Iya kenapa bang?" Tanya Zegan heran.
"Adek udah bilang kan sama kepala kesiswaan kalok Abang gak mau tempat Abang sekarang di publis?" Tanya Zergan emosi
"Udah bang... Adek udah bilang tapi kepala kesiswaan ngeyel buat kasih tau. dan akhirnya adek pergi karena udah kesel banget sama tuh guru tua." Zegan menjelaskan dengan hati hati takutnya si Abang malah marah padanya.
Ucapan tersebut membuat Zegan kaget.
"Kemana bang?" Tanya Zergan senang merasa akhirnya bisa ketemu Abang nya.
"Kerja di Bali bareng Abang.." Ucapan Zergan membuat Zegan Sangat senang sehingga di tatap bingung oleh guru bimbingan konseling itu.
" Yaudah bang lanjut nanti ya... Zegan mau kerjain ujiannya lagi.." Zegan kemudian menutup telpon nya.
...****************...
Terlihat pula Zergan yang Sangat senang karena telah bisa berbicara dengan adik nya. Namun kesenangan nya sesaat hilang karena si Rifky kembali menghubunginya menggunakan nomor Dian.
"Zer gw nyusul lu gw pengen jelasin sesuatu sama lu."
Ucapan Rifky seketika membuat mood Zergan langsung turun.
"Apa? jelasin sesuatu? Gak cukup lu fitnah gw hamilin Dian dan fitnah gw bunuh bapak lu?"
"Bukan gitu Zer.."
"Udah lah gw udah muak liat muka lu... Gw udah capek di fitnah sama lu.."
"Pengecut lu Zer.."
"Ya emang gw pengecut... Karena gw juga ogah dengerin ocehan lu yang gak bermanfaat.."
"y" Telepon pun di matikan oleh rifky
...****************...
Zergan pun merasa bahwa mood nya turun. dan akhirnya pergi jalan jalan cari udara segar di alun alun kota Denpasar.
Zergan membawa mobil hadiah buat Angga yang memang dulunya adalah milik Angga namun Angga mengembalikan mobil itu karena hadiah yang Zergan berikan terlalu besar. Dan saat berada di Bali pun Zergan tidak sulit mencari orang menjual mobil.
Sesampainya di tempat parkir di depan sebuah restoran. Ternyata di sana terdapat mobil Angga yang sudah terparkir. Zergan pun segera mencari dimana Angga berada.
Namun nihil tak ada sosok Angga di manapun hingga akhirnya Zergan menemukan bahwa Angga sedang mabuk di belakang restoran tersebut.
Melihat keadaan Angga yang tidak memungkinkan akhirnya Zergan memapah Angga menuju mobil Angga dan menitipkan mobilnya di restoran tersebut hingga besok pagi. dan tukang parkir disana pun menyetujuinya.
Zergan langsung menancap gas dengan laju yang cukup cepat hingga hampir saja menabrak orang yang sedang berjalan menyebrang. Sontak Zergan mengerem dengan sekuat tenaga , untung nya orang tersebut tidak menuntut apapun, ya karena memang tidak ada lecet sama sekali.
...****************...
Sesampainya di rumah Zergan teman teman Angga langsung membawa Angga ke kamar nya dan Zergan meminta Salah satu teman Angga yang berada di Sana untuk secepatnya menelpon dokter, karena Zergan takut Angga kenapa napa."
Setelah mengatakan hal itu Zergan pergi dengan memesan sebuah taksi untuk mengambil mobilnya yang berada di restoran. Zergan langsung keluar rumah setelah mendapatkan telpon dari sopir taksi yang dia pesan.
Zergan masuk ke dalam taksi tersebut dan berkata "Ke alun alun kota ya pak!" Sopir tersebut mengangguk .
Beberapa menit di perjalanan akhirnya Zergan pun sampai dan sebelum keluar dari taksi tak lupa Zergan memberikan bayaran kepada sopir tersebut. Zergan berlari ke arah cafe. entah apa manfaat nya....
Ternyata handphone nya ketinggalan di dalam mobil, takutnya ada seseorang yang menelpon dan dia melewatkan hal itu. dan ya benar saja ada sepuluh panggilan tak terjawab dari Zegan.
Karena khawatir dengan keluarganya di Jawa, Zergan menelpon lagi Zegan, dan untung nya Zegan masih mengangkat telpon dari nya.
"Dek?"
"Iya kenapa bang?"
"Adek tadi kenapa telpon"
"gapapa bang tadi ibu kangen sama Abang, jadi adek telponin Abang, tapi sama Abang gak di angkat,"
"Trus sekarang ibu kemana?"
"Ibu keluar bang bareng bapak lagi cari baju buat kita kalok kelulusan nanti.."
"Ohhh nanti kalok ibu dah pulang kabarin ya.."
"Iya siapp... Eh iya nantik kalok kelulusan Abang balik ke Jawa kan?"
"Iya Abang balik kok dek.. emang kenapa?"
"Heheh gapapa biar lengkap aja gitu keluarga kita.."
"Yaudah Abang matiin dulu ya... Abang mau cari rumah kecil kecilan buat Abang tinggal di Bali.."
"Semangat bang."
telpon pun dimatikan oleh Zegan.
...****************...
Terlihat Zegan yang sedang mencari info tentang penjualan rumah di Twitter. dan terlihat Kedua orang tua Zergan yang membeli sebuah baju couple untuk di gunakan saat hari kelulusan nanti.
Terlihat pula ibu Zergan yang mengirim pesan kepada Zergan yaitu foto baju yang mereka beli. Ternyata Zergan pun membalas nya...
Zergan Putra Ku
"Iya Bu baguss"
Melihat balasan itu ibunya pun tersenyum sumringah dan sangat senang karena hal itu. karena itu adalah hal pertama yang anak nya ucapkan setelah beberapa hari Zergan pergi dari rumah nya. tak lupa Ibunya pun membeli sepatu untuk kedua anak nya.
kemudian ibunya membuka kembali obrolan kepada anak nya itu.
Zergan Putra ku
Nak ibu mau beli sepatu juga ukuran kamu sama adikmu berapa ya?
ukuran nya 40 Bu, Sama adik juga...
Yaudah okey.. ibu tunggu di rumah .
Kemudian orang tua Zergan pergi ke toko sepatu dan akhirnya terlihat mereka berdua pulang kerumah membawa banyak belanjaan...
...****************...
TO BE CONTINUE
tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk ❤️❤️❤️