ZEGAN OR ZERGAN

ZEGAN OR ZERGAN
RUMAH BARU



Saat Abang nya berkata demikian Zegan mencucu dengan wajah kesal, namun dia tetap melakukan apa yang Abang nya katakan. melihat kelakuan adiknya Zergan tersenyum gemas dan tertawa kecil yang tidak bisa di dengar oleh adiknya.


Zergan pun menyusul adiknya untuk tidur dan berharap hal hal yang tak ingin Zergan alami tak datang lagi ke kehidupannya.


...****************...


di pagi hari yang begitu cerah terlihat sepasang adik kakak yakni Zergan dan Zegan yang sedang sarapan. dan bercengkerama dengan ibunya. ayahnya kemana? ya ayahnya sedang kerja. Setelah selesai sarapan mereka berdua berpamitan kepada ibunya untuk berangkat sekolah.


"Ibu Zegan sama Abang berangkat sekolah dulu ya, ibu hati hati dirumah." pesan Zegan kepada ibunya. ibunya mengangguk dengan penuh keceriaan dan mereka berdua pun bersalaman kepada ibunya untuk pergi ke sekolah.


mereka berdua keluar dari rumah dan berangkat menggunakan mobil mereka masing masing, karena urusan mereka berdua sebelum berangkat ke sekolah itu berbeda.


Zegan melajukan mobilnya dahulu dan kemudian diikuti Zergan. sesampainya di lampu merah, setengah perjalanan mereka ke sekolah, Zergan menelpon Zegan.


"Gan kamu duluan aja ya, Abang mau pergi ke toko buku sebentar dan ke warung bentar."


"Ngapain ke warung bang?"


"ngambil pesenan Abang,"


"Pesenan apa bang?"


"Nasi. yaudah ya Abang duluan kamu berangkat sana."


"Iya iya hati hati bang."


Zergan langsung mematikan telpon dan menuju tempat yang dia tuju. melihat Abang nya yang sedikit ugal ugalan saat membawa mobil, Zegan membatin, Dasar Abang gak bisa apa ya bawa mobil nya pelan pelan aja!.


Saat Zegan sampai di sekolah ternyata sekolah terbilang masih sepi ya karena memang masih pagi dan Zegan sampai di sekolah pukul 6 pagi. Saat Zegan turun dari mobil teman Zegan menghampirinya dan mengatakan sesuatu kepada Zegan dan saat Zegan mendengarnya Zegan tak khawatir dan biasa saja.


"Abang lu kemana Gan? kok tadi gw liat dia belok ke arah lain? bukan nya dia ke sekolah atau jangan jangan dia kerumah Dian lagi ya?"


"Enggak kok, yaudah masuk yuk piket sono. udah beban gak pernah piket kelas lagi haduhhhh."


Teman Zegan hanya meringis saja dan melanjutkan berjalan bersama Zegan menuju kelas.


...****************...


Disisi lain saat Zegan sampai di sebuah rumah yang terbilang cukup mewah. Pemilik rumah itu keluar dari rumah itu dan menyambut Zergan dengan ramah. dan bertanya kepada Zergan tujuan nya


"Ada apa ya? ada yang perlu saya bantu?"


"Apa benar rumah ini di jual?"


" Iya benar dek rumah ini dijual. apakah adek berminat untuk membeli nya."


"Baik saya berminat dengan rumah ini, saya beli 100juta gimana pak?"


" Baik, DEALL!!! Rumah ini sekarang menjadi milik anda dan ini kunci nya."


Bapak itu memberikan kunci itu kepada Zergan dan pamit pergi kepada Zergan.


"Akhirnya gw bisa beli rumah ini dan gw pindah dari rumah lama gw. karena gw gak mau sampai Dian kerumah gw. dan gak boleh Sampek ada yang tau kalau gw pindah kesini sama keluarga gw."


"Pak kalok ada ibu ibu ini kesini kasih aja kuncinya ya pak!"


"Baik tuan!"


Dengan perasaan lega Zergan kembali ke mobil dan kemudian berangkat ke sekolah. Setengah perjalanan Zergan menelpon ibunya untuk pindah ke rumah baru itu..


DERTTTT... DERTTTT...


Ibu dimana??


Ibu dirumah nak


Kenapa?


ibu sekarang datang ke alamat yang aku kirim ini ya nantik!


Kemana dan mau ngapain sayang?


Kita pindah !


Iya sayang


DERTT... Telpon dimatikan.


...****************...


Setelah berbincang dengan ibunya Zergan mengirimkan alamat rumahnya itu kepada ibunya.


Bu ini alamat rumahnya.


jl.Kenanga indahh No 10


Rumah No 65


Iya nak ibu udah ke sana kok.


...****************...


...****************...


melihat pesan nya dibalas oleh ibunya Zergan dengan tenang berangkat sekolah. dan sesampainya di sekolah dengan tepat sekali bel berbunyi.


Berarti lama dong Zergan dirumah baru! Batin Author.


...****************...


TO BE CONTINUE


Tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk ya