
Setelah berbincang dengan ibunya Zergan mengirimkan alamat rumahnya itu kepada ibunya.
Bu ini alamat rumahnya.
jl.Kenanga indahh No 10
Rumah No 65
Iya nak ibu udah ke sana kok.
...****************...
melihat pesan nya dibalas oleh ibunya Zergan dengan tenang berangkat sekolah. dan sesampainya di sekolah dengan tepat sekali bel berbunyi. Zegan yang memang sengaja menunggu Abang nya merasa sangat lega melihat Abang nya yang sudah datang.
Zegan menghampiri Zergan ke tempat parkir dan bertanya sebenarnya dia dari mana, dan ngapain. karena ya tadi kata teman nya, Zergan pergi ke arah lain.
"Abang dari mana?" Sembari meletakkan kedua tangannya di pinggangnya.
"Ahh nanti kamu juga tau kok." berbicara sembari mengacak-acak rambut Zegan.
Melihat kemesraan mereka seperti tak pernah ada masalah yang datang. Saat Zegan dan Zergan ingin memasuki gedung sekolah mereka tak sengaja di senggol seseorang dan Zergan sontak kaget.
"Aduhhh. lu gimana sih kalok jalan, ngeliat jalan tuh pakek mata buka. dengkul."
Seseorang yang menabrak mereka tidak menggubrisnya dan berlalu pergi. Melihat seseorang itu Zergan tak ambil pusing dan kembali bersenandung ria menuju kelasnya.
Saat menaiki tangga menuju lantai 2 perjalanan Zergan dan Zegan tak ada masalah, namun saat melewati tangga menuju lantai tiga mereka mendengar bisikan-bisikan dari siswa siswi lain bahwa Dian tadi sekolah. Sontak mereka berdua saling menatap dan Zegan bertanya pada Zergan.
"Bang..."
Zergan hanya berfikir positif tentang apa yang di bicarakan adiknya. "Ah gak mungkin pasti bukan kok yaudah kita lanjut ah, udah bel udah masuk juga pasti udah ada guru di kelas."
Zegan hanya mengangguk mendengar ucapan Abang nya, mungkin itu memang bukan Dian dan itu adalah orang lain. Saat Zegan sampai di kelasnya tidak ada yang terjadi sama sekali dan Zergan memutuskan untuk pergi menuju kelasnya, karena memang Zergan dan Zegan tak satu kelas.
namun tak lama dari kepergian Zergan terdengar Zegan teriak yang membuat Zergan yang mungkin sudah hampir menaiki tangga menuju kelasnya bisa mendengar teriakan Zegan, Sontak Zergan langsung berlari menuju kelas adiknya.
...****************...
Dia dalam kelasnya Zergan kaget melihat tulisan yang ada di mejanya yang di tulis dengan tinta permanen, karena itu lah dia ketakukan. tulisan nya yaiu... JAGA SEMUA YANG KALIAN SAYANGI JIKA KALIAN TAK INGIN MEREKA GW BUNUH.
Zergan yang sampai di dalam kelas Zegan melihat tulisan itu dan langsung mendikte bahwa itu adalah tulisan Dian, karena memang dia hafal sekali dengan tulisan Dian. Jangan kan tulisannya postur tubuhnya pun bisa Zergan kenali.
Sebenarnya Zergan mengenali sosok yang tadi menabrak nya namun Zergan enggan untuk membicarakan nya namun melihat ini, melihat yang Dian lakukan untuk kedua kalinya Zergan langsung enggan untuk memaafkan dia lagi dan tidak akan ada lagi yang namanya permaafan untuk kedua kalinya.
"Adek.. kita keluar aja nanti Abang izinin adek ke kepala sekolah." Ucap Zergan kepada adiknya, Karena melihat adiknya yang ketakutan Zergan memutuskan untuk membawa pulang adiknya kerumah baru itu berharap tak ada yang akan mengganggu mereka lagi.
Mereka pulang dengan membawa mobil mereka masing masing walaupun nampak dengan jelas bahwa Zegan terlihat begitu ketakutan dengan tulisan itu, bukan karena Zegan takut atau gak berani, tapi takut akan terjadi apa apa kepada keluarga mereka.
Sesampainya di rumah Zergan dan Zegan memutuskan untuk mandi, makan dan beristirahat. mereka di sambut dengan heran oleh ibu mereka. melihat ibunya yang keheranan Zergan berkata,
"Nanti Abang jelasin Bu." Mendengar ucapan Zergan Ibunya mengangguk dan pergi membuatkan mereka makanan.
...****************...
TO BE CONTINUE
Tunggu part selanjutnya besok ya saat author tidack sibukk ya