
Setelah Zergan menunggu Zegan ujian hampir setengah jam Zegan muncul di kantin. dan mengajak Zergan pulang.
"heh bang yok pulang." Ajak Zegan pada Zergan yang sedang enak enak menyeruput kopi nya.
"*iya bentar bentar."
"Buk kopinya lima ribu kan ya... ini uang nya di meja .. Zergan pulang dulu ya*.." Bu kantin menjawab dari dalam
"Iya nak...
Zergan dan Zegan pun menuju parkiran dan mengambil mobil dan pulang...
...****************...
Saat berada di berjalan pulang Zergan mendapatkan telpon dari Rifky.
"Ya kenapa?
"Lu dimana?"
"Di jalan mau pulang kenapa?"
"Bisa kerumah gw nda?"
"Ngapain?"
Zergan nampak bingung tidak seperti biasanya Rifky nelpon menanyakan keberadaan Zergan. namun Zergan tetap mendengarkan ocehan Rifky.
"Lu bisa kerumah nda?"
"gak dulu gw cape habis ujian."
"Plis lah ayo kerumah gw bentar."
Karena desakan dari Rifky, Zergan pun mau ke rumah Rifky namun Zergan memberikan beberapa syarat.
"Ada syarat nya!"
"Apa?"
"Dian gak boleh muncul di depan muka gw, dan gw gak mau lu bahas apa pun tentang Dian."
"Yaudah oke oke.. buruan kesini!"
...****************...
Ibu si kembar sedang menunggu kedatangan anak anak nya. terlihat ibu si kembar mondar mandir menunggu kepulangan anak anak nya. saat ia melihat mobil anak nya dia heran dan bertanya pada Zegan kemana Zergan pergi.
"Abang kamu kemana?" melihat ibu nya yang khawatir Zegan memberi tahu yang sebenarnya bahwa Zergan pergi kerumah Rifky.
"Abang kerumah bang Rifky buk, temen nya Abang!" Sang ibuk hanya mengangguk dan kemudian merangkul Zegan untuk masuk dan mandi serta ganti baju setelah itu makan.
...****************...
Di sisi lain terlihat Rifky yang sedang meminta pengertian dari adiknya agar mau mendengar kan nya kali ini. Karena Rifky menganggap ini untuk kebaikan adiknya. namun saat Zergan sampai di rumah Rifky Zergan malah bertemu Dian yang sedang berdebat dengan Rifky.
Melihat Dian berada di depan mukanya sontak Zergan langsung badmood banget dan memutuskan ingin pulang namun sebelum ia keluar dari pintu utama, Rifky menarik tangan nya dan memohon pada Zergan agar tak pulang dahulu karena ada yang ingin Rifky bahas bersama Zergan.
"Plis lah Zer jangan pergi dulu... lu mau kan Dian pergi??"
Mendengar pertanyaan itu Zergan menjawab kasar. "YA!"
"Ya elu harus bantu gw Zer... mau ya ... pliss.." Rifky memohon hingga bersujud di kaki Zergan. melihat temannya yang seperti itu Zergan luluh.
Kemudian Rifky membentak Dian agar pergi dari hadapan Zergan.
"Masuk kamar sekarang!!" Dengan kesal Dian melengos pergi dan masuk ke kamar nya.
Setelah melihat kepergian Dian, Zergan dan Rifky masuk keruangan Rifky dan mereka berbicara soal Dian dan bagaimana cara agar Dian mau untuk menuruti kemauan Rifky.
Setelah lama membicarakan hal tersebut mereka pun tak kunjung menemukan titik akhir dari rencana ini. dan beberapa jam berbicara akhirnya mereka memutuskan ...
"Ya udah lah kita kirim Dian ke Prancis dengan alasan pertukaran pelajar. gimana ?" Ucapan Zergan membuat Rifky bersemangat dan menyetujui nya.
"Nah iya benar, ya udah gw mau bikin surat izin nya dulu. Lu tunggu disini dan gw titip surat izin itu ya ke elu. dan biar besok lu kasih ke kepala sekolah." Dengan semangat Rifky langsung membuat surat itu dan besok akan di serahkan kepada kepala sekolah nya Dian, untuk meminta tanda tangan. dan kemudian memberangkatkan Dian ke Prancis.
Setelah beberapa menit menunggu akhirnya surat izin itu selesai di buat dan di serahkan kepada Zergan dan kemudian Zergan pamit untuk pulang.
Rifky mengantar kepulangan Zergan hanya sampai di depan pintu rumah nya.
"Rif gw pulang dulu ya..."
Rifky mengangguk sembari tersenyum dan menatap kepergian Zergan dengan tenang. hingga mobil Zergan tak terlihat lagi dari tempatnya berdiri.