Zaya & Zayan

Zaya & Zayan
terbongkar



"kalian kalau sudah pulang sekolah segera pulang, mama sama papa mau ngomong sesuatu sama kalian" ucap papa.


"baik pa, kalau begitu kami pergi dulu ma pa" ucap zayan dan bersalaman sama ortunya begitu juga zaya.


mereka pergi dengan menggunakan motor, dan zaya duduk di belakang, sesampainya di sekolah tepatnya dekat parkiran, zayan tidak sengaja melihat temannya berantem dengan sekelas teman zaya.


"dek kamu disini dulu kakak mau lihat mereka" ucap zayan, lalu zaya mengganguk iya.


"LU KALAU MASIH CEMEN JANGAN SOK JADI PREMAN BRO!!" ucap dirga yang ngos ngosan berantem dengan luka yang kecil di bibir nya.


"DAN SATU HAL, LU ITU ADIK KELAS GW! LU BAWAHAN GW, LU SALAH MILIH LAWANNYA. BILANGIN SAMA CEWEK LU STOP DEKATIN GW SEBENARNYA GW ILFEL SAMA CEWEK KAYAK GITU SORRY" ucap dirga dengan keras, sambil membentak lawan bicara nya yang kini tersungkur lemah.


"udah stop ga, lu gak tahu apa ini sekolah bodoh" ucap zayan menarik temannya itu ke markas mereka yang dengan dengan sekolahnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"masalah apa lagi sih lu" ucap zayan menggelengkan kepalanya, melihat temannya itu tidak bosen - bosen bikin masalah dengan orang lain.


"gw gak ada bikin masalah tapi tuh dia seenaknya nuduh gw yang ambil ceweknya, padahal dia Mulu yang dekatin gw sampai gw ilfel" ucap dirga.


sebenarnya sih emang dirga gak salah, karena cewek itu aja yang jentilan deketin cowok lain. sedang kan dirinya sudah punya cowok.


"yaudah sekarang lu obatin tuh luka lu anjir" ucap zayan berlalu pergi masuk kelas.


DISISI LAIN


"ZAYA STOP!!" terdengar suara yang menghentikan langkah zaya, segera pun dia membalikkan badannya dan melihat siapa yang memanggilnya.


"ohh aldi, kenapa ada apa?" yah cowok yang memanggilnya itu adalah aldi teman satu kelasnya.


"bilangin sama teman kakak lu itu siapa tadi? memikir sejenak "ohh dirga, jangan dekati cewek gw, bilangin ke dia" ucap dirga.


"hahahah, lu ngelawak banget anjir, sakit perut gw" ucap zaya tertawa berbahak bahak dengan sangat keras, aldi pun menatapnya dengan rasa heran.


"lu sakit jiwa yah?" tanya aldi.


"lu yang sakit jiwa, lu udah kalah kok bisa yah sok banget sampai bilangan ke dirga, cihh sangat menjijikkan" ucap zaya dengan nada nyebelin.


"jangan pancing emosi gw zaya!!" ucap aldi menahan emosinya itu.


"wuhh cepat banget emosinya yah, kayak lagi mens hahahaha" ucap zaya dengan senangnya mengejek aldi.


"stop zaya, gw masih bisa sabar sama lu jangan buat gw jadi bertindak kasar karena lu" ucap aldi.


"makanya seharunya lu itu harus cari tahu yang sebenarnya tentang cewek lu jangan asal nuduh kan, lu yang jadi malu udh kalah, sok jadi cool aduh lawak lu emang" ucap zaya pergi dari tempat itu dan berlalu masuk ke kelasnya.


Aldi hanya menahan dirinya yang tengah emosi dengan tingkah laku zaya yang seolah olah mengejek ke kalahannya itu.


"awas saja, gw pasti nyiksa lu" ucap aldi dengan tatapan tajam, yang melihat kepergian zaya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"hari ini kita jamkos woii" ucap ketua kelas.


"yang benar aja" ucap temannya, dan di bahas anggukan dari ketua kelas, membuat seisi ruangan kelas itu jadi rame.


"bising banget pun, dah lah gw keluar" ucap zaya.


"lu mau kemana?" ucap ani.


"gw mau keluar, bising banget" ucap zaya dan meninggalkan temannya.


kini zaya duduk di dekat taman sekolahnya, dengan angin yang sepoi sepoi terasa sejuk dengan suasana nya.


"haii boleh berdiri bentar ?" ucap seseorang lelaki.


"emangnya kenapa?" ucap zaya.


"itu buku gw, lu duduk in" ucap lelaki itu seketika zaya berdiri dan benar saja ada buku itu di pantat zaya.


"kok gw gak kerasa yah kalok ada buku disitu" gumam zaya heran.


"makasih yah, btw lu kok keluar ini kan masih jam pelajaran?" tanya lelaki itu.


"sibuk banget lu, gw jamkos makannya keluar" ucap zaya cuek.


"ohh gitu yaudah bisa lu lanjut duduk lagi, gw pergi dlu" ucap lelaki itu ingin pergi tetapi zaya memanggilnya kembali.


"bentar!! nama lu siapa" ucap zaya, "nama gw arga" tanpa membalikan badannya.


zaya pun kembali ke tempat duduk itu dan menikmati ketenangan dia.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


ini waktu sudah menunjukkan pulang, semua anak murid dengan gembira mereka pulang.


zayan kini menunggu zaya di parkiran, lima belas menit pun akhirnya zaya datang tanpa lama mereka pun balik ke rumah karena ingin tahu apa yang sebenarnya yang ingin di bicarakan oleh papa mereka.


"assalamualaikum" ucap zayan masuk ke dalam rumah bersama zaya.


"waalaikumsalam nak" ucap mamanya yang sedang duduk di sofa, mereka berdua pun duduk bersama keluarganya.


"pah, mah kalian mau bicara apa?" ucap zayan, dengan berat hati ini akhirnya mama menghela kan nafasnya dan mulai berbicara.


"kalau mama bicara hal ini tolong yah, kalian berdua tetap di samping mama dan papa sampai selamanya" ucap mama, tidak tertahan dengan air matanya yang terus terjatuh.


"mama kenapa nangis?, maksud mama apa mah?" ucap zaya masih bingung.


"sebenarnya kalian bukan anak mama dan papa nak"


DEG bagai kan hati yang terpatah bertubi tubi, zaya dan zayan kini tak mampu berkata apa - apa mereka bisa diam dan terpatung.


"i---ini sem--semuanya gak benar kan mah?" ucap zaya, sambil menangis.


"maafkan mama nak, maafkan mama" ucap mama ingin memeluk putrinya tetapi zaya lebih dulu menjauh.


"maksud ini apa mah pah!!, jawab zaya!! ini apa semuanya kenapa kalian diam saja!!!" ucap zaya berteriak dan terjatuh lemas.


"zayan, maafin mama sama papa nak, kami baru ngomong sekarang" ucap papa, dengan tatapan kosong zayan menggeleng kan kepalanya.


"lalu jika bukan orang tua kami kalian, lalu siapa orang tua kami?" ucap zayan sambil tersedih.


"apa papa gak bercanda? ini lucu sekali bercandanya kalian" sambung zayan, papa hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"ini apa pah mah, kalian kenapa gak ada yang menjelaskan semuanya kepada kami, kami ingin tahu" ucap zayan dia hanya bisa melihat orang tuanya yang kini diam sambil bersedih, tidak ada kata dari orang tuanya zayan hanya bisa dia dan masuk ke dalam kamarnya untuk menenangkan pikirannya, begitu juga zaya.


"pah, mama salah sudah bilang ini semua ke mereka pah. pasti mereka tidak bakalan memaafkan mereka kalau mereka pergi gimana pah? mama gak mau mereka pergi pah" ucap mama dengan nada yang takut dan hancur.


"papa yakin mereka tidak akan bisa pergi dari keluarga kita, mereka adalah salah satu harta kita mah, papa yakin itu" ucap papa sambil memeluk mama dengan erat.


...TBC...


OKE GYUSSS SAMPEK SINI DULU YAHH JANGAN LUPA LIKE KOMEN VOTE DAN TARUK DI FAVORIT YAHH ...


OKE MAKASIH...